Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Triton

Motivasi Petani dalam Integrasi Sawit Sapi di Desa Perkebunan Tanjung Beringin Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat Yenny Laura Butarbutar; Firman R.L Silalahi
JURNAL TRITON Vol 11 No 1 (2020): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v11i1.106

Abstract

Sawit merupakan komoditas unggulan yang diperdagangkan secara luas dari subsektor perkebunan. Dilihat dari besarnya jumlah produksi kelapa sawit menjadikan komoditi kelapa sawit sebagai usaha yang masih diminati oleh masyarakat. Hal tersebut membuka peluang bagi pengembangan ternak sapi potong secara terintegrasi dengan memanfaatkan hijauan. Pada dasarnya integrasi ternak sapi dalam kebun kelapa sawit menjadi daur ulang sumber daya yang tersedia secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat motivasi petani dalam penerapan integrasi sawit sapi serta faktor-faktor internal dan eksternal yang mempunyai hubungan dengan motivasi petani dalam menerapkan integrasi sawit sapi. Metode penentuan sampel adalah purposive (sengaja) sebanyak 46 orang petani di daerah penelitian. Penelitian ini mengumpulkan data primer melalui wawancara secara langsung dan mendalam kepada para sampel dengan menggunakan kuesioner yang telah dipersiapkan. Metode analisis data antara lain perhitungan matematis tingkat motivasi petani dan korelasi Spearman. Kesimpulan penelitian menunjukkan tingkat motivasi ekonomi dan sosiologis masing-masing sebesar 56,09% dan 51,74% dan berada pada kategori sedang. Selanjutnya motivasi ekonomi tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan faktor-faktor internal, tetapi memiliki hubungan yang signifikan dengan 3 faktor eksternal dalam penerapan integrasi sawit sapi. Motivasi sosiologis memiliki hubungan yang signifikan dengan 2 faktor internal dan 1 faktor eksternal dalam penerapan integrasi sawit sapi.
Motivasi Petani dalam Budidaya Tanaman Kelapa Sawit (Elais guineensis Jacq) di Desa Silebo-lebo, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang Firman RL Silalahi; Yusra Muharami Lestari; Jontara Hutabalian
JURNAL TRITON Vol 12 No 1 (2021): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v12i1.148

Abstract

Penyumbang devisa terbesar Indonesia adalah sektor pertanian yaitu kelapa sawit. Kecamatan Kutalimbaru yang terletak di Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara memiliki potensi tanaman kelapa sawit, dimana terdapat 728,5 Ha lahan kelapa sawit yang berasal dari 6 desa dan salah satunya adalah Desa Silebo-lebo. Produktivitas rata rata yang yang dimiliki oleh petani kelapa sawit Desa Silebo-lebo tergolong rendah jika dibandingkan dengan rata-rata produktivitas kelapa sawit yang ada di Indonesia yang mencapai angka 30 ton/Ha/thn. Berdasarkan wawancara dengan penyuluh dan petani, kurangnya produktivitas disebabkan teknik budidaya yang dilakukan oleh petani kurang baik namun petani tetap teguh untuk bebudidaya kelapa sawit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat motivasi petani (motivasi ekonomi dan motivasi sosiologis) dan untuk mengetahui tingkat faktor-faktor motivasi petani dalam budidaya tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) di Desa Silebo-lebo, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang. Data pada penelitian ini diperoleh melalui metode wawancara dan studi kepustakaan, yang dianalisis menggunakan metode deskriptif. Hasil dari penelitian diperoleh bahwa tingkat motivasi petani dari segi ekonomi dalam budidaya kelapa sawit yang baik di Desa Silebo-lebo, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang dalam kategori sedang yaitu sebesar 48,8% dan tingkat motivasi petani dari segi sosiologis dalam kategori sedang yaitu sebesar 46,1%. Dari hasil penelitian juga diperoleh bahwa dari faktor-faktor eksternal maupun faktor-faktor internal yang diteliti faktor yang paling berpengaruh adalah tingkat ketersedian kredit usahatani dengan kategori tinggi yaitu sebesar 73,88%.