Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Media PVC Sebagai Sarana Penyaringan Air Bersih Dengan Sistem Pencucian Balik (Backwash) Herri Purwanto; Amiwarti Amiwarti; Adiguna Adiguna; Muhammad Firdaus; Agus Setiobudi; Syahril Alzahri; Fathoni Usman; Reffanda Kurniawan
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v5i2.1708

Abstract

Air menjadi kebutuhan esensial sebagai sumber kehidupan dan kebutuhan sehari-hari masyarakat di RW 05 Simpang Penimur Kelurahan Tebing Tanah Putih, Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih,. Meskipun mayoritas penduduk mengandalkan air sumur, pemeliharaan saringan air sumur menjadi tantangan karena dilakukan secara manual. Oleh karena itu, Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) diusulkan sebagai alternatif efisien dengan menggunakan media pipa PVC dan sistem pencucian balik (backwash). Tujuan kegiatan ini adalah memberikan solusi efisien untuk menyaring air sumur dengan metode baru tersebut. Evaluasi dari 27 partisipan menunjukkan respons positif, dengan 80.74% sangat setuju dengan kegiatan PKM. Penyuluhan dan praktek materi  disampaikan dengan baik, mendapat penilaian sangat baik dari 80% responden. Akhirnya, kegiatan ini bertujuan membantu warga agar lebih efisien dalam penyaringan air sumur melalui adopsi sistem backwash. Harapannya, solusi ini dapat meningkatkan kualitas air yang digunakan masyarakat setempat sambil mengurangi waktu dan upaya yang dibutuhkan dalam proses penyaringan air
PELESTARIAN KEARIFAN LOKAL PALEMBANG DENGAN MENGGUNAKAN PIPA PVC SEBAGAI ALTERNATIF RAKIT BANGUNAN TERAPUNG Adiguna Adiguna; Firdaus Firdaus
Jurnal Deformasi Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v5i2.5032

Abstract

Kota Palembang merupakan kota bahari sejak jalam dahulu kala dan memiliki sejarah kota air yang telah dikenal sejak jaman penjajahan Belanda dengan sebutan “Marina City”. Hal ini dikarenakan sebagian besar aktivitas masyarakat dilakukan di sepanjang Sungai Musi dan anak-anak sungainya. Beragam aktivitas dilakukan masyarakat diantaranya kegiatan perdagangan, transportasi bahkan tempat tinggal. Perjalanan sejarah yang cukup panjang tersebut menjadikan rumah rakit sebagai aset budaya bangsa bagi Kota Palembang yang harus dilestarikan.  Dengan semakin terbatasnya ketersediaan bambu baik dari segi kualitas maupun kuantitas disatu sisi dan pelestarian rumah rakit disisi lainnya, merupakan permasalahan yang harus dicari jalan keluarnya. Berdasarkan hasil simulasi skala laboratorium pipa PVC yang relative kuat dan tahan lama di dalam air mempuanyai kemampuan daya apung yang lebih baik dari bambu. Hasil simulasi labor tersebut memungkinkan untuk mengembangkan kegiatan pelestarian budaya sungai dengan membuat prasarana bangunan terapung jenis lainnya seberti museum terapung, toko terapung, galeri terapung dan lain-lain
Pengaruh Penambahan Sabut Kelapa dan Abu Sekam Padi Terhadap Kuat Geser Tanah Arima Sefta; Adiguna Adiguna; Reffanda Kurniawan Rustam
Jurnal Deformasi Vol. 6 No. 1 (2021): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v6i1.5610

Abstract

ABSTRAK Tanah merupakan bagian terpenting bidang konstruksi teknik sipil karena hampir semua bangunan berdiri atau dibangun di atas tanah. Tanah lempung lunak adalah jenis tanah yang memiliki daya dukung rendah dan daya mampat yang tinggi serta memiliki  indeks plastisitas yang tinggi membuat tanah ini mempunyai prilaku mengembang jika terkena air sehingga disebut tanah ekspansif. Salah satunya adalah tanah merah di daerah Pakjo. Oleh karena itu, perlu beberapa alternatif untuk tanah tersebut menjadi mempunyai daya dukung dan kuat geser yang lebih baik, di mana dalam penelitian ini menggunakan campuran sabut kelapa dan abu sekam padi sebagai bahan tambahannya. Dan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  apakah campuran limbah sabut kelapa dan abu sekam padi dapat meningkatkan nilai kuat geser tanah merah melalui pengujian direct shear dengan persentanse penambahan sebesar 5%, 10%, 15%, 20%, 25% dengan skala laboratorium. Hasil pengujian tanah merah didapat kadar air (w) sebesar 27,70%, berat jenis tanah (Gs) 2,67, batas cair (LL) 63,35%, batas plastis (PL) 25,13%, dan indeks plastisitas (IP) 38,22%, dengan sistem klasifikasi USCS berupa tanah lempung (CH),dan sistem klasifikasi AASHTO adalah A-7-6 (clavey soils). Hasil pengujian pemadatan tanah standar asli didapat kadar air optimum 24,20 % dan berat isi kering optimum 1,634 gr/cm3. Hasil  pengujian direct shear didapat kuat geser (t) tertinggi terjadi pada tanah merah dicampur dengan sabut kelapa dan abu sekam padi sebanya 5% yaitu 100,5 kPa dengan nilai  kohesi (c) 20,75 kPa dan nilai sudut geser dalam (f) 45,37,01o
Desain Sistem Database Areal Tempat Pemakaman Umum Taman Riang Indralaya Kabupaten Ogan Ilir Dengan Sistem Blok Sri Rizki Agustin Dwi Putri; Adiguna Adiguna; Amiwarti Amiwarti; Syahril Alzahri
Jurnal Deformasi Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v6i2.6718

Abstract

Tempat Pemakaman Umum (TPU) Taman Riang adalah salah satu tempat pemakaman umum yang ada di Kabupaten Ogan Ilir. Peningkatan jumlah populasi penduduk dengan semakin banyak pembukaan lahan permukiman baru namun tidak diiringi dengan penyediaan lahan pemakaman, akan menyebabkan terjadinya penumpukan pada tempat pemakaman umum. Demikian juga  yang terjadi di Kabupaten Ogan Ilir, di mana untuk mengatasi hal tersebut, maka harus diterapkan sistem blok pada pemakaman agar dapat menampung lebih banyak makam dan mempermudah proses pecarian letak makam dan data identitas, sehingga makam dapat terdata dengan baik. Sebagai salah satu ruang terbuka hijau di Kabupaten Ogan Ilir, TPU  Taman Riang juga harus disesuaikan peruntukannya menurut peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 1 tahun 2007 sehingga dapat berfungsi lebih maksimal. Dari hasil penelitian di lapangan, TPU Taman Riang memiliki 1.586 makam, dibagi menjadi 17 blok dan sudah cukup memenuhi fungsi sosial dan fisik sebagai ruang terbuka hijau. Tetapi menurut peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 1 tahun 2007 belum memenuhi fungsi estetika untuk dijadikan sebagai ruang terbuka hijau
Efektifitas Pemanfaatan Abu Jerami Padi Sebagai Bahan Tambah Pembuatan Paving Block Amiwarti Amiwarti; Herri Purwanto; Adiguna Adiguna
Jurnal Deformasi Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/e0ef3v79

Abstract

Paving block beton merupakan material konstruksi pracetak yang terdiri atas campuran semen portland, agregat, air, serta bahan tambahan lainnya. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Jejawi, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, dengan memanfaatkan limbah pertanian berupa jerami padi yang umumnya dibuang atau dibakar setelah panen sebagai bahan alternatif dalam pembuatan material konstruksi. Studi eksperimental ini bertujuan menganalisis kelayakan teknis penggunaan abu jerami padi sebagai pengganti sebagian semen dalam pembuatan paving block, khususnya terhadap parameter kuat tekan. Metode penelitian menggunakan desain campuran standar dengan perbandingan semen dan pasir 1:2 untuk menghasilkan paving block mutu K-150 (150 kg/cm²) yang sesuai untuk area pejalan kaki. Variasi substitusi abu jerami padi dilakukan sebesar 2%, 3%, 4%, dan 5% dari berat semen. Hasil pengujian menunjukkan bahwa spesimen kontrol tanpa abu jerami padi mencapai kuat tekan 187,31 kg/cm², sedangkan spesimen dengan substitusi 2%, 3%, 4%, dan 5% berturut-turut mencapai 171,78 kg/cm², 168,33 kg/cm², 149,35 kg/cm², dan 145,74 kg/cm². Hasil penelitian membuktikan bahwa substitusi hingga 3% masih memenuhi persyaratan kuat tekan minimal 150 kg/cm², sedangkan substitusi di atas 3% menunjukkan penurunan performa yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemanfaatan abu jerami padi sebagai bahan substitusi parsial semen pada paving block layak diterapkan hingga batas 3% dengan tetap mempertahankan performa struktural, sekaligus memberikan solusi pemanfaatan limbah pertanian yang berkelanjutan. Rekomendasi untuk penelitian lanjutan meliputi optimasi formula campuran dan evaluasi parameter durabilitas dalam jangka panjang
Inovasi Pengering Rumah Kaca untuk Meningkatkan Kualitas, Kuantitas, danDaya Saing Kerupuk Ikan Muhammad Bakrie; Adiguna Adiguna; Agus AgSetiawanus
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/ymt64451

Abstract

Usaha mikro pembuatan kerupuk ikan di Desa Kecamatan Jejawi, Kabupaten Ogan Komering Ilir menghadapi tantangan signifikan terkait proses pengeringan yang sangat bergantung pada kondisi cuaca. Situasi ini menyebabkan penurunan kualitas produk, terganggunya proses produksi, serta rendahnya daya saing di pasar. Dalam rangka menyelesaikan masalah tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini menawarkan solusi inovatif berupa penerapan teknologi pengering rumah kaca berukuran 3x3 meter, yang dilengkapi dengan exhaust fan, lampu pijar, dan rak bertingkat. Selain teknologi, juga dilakukan pelatihan manajemen usaha dan pemasaran digital untuk meningkatkan kinerja mitra. Hasil dari implementasi menunjukkan bahwa proses pengeringan menjadi lebih cepat, dari waktu awal 7–8 jam menjadi 4–5 jam, dan kualitas produk berhasil memenuhi standar SNI dengan kadar air kurang dari 11%. Lebih jauh lagi, kapasitas produksi meningkat sebesar 30% dan pemasaran produk kini dapat menjangkau pasar digital, memperluas jangkauan distribusi. Inovasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan pendapatan mitra serta memperkuat ekonomi lokal yang berbasis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hasil ini sejalan dengan temuan sebelumnya yang menunjukkan bahwa penerapan teknologi pengering yang lebih baik tidak hanya meningkatkan kualitas produk pangan tetapi juga mendukung keberlanjutan usaha di sektor perikana.