Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

HUBUNGAN STRATEGI MEMBACA DENGAN KEMAMPUAN MEMAHAMI TEKS BACAAN BAHASA INDONESIA MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FKIP UMSB PADANG PANJANG Mimi Sri Irfadila
Jurnal Gramatika Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.844 KB) | DOI: 10.22202/jg.2015.v1i1.1157

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggambarkan korelasi antara pemakaian strategi di dalam membaca pemahaman dengan pemahaman mahasiswa terhadap tesk bacaan dalam bentuk membuat laporan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes tertulis, yaitu tes kemampuan membaca pemahaman dan angket strategi membaca. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Sedangkan jenis penelitian ini adalah penelitian gabungan (mixing) antara jenis penelitian kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan antara strategi membaca dengan kemampuan memahami teks bacaan bahasa Indonesia pada mahasiswa prodi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara penggunaan strategi dengan kemampuan membaca pemahaman. Apabila strategi membaca pemahaman tinggi, kemampuan membaca pemahaman juga tinggi, sebaliknya apabila strategi membaca pemahaman rendah kemampuan membaca pemahaman juga akan rendah
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS CERITA FABEL Irfadila, Mimi Sri
Inovasi Pendidikan Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2, November 2023
Publisher : FKIP UMSB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/ip.v10i2.5086

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kemampuan siswa dalam menulis fabel. Faktor yang menyebabkan kurangnya kemampuan siswa dalam menulis fabel antara lain: (1) pembelajaran menulis cerita fabel kurang diminati karena menurut siswa menulis adalah kegiatan yang membosankan. (2) siswa belum terampil menentukan struktur cerita fabel dan kurang pengetahuan tentang aspek dalam menulis cerita fabel. (3) masih kurang terbentuknya karakter atau sikap siswa yang baik selama proses pembelajaran. Terbukti dari hasil tugas siswa yang berjumlah 40 orang, ada beberapa siswa yang mendapat nilai yang tuntas dan sesuai KKM yaitu 2.66 sebanyak 47,5% atau tidak mencapai sebagian siswa yang tuntas, dan ada juga beberapa siswa lain yang belum tuntas atau belum mencapai KKM dalam menulis cerita fabel sesuai struktur yakni sebanyak 52,5%. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskripsi yang bertujuan membuat gambaran secara objektif. Teknik pengumpulan data: (1) Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan observasi ke tempat penelitian, (2) melakukan validasi soal melalui kelas pretes, (3) melakukan tes melalui proses pembelajaran, (4) setelah itu baru ditayangkan film pendek berdurasi 6-8 menit. Pengumpulan data dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: pertama, menjelaskan secara singkat mengenai cerita fabel, struktur dalam cerita fabel selama 30 menit, kedua, siswa diminta menulis cerita fabel bedasarkan media yang telah dilihat dan didengarnya selama 30 menit. Berdasarkan hasil nilai siswa pada pengolahan skor rata-rata kemampuan siswa dalam menulis cerita fabel menggunakan media audio visual siswa kelas VIII M.Ts. Muhammadiyah Padangpanjang adalah 75.05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan menulis cerita fabel siswa menggunakan media audio visual berada pada kualifikasi baik. Keuntungan media audio visual adalah: pertama, media audio visual gerak melengkapi pengalaman-pengalaman dasar dari siswa ketika mereka membaca, berdiskusi, berpraktik, kedua, di samping mendorong dan meningkatkan motivasi, media audio visual gerak menanamkan sikap dan segi-segi efektif lainnya. Kelemahan media audio visual adalah pertama, penggadaan biaya mahal dan waktu yang banyak, kedua, gambar-gambar yang disampaikan bergerak terus sehingga tidak semua siswa dapat mengikuti informasi yang disampaikan, ketiga, ketersediaan listrik yang kurang memadai.
KONTRIBUSI FILSAFAT TERHADAP IMPLEMENTASI KOMPETENSI LINGUISTIK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Irfadila, Mimi Sri
Inovasi Pendidikan Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 No. 1, Maret 2024
Publisher : FKIP UMSB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/ip.v11i1.5648

Abstract

Filsafat bahasa selalu dipahami dalam dua sudut pandang yang berbeda, sudut pandang pertama menyebutkan bahwa bahasa adalah alat yang digunakan untuk menganalisis konsep-konsep, sudut pandang kedua melihat bahwa bahasa adalah kajian tentang bahasa itu sendiri. Perpaduan dua sudut pandang ini dalam kajian filsafat melahirkan bentuk bahasa dan makna bahasa. bentuk bahasa berkaitan erat dengan tata bahasa. makna bahasa berkaitan erat dengan untuk apa bahasa digunakan, apa arti yang terkandung di dalam sebuah bahasa, dan bagaimana bahasa dapat membentuk sebuah pemahaman konsruksikompetensi linguistik. Metode penelitian ini adalah analisis isi yang menganalisis beberapa artikel kajian filsafat dan bahasa. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa pemahaman secara ontologi, epistimologi, dan aksiologi terhadap hakikat bahasa memberikan sumbangan besar dalam memperoleh kompetensi linguistik.
MENGEMBANGKAN MATERI BELAJAR UNTUK KEPEKAAN BAHASA DAN BUDAYA INDONESIA Irfadila, Mimi Sri
Inovasi Pendidikan Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 No. 2, November 2024
Publisher : FKIP UMSB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/ip.v11i2.6458

Abstract

Sangat sedikit buku pelajaran modern yang menggabungkan aktivitas belajar dan materi ajar untuk meningkatkan kesadaran bahasa. Meskipun diakui secara luas bahwa tugas mendorong peningkatan kesadaran pembelajar untuk menemukan dan memahami bahasa untuk diri mereka sendiri dan pembelajar, bahkan pada tingkat pemula, telah memperoleh kerangka linguistik dan konseptual yang akan memungkinkan mereka untuk mendekati bahasa baru dari posisi yang kuat dari pada ketidakberdayaan dan ketergantungan guru yang dipaksakan. Kecenderungan ini diperkuat oleh keengganan para penulis buku pelajaran untuk menyimpang dari paradigma saat ini menghasilkan pengajaran tata bahasa dan oleh desakan terus-menerus dalam materi praktek tata bahasa untuk menggunakan contoh kalimat tunggal yang 'dimasak' dan didekontekstua-lisasikan sebagai dasar untuk materi latihan mereka. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan sejumlah hasil pengkajian dari penelitian terdahulu. Kajian ini menyimpulkan bahwa hubungan bahasa, budaya, sikap berbahasa, dan kepekaan bahasa dan budaya dalam pembelajaran bahasa Indonesia sangatlah penting. Hubungan dan keterkaitan semua komponen tersebut dipusatkan dalam menguasai bahasa Indonesia sesuai kaidah tata bahasa Indonesia yang baik dan benar. Penguasaan kompetensi linguistik, wacana, dan komunikasi serta bagaimana penggunaan bahasa dalam konteks budaya Indonesia.
PENGEMBANGAN ANALISIS KEBUTUHAN DAN ANALISIS SITUASI KURIKULUM PEMBELAJARAN BAHASA Irfadila, Mimi Sri
Inovasi Pendidikan Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 No. 1, Maret 2025
Publisher : FKIP UMSB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/ip.v12i1.7024

Abstract

This study aims to develop a needs analysis and situation analysis model integrated into language learning curriculum planning. In the context of 21st century education, language learning curriculum is required to be adaptive to the needs of learners, socio-cultural developments, and dynamic literacy competency demands. Therefore, needs and situation analysis are very important initial components in designing a relevant and applicable curriculum. This study uses a descriptive-qualitative approach with data collection techniques in the form of document studies, interviews, and questionnaires involving teachers, students, and education stakeholders. The results of the study indicate that accurate student needs analysis, combined with contextual situation mapping (institutional, sociocultural, and policy), can provide a strong foundation in designing learning outcomes, materials, and learning strategies that are more contextual and responsive. This study recommends the development of practical instruments and guidelines that can be used by curriculum developers and language teachers in compiling a curriculum based on real field needs. 
Penerapan Model Investigasi Kelompok Dalam Pembelajaran Menulis Argumen Pada Teks Eksposisi Siswa Kelas X Sma Muhammadiyah Padangpanjang Pohan, Ratna Sari Dewi; Irfadila, Mimi Sri; Syofianti, Lara
Inovasi Pendidikan Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 No. 2, November 2024
Publisher : FKIP UMSB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/ip.v11i2.7204

Abstract

This research was motivated by an interview conducted with an Indonesian language teacher at SMA Muhammadiyah Padangpanjang. The results revealed that students showed a low interest in writing argumentative exposition texts. The purpose of this study is to describe the improvement of students’ motivation and interest through the implementation of the Group Investigation model in learning to write arguments in exposition texts. This research is a quantitative study using a descriptive method. The research sample consisted of 29 students. The instruments used in this study were interview sheets, observation sheets, student activity questionnaires, and student performance tests. The data were collected through several procedures: (1) observing the learning process using the Group Investigation model, (2) conducting a writing test on argumentation in exposition texts, and (3) distributing student activity questionnaires during the learning process. This model involves group work to conduct research, analysis, and writing arguments within exposition texts. Quantitative methods were used by collecting data from the learning process and the results of group writing activities. Data analysis was conducted through text content analysis, evaluation of group participation, presentation analysis, student reflections, ability improvement analysis, and overall learning evaluation. Based on the data analysis using questionnaires, the average score obtained was 69.03. The quantitative analysis showed that the average score of students’ ability to write arguments in exposition texts using the Group Investigation model reached 98.85, which is categorized as very good. The hypothesis testing showed that the calculated t-value (1.6944) was greater than the t-table value (1.6341), indicating that the hypothesis was accepted. Therefore, it can be concluded that there is a significant difference in students’ learning outcomes in writing argumentative exposition texts. Students were highly enthusiastic and active in group interactions, as reflected in their discussions and group presentations.Keywords: Group Investigation Model; Argumentative Writing; Exposition Text; Learning Motivation; Cooperative Learning
Efektivitas Penggunaan Media Youtube Untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Ulasan Siswa Kelas Viii Smp IT Ma’arif Padangpanjang Rifalda, Azri; Irfadila, Mimi Sri
Inovasi Pendidikan Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 No. 1, Maret 2025
Publisher : FKIP UMSB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/ip.v12i1.7208

Abstract

This research is motivated by several factors. First, students still face difficulties in writing review texts according to the structure of review texts. Second, the use of learning media has not been maximized in the learning process. Third, YouTube media has not yet been applied in teaching materials related to writing review texts. This study aims to describe the effectiveness of YouTube media in improving the review text writing skills of eighth-grade students at SMP IT Ma’arif Padangpanjang. This research is quantitative in nature, employing an experimental method with a one-group pretest-posttest design. The data collection technique was conducted in two sessions. First, a pretest of writing review texts without using YouTube media. Second, a posttest of writing review texts using YouTube media. The data analysis techniques include: (1) reading and examining the review texts written by students; (2) converting and processing the writing skill scores into grades; (3) classifying students’ review text writing skills; (4) presenting grades in the form of a frequency distribution table; (5) determining the average score of students’ review text writing skills; (6) conducting a normality test; (7) conducting a homogeneity test; (8) conducting a hypothesis test; and (9) concluding the results and discussion. The results of this study are as follows: first, the review text writing skills of eighth-grade students at SMP IT Ma’arif Padangpanjang without using YouTube media obtained an average score of 54.6, which is classified as poor. Second, the review text writing skills of the same students using YouTube media obtained an average score of 67.6, which is classified as fair. Third, there is a significant effectiveness in the use of YouTube media on students’ review text writing skills at SMP IT Ma’arif Padangpanjang, as the calculated t-value (3.896) is greater than the t-table value (1.701), thus Ho is rejected and Ha is accepted. Therefore, YouTube media is effective for use in learning review text writing. Keywords: YouTube Media, Review Text Writing