Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisa Getaran Mesin Milling 1217 Horizontal Terhadap Pengaruh Variasi Kedalaman Potong Pada Proses Pembuatan Roda Gigi Zaira, Jupri Yanda
JURNAL MECHANICAL Vol 16 No 1 (2025): JURNAL MECHANICAL
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/mech.v16i1.6041

Abstract

Seiring perkembangan teknologi, mesin frais (milling) semakin dibutuhkan dalam produksi dan pendidikan. Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi ketebalan pemakanan dan diameter cutter terhadap getaran yang terjadi selama proses pemakanan muka. Variasi ketebalan pemakanan yang digunakan adalah 0,5 mm, 1 mm, dan 1,5 mm, dengan diameter cutter 55 mm. Pengukuran getaran dilakukan menggunakan vibration tester VM-6380 pada tiga arah (vertikal, horizontal, dan aksial), menghasilkan data berupa displacement, velocity, dan acceleration yang diolah menjadi amplitudo. Hasil penelitian menunjukkan amplitudo terbesar terjadi pada arah horizontal dengan kedalaman pemakanan 0,5 mm menggunakan cutter diameter 55 mm pada kecepatan 125 rpm sebesar 0,1153 mm. Pada arah aksial, amplitudo tertinggi tercatat sebesar 0,0453 mm pada kedalaman 1 mm, dan pada arah vertikal amplitudo terbesar adalah 0,0492 mm pada kedalaman 1,5 mm. Kesimpulan menunjukkan bahwa amplitudo terbesar secara umum terjadi pada arah horizontal dengan ketebalan pemakanan 0,5 mm. Penelitian ini memberikan wawasan penting mengenai pengaruh parameter pemakanan terhadap getaran, yang dapat membantu optimalisasi proses milling.
RH Laksmana's Yam Flour Market Expansion with Technology and Digital Marketing : Ekspansi Pasar Tepung Ubi RH Laksmana dengan Implementasi Teknologi dan Pemasaran Digital Putri Madona; Zaira, Jupri Yanda; Wijianto, Agus; Henim, Silvana Rasio; Trisnadoli, Anggy; Chandra, Irwan
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2025): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v9i2.23602

Abstract

Cassava is one of the primary food commodities with a strategic role in supporting food security. In Riau Province, cassava production centers continue to grow annually. One of the cassava-based products with increasing demand in both national and international markets is cassava flour. RH Laksmana Cassava Flour is a producer located in Kampar Regency, relying on sunlight for drying cassava chips and manually sieving flour using a 40 cm kitchen sieve, which is inefficient. Marketing efforts are limited to personal social media accounts. This community service project implemented two machines, provided a website and its training, and conducted digital marketing training. Results showed a 41.6% improvement in sieving time efficiency and a 140% increase in sieved production output. Drying processes also became more hygienic and weather-independent, with a capacity of 160 kg/day
Studi Eksperimental Pengaruh Waktu Granulasi Dan Bahan Campuran Terhadap Keseragaman Bentuk Granular Zaira, Jupri Yanda; Putra, Alhadi; Irdam, Fortinov Akbar; Novison, Roni
Majamecha Vol. 7 No. 2 (2025): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v7i2.4328

Abstract

Pupuk granul merupakan salah satu bentuk pupuk organik yang lebih praktis digunakan petani karena memiliki ukuran seragam dan mudah diaplikasikan ke lahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi bahan campuran dan waktu granulasi terhadap keseragaman bentuk butiran granul. Metode yang digunakan berupa pengujian eksperimental dengan memanfaatkan bahan baku kotoran sapi dan kambing, baik dalam kondisi basah maupun kering, dengan tambahan perekat ampas CPO dan solid sawit. Proses granulasi dilakukan pada sudut mata penahan 36° dengan variasi waktu 5, 10, dan 15 menit. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kotoran kambing kering dengan perekat solid sawit memberikan performa terbaik, menghasilkan butiran lebih seragam pada rentang ukuran 2–5 mm. Waktu granulasi 10–15 menit terbukti paling efektif dalam membentuk granul yang stabil, sedangkan bahan baku basah tidak direkomendasikan karena kandungan air yang tinggi menyebabkan penggumpalan. Temuan ini menegaskan bahwa pemilihan bahan baku dan durasi granulasi yang tepat sangat berpengaruh terhadap kualitas pupuk granul yang dihasilkan. Persentase keberhasilan hasil dari pengujian ini sebesar 25% dari bahan input kotoran kambing 1 kg dan bahan baku 1 kg.