Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PERHITUNGAN PREMI LANJUTAN (RENEWAL PREMIUM) PADA ASURANSI KESEHATAN KUMPULAN MENGGUNAKAN METODE EXPERIENCE RATING DI PT ABC Clarissa, Putri Rumondang; Hikmah, Yulial; Hikmah, Ira Rosianal
MAp (Mathematics and Applications) Journal Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/map.v6i1.8556

Abstract

Asuransi Kesehatan merupakan suatu perlindungan keuangan untuk memberikan jaminan atas biaya pengobatan dan perawatan medis yang dibutuhkan seseorang ketika sakit. Asuransi Kesehatan dibagi menjadi dua kategori, yaitu Asuransi Kesehatan Individu dan Asuransi Kesehatan Kumpulan. Asuransi Kesehatan Kumpulan ditujukan untuk para karyawan dengan Perusahaan Pemberi Kerja sebagai pemegang polisnya. Pada umumnya, Asuransi Kesehatan Kumpulan memiliki kontrak polis yang berjangka satu tahun, dimana ketika polis tersebut sudah berakhir, maka akan dilakukan evaluasi ulang untuk menentukan premi lanjutan (renewal premium). Terdapat beberapa metode yang dapat digunakan untuk menetapkan tarif premi lanjutan pada Asuransi Kesehatan Kumpulan, diantaranya manual rating, experience rating, dan blended rating. Umumnya, perusahaan asuransi menggunakan metode experience rating untuk menghitung premi lanjutan karena metode ini menggunakan data pengalaman klaim dan biaya-biaya yang terjadi di masa lalu. Pada penelitian ini dijelaskan bagaimana proses perhitungan premi lanjutan menggunakan metode experience rating dengan loss ratio. Hasil menunjukkan bahwa proses perhitungan dapat dilakukan dengan empat tahap, yaitu: menghitung loss ratio, menghitung permissible loss ratio, menghitung gross rate, dan terakhir menghitung premi lanjutan (renewal premium). Berdasarkan studi kasus di PT ABC, akan diberikan dua kemungkinan dalam penentuan besar premi lanjutan. Kemungkinan pertama yaitu besar premi lanjutan akan naik (meningkat) dari premi awal. Sementara, kemungkinan keduanya yaitu besar premi lanjutan akan tetap sama pada premi awal sebelumnya. Semakin tinggi besar klaim daripada besar premi pada suatu polis, maka akan semakin tinggi juga kemungkinan premi lanjutan (renewal premium) pada polis tersebut.
Cyberaksi 3.0 Empowering Cybersecurity Skill Arizal; Amiruddin; Priambodo, Dimas Febriyan; Sidabutar, Jeckson; Hikmah, Ira Rosianal; Sunaringtyas, Septia Ulfa; Yulita, Tiyas
Jurnal Pelita Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/jpp.v2i2.4870

Abstract

Kesadartahuan terhadap keamanan siber menjadi salah satu hal yang perlu dimiliki oleh masyarakat seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Salah satunya pemanfaatan teknologi jaringan 5G selain meningkatkan kualitas layanan berbasis internet, juga memberikan ancaman baru yang patut diwaspadai. Program kesadartahuan dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat terkait pemanfaatan teknologi 5G, berbagai ancaman keamanan siber yang muncul akibat adanya teknologi ini serta rekomendasi aksi yang bisa dilaksakan untuk memitigasi risiko yang muncul. Program pengabdian masyarakat ini disampaikan dalam bentuk webinar dilengkapi dengan workshop Capture The Flag untuk meningkatkan kemampuan peserta mengidentifikasi kerawanan. Dari hasil analisis pretest-posttest sejumlah 544 peserta, dinyatakan bahwa program kesadartahuan Cyberaksi 3.0 dengan tema empowering cybersecurity skill efektif meningkatkan pengetahuan peserta dengan nilai t_((0,025;107))=1,98.
Security Testing of XYZ Website Application Using ISSAF and OWASP WSTG v4.2 Methods Yusuf, Muhammad Firdaus; Hikmah, Ira Rosianal; Amiruddin; Sunaringtyas, Septia Ulfa
Teknika Vol. 14 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Center for Research and Community Service, Institut Informatika Indonesia (IKADO) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/teknika.v14i1.1156

Abstract

The research focuses on improving the security of information systems in ABC City, specifically on the XYZ website application developed by the Communication and Informatics Office ABC to assist in governmental administration and manage various critical data. This study is motivated by the high incidence of cybersecurity threats in the governmental administration sector, as reported by Badan Siber dan Sandi Negara in November 2023. The primary objective of this research is to identify security vulnerabilities within the XYZ website application. The research employs the Information Systems Security Assessment Framework (ISSAF) as the primary security testing framework and the OWASP Web Security Testing Guide (WSTG) version 4.2 as the guide for the penetration testing phase, one of the stages in ISSAF for validating vulnerabilities. Validated vulnerabilities are further assessed for severity using the OWASP Risk Rating guidelines to estimate the risk and impact of potential attacks on the Communication and Informatics Office ABC. The research methodology uses a black-box testing approach. To ensure a structured approach, it provides security recommendations using the SMAACT method. This research includes a report on the identified vulnerabilities and recommendations that the Communication and Informatics Office ABC can implement to address these vulnerabilities. The findings of this study are expected to provide insights into existing security vulnerabilities within the website application and practical recommendations for improvement, benefiting both the practical context of enhancing information security at the Communication and Informatics Office ABC and the theoretical context as a reference for similar future research.
Perancangan Kriteria CSA Sektor Industri Energi berdasarkan CIS Control dan Peraturan Menteri BUMN Andriawan, Melandy; Hikmah, Ira Rosianal; Yulita, Tiyas
Info Kripto Vol 19 No 2 (2025)
Publisher : Politeknik Siber dan Sandi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56706/ik.v19i2.126

Abstract

Perkembangan teknologi digital di Indonesia tumbuh sangat pesat dan telah mendorong lonjakan pemanfaatan ruang siber. Dengan kemudahan akses serta fleksibilitasnya, ruang siber kini menjadi tulang punggung utama aktivitas di era modern. Tidak hanya digunakan masyarakat luas, ruang siber juga menopang berbagai sektor strategis nasional yang tergolong sebagai Infrastruktur Informasi Vital Nasional (IIVN), termasuk sektor industri energi. Namun, di balik peluang besar tersebut, ruang siber menyimpan berbagai kerentanan yang berpotensi menjadi celah serangan siber. Untuk menjawab tantangan ini, organisasi perlu menerapkan Cyber Security Audit (CSA) sebagai upaya evaluasi menyeluruh atas tingkat keamanan sistem yang mereka kelola. CSA dapat mengacu pada standar internasional, seperti NIST Cybersecurity Framework (CSF), CIS Controls, maupun COBIT. Dalam penelitian ini, NIST CSF dan CIS Controls dipilih karena memiliki struktur hierarkis yang jelas, terukur, serta mudah diimplementasikan. Lebih jauh, kedua standar tersebut diselaraskan dengan Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-02/MBU/02/2018 dan PER-03/MBU/02/2018 sebagai landasan hukum pelaksanaan audit. Hasil dari proses harmonisasi ini melahirkan seperangkat 160 pertanyaan audit, yang dikelompokkan ke dalam empat domain utama: Identify (23 pertanyaan), Protect (90 pertanyaan), Detect (35 pertanyaan), dan Respond (12 pertanyaan).
Analisis Komparatif Keamanan Aplikasi Pengelola Kata Sandi Berbayar Lastpass, 1Password, dan Keeper Berdasarkan ISO/IEC 25010 Aditama, Whisnu Yudha; Hikmah, Ira Rosianal; Priambodo, Dimas Febriyan
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 10 No 4: Agustus 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2023106544

Abstract

Authentikasi merupakan salah satu faktor terpenting dalam ruang lingkup keamanan komputer, penggunaan kata sandi menjadi metode autentikasi yang dominan diterapkan pada website ataupun desktop. Penanganan yang buruk terhadap kata sandi dapat memicu berbagai risiko seperti pencurian data sensitif, dan kerusakan reputasi, yang dapat dirasakan baik individu maupun organisasi. Aplikasi pengelola kata sandi tersedia secara gratis maupun berbayar untuk membantu pengguna dalam mengelola banyaknya kata sandi. Aplikasi pengelola kata sandi berbayar memiliki keunggulan dalam hal popularitas dan fungsi yang ditawarkan kepada pengguna. Akan teteapi banyaknya penyedia aplikasi pengelola kata sandi membuat pengguna menghadapi banyak pilihan, sehingga perlu dilakukan komparasi mengenai keamanan pada aplikasi pengelola kata sandi yang akan digunakan. Pada penelitian ini dilakukan analisis komparasi keamanan pada aplikasi pengelola kata sandi berbayar Lastpass, 1Password, dan Keeper sebagai aplikasi yang populer berdasarkan ISO/IEC 25010 untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dari masing-masing aplikasi. Penelitian ini merupakan penelitian kausal komparatif dengan tiga tahapan penelitian. Hasil penelitian ini adalah Aplikasi Keeper lebih unggul dalam menerapkan pencegahan kerusakan data dan kebijakan autentikasi yang diperlukan. Sedangkan, aplikasi 1Password lebih unggul dalam membuktikan identitas pengguna sebagai yang diklaim dan mampu mencatat setiap aktivitas pengguna ke dalam log. dan aplikasi Lastpass memiliki keunggulan yang sama dengan aplikasi Keeper dalam durasi menyimpan log di dalam sistem. Selain itu, ketiga aplikasi memiliki tingkat keamanan yang sama dalam mengamankan data pengguna dari otoritas tidak sah, serta menerapkan penggunaan tanda tangan atau sertifikat digital untuk mencegah terjadinya penyangkalan.  Abstract Authentication is one of the most important factors in the scope of computer security, passwords are the dominant authentication method applied to websites or desktops. Poor handling of passwords can lead to various risks such as theft of sensitive data, and reputational damage, which can be felt by both individuals and organizations. Password manager apps are available both free and paid to help users manage multiple passwords. Paid password manager apps have an edge in terms of popularity and functionality offered to users. However, the many providers of password manager applications make users face many choices, so it is necessary to make a comparison regarding the security of the password manager application that will be used. In this study, a comparative security analysis was conducted on the paid password manager applications Lastpass, 1Password, and Keeper as popular applications based on ISO/IEC 25010 to determine the advantages and disadvantages of each application. This research is a comparative causal research with three stages of research. The results of this study are the Keeper application is superior in implementing data corruption prevention and authentication policies required. Meanwhile, the 1Password application is superior in proving the identity of the user as claimed and is able to log every user activity into a log. and the Lastpass application has the same advantages as Keeper application in the duration of keeping logs in the system. In addition, three applications have the same level of security in securing user data from unauthorized parties, and implement the use of digital signatures or certificates to prevent denial.
Implementation Cryptography and Access Control on IoT-Based Warehouse Inventory Management System Muhammad Yusuf; Arizal Arizal; Ira Rosianal Hikmah
MATRIK : Jurnal Manajemen, Teknik Informatika dan Rekayasa Komputer Vol. 22 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/matrik.v22i1.1849

Abstract

Warehousing is a product storage management activity to ensure product availability, so inventory management is needed to oversee the movement of logistics and equipment. Some things need to be considered in the storage process, such as the suitability of the storage location, safe from theft, and safe from physical disturbances. Vulnerabilities can occur when unauthorized users find out information from the database regarding stored goods, so a security mechanism for the warehouse database is needed. In addition, proper identification needs to be made of someone trying to access the database. In this research, a Warehouse Inventory Management System (WIMS) was created by implementing the AES-128 cryptographic algorithm, which was built using ESP32 and Raspberry Pi 3 devices. Time Password (T-OTP). The results show that the built system can overcome inventory problems in conventional warehousing management systems and implement data security using the AES-128 algorithm. The application of two-factor authentication in the form of smartcards and T-OTP shows very good results in testing its accuracy to overcome the vulnerability of unauthorized access to the system database
Estimation of Net Premium for Flight Delay Insurance Using the Aggregate Loss Model: A Case Study of Indonesia OTAs Husna, Azka Nurul; Hikmah, Yulial; Hikmah, Ira Rosianal
Jurnal Vokasi Indonesia Vol. 13, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air transportation, as one of the most chosen transportation modes, is frequently susceptible to delays. Flight Delay Insurance offers a vital solution to mitigate the financial losses associated with this risk. Premium pricing is a key factor influencing the decision to purchase this insurance, particularly on Online Travel Agent (OTA) platforms where product offerings are often highly comparable. The aggregate loss method is employed herein to ascertain the net premium (or pure premium) price. The loss severity component (X) is modeled using an empirical distribution, while the loss frequency component (N) is modeled using a Negative Binomial distribution with parameters r =1.3719 and β =102.05. The resulting collective monthly pure premium is Rp 84,000,261, which constitutes 66.71% of the average monthly gross premium revenue earned by the observed OTA platform. Consequently, the pure premium per unit is determined to be Rp 45,649. This study offers a novel contribution by applying the aggregate loss model to empirical data from the Online Travel Agent (OTA) industry in Indonesia, aligned with the national passenger compensation regulatory framework to yield practically accurate premium estimations.
Klasifikasi Minat Korban Banjir terhadap Pembelian Produk Asuransi Dampak Banjir Menggunakan Software Orange (Studi Kasus: Kota Jakarta Timur) Hikmah, Ira Rosianal; Hikmah, Yulial
IJAI (Indonesian Journal of Applied Informatics) Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ijai.v6i2.73163

Abstract

AbstrakHampir semua kota di Indonesia mengalami banjir setiap tahun, termasuk DKI Jakarta. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun 2020, Kota Jakarta Timur merupakan kota yang rawan banjir. Banjir merupakan bencana yang relatif paling banyak menimbulkan kerugian. Kerugian yang diakibatkan oleh banjir, terutama kerugian tidak langsung, dapat menempati urutan pertama atau kedua setelah gempa bumi atau tsunami. Menurut BNPB, Kota Jakarta Timur terkena dampak banjir terparah saat bencana banjir awal tahun 2020. Oleh karena itu, perlu adanya upaya mitigasi bencana untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya risiko banjir. Salah satu mitigasi risiko akibat bencana banjir adalah dengan membeli produk asuransi dampak banjir sebagai upaya pemidahan risiko yang mungkin akan terjadi. Namun, tidak semua orang membeli produk asuransi dampak banjir karena faktor ekonomi dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan prediksi terhadap minat penduduk Kota Jakarta Timur terutama yang mengalami banjir terhadap pembelian produk asuransi dampak banjir. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan algoritma supervised learning dengan tujuh pilihan model dan diperoleh tiga model yang dapat direkomendasikan adalah model Random Forest, Naive Bayes, dan SVM yang diperoleh berdasarkan kriteria evaluasi yaitu waktu yang dibutuhkan untuk training dan testing, tingkat akurasi, dan presisi, serta kurva ROC.AbstractAlmost all cities in Indonesia experience flooding every year, including DKI Jakarta. Based on data from the National Disaster Management Agency (BNPB) in 2020, East Jakarta City is a city that is prone to flooding. Flooding is a disaster that relatively causes the most losses. Losses caused by floods, especially indirect losses, can rank first or second after an earthquake or tsunami. According to BNPB, East Jakarta City was worst affected by flooding during the early 2020 flood disaster. Therefore, disaster mitigation efforts are needed to minimize the possibility of flood risk. One of the risk mitigations due to floods is to buy flood impact insurance products to transfer risks that may occur. However, not everyone buys flood impact insurance products due to economic and social factors. This study aims to predict the interest of residents of East Jakarta City, especially those who experience flooding, to purchase flood impact insurance products. Therefore, this study used a supervised learning algorithm with seven model choices and obtained three models that can be recommended, namely the Random Forest, Naive Bayes, and SVM models obtained based on the evaluation criteria, namely the time required for training and testing, the level of accuracy, and precision, as well as the ROC curve.