Ahmad Djojosugito
Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Hubungan Jenis Kecelakaan dengan Tipe Fraktur pada Fraktur Tulang Panjang Ekstremitas Bawah Rianti Puti Ramadhani; Nurul Romadhona; M. Ahmad Djojosugito; Dyana Eka Hadiati; Dadang Rukanta
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v1i1.4317

Abstract

Cedera diprediksi menjadi penyebab utama kematian dan kecacatan dengan fraktur sebagai trauma utama, bahkan World Health Organization (WHO) telah menetapkan tahun 2000 ̶ 2010 sebagai “The Bone and Joint Decade”. Traumatic fracture dapat terjadi pada kecelakaan lalu lintas dan non-lalu lintas. Tipe fraktur berdasar atas hubungan dengan jaringan sekitarnya, antara fragmen tulang dan dunia luar (terbuka dan tertutup) dipengaruhi oleh beberapa faktor. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan jenis kecelakaan dengan tipe fraktur yang terjadi pada fraktur tulang panjang ekstremitas bawah di Rumah Sakit Khusus Bedah Halmahera tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metode analitik melalui cross sectional dan dilaksanakan selama Februari –Juni 2018. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dari data sekunder, yaitu rekam medik yang telah memenuhi kriteria inklusi dan tidak termasuk eksklusi dihitung menggunakan uji dua hipotesis didapatkan 84 orang. Hasil penelitian bivariat menggunakan uji chi-square didapatkan nilai signifikansi variabel jenis kecelakaan (p<0,001) lebih kecil daripada nilai signifikansi uji (p<0.05), terdapat perbedaan proporsi kejadian fraktur terbuka antara korban kecelakaan lalu lintas dan non-lalu lintas. Simpulan bahwa pada jenis kecelakaan dan tipe fraktur terdapat hubungan yang dipengaruhi oleh mekanisme cedera, kekuatan energi, tipe benda, dan kronologis kecelakaan. CORRELATION BETWEEN TYPE OF ACCIDENTS AND TYPE OF FRACTURES IN LOWER-EXTREMITY LONG BONE FRACTURESInjury predicted to be a leading cause of death and disability, with fractures as the majority of trauma, even the World Health Organization (WHO) has set 2000 ̶ 2010 as “The Bone and Joint Decade”. Traumatic fractures can be caused by the road traffic accidents and non traffic accidents. Fracture types in terms of its relation to the tissues involved, between the bone fragments and the outside (open and closed fractures) can be affected by several factors. This study purposed to determine the relation between types of accidents and types of fractures occurred in Halmahera Surgery Hospital 2017. This research uses analytic method with cross sectional study and was conducted in February ̶ June 2018. Data sampling was taken by simple random sampling technique from medical records as secondary data, and the number of samples met both inclusion and exclution criteria calculated using the two hypotheses test resulted 84 people. The result of this research with chi-square test showed that the significance value of the type of accidents (p<0.001) was lesser than the test significance value (p<0.05). This concluded that in this bivariate comparation research there is a difference between the type of accidents and low extremity long bone fracture types.
Hubungan Durasi Mengetik Komputer dan Posisi Mengetik Komputer dengan Gejala Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada Karyawan Universitas Islam Bandung Triana Nur Aripin; Adjat Sedjati Rasjad; Nurdjaman Nurimaba; M. Ahmad Djojosugito; Siska Nia Irasanti
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 1, No 2 (2019): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v1i2.4352

Abstract

Penggunaan komputer dalam bekerja  meningkat pesat baik dalam bidang industri maupun bidang  pekerjaan lainnya. Penggunaan komputer dalam bekerja meliputi posisi mengetik dan durasi penggunaan komputer. Aktivitas mengetik dalam durasi yang lama dan posisi yang salah saat mengetik dapat berisiko terkena penyakit pada jari tangan dan pergelangan tangan. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan durasi dan posisi mengetik komputer dengan gejala carpal tunnel syndrome (CTS) pada karyawan Universitas Islam Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan potong lintang. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan Universitas Islam Bandung. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner. Responden penelitian berjumlah 54 orang yang sudah memenuhi kriteria inklusi. Data dianalisis dengan uji chi-square dan Uji Eksak Fisher. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara durasi mengetik komputer dan gejala carpal tunnel syndrome (p=0,75), terdapat hubungan yang signifikan antara posisi mengetik komputer (p=0,07) dan gejala carpal tunnel syndrome. Dari 54  responden, 32 responden memiliki gejala carpal tunnel syndrome. THE RELATIONSHIP OF COMPUTER TYPING DURATION AND COMPUTER TYPING POSITION WITH SYMPTOM OF CARPAL TUNNEL SYNDROME AMONG EMPLOYEES OF BANDUNG ISLAMIC UNIVERSITY The use of computer in work increase rapidly in industry field or another field of work. The use of computer in work consist of the position and the duration of using computer. Typing activity in long duration and with wrong position could become the risk factor of finger and wrist disease. This research was conducted to assess the relationship of computer typing duration and computer typing position with symptom of carpal tunnel syndrome. This research used the approach of cross sectional. The population in this research was employees of Bandung Islamic University Research Instrument in the form of questionnaires. Total of samples were 54 respondents that already fulfill the inclusion factors. Data were analyzed by chi-square test and Fisher-exact test. The research found that there was no significant relationship between computer typing duration (p=0.75) and the symptom of carpal tunnel syndrome and there was significant relationship between and computer typing position (p=0.08) and the symptom of carpal tunnel syndrome. From the 54 respondents, 32 respondents had the symptoms of carpal tunnel syndrome.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap terhadap Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri di PT Sarandi Karya Nugraha Sukabumi Livia Assyifa Rachman; Fajar Awalia Yulianto; M. Ahmad Djojosugito; Mia Yasmina Andarini; Tony S. Djajakusumah
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v2i2.4341

Abstract

Berdasarkan data International Labour Organization (ILO) tahun 2013, satu pekerja di dunia meninggal disebabkan oleh kecelakaan kerja dan 160 pekerja mengalami sakit akibat kerja setiap 15 detik. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat karakteristik usia, dan pengetahuan serta hubungan pengetahuan, sikap, lingkungan, pendapatan dan pendidikan dengan perilaku penggunaan alat pelindung diri di PT Sarandi Karya Nugraha Sukabumi. Metode penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah karyawan PT Sarandi Karya Nugraha Sukabumi yang bekerja di bagian gudang dan processing (n=80) yang diambil secara simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia responden paling banyak adalah dewasa awal (18-40 tahun). Responden juga memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi terhadap APD. Tidak ada hubungan antara pengetahuan (p=0,17), sikap (p=0,84), pendapatan (p=0,27), lingkungan (p=0,61), pendidikan (p=1,00) dengan perilaku penggunaan alat pelindung diri di PT Sarandi Karya Nugraha Sukabumi. RELATIONSHIP BETWEEN KNOWLEDGE AND ATTITUDE WITH BEHAVIOR OF USING PERSONAL PROTECTICVE EQUIPMENT IN PT SARANDI KARYA NUGRAHA SUKABUMIBased on the 2013 data from the International Labour Organization (ILO), one worker dies due to workplace accidents and 160 workers suffer from work-related injuries every 15 seconds worldwide. The purpose of this study was to determine the characteristic of age and knowledge and the relationship between knowledge, attitude, environment, income, education with behavior of using personal protective equipment in PT Sarandi Karya Nugraha Sukabumi. The study was analytic observational study with cross sectional approach. The sample was the employee of PT Sarandi Karya Nugraha who worked in processing department (n=80) with simple random sampling. The instrument of this study was questionnaire. The result of the study was most respondents were early adult (18-40 years old). Respondents had a good knowledge and there was no relationship between knowledge (p=0.17), attitude (p=0.84), income (p=0.27), environment (p=0.61), education (p=1.00) with behavior of using personal protective equipment in PT Sarandi Karya Nugraha Sukabumi.
Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) Berlebih Dengan Keluhan Nyeri Lutut Pada Karyawan Universitas Islam Bandung Tahun 2021 Octka Damayanti Pratama; Mudjtahid Ahmad Djojosugito; Yuli Susanti
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.1044

Abstract

Abstract. A lifestyle consists of food intake and daily activity patterns that affect energy metabolism in the body. Sedentary lifestyles and consumption of high-calorie foods can increase the incidence of excess Body Mass Index (BMI). The knee region has an important role in supporting the body. When there is a deviation from the knee axis, there can be an increase in the stress load on the knee region. Excess BMI and heavy physical activity every day can trigger knee pain conditions. The design of this research is analytic observational with a cross sectional study method with a sample of 60 respondents. The body mass index variable was measured using a calibrated anthropometric measuring instrument. The variable level of physical activity was measured using the International Physical Activity Questionnaires-short form (IPAQ-sf) questionnaire, and the variable level of knee pain was measured using the Western Ontario and McMaster Universities Osteoarthritis Index (WOMAC) questionnaire. In the study, most respondents were aged 31–40 years (46.7%). Most of the respondents were overweight (63.3%) with moderate activity patterns (63.3%) and experienced mild knee pain in daily activities (95%). Although most of the respondents were overweight, and there were complaints of mild knee pain, statistically there was no relationship between excessive BMI and complaints of knee pain (p = 0.317, p > 0.05), while for moderate physical activity with complaints of knee pain, there was no significant relationship. (p = 0.073, p > 0.05). The conclusion of this study is that there is no significant relationship between excess Body Mass Index (BMI) and knee pain complaints in employees of the Islamic University of Bandung. Abstrak. Gaya hidup terdiri dari asupan makanan dan pola aktivitas sehari-hari mempengaruhi metabolisme energi dalam tubuh. Sedentary lifestyle dan konsumsi makan tinggi kalori dapat meningkatkan kejadian Indeks Massa Tubuh (IMT) berlebih. Regio lutut memiliki peran penting dalam menopang tubuh, ketika terjadi deviasi dari axis lutut dapat terjadi peningkatan beban stress pada regio lutut. IMT berlebih dan aktivitas fisik berat setiap harinya dapat menginisiasi kondisi nyeri lutut. Desain penelitian ini analitik observasional dengan metode cross sectional study dengan sampel sebanyak 60 responden. Variabel indeks massa tubuh diukur menggunakan alat ukur antropometri terkalibrasi. Variabel tingkat aktivitas fisik diukur menggunakan kuesioner International Physical Activity Questionnaires-short form (IPAQ-sf) dan variabel tingkat nyeri lutut di ukur menggunakan kuesioner Western Ontario and McMaster Universities Osteoarthritis Index (WOMAC). Pada penelitian didapatkan responden paling banyak berusia 31-40 tahun (46,7%), sebagian besar responden mengalami overweight (63,3%) dengan pola aktivitas kategori sedang (63,3%) dan mengalami nyeri lutut ringan dalam berkegiatan sehari-hari (95%). Walaupun sebagian besar responden mengalami overweight dan untuk keluhan nyeri lutut ringan namun secara statistic tidak ada hubungan antara IMT berlebih dengan keuhan nyeri lutut (p= 0,317, p>0,05) sedangkan untuk aktivitas fisik sedang dengan keluhan nyeri lutut tidak terdapat hubungan yang signifikan (p=0,073, p>0,05). Simpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) berlebih terhadap keluhan nyeri lutut pada karyawan Universitas Islam Bandung.
Gambaran Ketepatan Terapi Obat Anti Epilepsi Sesuai Bentuk Bangkitan berdasarkan PERDOSSI di RSUD Al-Ihsan Bandung Tahun 2020 Naufal Rafif Ji'aul Haq; M. Ahmad Djojosugito; Alya Tursina
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.1877

Abstract

Abstract. Epilepsy has a high number of cases in the world and in Indonesia. Attacks are significantly reduced in number or severity with antiepileptic drugs. Guidelines on epilepsy including its treatment have been prepared by PERDOSSI following the developments of the International League Against Epilepsy. Following the guidelines will increase safety and efficacy, reduce the risk of drug interactions and side effects, including lowering the cost of treatment. The purpose of this study was to describe the accuracy of anti-epileptic drug therapy according to the form of seizure based on PERDOSSI at the Al-Ihsan Regional General Hospital (RSUD) Bandung in 2020. The research method was a descriptive study with a cross-sectional design and presented in tabulation and percentages. Data were taken from the medical records of outpatient epilepsy patients at the Al-Ihsan Hospital in Bandung for the period January - May 2020. Results: The accuracy of administering anti-epileptic drug therapy according to the form of seizure based on PERDOSSI in outpatient treatment at Al-Ihsan Hospital Bandung was 15 people (36.58 %) with a 95% confidence interval, which means that the accuracy of the proportion of samples representing the population is actually 21.8%-51.3%. The factors that are thought to influence this study are the availability of drugs, and the consideration of side effects of the drugs given. Further research needs to find anti-epileptic drugs according to PERDOSSI for unclassified seizure types. Abstrak. Epilepsi memiliki kasus yang tinggi di dunia dan Indonesia. Serangan berkurang dengan signifikan dalam jumlah atau tingkat keparahannya dengan obat anti epilepsi. Pedoman mengenai epilepsi termasuk pengobatannya telah disusun oleh PERDOSSI yang mengikuti perkembangan dari International League Against Epilepsy. Mengikuti pedoman akan meningkatkan keamanan dan efikasi, menurunkan resiko interaksi obat dan efek samping, termasuk menurunkan biaya dari pengobatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran ketepatan terapi obat anti epilepsi sesuai bentuk bangkitan berdasarkan PERDOSSI di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Al-Ihsan Bandung Tahun 2020. Metode penelitian merupakan studi deskriptif dengan desain potong lintang dan disajikan dalam tabulasi dan persentase. Data diambil melalui rekam medik pasien epilepsi rawat jalan di RSUD Al-Ihsan Bandung periode Januari - Mei tahun 2020. Hasil: Ketepatan pemberian terapi obat anti epilepsi sesuai bentuk bangkitan berdasarkan PERDOSSI di rawat jalan RSUD Al-Ihsan Bandung sebanyak 15 orang (36,58%) dengan interval kepercayaan 95% yang bermakna keakuratan proporsi sampel mewakili populasi sesungguhnya bernilai 21,8%-51,3%. Faktor yang diduga mempengaruhi pada penelitian ini yaitu ketersediaan obat, dan pertimbangan efek samping obat yang diberikan. Penelitian lanjutan perlu mencari obat anti epilepsi sesuai PERDOSSI untuk tipe bangkitan yang tidak terklasifikasikan.
Perbedaan Antara Tingkat Pengetahuan tentang Osteoporosis pada Asupan Kalsium Siswa yang Terpenuhi dan Tidak Terpenuhi Lezhia Aufa Audiana; M. Ahmad Djojosugito; RA. Retno Ekowati
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.5602

Abstract

Abstract. In Indonesia, osteoporosis needs to be watched out for, because the prevalence rate of people affected by osteoporosis reaches 19.7%, and when viewed by sex at the age of 60 years it is known that there are 18-36% for women and 20-27% for men. Low calcium intake in Indonesian society is the main cause of osteoporosis. It is shown that Indonesian people only consume calcium on average 254 mg per day, even though the international standard regarding daily calcium consumption that has been set by WHO for adults is around 1000-1200 mg per day. This study aimed to examine the differences between levels of knowledge about osteoporosis in students' calcium intake that is fulfilled and inadequate. The method used in this study is descriptive with a cross-sectional approach from May to October 2022. The subjects in this study were class XI students at SMA Negeri 1 Singaparna, Tasikmalaya Regency, who were taken using a non-probability sampling technique through setting inclusion criteria. The results showed a difference between the level of knowledge about osteoporosis in the calcium intake of students who were met and those who were not (p-value <0.05). This means that the higher the level of knowledge about osteoporosis in class XI students at SMA Negeri 1 Singaparna, Tasikmalaya Regency, the better the pattern of calcium consumption. Abstrak. Di Indonesia osteoporosis sudah sangat perlu diwaspadai, karena angka prevelensi masyarakat yang terkena osteoporosis mencapai 19,7%, dan jika dilihat berdasarkan jenis kelamin pada usia 60 tahun diketahui bahwa terdapat 18-36% untuk wanita dan 20-27% untuk pria. Rendahnya asupan kalsium pada masyarakat Indonesia menjadi penyebab utama dari osteoporosis, Hal ini ditunjukkan bahwa masyarakat Indonesia hanya mengkonsumsi kalsium rata-rata 254 mg per hari, padahal standar internasional tentang konsumsi harian kalsium yang telah ditetapkan WHO untuk orang dewasa sekitar 1000-1200 mg per hari. Tujuan dari penelitian adalah untuk melihat perbedaan antara tingkat pengetahuan tentang osteoporosis pada asupan kalsium siswa yang terpenuhi dan tidak terpenuhi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional pada bulan Mei sampai dengan bulan Oktober 2022. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI di SMA 1 Singaparna Kabupaten Tasikmalaya yangl diambil menggunakan teknik non probability sampling melalui penetapan kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya perbedaan antara tingkat pengetahuan tentang osteoporosis pada asupan kalsium siswa yang terpenuhi dan tidak terpenuhi (p value < 0,05). Artinya semakin tinggi tingkat pengetahuan mengenai osteoporosis pada siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Singaparna Kabupaten Tasikmalaya maka akan semakin baik pola konsumsi kalsiumnnya.
Hubungan antara Indeks Masa Tubuh dengan Range Of Motion Sendi Panggul dan Lutut pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung Angkatan 2019 Tarisya Salsabila Putri Asmara; Mudjtahid Ahmad Djojosugito; Sandy Faizal
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6521

Abstract

Abstract. Body mass index (BMI) is a metric currently used to define anthropometric height or weight characteristics in adults. The range of motion (ROM) is the full motion potential of the joint, usually the flexion range and extension. The hip joint is an inferior limb joint. While the knee joint is the largest joint and the superficial joint. It can be known that there is an influence of BMI on the ROM of a human being, especially on the joints of the hip and knees. It is also commonly known that medical students carry out their lecture activities in a sitting position for a long period of time. This can trigger weight gain, thus reducing the ROM of the student. This study aims to determine the connection between BMI and ROM of the hip and knee joints in UNISBA Medical Faculty students. This study is an observational study with a cross-sectional approach. Sampling in this study used the consecutive sampling method and respondent calculations were carried out using a correlation analytical formula, a minimum of 39 respondents were obtained by students of the Faculty of Medicine, Bandung Islamic University and this study has received ethical approval 146 / KEPK-Unisba / V / 2022. This research data was taken from the primer in the form of questionnaires and measurements of degrees in the joints of each student who was a respondent. The results of the research were obtained based on statistical tests, the p value was 0.004 (p < 0.05), which means that there is a relationship between Body Mass Index and knee joint ROM in students of the Faculty of Medicine, Bandung Islamic University Class of 2019.Abstrak. Indeks massa tubuh (IMT) adalah metrik yang saat ini digunakan untuk mendefinisikan karakteristik tinggi atau berat antropometrik pada orang dewasa. Range of motion (ROM) merupakan potensi gerakan penuh sendi, biasanya rentang fleksi dan ekstensi. Sendi panggul merupakan suatu sendi ekstremitas inferior. Sedangkan sendi lutut merupakan sendi terbesar dan sendi yang superfisial. Dapat diketahui terdapat pengaruh dari IMT ke ROM seorang manusia khususnya pada sendi bagian pinggang dan lutut. Biasa di ketahui juga mahasiswa kedokteran melakukan kegiatan perkuliahannya dengan posisi duduk dalam jangka waktu yang lama. Hal ini dapat memicu penaikan berat badan sehingga mengurangi ROM dari mahasiswa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara IMT dengan ROM sendi panggul dan lutut pada mahasiswa Fakultas Kedokteran UNISBA. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode consecutive sampling dan dilakukan perhitungan responden menggunakan rumus analitik korelasi, didapatkan minimal responden sebanyak 39 mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Islam Bandung dan penelitian ini sudah mendapatkan persetujuan etik 146/KEPK-Unisba/V/2022. Data penelitian ini diambil dari dari primer berupa kuesioner dan pengukuran dari derajat pada sendi setiap mahasiswa yang menjadi responden. Hasil dari peneltian didapatkan berdasarkan dengan uji statistik didapatkan nilai p value ialah 0,004 (p < 0,05) yang berarti terdapat Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan ROM sendi lutut pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung Angkatan 2019.
Apakah Tingkat Pengetahuan Pola Nutrisi merupakan Faktor Risiko Status Gizi pada Mahasiswa Baru Muhamad Akbar Ramadhan; M Ahmad Djojosugito; Noormartany
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6959

Abstract

Abstract. Nutritional problems can occur during the transition into university life. This period is a critical period because they begin to independently make food choices. The level of knowledge of nutritional patterns can affect nutritional status indirectly so that knowledge of poor nutritional patterns will cause nutritional problems. The purpose of this study was to analyze the relationship between the level of knowledge of nutritional patterns and the nutritional status of new students of Faculty of Medicine 2022. The method used in this study used an analytic observational design with a cross-sectional type. The research was conducted with a total sample of 213 people selected by consecutive sampling. Primary data on the level of knowledge of nutritional patterns and nutritional status were taken via Google form directly with a questionnaire that had been tested for validity and reliability and then carried out using weight scales and height gauges for nutritional status. Processing data for univariate and bivariate analysis using the chi-square test. The results showed that the level of knowledge of nutritional patterns indicated that 12 people (5.6%) had insufficient knowledge, 82 people (38.5%) had sufficient knowledge and 119 people (55.9%) had good knowledge and obtained p = 0.171. (p>0.05). It was concluded that the level of knowledge of nutritional patterns among new students had no relationship to nutritional status or the level of knowledge of nutritional patterns was not a risk factor for nutritional status. Abstrak. Masalah gizi dapat terjadi selama transisi ke dalam kehidupan universitas. Masa ini merupakan periode kritis karena mereka memulai kemandirian membuat pilihan makanan. Tingkat pengetahuan pola nutrisi dapat memengaruhi status gizi secara tidak langsung sehingga pengetahuan pola nutrisi yang buruk akan menyebabkan masalah gizi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan pola nutrisi dengan status gizi pada mahasiswa baru FK 2022. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan jenis cross-sectional. Penelitian dilakukan dengan jumlah sampel sebanyak 213 orang yang dipilih dengan consecutive sampling. Data primer tingkat pengetahuan pola nutrisi dan status gizi diambil melalui google form secara langsung dengan kuesioner yang telah diuji validitas dan relaibilitas kemudian dilakukan menggunakan timbangan berat badan dan pengukur tinggi badan untuk status gizi. Pengolahan data analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan pola nutrisi bahwa subjek memiliki tingkat pengetahuan yang kurang sebanyak 12 orang (5.6%), tingkat pengetahuan cukup sebanyak 82 orang (38.5%) dan tingkat pengetahuan yang baik sebanyak 119 orang (55.9%) dan didapatkan nilai p= 0.171 (p>0,05). Disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan pola nutrisi pada mahasiswa baru tidak memiliki hubungan terhadap status gizi atau tingkat pengetahuan pola nutrisi bukan merupakan faktor risiko status gizi.
Hubungan Tingkat Penghasilan Orangtua dengan Kejadian Stunting pada Balita usia 0 – 59 Bulan Nabila Fasiha Firmania; Dony Septriana; Ahmad Djojosugito
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6340

Abstract

Abstract. According to the World Health Organization (WHO) stunting is a chronic growth disorder which is the main cause of toddlers being short compared to children of their age. This disease does not only have an impact on the physical, but affects other aspects such as cognitive decline, inhibited physical activity and is more susceptible to degenerative diseases. According to the 2018 National Health Research (Riskesdas), one of the causes of stunting is the level of parental income which can affect children's growth due to inadequate nutritional intake. Based on this description, the problems in this study are formulated as follows: (1) What is the income level of parents of toddlers with stunting? (2) What is the incidence of stunting in toddlers at the Soreang Health Center? (3) What is the relationship between parents' income levels and the incidence of stunting in toddlers aged 0-59 months at the Soreang Health Center? The researcher used an analytic observational method with a cross-sectional approach which was carried out at the Soreang Community Health Center in Bandung Regency using a parental income level form. A sample of 48 respondents used the consecutive sampling method with bivariate and univariate analysis techniques with the chi-square test. The results of the study show that parents have a low income level of 31% and toddlers who experience stunting reach 45%. The results of the statistical analysis show that there is a relationship between parents' income levels and stunting toddlers (p value = <0.001). The conclusion from this study is that the level of parental income influences the incidence of stunting in toddlers aged 0-59 months. Abstrak. Menurut World Health Organization (WHO) stunting adalah gangguan pertumbuhan kronis yang menjadi penyebab utama balita menjadi pendek dibandingkan dengan anak seumurnya. Penyakit ini tidak hanya berdampak pada fisik, tetapi mempengaruhi aspek lain seperti penurunan kognitif, aktivitas fisik terhambat dan lebih rentan terpapar penyakit degenerative. Menurut Riset Kesehatan Nasional (Riskesdas) 2018 salah satu penyebab stunting adalah tingkat penghasilan orangtua yang dapat mempengaruhi pertumbuhan anak karena asupan nutrisi yang tidak memadai. Berdasarkan uraian tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebegai berikut: (1) Bagaimana tingkat penghasilan orangtua pada balita dengan kejadian stunting? (2) Bagaimana kejadian stunting pada balita di Puskesmas Soreang? (3) Bagaimana hubungan tingkat penghasilan orangtua terhadap kejadian stunting pada balita usia 0 – 59 buan di Puskesmas Soreang?. Peneliti menggunakan metode obervasional analitik dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan di Puskesmas Soreang Kabupaten Bandung dengan menggunakan formulir tingkat penghasilan orangtua. Sampel sebanyak 48 responden menggunakan metode consecutive sampling dengan teknik analisis bivariat dan univariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat penghasilan rendah pada orangtua 31% dan balita yang mengalami stunting mencapai 45%. Hasil analisis statistik diketahui ada hubungan tingkat penghasilan orangtua dengan balita stunting (p value = <0,001). Simpulan dari penelitian ini adalah tingkat penghasilan orangtua berpengaruh terhadap kejadian stunting pada balita usia 0 – 59 bulan.
A Scoping Review : Hubungan Antara Konsumsi Kopi terhadap Mood pada Orang Dewasa Muhamad Hasanudin Nasrullah; Mujtahid Ahmad Djojosugito
Jurnal Riset Kedokteran Volume 2, No.2, Desember 2022, Jurnal Riset Kedokteran (JRK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrk.vi.1464

Abstract

Abstract. Coffee (coffea) is the second most traded commodity product after vegetable oil, and is the most consumed beverage product in the world after water. Coffee consumption is synonymous with an increase in energy, where at present the increase in energy is known as central nervous system (CNS) stimulation. Coffee consumption also affects mood, such as increasing alertness, pleasure, concentration, and relaxation are very important for successful performance, safety and work productivity. Research objective: To determine the relationship between coffee consumption and mood in adults. Research method: scoping review by identifying, analyzing and evaluating a scientific paper according to inclusion and exclusion criteria and screening using eligibility criteria (elegible). Research results: Contains descriptions of research articles that have been reviewed (3 articles) which include eligible criteria, the first article results in coffee being more effective than placebo, the second article results in 1 compound in coffee which gives a less than optimal effect if consumed pure without other compounds in coffee, the third article showed that the higher the caffeine, the more significant the effect on mood. Conclusion: All three articles showed positive results between coffee consumption and mood, however in all three studies, caffeine metabolism in the body of all samples was not measured. While everyone's caffeine metabolism is different and may have different effects, genetic factors must also be considered. Abstrak. Kopi (coffea) merupakan produk komoditas kedua yang paling banyak diperdagangkan setelah minyak nabati, dan menjadi produk minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia setelah air. Konsumsi kopi identik dengan peningkatan energi, dimana pada masa sekarang peningkatan energi itu dikenal dengan stimulasi sistem saraf pusat (SSP). Konsumsi kopi pun berpengaruh pada mood, seperti meningkatkan kewaspadaan, rasa senang, konsentrasi, dan relaksasi sangat penting untuk keberhasilan kinerja, keamanan dan produktivitas kerja. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara konsumsi kopi dengan mood pada orang dewasa. Metode a scoping review, dengan bahan penelitian artikel dari jurnal internasional yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dan memenuhi kriteria kelayakan (eligible). Artikel ini kemudian diseleksi menggunakan diagram PRISMA dengan mempertimbangkan Population orang dewasa yang berumur diatas 16 tahun, intervention konsumsi kopi, comparison tidak ditentukan, outcome mood, dan study observasional. Didapatkan 3 artikel yang memenuhi kriteria eligible yakni artikel pertama hasilnya kopi lebih efektif dari plasebo, artikel kedua hasilnya 1 senyawa dalam kopi memberikan efek yang kurang maksimal jika dikonsumsi murni tanpa senyawa lain yang ada dalam kopi, artikel ketiga hasilnya semakin tinggi kafein maka pengaruh pada mood semakin signifikan. Kesimpulan: Ketiga artikel menunjukan hasil yang positif antara konsumsi kopi terhadap mood, namun pada ketiga penelitian tersebut, metabolisme kafein pada tubuh dari semua sampel tidak diukur. Di mana metabolisme kafein pada setiap orang berbeda dan mungkin menyebabkan efek yang berbeda pula, faktor genetik juga harus dipertimbangkan.