Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Profil antropometri, ketersediaan energi dan kepadatan tulang pada atlet remaja putri berbagai cabang olahraga Setyawati, Novi; Dieny, Fillah Fithra; Rahadiyanti, Ayu; Fitranti, Deny Yudi; Tsani, A. Fahmy Arif
Jurnal Keolahragaan Vol 8, No 1: April 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.609 KB) | DOI: 10.21831/jk.v8i1.30367

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan profil antropometri, ketersediaan energi, dan kepadatan tulang pada atlet remaja putri berbagai cabang olahraga. Desain penelitian cross-sectional metode consecutive sampling dengan jumlah 54 atlet usia 13-21 tahun dilaksanakan di BPPLOP Jawa Tengah, Klub Atletik Salatiga, Klub Atletik dan Renang Universitas Negeri Semarang. Persen lemak tubuh, IMT, fat free mass diukur dengan Total Body Composition Analyzer. Form 24 hour-food recall, 24-hour physical activity record dan fat free mass untuk mengukur ketersedian energi. Bone densitometer Osteosys SONOST 3000 untuk mengukur kepadatan tulang. Analisis menggunakan uji One-way ANOVA dan uji Kruskal Wallis. Persen lemak tubuh dan IMT cabang olahraga endurance lebih rendah dibandingkan cabang olahraga kekuatan dan beregu. Terdapat perbedaan ketersediaan energi antara cabang olahraga endurance dan kekuatan (p<0.05). T-score kepadatan tulang cabang olahraga kekuatan lebih rendah dibandingkan cabang olahraga endurance dan beregu. Mayoritas atlet memiliki persen lemak tubuh, IMT, kepadatan tulang tergolong normal, dan ketersediaan energi tergolong rendah. Anthropometric profile, energy availability and bone density in adolescent female athletes in various sports AbstractThis study analyzed the differences anthropometric profile, energy availability and bone density of adolescent female athletes in various sports. A cross-sectional study design consecutive sampling method with 54 athletes aged 13 -21 years conducted in the BPPLOP Central Java, Salatiga Athletics Club, Athletics and Swimming Club Semarang State University. Per cent body fat, BMI, fat-free mass was measured by Total Body Composition Analyzer. The 24 hour-food recall form, 24-hour physical activity record, and fat-free mass were used for measuring energy availability. Bone densitometer Osteosys SONOST 3000 was used to measure bone density. Data were analyzed by One-way ANOVA and Kruskal Wallis test. Percent body fat and BMI of endurance sports were lower than strength and team sports. There were differences in the energy availability between endurance and strength sports (p < 0.05). Bone density t-score of strength sports was lower than endurance and team sports. The most of athletes classified normal on percent body fat, BMI and bone density, while energy availability was classified low.
Eksplorasi Pengalaman Guru dalam Implementasi Program Gerakan Sekolah Sehat di Taman Kanak-Kanak Kabupaten Kapuas Muthia, Maudy; Setyawati, Novi; Ilise, Rizki
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 1 (2025): October
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/paud.v3i1.2155

Abstract

Program Gerakan Sekolah Sehat (GSS) merupakan inisiatif pemerintah yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kesehatan sejak usi dini melalui lima fokus utama, yaitu sehat bergizi, sehat fisik, sehat imunisasi, sehat jiwa, dan sehat lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalam guru dalam implementasi program GSS di tingkat pendidikan anak usia dini, khususnya dalam strategi pelaksanaan, tantangan yang dihadapi, serta respon orang tua dan siswa terhadap pembiasaan hidup sehat di sekolah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuliatatif desain naratif. Partisipan terdiri dari tiga orang guru di TKIT Al Madina Kabupaten Kapuas yang di pilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, kemudian di analisis menggunakan tahapan reduksi, penyajian, dan verfikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi GSS berdampak positif terhadap pembudayaan hidup bersih dan sehat di sekolah. Guru berperan sebagai teladan dan fasilitator pembiasaan, sementara dukungan orang tua berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan praktik sehat di rumah. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingya kolaborasi sekolah dan keluarga dalam membentuk karakter anak yang sehat secara fisik, mental, dan sosial.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU, MOTIVASI KELUARGA DAN PERAN BIDAN TERHADAP KEJADIAN DIARE DALAM PEMBERIAN MPASI PADA BATITA USIA 12-24 BULAN DI KLINIK A KEC KLAPANUNGGAL KABUPATEN BOGOR TAHUN 2022 Setyawati, Novi; Shinta Mona Lisca; Nurwita Trisna
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 7 (2025): Desember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diare merupakan penyakit yang sering muncul pada anak usia 6-24 bulan, dimana pada usia ini anak mulai aktif bermain dan beresiko terkena infeksi, karena daya tahan tubuh anak masih lemah sehingga rentan terhadap penyebaran virus diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah Hubungan Pengetahuan Ibu, Motivasi Keluarga dan Peran Bidan Terhadap Kejadian Diare Dalam Pemberian MPASI pada Batita Usia 12-24 Bulan di Klinik A Kec Klapanunggal Kabupaten Bogor Tahun 2022. dalam penelitian ini jenis penelitin menggunakan penelitian kuantitatif dengan penelitian deskriptif analitik dan menggunakan desai Cross sectional. Tehnik pengambilan sampel yang digunakan yaitu total random sampling dengan jumlah sampel 54. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan pengetahuan ibu (0,39), motivasi Keluaraga (0,047) dan peran bidan (0,046) terhadap Terhadap Kejadian Diare Dalam Pemberian MPASI pada Batita Usia 12-24 Bulan dengan P-Value <0,05. Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu, motivasi keluarga, dan peran Bidan Terhadap Kejadian Diare Dalam Pemberian MPASI pada Batita Usia 12-24 Bulan di Klinik A Kec Klapanunggal Kabupaten Bogor Tahun 2022. Kesimpulan diharapkan ibu mau menambahkan dan meningkatkan pengetahuan dalam upaya pencegahan masalah kesehatan pada batita khususnya diare.