Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of applied statistics and data mining

Prediksi Jumlah Kasus Demam Berdarah Dengue di Kota Semarang dengan Metode ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average) Diana, Arista Fitri; Sakti, Ayutdi Purbo; Sari, Virgania; Romadon, Gilang
Journal of Applied Statistics and Data Mining Vol. 3 No. 1 (2022): Journal Applied Statistics and Data Mining
Publisher : Institut Teknologi Statistika dan Bisnis Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63229/jasdm.v3i1.26

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini disebabkan oleh salah satu dari empat jenis virus dengue. Dulu, DBD dikenal sebagai penyakit “break-bone” karena dapat menyebabkan nyeri pada sendi dan otot yang terasa seperti tulang retak (Kemenkes, 2019). DBD masih menjadi masalah serius di Provinsi Jawa Tengah, dengan 35 kabupaten/kota yang telah terjangkit penyakit ini. Di Indonesia, kelompok terbanyak yang terkena DBD berada di Provinsi Sumatera Selatan, diikuti oleh Provinsi Jawa Tengah, dan kemudian Provinsi Bengkulu di posisi ketiga (Depkes, 2016). Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, kasus DBD di provinsi ini terus mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun 2013 hingga 2015. Tingginya angka kematian akibat DBD menuntut masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan penyebaran penyakit ini di lingkungan mereka. Sangat penting bagi masyarakat untuk secara bersama-sama menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas jentik guna mengurangi angka kejadian DBD. Sejak tahun 2006 hingga 2015, angka kejadian (Incident Rate/IR) DBD di Kota Semarang selalu lebih tinggi dibandingkan dengan IR DBD di Jawa Tengah dan nasional. Target nasional untuk pencapaian IR DBD adalah ≤ 51 per 100.000 penduduk. Oleh karena itu, penelitian diperlukan untuk memperkirakan jumlah penderita DBD pada tahun-tahun mendatang, agar pemerintah dapat menetapkan kebijakan yang tepat untuk mengatasi masalah ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah ARIMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode 2006-2015, jumlah penderita DBD tertinggi terjadi pada bulan Maret 2010 dengan 1.125 kasus, sedangkan jumlah terendah terjadi pada bulan Oktober 2015 dengan 26 kasus. Rata-rata jumlah penderita DBD tertinggi terjadi pada tahun 2010 dengan 463 kasus, sementara rata-rata terendah tercatat pada tahun 2012 dengan 104 kasus. Rata-rata jumlah penderita DBD di Kota Semarang selama periode 2006 hingga 2016 adalah 104 kasus. Model terbaik yang digunakan untuk meramalkan jumlah penderita DBD adalah ARIMA (2,1,3), dengan nilai MSE sebesar 0,1947. Prediksi menggunakan model ARIMA (2,1,3) menunjukkan bahwa pada tahun 2016, jumlah penderita DBD tertinggi terjadi pada bulan Maret, sementara jumlah terendah terjadi pada bulan September.
Penerapan Metode ARIMA-ARCH/GARCH untuk Meramalkan Harga Saham Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk Wulandari, Ratri; Sidik; Sari, Virgania; Laksita, One Triska
Journal of Applied Statistics and Data Mining Vol. 3 No. 1 (2022): Journal Applied Statistics and Data Mining
Publisher : Institut Teknologi Statistika dan Bisnis Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63229/jasdm.v3i1.29

Abstract

Pergerakan harga saham di suatu negara dapat digunakan sebagai indikator untuk menilai kondisi perekonomian negara tersebut. PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. adalah salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia dan termasuk dalam kategori saham blue chip. Saham Sampoerna menawarkan potensi capital gain yang signifikan bila dijadikan investasi jangka panjang. Harga saham umumnya mengikuti fenomena fluktuasi berkelompok atau volatility clustering. Fenomena ini terjadi ketika harga aset finansial mengalami perubahan drastis selama periode tertentu, sementara pada periode lainnya harga tetap stabil. Volatilitas sering ditandai dengan fase fluktuasi tinggi yang kemudian diikuti oleh periode fluktuasi rendah, dan kembali meningkat. Untuk data time series yang menunjukkan variasi fluktuatif, model yang digunakan adalah ARCH/GARCH. Penelitian ini menggunakan data harga saham PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. dari Januari 2017 hingga Desember 2020, dengan nilai tertinggi tercatat pada tahun 2018. Hasil analisis menunjukkan bahwa model terbaik adalah ARIMA (1,1,1) ARCH (1), yang memprediksi penutupan harga saham pada 4 Januari 2021 mengalami keuntungan sebesar 1504 dengan nilai error 11.