Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Factors Affecting Consumer Satisfaction Girsang, Nanda March Dhearni; Faadhil, Faadhil
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 7, No 3 (2025): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), February
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jehss.v7i3.2336

Abstract

This study presents a literature review of the factors influencing consumer satisfaction. Consumer satisfaction results from the accumulation of consumers and consumers where there is an assessment of the unique features of the product or service that are by consumer expectations. Satisfying consumer needs is the desire of every company. In addition to being an essential factor for the company's survival, satisfying consumer needs can increase competitive advantage. The importance of studying consumer satisfaction has been widely expressed in previous studies. The study revealed many factors influencing consumer satisfaction, such as product quality, service quality, price, warranty, and emotional and perceived security. The research method uses a systematic literature review. Research data was obtained through an internet search regarding consumer satisfaction journals with the criteria for articles used, namely those published in the last 5 years, from 2019 to 2024. Article searches through the Researchgate database, Google Scholar and Google Search were done using the keywords satisfaction, consumers, and customers. The number of journals analyzed was 11 journals. Data is used to identify and analyze factors that influence consumer satisfaction. The results of this study conclude that several factors affect consumer satisfaction, including duct quality, service quality, price, warranty, emotion, and perception of security.
HUBUNGAN ANTARA LINGKUNGAN KERJA DENGAN KETERLIBATAN KARYAWAN DI PT. SPC (SINAR PERDANA CARAKA) WILMAR GROUP Fauzan, Khairil; Nuranasmita, Tengku; Faadhil, Faadhil
JURNAL PSYCHOMUTIARA Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Psychomutiara
Publisher : Psikologi Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/psikologi.v8i2.6772

Abstract

Latar belakang: Lingkungan kerja merupakan faktor penting yang dapat meningkatkan keterlibatan karyawan terhadap perusahaan. Kondisi kerja yang nyaman, aman, dan mendukung mendorong karyawan untuk bekerja lebih optimal, memiliki komitmen yang lebih tinggi, serta terlibat secara emosional dan kognitif. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara lingkungan kerja dengan keterlibatan karyawan di PT SPC (Sinar Perdana Caraka) Wilmar Group. Metode: penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional. Populasi penelitian berjumlah 119 karyawan, dengan 40 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala lingkungan kerja oleh Permatasari (2011) dan skala keterlibatan karyawan yang dikembangkan oleh Schaufeli dan Bakker (2004). Analisis data menggunakan korelasi Pearson. Hasil: penelitian menunjukkan koefisien korelasi sebesar rxy = 0,675 dengan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara lingkungan kerja dan keterlibatan karyawan. Lingkungan kerja memberikan kontribusi efektif sebesar 45,6% terhadap keterlibatan karyawan, sedangkan 54,4% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain seperti kepemimpinan, budaya organisasi, dan kesempatan pengembangan karier. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa lingkungan kerja dan keterlibatan karyawan berada pada kategori sangat baik, ditunjukkan oleh nilai mean empirik yang lebih tinggi dibandingkan mean hipotetik. Kesimpulan: bahwa lingkungan kerja berperan penting dalam meningkatkan keterlibatan karyawan.
An Integrated Linguistic and Metaheuristic-Optimized Elman Neural Network Framework for Cyberbullying Detection Siti Aisyah; Arnes Sembiring; Faadhil Faadhil; Hartono Hartono; Rahmad Syah; M. Khahfi Zuhanda
Journal of Applied Data Sciences Vol 7, No 3: September 2026
Publisher : Bright Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47738/jads.v7i3.1337

Abstract

The rapid growth of social media platforms has intensified the need for accurate cyberbullying detection systems capable of understanding contextual and linguistically complex expressions. Existing machine learning and deep learning approaches often suffer from limited interpretability, insufficient contextual understanding, and suboptimal parameter optimization, reducing their effectiveness in identifying harmful online content. This study proposes a novel cyberbullying detection framework that integrates Linguistic Rule-Based Feature Extraction, an Elman Neural Network (ENN), and the Local Search-Based Improved Bat Algorithm (LSBIA). The main contribution of this research lies in the synergistic combination of interpretable linguistic knowledge, contextual sequence modeling, and metaheuristic optimization within a unified classification framework. Linguistic rules are employed to capture negation patterns, intensifiers, and adjective–noun relationships, while ENN models contextual dependencies through recurrent memory structures. LSBIA is utilized to optimize network parameters and improve convergence stability. Experiments were conducted using textual data collected from Instagram, Twitter, and Facebook and evaluated using stratified 10-fold cross-validation. The proposed method achieved an accuracy of 99.12%, precision of 94.73%, recall of 97.45%, and F1-score of 93.91%, outperforming Support Vector Machine (91.20% accuracy), Naïve Bayes (89.75%), and Decision Tree (90.10%). Ablation experiments further demonstrated the importance of each component, where removing linguistic rules reduced accuracy to 94.90%, removing sentiment scoring reduced accuracy to 96.30%, and replacing ENN with LSTM, GRU, or Transformer architectures resulted in lower accuracies of 92.50%, 91.90%, and 93.20%, respectively. These findings confirm that integrating linguistic feature engineering, contextual neural modeling, and metaheuristic optimization significantly enhances cyberbullying detection performance while maintaining interpretability. The novelty of this study resides in the integration of linguistic rule-based representation with LSBIA-optimized ENN for context-aware cyberbullying classification.
HUBUNGAN ANTARA LINGKUNGAN KERJA DENGAN KETERLIBATAN KARYAWAN DI PT. SPC (SINAR PERDANA CARAKA) WILMAR GROUP Khairil Fauzan K; Tengku Nuranasmita; Faadhil Faadhil
JURNAL PSYCHOMUTIARA Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Psychomutiara
Publisher : Psikologi Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Lingkungan kerja merupakan faktor penting yang dapat meningkatkan keterlibatan karyawan terhadap perusahaan. Kondisi kerja yang nyaman, aman, dan mendukung mendorong karyawan untuk bekerja lebih optimal, memiliki komitmen yang lebih tinggi, serta terlibat secara emosional dan kognitif. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara lingkungan kerja dengan keterlibatan karyawan di PT SPC (Sinar Perdana Caraka) Wilmar Group. Metode: penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional. Populasi penelitian berjumlah 119 karyawan, dengan 40 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala lingkungan kerja oleh Permatasari (2011) dan skala keterlibatan karyawan yang dikembangkan oleh Schaufeli dan Bakker (2004). Analisis data menggunakan korelasi Pearson. Hasil: penelitian menunjukkan koefisien korelasi sebesar rxy = 0,675 dengan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara lingkungan kerja dan keterlibatan karyawan. Lingkungan kerja memberikan kontribusi efektif sebesar 45,6% terhadap keterlibatan karyawan, sedangkan 54,4% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain seperti kepemimpinan, budaya organisasi, dan kesempatan pengembangan karier. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa lingkungan kerja dan keterlibatan karyawan berada pada kategori sangat baik, ditunjukkan oleh nilai mean empirik yang lebih tinggi dibandingkan mean hipotetik. Kesimpulan: bahwa lingkungan kerja berperan penting dalam meningkatkan keterlibatan karyawan.