Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN PREMENSTRUAL SYNDROME PADA REMAJA PUTRI Kurniati, Fitri Dian; Kusumasari, RR. Viantika; Riyadi, Muskhab Eko
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.21063

Abstract

Masa pubertas merupakan masa yang penting dalam pertumbuhan dan perkembangan terutama fungsi reproduksi. Premenstrual Syndrome (PMS) merupakan gangguan yang terjadi pada remaja pada periode menstruasi. Gangguan mentruasi dapat menjadi pertanda adanya penyakit ataupun adanya sistem hormon yang tidak normal. Hal ini berarti fungsi reproduksi terganggu yang dapat berpengaruh terhadap masa reproduksi pada saat dewasa. Penyebab dari ketidaknormalan hormon dalam tubuh dapat dipengaruhi oleh asupan makanan dari remaja yang dapat diukur dengan melihat status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan Premenstrual Syndrome pada remaja putri di Pleret Bantul Yogyakarta. Penelitian menggunakan desain cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling. Pengambilan data pada variabel status gizi dengan mengukur tinggi badan dan berat badan dari remaja putri. Klasifikasi status gizi berdasarkan pada nilai tabel z-score IMT/U. Pengukuran variabel PMS menggunakan kuesioner Shortened Premenstrual Assessment Form (sPAF). Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Kendall’s Tau. Hasil penelitian didapatkan sejumlah 6 responden (9,68%) termasuk dalam status gizi kurang, 3 responden (4,84%) berada pada kategori gizi lebih, dan sebanyak 53 responden (85,48%) termasuk dalam gizi baik. Responden yang mengalami PMS ringan sejumlah 3 responden (4,84%) dan termasuk pada kategori PMS sedang sebanyak 59 responden (95,16%). Nilai p value antara dua variabel yaitu 0,845. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara status gizi dengan PMS pada remaja putri di Pleret, Bantul, Yogyakarta.
Gambaran kepatuhan minum obat pada penderita tuberkulosis paru Hikmawati, Anna Nur; Kusumasari, RR. Viantika; Kurniati, Fitri Dian
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v10i1.1412

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi menular dimana upaya pengendaliannya menjadi salah satu target dunia yaitu Sustainable Development Goals (SDGs). Kepatuhan minum obat pada pasien TB paru merupakan kendala yang sering dihadapi oleh pasien karena harus minum obat secara terus menerus sampai dengan waktu yang ditentukan, akan tetapi di Indonesia masih banyak kasus drop out dengan berbagai alasan seperti efek samping obat, tingkat pengetahuan, kebiasaan, kurang dukungan keluarga, lingkungan dan sosial ekonomi dalam pengobatan pasien TB. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepatuhan minum obat pada penderita Tuberkulosis Paru di wilayah kerja Puskesmas Pleret Bantul DIY. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Jumlah sampel pada penelitian ini mengacu kepada non probability sampling jenis total sampling yang berjumlah 32. Instrumen kepatuhan minum obat, diukur dengan menggunakan instrumen yaitu Medication Morisky Adherence Scale (MMAS-8). Hasil: didapatkan prevalensi kepatuhan minum oabat anti tuberkulosis (OAT) dengan hasil responden dengan tingkat kepatuhan tinggi sebanyak 15 responden (46,9%), kepatuhan sedang 12 responden (37,5%) dan kepatuhan rendah 5 responden (15,6%). Kesimpulan: program Puskesmas terkait TB yaitu P2TB ditingkatkan dan ada peningkatan jumlah kader TB di masing-masing desa agar lebih rutin melakukan kunjungan terutama kepada pasien yang tidak patuh, sehingga pasien dapat terhindar dari drop out pengobatan.