Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Senam SKJ 2008 Terhadap Kebugaran Jasmani Siswi Sekolah Dasar Negeri 20 Alang Laweh Padang Selatan Kota Padang Oktavani, Lucy; Meirony, Arfon
Journal of Education Reseach and Evaluation Vol 1 No 3 (2017): August
Publisher : LPPM Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.738 KB) | DOI: 10.23887/jere.v1i3.11694

Abstract

Pendidikan jasmani merupakan bagian integrasi dari pendidikan secara keseluruhan melalui berbagai kegiatan jasmani. Aktivitas fisik yang terencana dan terukur memungkinkan siswi bisa meningkatkan kebugarannya. Latihan yang dapat meningkatkan kebugaran jasmani siswi adalah senam kebugaran jasmani (SKJ) 2008. Siswi yang tidak memiliki kebugaran jasmani yang baik, maka siswi tidak akan belajar dengan baik, karena kurangnya semangat di dalam belajar, pusing dan mengantuk. Masa usia sekolah dasar (SD) merupakan masa kanak-kanak yang berlangsung dari usia enam tahun, karakteristik utama siswa SD adalah mereka menampilkan perbedaan-perbedaan individual dalam banyak segi dan bidang, di antaranya perkembangan fisik anak. Kebugaran adalah kemampuan tubuh seseorang untuk melakukan tugas dan pekerjaan sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti, sehingga tubuh masih memiliki simpanan tenaga untuk mengatasi beban kerja tambahan. Senam  ialah suatu latihan tubuh yang dipilih dan dikonstruk secara sengaja, yang dilakukan secara sistematis dengan tujuan meningkatkan kebugaran jasmani. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen, populasi dan sampel penelitian siswi dari kelas IV sampai V dengan jumlah 28 orang. Uji statistik yang digunakan adalah t-test, dari hasil thitung (3,70) > ttabel (2,05). Berarti bahwa hipotesis penelitian dapat diterima dengan nilai selisih peningkatan yang ditemukan sebesar 3,97%. Berdasarkan analisis data dan pembahasan, maka dapat dikemukakan kesimpulan. Senam SKJ 2008 berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kebugaran jasmani siswi. 
Motivasi Siswa Kelas IV Dan V Dalam Mengikuti Senam Indonesia Hebat Di UPT SD N 13 Sembilan Koto Kabupaten Dharmasraya Putri, Triana; Oktavani, Lucy; Sepriadi, Sepriadi; Zulbahri, Zulbahri
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v5i3.6326

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan motivasi intrinsik dan ekstrinsik siswa kelas IV dan V dalam mengikuti Senam Anak Indonesia Hebat di UPT SD Negeri 13 Sembilan Koto, Kabupaten Dharmasraya. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Populasi berjumlah 109 peserta didik, sedangkan sampel terdiri atas 38 siswa kelas IV dan V yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket motivasi berskala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis dengan persentase. Hasil menunjukkan bahwa motivasi keseluruhan berada pada kategori baik; 32 siswa (84,21%) berkategori baik dan 6 siswa (15,79%) sangat baik. Motivasi intrinsik mencakup 1 siswa (2,63%) berkategori cukup, 33 siswa (86,84%) baik, dan 4 siswa (10,53%) sangat baik. Motivasi ekstrinsik mencakup 18 siswa (47,37%) berkategori baik dan 20 siswa (52,63%) sangat baik. Tidak terdapat siswa berkategori kurang atau kurang sekali. Guru dan sekolah perlu mempertahankan motivasi melalui arahan, penguatan positif, kegiatan menarik, dan sarana yang memadai dan sesuai dengan karakteristik siswa. This study aimed to describe the intrinsic and extrinsic motivation of fourth- and fifth-grade students participating in Senam Anak Indonesia Hebat at UPT SD Negeri 13 Sembilan Koto, Dharmasraya Regency. A quantitative descriptive survey design was used. The population comprised 109 students, while the sample consisted of 38 fourth- and fifth-grade students selected through purposive sampling. Data were collected using a validated and reliable Likert-scale questionnaire and analyzed using percentages. Overall motivation was classified as good; 32 students (84.21%) were in the good category and 6 students (15.79%) were in the very good category. Intrinsic motivation included 1 student (2.63%) in the fair category, 33 students (86.84%) in the good category, and 4 students (10.53%) in the very good category. Extrinsic motivation included 18 students (47.37%) in the good category and 20 students (52.63%) in the very good category. No students were classified as poor or very poor. Teachers and schools should maintain motivation through clear guidance, positive reinforcement, engaging activities, and adequate facilities.
PROFIL KETERAMPILAN GERAK DASAR LOKOMOTOR SISWA DI SEKOLAH DASAR NEGERI 23 LUBUK ALUNG KABUPATEN PADANG PARIAMAN Syahrani, Luzy; Andli Marta, Ibnu; Bakhtiar, Syahrial; Oktavani, Lucy
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomer 03, September 2026 Publication
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.60887

Abstract

This study aims to describe the locomotor skills profile of students at State Elementary School 23 Lubuk Alung, Padang Pariaman Regency. This research is expected to provide a clear overview of students' locomotor skill conditions and serve as a basis for improving physical education. This research employs a descriptive method with a quantitative approach. The sample consists of 36 students selected using a purposive sampling technique. The instrument utilized is the Test of Gross Motor Development-2 (TGMD-2) subtest, focusing on locomotor skills. Data were analyzed using percentage descriptive statistical techniques with a 5-point scale application to determine students' ability classification. The results indicate that out of 36 students: (1) 3 students (8.33%) are classified as "Excellent"; (2) 8 students (22.22%) "Good"; (3) 13 students (36.11%) "Fair"; (4) 10 students (27.78%) "Poor"; and (5) 2 students (5.56%) "Very Poor". The average locomotor score is 30 points with a standard deviation of 5.02 (Fair category). These findings indicate the need for enhanced, structured physical education and full teacher support.
STUDI KEBUGARAN JASMANI SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 26 AIR TAWAR TIMUR KOTA PADANG Adila, Nur; Deswandi; Astuti, Yuni; Oktavani, Lucy
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.61367

Abstract

This research was motivated by the importance of physical education, sports, and health (PJOK) in shaping a healthy and fit generation. However, at State Elementary School 26 Air Tawar Timur, particularly among fifth-grade students, physical fitness tests and measurements had never been conducted, leaving students' physical conditions unknown. The aim of this study was to determine the physical fitness level of male and female fifth-grade students at the school. A quantitative descriptive method was employed, utilizing tests and measurements with the Indonesian Student Fitness Test (TKSI) Phase C instrument, which includes hand-eye coordination (Child Ball), accuracy (Tok Tok Ball), agility (Shuttle Run), abdominal muscle strength (Move The Ball), and cardiorespiratory endurance (600-meter Run). The sample consisted of 27 students (16 males and 11 females) selected through purposive sampling, and the collected data were analyzed using frequency distribution. The results revealed that the physical fitness level of male students fell into the poor category with an average score of 12, while female students also fell into the poor category with an average score of 11. Overall, no students achieved the good or excellent categories. In conclusion, the physical fitness level of fifth-grade students at SDN 26 Air Tawar Timur, Padang City, is classified as low. Therefore, improvement efforts are necessary through learning modifications, limiting gadget use, and enhancing sports facilities and infrastructure to optimally support students' physical activities.