Widianto, Harry
Unknown Affiliation

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

ALAT-ALAT BATU PACITAN: MOBILITAS BUDAYA PRASEJARAH Widianto, Harry
Berkala Arkeologi Vol. 3 No. 1 (1982)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30883/jba.v3i1.296

Abstract

Dalam kerangka periode prasejarah di Indonesia, masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana dengan penonjolan tradisi paleolithik telah menempati posisi yang tertua. Masa ini bermula dengan terciptanya hasil-hasil kebudayaan manusia pertama sekitar 700.000 tahun yang lalu, kemudian berakhir pada awal Kala Holosen, sekitar 10.000 tahun silam. Dari jangka waktu itu, berbagai alat untuk mengeksploitasi lingkungan telah menjadi bukti tentang eksistensi pendukung kebudayaan Kala Plestosen di Indonesia. Betapapun sangat sederhananya, alat-alat ini telah memberikan gambaran tentang perilaku manusia Plestosen di Indonesia, terutama tentang hubungan timbal-balik yang erat antara lingkungan hidup manusia, teknologi dan sistem-sistem sosial. Tiap-tiap gejala ini harus diperhatikan secara seksama, sehingga dapat diketabui hubungan fungsionalnya.
TEKNOLOGI PLESTOSEN SUATU HASIL ADAPTASI BIO-KULTURAL Widianto, Harry
Berkala Arkeologi Vol. 2 No. 1 (1981)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30883/jba.v2i1.288

Abstract

Faktor alam, manusia dan kebudayaan merupakan 3 faktor utama yang saling berinteraksi. Manusia merupakan faktor subyek, menghadapi alam untuk dapat melanjutkan kehidupannya. Suatu kehidupan yang panjang telah dilaluinya, dengan disertai tantangan hebat melalui seleksi alam: mereka yang sanggup mengatasi keganasan alam akan dapat melanjutkan kehidupannya, sedangkan yang tidak sanggup akan kandas. Seleksi alam dianggap sebagai suatu mekanisme pokok yang mengarahkan perubahan, dan adaptasi manusia terhadap lingkungan merupakan faktor penting untuk dapat bertahan.