Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Competitive

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PROYEK MENGGUNAKAN METODE SCRUM (STUDI KASUS: UNIT TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI POLITEKNIK POS INDONESIA) Roni Habibi; Marwanto Rahmatuloh
Competitive Vol. 10 No. 1 (2015): Jurnal Competitive
Publisher : PPM Universitas Logistik dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen proyek adalah suatu proses pengelolaan proyek yang meliputi perencanaan, pengorganisasian dan pengaturan tugas-tugas sumber daya. TIK (Teknologi Informasi Komunikasi) Poltekpos merupakan lembaga/unit yang berfungsi mengarahkan, mengimplementasikan dan mengembangkan strategi dan rencana Teknologi Informasi (TI). Dalam fungsi unit TIK, beberapa faktor yang perlu diperhatikan adalah kebutuhan pengelolaan sumber daya unit TIK akan pengambilan keputusan terhadap aktivitasnya. Kajian tersebut akan menjadi input untuk melakukan perancangan manajemen proyek dengan acuan kerangka kerja SCRUM. Hasil kajian ini berupa perancangan manajemen proyek dalam implementasi TI. Metode Scrum merupakan framework manajemen proyek yang mengutamakan kolaborasi dan fleksibilitas. Scrum menggunakan metode empiris, atau dengan kata lain setiap tahap di dalam scrum melibatkan inspeksi dan adaptasi data-data hasil inspeksi sebagai bahan pembelajaran guna mencari jalan keluar. Dari hasil perancangan Sistem Infomasi Manajemen Proyek tersebut diharapkan dapat di implementasikan dan sumber daya pada unit TIK dapat di gunakan secara efektif dan efisien serta memberi kemudahan bagi Ketua unit TIK dalam memantau dan menentukan prioritas untuk penanganan aktivitas setiap proyek.
Penilaian Risiko Aset Teknologi Informasi Menggunakan ISO 31000:2009 dan ISO/IEC 27001:2005 Studi Kasus : Politeknik Pos Indonesia (Poltekpos): Penilaian Risiko Aset Teknologi Informasi Menggunakan ISO 31000:2009 dan ISO/IEC 27001:2005 Studi Kasus : Politeknik Pos Indonesia (Poltekpos) Roni Habibi; ai Rosita
Competitive Vol. 9 No. 1 (2014): Jurnal Competitive
Publisher : PPM Universitas Logistik dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Risiko merupakan kemungkinan terjadinya keadaan dengan dampak yang merugikan bagi perusahaan, SIM-Poltekpos merupakan aset penting yang dimiliki oleh Poltekpos yang bertugas memberikan layanan Teknologi Informasi (TI) dan terdapat beberapa permasalahan yang terjadi, terutama terkait dengan risiko terhadap aset TI (hardware, software, sistem informasi dan manusia). Kajian tersebut akan menjadi input untuk melakukan penilaian risiko dengan acuan kerangka kerja ISO 31000 dan identifikasi risiko dengan acuan ISO/IEC 27001:2005. Hasil kajian ini berupa model penilaian risiko secara komprehensif. Tahapan kegiatan penilaian risiko tersebut adalah mengidentifikasi dan mengukur setiap dampak potensi risiko pada aset TI, menilai besaran risiko dan penanganan risiko. Dari model penilaian risiko diketahui risiko yang termasuk kategori rendah, menengah dan kritis, sehingga dapat menentukan prioritas untuk penanganan risiko.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PROYEK MENGGUNAKAN METODE SCRUM (STUDI KASUS: UNIT TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI POLITEKNIK POS INDONESIA): PERANCANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PROYEK MENGGUNAKAN METODE SCRUM (STUDI KASUS: UNIT TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI POLITEKNIK POS INDONESIA) Roni Habibi; Marwanto Rahmatuloh
Competitive Vol. 10 No. 1 (2015): Jurnal Competitive
Publisher : PPM Universitas Logistik dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen proyek adalah suatu proses pengelolaan proyek yang meliputi perencanaan, pengorganisasian dan pengaturan tugas-tugas sumber daya. TIK (Teknologi Informasi Komunikasi) Poltekpos merupakan lembaga/unit yang berfungsi mengarahkan, mengimplementasikan dan mengembangkan strategi dan rencana Teknologi Informasi (TI). Dalam fungsi unit TIK, beberapa faktor yang perlu diperhatikan adalah kebutuhan pengelolaan sumber daya unit TIK akan pengambilan keputusan terhadap aktivitasnya.Kajian tersebut akan menjadi input untuk melakukan perancangan manajemen proyek dengan acuan kerangka kerja SCRUM. Hasil kajian ini berupa perancangan manajemen proyek dalam implementasi TI. Metode Scrum merupakan framework manajemen proyek yang mengutamakan kolaborasi dan fleksibilitas. Scrum menggunakan metode empiris, atau dengan kata lain setiap tahap di dalam scrum melibatkan inspeksi dan adaptasi data-data hasil inspeksi sebagai bahan pembelajaran guna mencari jalan keluar.Dari hasil perancangan Sistem Infomasi Manajemen Proyek tersebut diharapkan dapat di implementasikan dan sumber daya pada unit TIK dapat di gunakan secara efektif dan efisien serta memberi kemudahan bagi Ketua unit TIK dalam memantau dan menentukan prioritas untuk penanganan aktivitas setiap proyek.
Penerapan Knowledge Management System Menggunakan Boisot And I-Space Model (Studi Kasus: Politeknik Pos Indonesia) Roni Habibi; Iwan Setiawan
Competitive Vol. 14 No. 2 (2019): Jurnal Competitive
Publisher : PPM Universitas Logistik dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36618/competitive.v14i2.624

Abstract

Politeknik Pos Indonesia merupakan sebuah perguruan tinggi vokasi yangmemiliki komitmen terhadap penelitian, jurnal, karya ilmiah, data, dan dokumen penting lainnya. solusi dalam pengolahan dan penyediaan sistem informasi adalah dengan adanya sistem file sharing. File sharing digunakan untuk pegawai yang sudah melakukan penelitian, jurnal, pembuatan surat atau data penting lainnya lalu membagikannya. Penelitian ini untuk melakukan analisis perancangan knowledge management dengan acuan kerangka kerja Boisot And I-Space Model. Hasil kajian ini berupa analisis dan perancangan knowledge management. Dengan metode Boisot And I-Space Model menekankan bahwa pengetahuan dapat digeneralisasikan ke dalam situasi dan kondisi sesuai dengan studi kasus dengan tujuannya adalah untuk menghasilkan skema yang lebih baik yang memungkinkan aliran transformasi pengetahuan untuk dianalisis secara lebih rinci. Dari hasil analisis dan perancangan knowledge management ini dapat di implementasikan dan di gunakan secara efektif dan efisien karena ketika ada pegawai yang membutuhkan data atau file akan mempermudah pencarian karena data atau file sudah tergabung dalam satu sumber daya.