Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal Of Building Architecture

OPTIMIZING ARTIFICIAL LIGHTING IN HOTEL ROOM INTERIORS Arum, Sekar; Pratiwi, Niniek
Journal Of Building Architecture Vol. 1 No. 1 (2023): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (APRIL)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v1i1.3

Abstract

Hotel adalah salah satu solusi untuk tempat sementara bagi seseorang / kelompok untuk tinggal selama mereka melakukan kebutuhan mereka di daerah / kota. Penyediaan fasilitas pendukung diminimalisir dan disesuaikan dengan kebutuhan kelas hotel yang akan dipilih. Dalam desain, desainer umumnya lebih mementingkan fungsionalitas daripada kualitas pencahayaan. Kualitas cahaya yang kurang baik akan mempengaruhi suasana ruangan sehingga menimbulkan tekanan psikologis pada penggunanya dan gangguan penglihatan yang berdampak pada kesehatan. Tujuan penelitian adalah menganalisis sistem pencahayaan pada kamar hotel dengan mengambil standar dasar pedoman teknis SNI di bidang pencahayaan, yaitu SNI 6197:2011 tentang Konservasi Energi sistem pencahayaan pada bangunan gedung, dan SNI 03-6575-2001 tentang tata cara perancangan sistem pencahayaan buatan. pada bangunan. Simulasi menggunakan perangkat lunak DIALux 9.0 open source, yang merupakan perangkat lunak simulasi untuk menghitung kebutuhan pencahayaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi pencahayaan pada kamar hotel standar di hotel tidak memenuhi standar SNI, sehingga perlu dilakukan beberapa cara untuk mengoptimalkan tingkat pencahayaan.
PENERAPAN ARSITEKTUR EKOLOGIS PADA RANCANGAN BALAI PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HORTIKULTURA DI GORONTALO Bayu, Bayu Setiawan; Pratiwi, Niniek; Ernawati, Ernawati
Journal Of Building Architecture Vol. 2 No. 1 (2024): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (APRIL)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v2i1.25

Abstract

ABSTRACT. Horticulture is one of the agricultural sectors that has considerable potential in advancing the economy in Indonesia. The lack of adequate support and facilities from local governments and related institutions in developing the agricultural sector is one of the factors affecting the limited development of the horticulture sector in Gorontalo Province. Therefore, to accommodate research activities and development of horticultural crops, it is necessary to design a horticultural research and development center. Horticultural research and development center, is a place designed to produce and develop horticultural innovations based on local resources and sustainable while maintaining balance and environmental sustainability. The purpose of designing this building is to provide a place that can facilitate horticultural research and development activities and also to apply an ecological architectural approach to the design of horticula research and development centers by considering the interrelationships between humans and the surrounding environment. The application of ecological architecture is applied to building facades such as the application of sun shading on the exterior of buildings, the use of environmentally friendly materials, and the shape of the façade will be arranged as well as possible so that sunlight can be transmitted evenly into the building. In addition, on the roof of the building will also be placed solar panels which are a natural source of energy in the building. It is hoped that the design of this building can facilitate all horticultural research and development activities in Gorontalo.Keywords: Balitbang, Horticulture, Ecological ArchitectureABSTRAK. Hortikultura merupakan salah satu sektor pertanian yang memiliki potensi cukup besar dalam memajukan perekonomian di Indonesia. Kurangnya dukungan dan fasilitas yang memadai dari pemerintah daerah dan lembaga terkait dalam mengembangkan sektor pertanian adalah salah satu faktor yang mempengaruhi terbatasnya perkembangan sektor hortikultura di Provinsi Gorontalo. Oleh sebab itu untuk mewadahi aktivitas penelitian serta pengembangan tanaman hortikultura, maka perlu untuk dirancang sebuah balai penelitian dan pengembangan hortikultura. Balai penelitian dan pengembangan hortikultura, adalah tempat yang dirancang guna menghasilkan dan mengembangkan inovasi hortikultura yang berbasis sumber daya lokal serta berkelanjutan dengan tetap menjaga keseimbangan serta kelestarian lingkungan. Tujuan perancangan gedung ini adalah untuk menyediakan tempat yang dapat memfasilitasi kegiatan penelitian dan pengembangan hortikultura dan juga untuk menerapkan pendekatan arsitektur ekologis pada perancangan balai penelitian dan pengembangan hortikulutra dengan mempertimbangkan hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungan sekitarnya. Penerapan arsitektur ekologis diterapkan pada fasad bangunan seperti penerapan sun shading pada eksterior bangunan, penggunaan material yang ramah lingkungan, serta bentuk fasadnya akan ditata sebaik mungkin agar cahaya matahari dapat diteruskan secara merata ke dalam bangunan. Selain itu, pada atap bangunan juga akan diletakkan panel surya yang menjadi sumber energi alami pada bangunan. Diharapkan dengan adanya perancangan gedung ini dapat memfasilitasi seluruh kegiatan penelitian dan pengembangan hortikultura yang ada di Gorontalo. Kata Kunci: BALITBANG, Hortikultura, Arsitektur Ekologis
PERANCANGAN KAMPUS POLITEKNIK PERTANIAN KOTAMOBAGU DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BIOFILIK Mokoginta, Fahrain Septianda; Pratiwi, Niniek; Mahanggi, Muh. Rizal
Journal Of Building Architecture Vol. 3 No. 2 (2025): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (OKTOBER)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v3i2.59

Abstract

Menurut data BPS tahun 2023, Kota Kotamobagu dan Kabupaten di Bolaang Mongondow Raya memiliki potensi investasi signifikan terutama dalam sektor pertanian yang melibatkan 73.133 petani. Namun partisipasi pemuda masih rendah, hanya mencapai 1% dari total petani. Diperlukan peningkatan kontribusi dalam sektor pertanian melalui peningkatan pendidikan, khususnya pada pendidikan pertanian untuk memajukan sumber daya manusia. Saat ini, Kota Kotamobagu dan Bolaang Mongondow Raya menghadapi kendala dengan kurangnya perguruan tinggi yang menawarkan program pendidikan dan pelatihan di bidang pertanian. Oleh karena itu, perlu didirikan politeknik pertanian untuk mendorong kualitas pendidikan dan memajukan sektor pertanian. Selain itu, kesadaran akan hubungan manusia dengan alam menjadi faktor penting dalam proses pembelajaran yang dapat ditingkatkan melalui pendekatan arsitektur biofilik. Tujuan dari perancangan ini adalah menciptakan sebuah kampus politeknik pertanian yang memenuhi kebutuhan ruang civitas academika dan mencerminkan identitas sebagai pusat pendidikan pertanian dengan penekanan pada konsep arsitektur biofilik. Desain bangunan politeknik pertanian di Kota Kotamobagu yang mengintegrasikan konsep biofilik diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pembelajaran yang nyaman dan mempererat keterkaitan manusia dengan alam. Penelitian ini menggunakan metode kualikatif, pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur, studi lapangan, dan studi banding untuk membentuk dasar konsep perencanaan dan perancangan. Penerapan arsitektur biofilik dalam desain kampus ini memiliki novelty pada integrasinya sebagai strategi pedagogis, peningkatan kesehatan mental civitas akademika, serta pendekatan kontekstual terhadap iklim tropis, sehingga kampus tidak hanya berfungsi sebagai ruang pendidikan, tetapi juga sebagai ekosistem hidup yang mendukung pembelajaran berkelanjutan. Melalui analisis program ruang dan konsep fisik bangunan, diharapkan politeknik pertanian Kotamobagu dapat menjadi lokomotif bagi kemajuan pendidikan dan ekonomi di sektor pertanian.