Seiring perkembangan teknologi, mesin frais (milling) semakin dibutuhkan dalam produksi dan pendidikan. Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi ketebalan pemakanan dan diameter cutter terhadap getaran yang terjadi selama proses pemakanan muka. Variasi ketebalan pemakanan yang digunakan adalah 0,5 mm, 1 mm, dan 1,5 mm, dengan diameter cutter 55 mm. Pengukuran getaran dilakukan menggunakan vibration tester VM-6380 pada tiga arah (vertikal, horizontal, dan aksial), menghasilkan data berupa displacement, velocity, dan acceleration yang diolah menjadi amplitudo. Hasil penelitian menunjukkan amplitudo terbesar terjadi pada arah horizontal dengan kedalaman pemakanan 0,5 mm menggunakan cutter diameter 55 mm pada kecepatan 125 rpm sebesar 0,1153 mm. Pada arah aksial, amplitudo tertinggi tercatat sebesar 0,0453 mm pada kedalaman 1 mm, dan pada arah vertikal amplitudo terbesar adalah 0,0492 mm pada kedalaman 1,5 mm. Kesimpulan menunjukkan bahwa amplitudo terbesar secara umum terjadi pada arah horizontal dengan ketebalan pemakanan 0,5 mm. Penelitian ini memberikan wawasan penting mengenai pengaruh parameter pemakanan terhadap getaran, yang dapat membantu optimalisasi proses milling.