Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Moral Value Analysis in Serat Kitab Kalam Qodrat for Women’s Moral Education Juniarti, Anugrah Putri; Saddhono, K.; Wibowo, Prasetyo Adi Wisnu
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 22, No 1 (2020): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v22i1.8643

Abstract

Morality is a personal guide of distinguishing goodness from badness with their mind. Indonesian women, especially Javanese, are perceived to be moral when they possess noble character reflected in gentle, polite, loyal, and religious attitudes. Many Indonesian cultural products portray the ideal female figure in terms of physical to a moral image. One of the cultural products dedicated to illustrate the typical moral for women is Tambang Macapat. Macapat songs containing moral values for women are the song in Serat Kitab Kalam Qodrat (KKQ). This study focuses on examining the content and moral values of Serat KKQ using gender perspective, with a primary emphasis on women’s gender. The results can be used as a model for Indonesian women and their character education support. This research is qualitative descriptive with a content analysis method. The primary data are the literary works in KKQ from Mpu Tantular Museum collection, Sidoarjo and the thesis of Sri Sulistianingsih (2016) titled Kalam Qodrat book: text edits and structural analysis. The study results are related to women’s morals, respect to parents and a husband (obedient to a husband, loyal, and harmonious), determination, maintaining self-esteem (honor) and the motivation of study. Moralitas merupakan upaya untuk membimbing manusia menggunakan akalnya untuk membedakan kebaikan dan keburukan. Wanita Indonesia khususnya wanita Jawa disebut bermoral ketika memiliki budi pekerti luhur yang tercermin dari sikap lembut, santun, setia dan taat beragama. Banyak produk budaya Indonesia yang menggambarkan sosok perempuan ideal dari segi fisik hingga moralitas. Salah satu produk budaya yang didedikasikan untuk menggambarkan moral ideal bagi perempuan adalah tembang macapat. Salah satu tembang macapat yang memuat nilai moral bagi perempuan adalah tembang macapat yang ada di dalam serat Kitab Kalam Qodrat (KKQ). Fokus studi ini mengkaji isi dan nilai moral dari Serat KKQ menggunakan perspektif gender, dengan fokus utama pada gender perempuan. Hasil kajian dapat digunakan sebagai model bagi perempuan Indonesia serta untuk mendukung pendidikan karakter perempuan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, dengan objek kajian serat KKQ. Menggunakan metode analisis isi. Data utama penelitian ini adalah serat KKQ koleksi museum Mpu Tantular Sidoarjo dan skripsi Sri Sulistianingsih (2016) dengan judul Kitab Kalam Qodrat: suntingan teks dan analisis struktural. Hasil dari penelitian berkaitan dengan moral (akhlak) perempuan, hormat pada orang tua, hormat kepada suami (sikap patuh pada suami, tidak durhaka, setia dan rukun), akhlak berpendirian teguh, menjaga harga diri (kehormatan) serta semangat menuntut ilmu.
Pengenalan Tembang Dolanan melalui Dongeng Interaktif bagi Siswa Sekolah Indonesia Johor Bahru (SIJB) Juniarti, Anugrah Putri; Pairin, Udjang; Surana, Surana; Wijoyanto, Danang; Istantiani, Meinita
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3561

Abstract

This community service activity aims to introduce Javanese folk songs to students at the Indonesian School of Johor Bahru (SIJB) through interactive online and face-to-face storytelling. The online learning sessions were conducted via Zoom from October 6–21, 2024 (ten sessions) and face-to-face on October 22, 2024. The fairy tale titled “Kancil lan Pak Tani” was modified to include the song Gundhul gundhul Pacul, with the hope of strengthening understanding of cultural and moral values. Observations showed excellent student enthusiasm, the ability to sing the song in 10 sessions, and an increase in understanding of moral meanings and Javanese vocabulary. Partner teachers stated that this activity enriched cultural learning and supported plans for a performance at the “Wonderful Nusantara” event in Malaysia. These findings indicate that interactive storytelling-based cultural learning is an effective strategy in a cross-border context. Recommendations for further activities include the development of digital modules and training in other folk songs.