Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENYULUHAN REMATHOID ARTRITIS PADA LANSIA DI DESA KARANGMOJO KECAMATAN KARTOHARJO KABUPATEN MAGETAN Priyoto Priyoto; Asrina Pitayanti; Aryo Prasetyo
Jurnal Bhakti Civitas Akademika Vol. 4 No. 1 (2021): Volume IV, Nomor 1, Januari 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Dian Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arthritis Rematoid adalah merupakan penyakit inflamasi nonbakterial yang bersifat sistemik, progresif, cenderung kronis yang menyerang berbagai sistem organ. Arthritis Rematoid dapat dicengah dengan mengkonsumsi makanan bergizi, olah raga yang teratur, pengaturan berat badan seimbang, tidak melakukan aktifitas fisik yang berlebihan. Makin sering lansia melakukan aktifitas yang berlebihan atau kurangnya pergerakan tubuh akan menambah resiko terjadinya penyakit arthritis rematoid. Kegiatan PKM ini dilaksanakan di kelurahan Karangmojo dari 41 responden dilihat berdasarkan umur mayoritas umur 60-65 tahun sebanyak 23 orang (56,10%) dan minoritas berusia >70 tahun sebanyak 18 orang (43,90 %). Berdasarkan pendidikan yang mayoritas SD sebanyak 19 orang (46,34%) dan minoritas pendidikan SLTP sebanyak 10 orang (24,39%). Berdasarkan jenis kelamin mayoritas laki-laki sebanyak 23 orang (56,10%) dan minoritas jenis kelamin perempuan sebanyak 18 orang (43,90%). Tingkat pengetahuan lansia terhadap upaya pencegahan rematoid arthritis didesa Karangmojo Kabupaten Magetan mayoritas berpengetahuan cukup sebanyak 21orang (51,21 %), dan minoritas berpengetahuan baik sebanyak 4 orang (9,8 %). Penyakit rheumatoid arthritis pada lansia tentang penangan rheumatoid arthritis sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu pengetahuan yaitu pengetahuan lansia tentang sakit dan penyakit, pengetahuan tentang cara pemeliharaan kesehatan dan pengetahun pentingnya kesehatan lingkungan. Orang tua tidak perlu khawatir dalam menghadapi penyakit rheumatoid arthritis. Untuk itu, orang tua perlu meningkatkan pengetahuan tentang kelainan-kelainan yang terjadi mengingat angka kejadian penyakit rheumatoid arthritis makin meningkat. Semakin besar usaha lansia untuk sembuh dari penyakitnya maka semakin besar peluang penyakit tersebut akan berkurang
SOSIALISASI DELIQUENSI SEBAGAI UPAYA MEMBENTUK GENERASI MUDA SANTUN DAN PRODUKTIF Asrina Pitayanti; Avicena Sakufa
Jurnal Bhakti Civitas Akademika Vol. 4 No. 1 (2021): Volume IV, Nomor 1, Januari 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Dian Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.105 KB)

Abstract

Kenakalan remaja atau deliquensi menjadi perhatian yang serius dan terfokus untuk mengarahkan remaja ke arah yang lebih positif, yang titik beratnya untuk terciptanya suatu sistem dalam menanggulangi kenakalan. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Perilaku deliquensi yang terjadi dikalangan remaja perlu di cegah dalam membentuk remaja sebagi pribadi yang teguh beriman dan bertaqwa, sehat jasmani dan rohani sebagai penerus bangsa yang berkualitas dan produktif dalam berkarya dimasa depan.banyak factor penyebab dari deliquensi bisa berasal dari factor internal dan eksternal. Upaya mengatasi permasalahan deliquensi pada remaja yaitu menanggulangi kenakalan remaja ke dalam tindakan preventif, tindakan represif, dan tindakan kuratif dan rehabilitasi. Minimnya pemahaman tentang pengetahuan terkait perilaku deliquensi berserta dampak yang ditimbulkan. Maka perlu adanya sosialisasi kepada para remaja bagaimana mengelola emosi dengan memperkuat keimanan sesuai dengan kepercayaan yang di anut, Waspada terhadap pengaruh dari lingkungan sekitar dan pengaruh budaya barat serta pergaulan dengan teman sebaya akan menjadikan remaja siap dalam menghdapi setiap perkembangan jaman yang terjadi dan terhindar dari berbagai resiko kenakalan remaja
EDUKASI PERILAKU CERDIK DAN PATUH DALAM PENGENDALIAN HIPERTENSI Asrina Pitayanti; Priyoto
Jurnal Bhakti Civitas Akademika Vol. 4 No. 2 (2021): Volume IV, Nomor 2, Juli 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Dian Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.736 KB)

Abstract

Hipertensi berdampak meningkatnya mortalitas dan kecacatan yang menambah beban ekonomi, menurunkan kualitas hidup penderita. Pemberian edukasi kesehatan tentang perilaku pola hidup CERDIK dan PATUH dalam pengendalian hipertensi. Faktor risiko penyebab kematian prematur dan disabilitas di dunia berdasarkan angka Disability Adjusted Life Years (DAILYs) untuk semua kelompok umur. Berdasarkan DAILYs tersebut, tiga faktor risiko tertinggi pada laki-laki yaitu merokok, peningkatan tekanan darah sistolik, dan peningkatan kadar gula. Hasil evaluasi pemberian edukasi di desa kuwon kecamatan karas menunjukkan peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang masalah kesehatan khususnya penyakit hipertensi. Melalui edukasi diharapakan mampu membawa Perubahan perilaku baru dengan mengubah gaya hidup yang masih belum tepat menjadi gaya hidup sehat
DETEKSI DINI CEGAH STUNTING (“ DENI CHETING”) PADA BALITA DI POSYANDU KRAJAN II Asrina Pitayanti; Sesaria Betty Mulyati; Faqih Nafiul Umam
Jurnal Bhakti Civitas Akademika Vol. 5 No. 1 (2022): Volume V, Nomor 1, Januari 2022
Publisher : Akademi Keperawatan Dian Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.101 KB) | DOI: 10.56586/jbca.v5i1.167

Abstract

Masa tumbuh kembang balita disebut golden period dimana otak berkembang dengan pesat. Apabila berat badan terus menurun maka timbul permasalahan stunting. Dampak stunting adalah terhambatnya kemampuan kognitif, psikomotorik, lebih rentan kena penyakit degenerative dan kualitas sumber daya manusia yang kurang berkualitas.. Pentingnya Investasi pencegahan stunting perlu dilakukan dengan upaya jemput bola melalui upaya deteksi dini cegah stunting (Deni Cheting) pada balita diposyandu untuk memastikan SDM Indonesia di masa yang akan datang berkualitas dan memiliki daya saing tinggi. Daerah tempat untuk pengabdian masyarakat termasuk lokus dengan kriteria jumlah balita cukup banyak dan belum melakukan identifikasi dan juga validasi data balita dengan stunting. Tujuan penmas ini mengidentifikasi balita yang mengalami masalah gizi (stunting, wasting, underweight) sehingga dapat membantu meningkatkan status gizi balita dan menemukan sumber masalah stunting. Pengukuran status gizi balita dengan pengukuran berat badan dan tinggi badan anak mengunakan aplikasi antropometri yaitu memasukan hasil pengukuran dengan urut Satu persatu kedalam system sehingga akan keluar hasil Z skor status gizi balita. Hasil kegiatan Kegiatan ini dihadiri oleh 67 balita posyandu krajan II. Diperoleh data balita dengan status gizi baik 58 balita (86, 56%), status gizi lebih 3 balita (4,47%), sedangkan kategori status kurang 5 balita ( 7,46%), dan kategori gizi buruk 1 balita (1,49%). Pentingnya Upaya Deteksi Dini Cegah Stunting (Deni Cheting) dapat membantu meningkatkan status gizi balita stunting dan menemukan sumber masalahnya
EFEKTIVITAS ELEKTRIC LAVITRAP SEBAGAI UPAYA PREVENTIF PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE Aris Hartono; Asrina Pitayanti
Jurnal Keperawatan Vol. 12 No. 1 (2019): Jurnal Keperawatan, Volume XII, Nomor 1, Januari 2019
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.987 KB)

Abstract

Latar Belakang : Demam Berdarah Dengue merupakan masalah klasik yang selalu terjadi di wilayah Indonesia. Upaya pemberantasan vector dilakukan melalui kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Fakta dilapangan menunjukkan minat masyarakat semakin menurun untuk melakukan PSN di masing-masing lingkungan rumah. Salah satu model yang dikembangkan adalah menggunakan lavitrap sebagai pengendali pertumbuhan nyamuk. Lavitrap dengan atraktan rendaman jerami (10%) dari hasil penelitian efektif untuk digunakan sebagai metode pengendalian pertumbuhan nyamuk di masyarakat. Untuk lebih meningkatkan fungsinya maka konvensional lavitrap dikombinasikan dengan rangkaian listrik yang berfungsi untuk membunuh nyamuk. Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah true eksperimen dengan pendekatan randomized post test controlled group design. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi. 3 jenis lavitrap diletakkan pada tempat yang sama dan berdekatan. Peletakan lavitrap dilakukan pada 3 lokasi yang berbeda. Pengumpulan data jumlah nyamuk yang berhasil ditangkap dilakukan setiap 1 hari sekali selama kurun waktu 4 minggu. Hasil pengumpulan data selanjutnya dimasukkan kedalam lembar observasi sebagai laporan hasil penelitian. Untuk analisa univariate uji analisa yang digunakan adalah uji Paired Sample T-test. Hasil penelitian selanutnya disajikan menggunakan tabel distribusi frekuensi sebagai hasil pelaksanaan kegiatan penelitian. Uji ini dilakukan dengan program SPSS 17.0 secara komputerisasi dan hasil dinyatakan bermakna apabila (p) < 0,05. Hasil : Dari hasil analisa data didapatkan peringkat rata-rata Lavitrap model A (72,92) lebih tinggi dibandingkan dengan peringkat rata-rata Lavitrap model B (42,02). Peringkat rata rata Lavitrap model B (42,02) lebih tinggi daripada peringkat rata-rata Lavitrap model C (21,57). Hasil analisa didapatkan nilai P value sebesar 0,001 dimana nilai tersebut kurang dari batas kritis yang berarti penggunaan lavitrap model A lebih efektif untuk digunakan sebagai penangkap nyamuk dewasa. Kesimpulan : Lavitrap merupakan pengembangan alat yang bertujuan untuk memindahkan siklus perkembangbiakan nyamuk terutama aedes aegypti. Pengendalian dan pemutusan siklus kehidupan nyamuk merupakan upaya preventif yang dapat dilakukan untuk mengurangi kepadatan nyamuk di masyarakat dan bertujuan untuk menurunkan resiko terjadinya demam berdarah dengue
PENGARUH PEMBERIAN TERAPI KELOMPOK SOCIAL SKILL PADA LANSIA DENGAN ISOLASI SOSIAL DI UPT PELAYANAN SOSIAL TRESNA WERDHA (PSTW) MAGETAN Asrina Pitayanti; Priyoto
Jurnal Keperawatan Vol. 13 No. 1 (2020): Jurnal Keperawatan, Volume XIII, Nomor 1, Januari 2020
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.965 KB)

Abstract

Kemampuan sosialisasi akan lebih dirasakan oleh lansia yang tinggal dalam suatu tempat khusus seperti panti werdha. Ketidakmampuan bersosialisasi atau isolasi sosial dalam lingkungan yang berbeda dari kehidupan sebelumnya merupakan suatu stressor yang cukup berarti bagi lansia. Oleh karena itu pada lansia yang tinggal dalam suatu panti wredha sangat penting untuk mendapatkan intervensi keperawatan khususnya yang berkaitan dengan masalah psikososial. Penemuan masalah lansia dengan isolasi sosial di PSTW Magetan sebanyak 24 klien. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan mengidentifikasi Pengaruh Pemberian Terapi Kelompok Social skill Pada Lansia Dengan Isolasi Sosial Di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha (PSTW) Magetan. Desain penelitian yang digunakan adalah ”Pra experimental pre-post test one group”. Sampel diambil dari seluruh populasi yaitu sebanyak 24 lansia yang memenuhi criteria inklusi. Tehnik sampling yang digunakan adalah pupposive sampling. Instrumen penelitian ini memodifikasi kuesioner dari Minnesota Social Skills Checklist.Kuesioner terdiri dari 40 pernyataan dengan rentang skor antara 40-120. Analisa data menggunakan analisis statistik Uji Paired T Test. Hasil perhitungan uji Paired t-test diperoleh bahwa rata-rata ketrampilan sosial sebelum diberikan intervensi yaitu sebesar 56,26, sedangkan rata-rata ketrampilan sosial setelah diberikan intervensi sebanyak 59,39. Analisa hasil penelitian dengan uji Paired t-test diperoleh nilai p value 0,000 < α (0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari social skill training terhadap ketrampilan sosial. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan dengan terbentuknya kelompok suportif sebagai tindak lanjut dari kelompok latihan ketrampilan sosial dapat dijadikan wadah bagi lansia untuk dapat saling memberi support dan dukungan
Pengaruh Edukasi Berfikir Positif Pada Lansia Dengan Masalah Psikososial Ketidakberdayaan Asrina Pitayanti; Fitria Yuliana
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2022): Desember : Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA)
Publisher : Universitas Muhamadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jusika.v6i2.215

Abstract

Sikap positif tentang penuaan dapat menjadi sumber persepsi diri yang positif tentang penerimaan diri dengan bertambahnya usia Kasus yang banyak ditemukan adalah ketidakberdayaan lansia dengan prevalensi kejadiannya berkisar 30-45% dari kasus kesehatan jiwa. Banyak lansia berharap saat mencapai tahap akhir perkembangan hidup, lansia hidup tenang, damai dan hidup bersama dengan anak-anak serta cucu dengan bahagia. Tapi pada kenyataan, sebagian besar harapan-harapan lansia tidak terwujud. Tujuan dari penelitian ini mengidentifikasi Pengaruh Pemberian edukasi berfikir positif pada lansia dengan masalah psikososial ketidak berdayaan Di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha (PSTW) Desain penelitian yang digunakan adalah ” Pra experimental pre-post test whit control grup”. Dimana sampel dipilih secara purposive sampling, kemudian untuk kelompok tersebut diberikan perlakuan dan di observasi ulang untuk mengetahui hasilnya. Sampel penelitian ini adalah semua lansia yang memiliki data mayor atau memiliki karakteristik yang sesuai dengan criteria inklusi 25 orang lansia. Instrumen penelitian ini SAP dan memodifikasi kuesioner pre dan post. Hasil penelitian selisih dari tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah terjadi peningkatan pemahaman dari skor baik dari 6 bertambah menjadi 14, dan yang memiliki nilai cukup dari 9 menurun menjadi 10 lansia, sedangkan skor kurang 10 orang menurun menjadi 2 orang. Analisa hasil penelitian dengan uji wilcoxon diperoleh nilai p value 0,007 < α (0,05), disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari edukasi berfikir positif terhadap peningkatan pengetahuan lansia dengan masalah psikososial ketidakberdayaan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan Pengaturan hidup yang dilakukan oleh Lansia dalam hal meningkatkan kemandirian didalam kehidupan sehari-hari, akan membuat lansia lebih bermakna dan bahagia sehingga Dukungan sosial dari orang terdekat misal keluarga, petugas kesehatan yang merawat diharapkan selalu aktif dan konsiten
Edukasi Jus Melon Sebagai Terapi Non Farmakologi dalam Pengendalian Tekanan Darah Asrina Pitayanti; Fitria Yuliana
Jurnal Masyarakat Mengabdi Nusantara Vol. 2 No. 2 (2023): Juni : Jurnal Masyarakat Mengabdi Nusantara
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58374/jmmn.v2i2.142

Abstract

Hypertension is an increasingly important medical and public health problem. Prevention and management of hypertension is a major public health challenge. Many cardiovascular diseases, cerebrovascular diseases, and hypertension can be prevented by implementing medication through routine control and realizing the importance of a healthy lifestyle. The method used is to provide education and demonstration of non-pharmacological therapy about melon juice. Melon juice therapy can be used as an alternative therapy in lowering blood pressure in hypertensive patients. which is easy and cheap without compromising the benefits of pharmacological drugs applied by medical personnel. The content of melon fruit contains a lot of Potassium which functions to lower blood pressure because it can cause vasodilation, dilate blood vessels, so that blood pressure can decrease. Community service activities are aimed at all residents in order to increase knowledge about non-pharmacological therapies that are relatively safe from side effects.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN JADWAL MENJALANI TERAPI HEMODIALISIS PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK Fitria Yuliana; Asrina Pitayanti
Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2022): Volume 1, Nomor 2, Agustus 2022
Publisher : STIKES Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/pipk.v1i2.210

Abstract

Dukungan keluarga pada pasien gagal ginjal kronis yang melaksanakan terapi hemodialisa bermanfaat untuk memperpanjang usia harapan hidup. Kapatuhan melakukan terapi sesuai jadwal rutin yang ditetapkan Rumah sakit perlu di dukung oleh keluarga sebagai support system kesembuhan pasien. Ketidakpatuhan melakukan hemodialisis memberikan dampak negatif yang besar. Pasien dapat mengalami banyak komplikasi penyakit yang mengganggu kehidupannya yaitu, gangguan secara fisik, psikis maupun social. Tujuan dari penelitian ini adalah Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Jadwal Menjalani Terapi Hemodialisis Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Di RSUD Caruban. Desain penelitian Jenis penelitian ini adalah korelasi. Sedangkan metode pendekatan yang dilakukan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel sejumlah 60 orang pasien yang diambil secara purposive. Kuesioner data khusus yang berupa pernyataan mengenai dukungan keluarga dan lembar kunjungan jadwal hemodialis diperoleh dari buku pendaftaran paien. Metode analisis statistik yang digunakan Uji chi square. Hasil penelitaian sebagian besar dukungan keluarga cukup sebanyak 24 responden (40%) dan kepatuhan jadwal terapi sebagian besar yaitu tidak patuh sebanyak 33 responden (55%). Hasil uji statistik chi-square menunjukkan ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan jadwal menjalani terapi hemodialisis pada pasien gagal ginjal kronik di ruang hemodialisa RSUD Caruban dengan tingkat keeratan hubungan kuat (0,785). Peran keluarga pasien dalam memberi dukungan sangat dibutuhkan, support terus menerus dari keluarga diharapkan dapat dilakukan dalam menemani dan mefasilitasi kebutuhan berupa kebutuhan biologi, psikologis, social dan spiritual untuk selalu rutin melakukan terapi hemodialisa supaya paien merasa berharga dan mampu menerima kondisi dalam menjalani pengobatannya
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENCEGAHAN STUNTING PADA IBU DAN REMAJA DI DESA MADIGONDO KABUPATEN MAGETAN Priyoto, Priyoto; Pitayanti, Asrina; Mulyati, Sesaria Betty
Jurnal Bhakti Civitas Akademika Vol. 7 No. 1 (2024): Volume VII, Nomor 1, Januari 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Dian Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman masyarakat terutama ibu dan remaja putri tentang stunting pada anak masih sangat minim, sehingga anak merupakan kelompok yang menjadi pusat perhatian pada pencegahan stunting. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat terutama ibu dan remaja putri dalam inovasi pencegahan stunting pada kelompok beresiko tinggi. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode promosi kesehatan yaitu meliputi pendekatan dan pemberian edukasi. Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini berjumlah 20 individu yang terdiri dari ibu pkk dan remaja putri. Seluruh (100 %) peserta berpartisipasi aktif dalam kegiatan penyuluhan kesehatan, 80 % peserta mengungkapkan baru mengetahui stunting dan cara pencegahanya. Seluruh (100 %) peserta mampu mengetahui penyebab stunting dan cara pencegahnya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa hasil Pengetahuan masyarakat tentang stunting dapat meningkat dengan mengoptimalkan peran keluarga terutama ibu dan remaja putri dalam mengasuh anak maupun peran dalam keluarga tentang Cegah Stunting Dengan Pola Makan, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Selama Periode 1000 Hari Pertama Kehidupan