Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENYELESAIAN KONFLIK TAPAL BATAS MASYARAKAT NAGARI Putri, Nadia Dwi; Dewi, Susi Fitria; Muchtar, Henni; Ersya, Muhammad Prima
Jurnal Ideologi dan Konstitusi PKP UNP Vol 5 No 1 (2025): Jikons
Publisher : Pusat Kajian Pancasila Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jikons.v5i1.156

Abstract

Konflik tapal batas yang terjadi antara masyarakat Nagari Sumpur dengan Nagari Malalo Tigo Jurai telah berlangsung kurang lebih selama 8 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai faktor penyebab konlik tapal batas dan upaya penyeselaian konflik tapal batas masyarakat dari kedua nagari. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan studi dokumentasi dengan berbagai informan seperti Wali Nagari Sumpur dan Malalo, Ketua BPRN Nagari Sumpur dan Malalo, Ketua KAN Nagari Sumpur dan Malalo, Ketua Pemuda Nagari Sumpur dan Malalo, alim ulama, serta masyarakat yang mengetahui tentang konflik tapal batas. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor penyebab terjadinya konflik tapal batas yaitu, adanya saling klaim kepemilikan lahan antara kedua nagari serta terdapatnya dua bukti kepemilikan yang tumpang tindih. Adapun upaya penyelesaian konflik tapal batas adalah melakukan mediasi, rapat adat, dan pengajuan ke pengadilan negeri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa adanya dua bukti kepemilikan yang tumpang tindih harus dapat diselesaikan melalui upaya pembuktian di pengadilan.
Optimalisasi Potensi Lokal Dan Digitalisasi UMKM Dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa Susanti, Rina; Faye, Dhea Anastasya Putri; Putri, Nadia Dwi; Agustin, Melda; Maftukhah, Nivandra Zulfah; Sari, Irni Puspita; Karolina, Anjelika; Mulya, Adinda; Marsha, Aurelia; Apriliani, Mita; Lestari, Fitra Ayu; Utama, Rafli Nanda
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 5 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i5.1585

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu bentuk kontribusi akademisi (dosen dan mahasiswa) dalam mengatasi permasalahan yang ada di masyarakat maupun untuk pengembangan masyarakat dengan tujuan untuk memberikan edukasi serta peningkatan keterampilan masyarakat Desa Sepotong, Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Fokus utama kegiatan ini adalah melakukan optimalisasi serta pemanfaatan potensi lokal dan digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sasaran dari pengabdian ini adalah Pelaku UMKM yang menjual berbagai produk dan tersebar di tiga wilayah dusun serta kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga. Kegiatan pengabdian ini terbagi menjadi dua sesi, pertama adalah sosialisasi diikuti oleh 11 pelaku UMKM. Kedua adalah pelatihan intensif dan pendampingan yang diikuti oleh 7 pelaku UMKM untuk memberikan pelatihan secara personal. Metode pelaksanaan pengabdian yaitu Participatory Rulal Apraical (PRA) dengan teknik ceramah, diskusi, demonstrasi. Metode ini melibatkan masyarakat yang merupakan mitra sasaran dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian. Hasil kegiatan pengabdian yaitu terjadi peningkatan pengetahuan serta keterampilan mitra mengenai pemanfaatan potensi lokal dan digitalisasi UMKM, memperkenalkan konsep pemberdayaan ekonomi lokal dan pentingnya digitalisasi dalam pengembangan UMKM, pemanfaatan platform e-commerce untuk meningkatkan penjualan produk lokal, dan juga tercapainya pembuatan produk yang memanfaatkan potensi lokal desa. Kata Kunci: Potensi Lokal, Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Pemberdayaan Masyarakat
Factors Associated with Early Introduction of Complementary Feeding (CF) Marlina, Marlina; Putri, Nadia Dwi; Trianingsih, Indah; Asih, Yusari; Putriana, Yeyen
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 5 No. 1 (2026): April Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v5i1.2656

Abstract

Background: Early introduction of complementary feeding (MP-ASI) is the practice of providing additional food to infants before the age of six months, which contradicts the recommendations of the World Health Organization (WHO) and the Indonesian Ministry of Health (WHO, 2020). This practice may increase the risk of digestive disorders, infections, and nutritional problems in infants. WHO reports that only about 40% of infants worldwide receive exclusive breastfeeding, while the rest are introduced to complementary foods prematurely (WHO, 2021). The low rate of exclusive breastfeeding indicates that the practice of early MP-ASI is still prevalent. This phenomenon may be influenced by several factors, such as maternal knowledge, education, and employment status. Purpose: To identify the factors associated with early complementary feeding. Method: This research was a quantitative study with a cross-sectional design. The population included all mothers with infants aged 6–12 months in Marga Kaya Village. The sample consisted of 43 respondents selected using total sampling technique. Data were collected using questionnaires and analyzed using univariate descriptive analysis and bivariate analysis with the Chi-Square statistical test. Results: The results showed that most mothers introduced CF before six months of age (68.1%), with the majority having low knowledge (62.8%), low education (55.8%), and not working (67.4%). The Chi-Square test revealed a significant relationship between maternal knowledge (p = 0.001), education (p = 0.006), and employment (p = 0.022) and the practice of early CF. Conclusion: It can be concluded that there is a significant association between maternal knowledge, education, and employment and the practice of early complementary feeding. Suggestion: It is recommended that health workers enhance maternal education to ensure CF is provided at the appropriate recommended age.