Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Self-Actualization Dan Gaya Hidup Hangout Terhadap Keputusan Pembelian di Kedai Kopi Janji Jiwa Pada Generasi Milenial Bekasi Sari, Linda Puspita; Hana Mufida Rahmi; Selvy Trisya Hardianti; Retno Purwani Setyaningrum
Jurnal Ekonomi Syariah Pelita Bangsa Vol. 8 No. 02 (2023): JESPB Edisi Oktober 2023
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/jespb.v8i02.803

Abstract

The purpose of this research was to determine the effect of self-actualization and hangout lifestyle on purchasing decisions at Janji Jiwa Coffee Shop for the Bekasi millennial generation. The study employs a quantitative approach and an associative method. The research sample is obtained using non-probability sampling, involving 100 respondents who are consumers of Kedai Kopi Janji Jiwa and have made at least one purchase. Data collection is conducted through questionnaires, while data analysis utilizes validity tests, reliability tests, and hypothesis testing with the assistance of SmartPLS 4.0. The findings of this research indicate that self-actualization (X1) significantly influences purchase decisions. Additionally, the hangout lifestyle (X2) also has a significant impact on purchase decisions. Both self-actualization and hangout lifestyle significantly influence purchase decisions at Kedai Kopi Janji Jiwa among the millennial generation in Bekasi
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Sikap Terhadap Infeksi Menular Seksual pada Mahasiswa Pendidikan Dokter Saenong, Rizqa Haerani; Sari, Linda Puspita
Muhammadiyah Journal of Midwifery Vol 1, No 2 (2020): Muhammadiyah Journal of Midwifery (MyJM)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.447 KB) | DOI: 10.24853/myjm.1.2.51-56

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan suatu penyakit yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual. IMS akan lebih berisiko apabila melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan baik melalui vagina, oral maupun anal. Menurut BKKBN tahun 2017, sebanyak 14% wanita dan 2% pria kawin yang sudah pernah melakukan hubungan seksual mengalami IMS atau gejalanya dalam waktu 12 bulan terakhir. Tujuan: untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Muhammadiyah Jakarta Angkatan 2019 tentang Infeksi Menular Seksual. Metode: penelitian ini merupakan penelitian survei yang bersifat analisis deskriptif. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah cross sectional, dengan jumlah sampel 105 responden. Instrumen penelitian berupa angket dengan menggunakan skala guttman, pemberian skor 2 apabila pertanyaan dijawab benar dan 1 apabila dijawab salah. Analisis uji hipotesis menggunakan uji Chi Square. Hasil: terdapat 91,4% responden yang memiliki pengetahuan dengan kategori baik dan 90,5% responden memiliki sikap dengan kategori baik terhadap Infeksi Menular Seksual. Responden yang memiliki pengetahuan tentang Infeksi Menular Seksual yang baik cenderung memiliki sikap yang baik pula terhadap Infeksi Menular Seksual, dengan nilai p value 0,000 maka dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang infeksi menular seksual dengan sikap terhadap infeksi menular seksual. Kesimpulan: seseorang yang memiliki pengetahuan Infeksi Menular Seksual yang baik mempengaruhi sikap terhadap Infeksi Menular Seksual yang baik sebesar ±22 kali lebih besar dibanding yang tidak memiliki pengetahuan mengenai Infeksi Menular Seksual.
Eksplorasi Pengalaman Mahasiswa Terhadap Kesulitan Menghadapi Ujian OSCA : An Exploration of Students' Experiences of Difficulties Facing The OSCA Exam Vanda S, Azzahra; Arthamevia B, Deandra; Rahma W, Nesya; Maya, Fadia Nur; Liswidya D, Hasnahayu; Febri S, Farid; Sari, Linda Puspita; Yuda, Bagus Nur; Pranata, Satriya
Jurnal Aliansi Keperawatan Indonesia Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Aliansi Keperawatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jaki.v1i2.9

Abstract

Latar Belakang: OSCA adalah jenis evaluasi cutting edge yang berfungsi untuk menguji keterampilan mahasiswa kesehatan. Dalam menghadapi ujian OSCA tantangan terbesar bagi mahasiswa keperawatan yang sering dialami, baik sebelum, selama, maupun setelah ujian OSCA yaitu kecemasan. Kecemasan merupakan keadaan emosi negatif yang ditandai dengan firasat dan ketegangan fisik, seperti detak jantung yang cepat, berkeringat, dan kesulitan bernapas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman mahasiswa terhadap kesulitan menghadapi ujian OSCA. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling, jumlah sampel sebanyak 10 orang. Teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam. Metode Analisis data menggunakan metode Analisis Collaizi. Hasil: Hasil penelitian eksplorasi pengalaman mahasiswa terhadap kesulitan menghadapi ujian OSCA terbagi menjadi 7 tema yaitu, 1) Pengalaman terburuk selama ujian OSCA , 2) Manajemen atau pengelolaan stres sebelum dan sesudah ujian OSCA , 3) Harapan di masa mendatang saat ujian OSCA , 4) Cara mengelola waktu belajar menghadapi ujian OSCA , 5) Tantangan utama persiapan ujian OSCA , 6) Strategi atau metode belajar untuk memahami materi dan keterampilan sebelum OSCA , 7) Cara mengatasi rasa cemas atau stres sebelum ujian OSCA. Kesimpulan: Pengalaman mahasiswa saat menghadapi ujian OSCA ternyata menjadi tantangan terbesar bagi mahasiswa keperawatan.
Hubungan Dukungan Suami dengan Keikutsertaan Akseptor KB IUD Yuriah, Siti; Sari, Linda Puspita
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 15, No 4 (2025): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v15i4.7947

Abstract

Husbandly support is central to social relationships between individuals, as well as to the interactions that occur within a wife. It is traditional that everything must be done with the husband's approval. The family plays a crucial role in the choice of contraceptive method, as the mother reconsiders her choice. Husbandly support for the wife's contraceptive choice allows for continued use of an IUD, a strategy that helps reduce fertility. Often, the husband's lack of involvement results in a lack of information about reproductive health, particularly contraceptives. This study aims to determine the relationship between husband's support and IUD use. This research employed a quantitative research method with an accidental sampling approach, resulting in a sample size of 66 respondents, and data analysis using the chi-square test. The study was conducted at the Ririn Sevda Korini SKM.S.Keb Bd. The sample size was 40 respondents, with the criteria of mothers who would actively use contraception. The instruments used in this study were a questionnaire for document recording (interviews) and observation. The results of this study found a relationship between husband's support and the participation of IUD acceptors at the Ririn Sevda Korini, SKM, S.Keb Bd. This was demonstrated by statistical test results with a p-value of 0.000. Husband's support for prospective IUD acceptors includes information, practical assistance, emotional support, and assessments, such as encouragement or motivation, to encourage mothers to participate in long-term contraception (IUD).