Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Pengendalian Bahaya K3 Menggunakan Metode Hirarc di Bengkel Las Bintang Jaya Steel Sidosari, Krajan, Sukoharjo Wisudawati, Tri
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v3i1.2199

Abstract

c.     Peran sumber daya manusia merupakan modal dasar dalam penentuan tujuan tempat usaha. Tanpa peran sumber daya manusia, kegiatan dalam perusahaan tidak akan berjalan lancar. Setiap tempat usaha selalu memiliki risiko terjadinya kecelakaan. Kecelakaan akibat kerja merupakan kecelakaan yang terjadi dikarenakan oleh pekerjaan atau pada waktu melaksanakan pekerjaan. Ada dua faktor penyebab kecelakaan kerja, yaitu tindakan manusia yang tidak aman (unsafe condition) dan tindakan manusia yang tidak memenuhi keselamatan kerja (unsafe act). Banyak UMKM yang belum menerapkan K3 di tempat usahanya sehingga bisa mengakibatkan kecelakaan kerja  dan membuat tujuan serta aktivitas pekerjaan tidak bisa berjalan dengan baik. Penerapan K3 sangatlah penting diterapkan di UMKM mengingat sumber daya manusia sangatlah penting dalam aktivitas pekerjaan. Dengan menerapkan manajemen K3, UMKM dapat meminimalisir kecelakaan kerja sehingga tujuan usaha dapat tercapai dengan baik.Penelitian ini membahas tentang pengendalian bahaya K3 menggunakan metode HIRARC untuk pegawai di UMKM Las. Peneltian menggunakan metode survey dan kuesioner yang diberikan kepada pegawai las dan pemilik usaha. Dari penelitian didapatkan aktivitas proses pengelasan memiliki tingkat risiko sebesar 16 dan 20 yang artinya tingkat risiko tinggi. Pengendalian risiko dengan cara menekan likelihood dan menekan severity Total tingkat risiko pada proses pemgelasan dari awal sampai akhir yaitu 37% Low Risk, 46% Moderate Risk, 17% High Risk. Pengendalian bahaya di lingkungan kerja bengkel las menggunakan metode HIRARC ini bisa diterapkan untuk bengkel las yang memiliki aktivitas yang sama mulai dari tahap persiapan, tahap proses, dan tahap penyelesaian sehingga dapat dijadikan referensi terkait pengendalian bahaya dan risiko
Analisis Faktor Ergonomi Terhadap Kinerja Pekerja Las (Studi Kasus Pekerja Las di Daerah Surakarta) Wisudawati, Tri; Putera, Radita Dwi; Sastyawan, Ragil
Industrika : Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 9 No. 1 (2025): Industrika: Jurnal Ilmiah Teknik Industri
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/indstrk.v9i1.1959

Abstract

Human resources are one of the factors that influence the progress of the business being undertaken. The Surakarta area has an increasing number of MSMEs every year. One of the MSMEs that is growing is a welding workshop. There are several things that affect employee performance, one of which is ergonomic conditions. Of course, this condition can be described in the task or work factor that is assigned. This study aims to analyze ergonomic factors on the performance of welding workers in the Surakarta area. The research method used is descriptive qualitative. The number of respondents or samples in this study was 50 welding workers in the Surakarta area. The data analysis method used is Structural Equation Modeling (SEM). The work environment around the welding workshop actually affects employee performance. One of them is ergonomics. The ergonomic aspect of performance is influenced by several factors, two of which are work organization and workload. This study uses work organization and workload variables as indicators of measuring ergonomic factors on the performance of welding workers in the welding workshop. Based on the results of the study, it can be seen that the work organization variable as an ergonomic indicator has a positive influence on the performance of workers in the welding workshop. This can be seen from the p values ​​of 0.000 less than the alpha value of 5%. There are three aspects that can optimize employee performance in terms of work organization, namely effective communication between fellow workers, good human resource management and optimal work time task design. Meanwhile, the performance load does not affect the performance of welding workers in the welding Keywords: Ergonomics, Surakarta, Welding, Workers
Process Assurance Capability Analysis Based on Capability Process, Detection Process Capabilities and Irregular Condition Actions in Automotive Industry Abid, Muhammad Miftahul; Wisudawati, Tri
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 10, No 3 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v10i3.4041

Abstract

Rail roof side is an automotive product with high quality specifications. In the manufacturing process, there are unstable process issues that cause variations in size. On the other hand, the process abnormality detection system occurs at the end of the production process, so potential defects cannot be detected during the process. This study aims to ensure stable process quality so that defective products can be detected during the manufacturing process. The quality assurance process uses an approach based on process stability score, known as Cpk. The capability of process detection devices derived from the quality control technology used, and the ability to address irregular conditions identified through human capability to take action when process abnormalities occur. Based on the calculation of process quality assurance capability, a rank value of 1.70 indicates that the quality assurance system has been achieved. This means that the process assurance status is capable of preventing and detecting process variation issues and defects from the start of the process.Keywords – Assurance, Capability, Defect, Detection, Variation.
Pendampingan Dalam Penataan Letak Fasilitas Di UMKM Fuji Rotan Trangsan Gatak Sukoharjo Wisudawati, Tri; Agusti, Febrina; Utomo, Widianto Prasetyo; Wicaksono, Fajar
FORDICATE Vol 1 No 2 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Multi Data Palembang, Fakultas Ilmu Komputer dan Rekayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (946.832 KB) | DOI: 10.35957/fordicate.v1i2.2408

Abstract

Perancangan tata letak fasilitas adalah suatu kegiatan merancang fasilitas fisik yang terdiri dari peralatan, mesin, area, bangunan dan fasilitas lainnya. Fungsi perancangan tata letak fasilitas yaitu memaksimalkan penataan aliran material, aliran informasi dan proses kerja untuk mencapai tujuan yang diinginkan oleh suatu perusahaan. Tujuan utama dari perancangan tata letak fasilitas adalah meminimasi biaya perpindahan bahan dengan waktu yang tersingkat. Kegiatan perancangan fasilitas sering kali digunakan di dunia industri atau pabrik. Perancangan fasilitas pabrik biasanya menganalis, pembentukan konsep, perancangan dan pembuatan suatu sistem tentang produk yang akan dihasilkan atau jasa yang akan diberikan. UMKM Fuji Rotan Trangsan Gatak Sukoharjo dalam layout pabrik / tata letak fasilitas belum begitu tertata sehingga dapat membuat waktu, proses produksi, output dalam produksi kerajinan rotan kurang maksimal sehingga berpengaruh dalam profit usaha. Sehingga, perlu dilakukan penataan layout atau perancangan tata letak fasilitas di UMKM Fuji rotan. Diharapkan dari pengabdian ini UMKM Fuji rotan dapat terbantu dalam perancangan tata letak fasilitas atau penataan layout UMKM. Pelaksanaan kegiatan dari program ini dikemas dalam bentuk beberapa kegiatan yang sifatnya tidak formal, kreatif dan inovatif serta menyenangkan bagi pemilik UMKM Fuji Rotan dan pekerja UMKM Fuji Rotan. Pekerja dan pemilik UMKM akan diberikan pengetahuan mengenai tata letak fasilitas dan bagaimana penerapannya untuk mengoptimalkan sistem produksi yang efektif dan efisien sehingga proses produksi dapat memberikan efek dan profit yang maksimal serta meminimalisir kegiatan yang membuang banyak waktu.
Digital Servant Leadership and Public Innovation: The Mediating Role of Cultural Values in Indonesian State Owned Enterprises Nursaid; Qomariah, Nurul; Utomo, Bekti; Wahidah, Nurul Jannatul; Wisudawati, Tri
Novatio : Journal of Management Technology and Innovation Vol. 3 No. 4 (2025): October 2025
Publisher : Indonesian Scientific Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61978/novatio.v3i4.862

Abstract

This study examines how digital servant leadership (DSL) influences hackathon innovation performance in Indonesian State-Owned Enterprises (SOEs), with a focus on the mediating role of AKHLAK cultural values. Amidst ongoing digital transformation, SOEs have embraced DSL as a leadership style that emphasizes inclusivity, empowerment, and ethical service delivery. The study utilizes a mixed method approach comprising descriptive statistics and Structural Equation Modeling using Partial Least Squares (PLS SEM) to analyze quantitative and qualitative data gathered between November 2023 and January 2024. Key findings reveal that DSL significantly enhances innovation outcomes by fostering a psychologically safe, collaborative environment essential for successful hackathon execution. The presence of AKHLAK values Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, and Kolaboratif strengthens cultural alignment, acting as a mediator that links leadership behaviors to employee engagement and innovation performance. Hackathons hosted by SOEs demonstrate varied formats, scales, and domains, yet all share critical success factors such as structured mentorship, inclusive participation, and strong post event support systems. The analysis of measurement and structural models shows robust construct validity and reliability across all latent variables. Convergent and discriminant validity meet accepted thresholds, while predictive relevance and model fit indices confirm the soundness of the proposed framework. Statistical mediation effects highlight the transformative impact of AKHLAK in linking DSL to performance gains in public service innovation. These findings contribute to public sector leadership theory and practice by proposing a replicable framework that combines digital servant leadership, AKHLAK-based cultural alignment, and participatory innovation formats. The Indonesian experience offers insights for other developing nations seeking to embed ethical leadership into digital transformation agendas. By institutionalizing values and enabling employee driven innovation, SOEs can better navigate complex governance landscapes while delivering measurable public value.
Predictive Analytics and Strategic Banking Performance: The Critical Impact of Organizational Readiness Utomo, Bekti; Wahidah, Nurul Jannatul; Wisudawati, Tri
Novatio : Journal of Management Technology and Innovation Vol. 3 No. 3 (2025): July 2025
Publisher : Indonesian Scientific Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61978/novatio.v3i3.1105

Abstract

Predictive analytics (PA) has become a cornerstone of digital transformation in banking, offering tools for improved decision-making across risk, marketing, and operations. This study investigates the moderating role of organizational readiness—comprising infrastructure, talent, and culture—on the relationship between PA adoption and strategic performance in banks. A cross-sectional survey of 50 banking institutions was conducted, measuring predictive analytics usage, organizational readiness scores, and key financial performance indicators such as Return on Assets (ROA), Non-Performing Loans (NPL), and cost-to-income ratios. Using hierarchical regression and interaction analysis, findings reveal that while PA adoption positively influences strategic performance, its impact is significantly enhanced in institutions with high organizational readiness. Institutions with stronger infrastructure, better-trained staff, and supportive analytics cultures reported higher returns from analytics initiatives. These results underscore the importance of socio-technical alignment in unlocking the full potential of predictive analytics. Banks are encouraged to view PA not as a standalone technological tool but as part of a broader transformation requiring cultural, structural, and strategic integration.
Classification of Worker Productivity and Resource Allocation Optimization with Machine Learning: Garment Industry Yusuf, A’isya Nur Aulia; Alkaf, Zakiyyan Zain; Nurdiniyah, Elsa Sari Hayunah; Wisudawati, Tri; Fawzi, Muhammad Ihsan
Jurnal Teknik Informatika (Jutif) Vol. 6 No. 5 (2025): JUTIF Volume 6, Number 5, Oktober 2025
Publisher : Informatika, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jutif.2025.6.5.5263

Abstract

This study presents an integrated predictive–prescriptive framework for improving workforce management in the garment industry by combining machine learning classification with linear programming optimization. Using a publicly available dataset of 1,197 production records, productivity levels were categorized into low, medium, and high classes. Data preprocessing included handling missing values, one-hot encoding of categorical variables, and class balancing using SMOTE. Eleven classification algorithms were evaluated, with LightGBM achieving the highest performance (accuracy 78.3%, weighted F1-score 78.3%, Cohen’s Kappa 63.4%) after hyperparameter tuning via Bayesian Optimization. The optimized model’s predictions were then incorporated into a linear programming model, implemented with PuLP, to maximize the allocation of high-productivity workers across production departments under capacity constraints. The results yielded an allocation plan assigning 117 high-productivity workers, significantly enhancing potential operational efficiency. The novelty of this work lies in integrating an optimized ensemble learning model with mathematical programming for end-to-end productivity classification and resource allocation, a combination rarely explored in labor-intensive manufacturing contexts. This framework offers a scalable decision-support tool for data-driven workforce planning and could be adapted to other manufacturing domains with similar operational structures. 
PENGARUH RETURN ON ASSET (ROA) DAN INVESTMENT OPPORTUNITY SET (IOS) TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (Studi pada Perusahaan Manufaktur Jenis Consumer Goods yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2016-2019) Sulistyowati, Ecclisia; Wisudawati, Tri; Adhi Saputro, Wahyu
Jurnal Bisnis Manajemen dan Akuntansi (BISMAK) Vol. 1 No. 1 (2021): Vol 1 No 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.739 KB) | DOI: 10.47701/bismak.v1i1.1186

Abstract

Persaingan ketat antar perusahaan khususnya perusahaan manufaktur dengan jenis consumer goods sangatketat pada dunia bisnis saat ini. Manajemen perusahaan dituntut secara maksimal untuk memberikan kekayaan optimal pada pemilik perusahaan. Nilai pasar saham merupakan salah satu tolak ukur dalam menilai perusahaan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari Return on Asset dan investment opportunity set terhadap nilai perusahaan. Populasi dalam penelitian in adalah semua perusahaan manufaktur dengan jenis consumer goods yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sedangkan sampel berasal dari empat perusahaan jenis consumer goods yang memiliki laporang keuangan yang lengkap. Data pada penelitian ini merupakan data sekunder yang berasal dari Bursa Efek Indonesia. Data yang digunakan merupakan data time series dari tahun 2016 hingga tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode penelitian penjelasan (еxplanatory rеsеarch) dеngan pеndеkatan kuantitatif. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda. Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa secara parsial ROA tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan dikarenakan nilai signifikansinya di atas 0,05 yaitu sebesar 0,06. Secara parsial investment opportunity set memiliki pengaruh terhadap nilain perusahaan karena nilai signifikansinya di bawah 0,05 yaitu sebesar 0,00. Koefisien regresi dari investment opportunity set adalah sebesar 0,522 sehingga bersifat positif. Artinya setiap kenaikan investment opportunity set sebesar satu satuan maka akan diikuti kenaikan nilai perusahaan sebesar 0,522 satuan. Secara simultan Return on Asset dan -investment opportunity set berpengaruh secara bersama-sama terhadap nilai perusahaan. Persamaan regresi yang terbentuk adalah NP = 0,196 + 4,38ROA + 0,522IOS + e.
Evaluasi Teknologi Produksi pada Sentra Industri Keripik Tempe Grobog Wonogiri Agusti, Febrina; Wisudawati, Tri; Tri Risqi, Fajar; Kumaratunggadewi, Kumaratih
Duta Abdimas Vol. 1 No. 2 (2022): Duta Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.941 KB) | DOI: 10.47701/abdimas.v1i2.1615

Abstract

Evaluation of productivity and technological needs was an important process in a production process. It was used to assist maintenance and repairs in production. MSMEs at the Grobog Wonogiri tempe chips industrial center have used a slicing machine to slice the benguk seeds. The use of these machines causes problems, namely the results of the pieces do not match the needs that were wide but destroyed, besides on the other problems, machine was not environmentally friendly. The result of the implementation of the activity was an evaluation related to the technology used, so it can be seen the need for a machine that was suitable for the specifications of slicing koro benguk beans. So, it was expected to increase productivity.
Penentuan Strategi Pengembangan Agribisnis Jahe di Karesidenan Surakarta Pada Masa Pandemi Covid-19 Utomo, Widianto Prasetyo; Kurniawan, Thauefek; Fauzi, Ahmad; Wisudawati, Tri; Sulistyowati, Ecclisia; Saputro, Wahyu Adhi
Paradigma Agribisnis Vol 3 No 2 (2021): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v3i2.4831

Abstract

Jahe merupakan komoditi khas di Indonesia dengan potensi besar yang dimiliki seperti sebagai rempah-rempah dan obat alami. Alasan tersebut yang membuat jahe sangat mudah dikomersialisasikan. Indonesia juga mengekspor jahe ke negara lain. Permintaan akan jahe yang begitu banyak mencapai ribuan ton terkadang tidak dapat terpenuhi karena kapasitas produksi dalam negri masih minim. Masalah lain yang muncul adalah segi kualitas dan kontinuitas yang masih sering tidak terselesaikan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan agribisnis jahe di karesidenan surakarta pada masa pandemi covid-19. Lokasi penelitian adalah tiga kabupaten yang termasuk ke dalam Karesidenan Surakarta yaitu Kabupaten Karangnanyar, Sukoharjo dan Klaten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan agribisnis jahe di Karesidenan Surakarta. Populasi dalam penelitian ini adalah petani yang berada pada Karesidenan Surakarta. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 35 petani jahe yang ada di Kabupaten Karangnanyar, Sukoharjo dan Klaten. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah SWOT. Hasil analisis menunjukkan bahwa posisi RTI dalam matriks IE di kuadran dua yakni tumbuh dan membangun. Strategi SO yang bisa dilakukan adalah menguatkan pasar yang menampung produksi jahe secara kontinyu sehingga produk jahe bisa ditampung dan memproduksi lebih tinggi lagi. Strategi WO yang bisa dilakukan adalah pemberian modal baik berupa hibah maupun pinjaman agar petani mau menamam jahe. Strategi terhadap ancaman (ST) diperlukan untuk konsistensi jahe yang dihasilkan oleh petani secara berkelanjutan. Strategi WT bisa dilakukan dengan memperkuat teknologi budidaya jahe sehingga mampu ditanam disaat cuaca tidak menentu.Keywords : Jahe, Kekuatan, Kelemahan, Peluang, Ancaman