Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN PEROLEHAN BELAJAR MATA KULIAH PPKn ANGKATAN 2018 UNIPA SURABAYA arsana, i wayan
WAHANA Vol 71 No 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.431 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v71i2.2097

Abstract

Proses pembelajaran pada program studi PPKn mengahadapi banyak persoalan, berdasarkanpengamatan secara terbatas mahasiswa cenderug pasif kurang menekankan aspek penalaransehingga menyebabkan rendahnya minat belajar mahasiswa. Temuan mengenai aktivitas belajarmahasiswa PPKn angkatan 2018 pada siklus I menunjukkan aktivitas pembelajaran seperti:mendengarkan penjelasan dosen, menjawab pertanyaan dosen, aktivitas mahasiswa selamadiskusi, mendengarkan sajian presentasi, laporan kelompok, sikap dalam berdiskusi termasukkatagori baik. sedangkan mengemukakan pendapat, bekerja sama, mendengarkan penjelasandosen, bertanya kepada dosen termasuk katagori cukup. mengajukan pertanyaan maupunsanggahan termasuk kata gori kurang. Pada siklus II aktivitas pembelajaran seperti aktivitasdiskusi dan sikap dalam berdiskusi termasuk katagori sangat baik, sedangkan mendengarkanpenjelasan dosenbertanya kepada dosen menjawab pertanyaan dosen, mendengarkan sajianpresentasi, mengajukan pertanyaan dan sanggahan serta pembuatan laporan kelompoktermasuk dalam katagori baik, Sedangkan bekerja sama, mengemukakan pendapat termasukkatagori cukup. Mengenai perolehan belajar siklus I menunjukkan dari 29 orang mahasiswa,hanya 20 mahasiswa atau sebesar 69% mencapai ketuntasan belajar sedangkan 9 orang siswaatau sebesar 31% belum mencapai ketuntasan belajar, sedangkan pada siklus II dari 29mahasiswa sebayak 26 orang atau sebesar 89,7% mencapai ketuntasan belajar, sedangkan 3orang mahasiswa atau sebesar 10,3% belum mencapai ketuntasan belajar.
Pemanfaatan Sumber Belajar Non Teks di Sekolah Dasar Wilayah Kecamatan Wringinanom Kabupaten Gresik: Arsana, I Wayan; Hartono; Anggraini, Dyah Ayu
WAHANA Vol 72 No 2 (2020): Wahana : Tridarma Perguruan Tinggi
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/wahana.v72i2.2923

Abstract

Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif yaitu penelitan yang dilakukan pada objek alamiah yaitu objek yang berkembang secara apa adanya. Penelitian ini mendeskripsikan mengenai pemanfaatan sumber belajar non teks oleh pebelajar kelas V di Sekolah Dasar. Hasil dari peneltian ini yaitu: 1) Sebagian besar pemanfaatan sumber belajar non teks di sekolah sudah memadai tetapi ada beberapa sumber belajar non teks yang belum tersedia seperti laboratorium, ruangan komputer 2) Sebagian besar jenis sumber belajar non teks yang paling sering digunakan dalam proses pembelajaran yaitu peta dan buku teks 3) Sebagian besar tidak ada kendala yang terkait dengan ketersedian sumber belajar non teks, kemapuan atau keterampilan guru dalam menggunakan sumber belajar dan kondisi sosial yang mempengaruhi pemanfaatan sumber belajar 4) Upaya dalam mengatasi kendala-kendala dalam pemanfaatan sumber belajar non teks di sebagian sekolah sudah memadai dan ketersedian sumber belajar yang belum tersedia biasa guru menggunakan alat seadanya 5) Sebagian besar menyatakan pemanfaatan sumber belajar non teks di sekolah sudah dimanfaatkan dengan baik oleh guru dan disesuaikan dengan tema-tema pembelajaran 6) Sebagian besar sekolah menyatakan melakukan perawatan secara berkala agar sumber belajar terawat dengan baik 7) Sebagian besar sekolah menyatakan bahwa pengadaan sumber belajar non teks di sekolah dilakukan dengan baik dan berkoordinasi dengan kepala sekolah dan staf TU 8) Semua guru menyatakan pendapatnya tentang pemanfaatan sumber belajar non teks di sekolah sangat bermanfaat bagi guru dalam proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru agar peserta didik tidak bosan dan peserta didik lebih cepat memahami pelajaran yang diberikan guru.
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SISWA KELAS V YANG MEMILIKI KECERDASAN EMOSIONAL DAN GAYA BELAJAR YANG BERBEDA DI KECAMATAN RENDANG, KARANGASEM, BALI: instructional strategy, emotional intelligence, learning style, learning achievement Arsana, I Wayan
Buana Pendidikan Jurnal Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Publisher : Fakultas Pedagogi dan Psikologi Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/bp.vol7.no13.a1198

Abstract

Teaching paradigm followed by teachers is reflected on their teaching strategy used. The teaching strategy is the way that containts the steps or procedures which are used in certain condition to reach the desired learning result achievement. One of teaching strategies that needs to be tested for the effectiveness is called teaching strategy of Cooperative STAD (Student Teams-Achievement Divisions). The essence is the learners work in heterogeneous groups that emphasize more cooperative process in their heterogeneous group either in their capability, sexes, races and so on, and evaluation can be done by individual or group assessment. To know the effectiveness of teaching cooperative STAD in teaching Civics Education to the fifth grade of elementary school, as comparation, the Expository teaching strategy is used, this strategy is very commonly used by teachers. The aim of this research is to ditermine to test the influence of teaching strategy (cooperative STAD and expository), emotional intelligence and learning style toward learning result of Civics Education (PKn). This toward research is quasi experimental research using factorial design of nonequivalent control group design. The data then was processed by using inferencial statistic with analytic technique of factorial varian (anava) 2 x 2 x 2. The calculation result of descriptive statistic indicated the aplication of teaching strategy of Cooperative STAD mean 65,32 gave better influence on the learning result than the application of Expository teaching strategy mean 56,79.
Politik Uang dalam Pemilihan Kepala Daerah terhadap Konstruksi Pemerintahan di Desa Bohar Sidoarjo Suyono; Arsana, I Wayan
Hijaz: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.511 KB) | DOI: 10.57251/hij.v2i2.832

Abstract

The general election for regional heads or the 2020 Sidoarjo post-conflict local election should be an important stage in social and state life, because in this post-conflict local election, the community is involved or is involved as a fundamental element that determines the functioning of democracy. Democracy will maintain its sanctity in the hands of post-conflict local election organizers and the people. One of the political crimes and legal deviations that tarnishes the image of a democratic party is money politics. This study aims to analyze the practice of money politics carried out by political elites with the aim of buying people's votes and forms of politicians'behavior that damage government buildings. The research method used is qualitative research equipped with an analytical, conceptual approach, prioritizing primary data and secondary data with qualitative analysis. The results of the study show that the causes of the practice of money politics carried out by political elites with the aim of buying people's votes include: money is the root of problems and damage to government and democracy buildings, and the power of bribery practices has entered the deepest pores or networks of people's lives. , both to fight for and reap the values and norms of goodness, justice, and human dignity.
Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Kurikulum Merdeka untuk Meningkatkan Pemahaman Pendidikan Pancasila di SMA Negeri 17 Surabaya Suhartono, Suhartono; Arsana, I Wayan; Imaniar, Rahmatul M.Pd.; Fauzi, Anggita Adutya; Ardhana, Nehru Firdaus
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 13, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v13i1.30082

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka guna meningkatkan pemahaman siswa terhadap Pendidikan Pancasila di SMA Negeri 17 Surabaya. Kurikulum Merdeka, yang menekankan pada kemerdekaan belajar dan pengembangan karakter, diharapkan dapat menjadi solusi atas permasalahan rendahnya pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) dengan tahapan analisis kebutuhan, desain model, validasi ahli, uji coba terbatas, dan evaluasi. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 17 Surabaya, dengan sampel sebanyak 30 siswa yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan tes pemahaman siswa. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan uji statistik deskriptif untuk menghitung peningkatan skor pemahaman siswa, serta analisis kualitatif untuk menginterpretasi hasil observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran yang dikembangkan efektif meningkatkan pemahaman siswa terhadap Pendidikan Pancasila, dengan peningkatan skor rata-rata sebesar 25% pada uji coba terbatas. Simpulan penelitian ini adalah bahwa model pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka dapat menjadi alternatif inovatif untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Pancasila, sekaligus mendukung implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah.This study aims to develop a learning model based on the Merdeka Curriculum to enhance students' understanding of Pancasila Education at SMA Negeri 17 Surabaya. The Merdeka Curriculum, which emphasizes independent learning and character development, is expected to provide a solution to the problem of low student comprehension of Pancasila values. The research method employed is Research and Development (R&D), with stages including needs analysis, model design, expert validation, limited trials, and evaluation. Data were collected through observation, interviews, and student comprehension tests. The results indicate that the developed learning model effectively improves students' understanding of Pancasila Education, with an average score increase of 25% in the limited trials. The conclusion of this study is that the Merdeka Curriculum-based learning model can serve as an innovative alternative to enhance students' understanding of Pancasila values, while also supporting the implementation of the Merdeka Curriculum in schools.
Pelatihan Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan Bahan Ajar Berbasis Kurikulum Merdeka Arsana, I Wayan; Irnawati, Irnawati; Suhartono, Suhartono; L, Bernadetta Budi; Widyatama, Pandu Rudy; Ayulusiana, Winda Eka; Listanto, Kinanda Pandu
Manggali Vol 3 No 1 (2023): Manggali
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/manggali.v3i1.2386

Abstract

Tujuan dari penulisan artikel ini adalah memberikan pemahaman kepada Guru MGMP PPKn SMA Surabaya terkait kompetensi pada para guru agar dapat menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Bahan Ajar dalam kegiatan pembelajaran Berbasis Kurikulum Merdeka, sebagai upaya meningkatkan kualitas SDM terutama dalam bidang pengajaran. Kegiatan pelatihan ini merupakan bentuk pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kesadaran pentingnya memahami keberadaan pembuatan RPP dan Bahan Ajar yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Pembuatan RPP dan Bahan Ajar yang sesuai dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh guru pada kegiatan pembelajaran dengan muridnya. Metode pelaksanaan dengan workshop seperti model presentasi, ceramah, diskusi, dan penyuluhan. Hasil penelitian memberikan jawaban bahwasanya pelatihan penyusunan RPP dan Bahan Ajar berbasis Kurikulum Merdeka memberikan pengetahuan baru dan kemahiran Guru untuk menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum saat ini. Maka, memberikan pelatihan dan pendampingan terkait pelatihan penyusunan RPP dan Bahan Ajar Berbasis Kurikulum Merdeka penting dilakukan terutama bagi Guru MGMP PPKn SMA Surabaya.
TRADISI LAMARAN PEREMPUAN DALAM PERNIKAHAN ADAT JAWA PADA MASYARAKAT DESA WADENG KECAMATAN SIDAYU KABUPATEN GRESIK Amalia, Filza; Arsana, I Wayan; Suyono, Suyono
Literasi Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/literasi.v1i2.11276

Abstract

The application for women in Wadeng village, Sidayu district of Gresik district is a application tradition before marriage procession performed by women to men. The tradition of application women in Javanese traditional weddings is still performed as the form of convidence of Wadeng village heritage against the heritage of the theculture of our ancestors. The purpose of this research, is to know: (1) The implementation of the marriage ceremony for women in the traditional marriage of Wadeng Village, Sidayu District, Gresik District, (2) Public views on the tradition of proposing women in Wadeng Village, Sidayu District, Gresik District. The form of research is qualitative research, which is data collection in a scientific setting where the researcher is the main instrument. The results of this study indicate that The implementation tradition of proposing women starts from the agreement between the family and then an application ceremony from the woman to the man is carried out to tie the two prospective brides before marriage. The public view in Wadeng village, Sidayu district of Gresik district of women application to men is not a problem if it is done or not done, according to the agreement between the two families and the tradition of proposing women is still preserved by the community of Wadeng Village, Sidayu District, Gresik District
Analisis Penerapan Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila SMA Negeri 17 Surabaya Suhartono, Suhartono; Arsana, I Wayan; Widyatama, Pandu Rudy; Fauzi, Ahkmad
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 10 No 1 (2024): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v10i1.1634

Abstract

The independent curriculum is expected to be a solution to increasing education gaps. The purpose of the study was to conduct an analysis of the implementation of the independent curriculum, information about obstacles, challenges in the implementation of the independent curriculum at SMA Negeri 17 Surabaya. The method used is descriptive qualitative, data collection is carried out by conducting interviews with subject teachers, vice principals for curriculum, and making observations. The results of the descriptive analysis that the implementation of Pancasila Education learning at SMA Negeri 17 Surabaya runs effectively and systematically, there are curricula, teaching materials, teaching media, as well as teaching methods, facilities, learning resources by considering the characteristics and needs of students. The obstacle is that there are still incomplete learning resources, not all teachers understand the application of the independent learning curriculum in learning.
Upaya Deradikalisasi di Lingkungan Masyarakat Melalui Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Arsana, I Wayan; Suhartono, Suhartono; Zaman, Ahmad Qomaru; Suyono, Suyono
Manggali Vol 1 No 2 (2021): Manggali
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/manggali.v1i2.1711

Abstract

Indonesia negara besar dengan unsur masyarakat yang heterogen, namun demikian disisi lain bila tidak dikelola dengan baik, hal tersebut akan menjadi sumber permasalahan didalamnya. Dengan demikian, pengelolaan dan pengaturan kehidupan bernegara harusalah dilandasi Dasar atau ideologi Pancasila. Belakangan ini banyak masyarakat Indonesia yang semakin mengabaikan dan menjauh dari nilai-nilai Ideologi Pancasila dalam pelaksanaan kehidupan berbangsa bernegara. Akibatnya muncul banyak konflik-konflik sosial (horizontal) yang ada dilingkungan masyarakat, munculnya paham-paham radikalisme dampak negatif dari kemajuan teknologi yang tidak dilandasi dengan sikap yang baik penggunanya, sehingga merusak tatanan kehidupan sosial yang sudah terjalin dengan baik di masyarakat Indonesia. Mencegah dan menaggulangi tindakan radikalisme tidak semudah membalikan telapak tangan, ini membutuhkan upaya strategi yang terstruktur bersifat sistematis dan massif, Untuk itu tim dosen pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan sebagai kalangan akademisi merasa perlu memberikan pemahaman terhadap masyarakat tentang bahaya yang ditimbulkan dari paham radikalisme dikalangan komunitas masyarakat Desa Mergosari Kecamatan Tarik-Sidoarjo. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 22 Mei 2021 bertempat di balai desa mergosari kecamatan tarik kabupaten Sidoarjo, kegiatan PBM bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mergosari tentang paham radikalisme serta bahaya-bahaya yang dapat ditimbulkan kemudian upaya sejak dini dalam mencegah masuknya paham radikalisme di desa mergosari kecamatan tarik kabupaten Sidoarjo. Strategi yang dilaksanakan dalam kegiatan PPM tersebut ialah memberikan edukasi melalui ceramah interaktif kemudian dilakukan tanya jawab. Selain itu tim dosen PPKN juga menampilkan video testimoni dari mantan pelaku teroris dan dari salah satu korban selamat yang mengalami cacat fisik permanen yang ditimbulkan akibat ledakan bom yang dibawa oleh teroris. Identifikasi pelaksanaan PPM, dari 35 peserta yang hadir dalam kegiatan PPM sebanyak 16 peserta telah banyak tahu mengenai pengertian paham Radikal, kemungkinan apa saja yang bisa timbul apabila paham ini kita biarkan berkembang di masyarakat, dan cara mencegah, menanggulangi paham-paham radikal. Ini bisa kita ketahui dari beberapa pertanyaan awal yang kita ajukan kepada peserta PPM mereka berturut-turut bisa menjawab secara bergantian. Kebanyakan perserta yang sudah memahami hakikat radikal didominasi oleh perwakilan karang Taruna, perangkat Dasa dan Ibu-Ibu PKK. Mereka menyampaiakn bahwa pengetahuan itu didapatkan dari Medsos dan TV. Sedangkan 19 Peserta lainnya belum begitu memahami hakikat Radikal, mereka mengartikan radikal masih sebatas sebagai pelaku pembawa Bom dan mengancam keamanan dan keselamatan masyarakat.