Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) Berasosiasi dengan Tiga Jenis Tegakan Pohon Asal Papua Mutakim; Julius Dwi Nugroho; Jacobus Wanggai; Aditya Rahmadaniarti; Mahmud
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46703/jurnalpapuasia.Vol8.Iss2.363

Abstract

Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) mempunyai peran aktif dalam membantu pertumbuhan tanaman. Akar tanaman yang terinfeksi FMA akan memiliki kemampuan penyerapan unsur hara dan air dari dalam tanah lebih baik. FMA juga berperan dalam menangkal serangan penyakit pada tanaman. Keanekaragaman dan karakteristik FMA yang menginfeksi beberapa tegakan pohon di Hutan Pendidikan Anggori belum pernah dilaporkan, padahal informasi demikian penting untuk pengembangan pembudidayaan jenis-jenis lokal seperti Dracontomelon edule, Vatica Papuana dan Palaqium amboinensis. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi apakah jenis-jenis tanaman tersebut berasosiasi dengan FMA. Eksplorasi dilakukan dengan mengisolasi spora dari rhizosfir tanaman menggunakan metode tuang dan saring basah sedangkan kolonisasi FMA pada akar tanaman dilakukan menggunakan metode pewarnaan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga genus FMA yaitu: Acaulospora, Glomus dan Gigaspora pada rizofir ketiga jenis tanaman kehutanan tersebut. Persen kolonisasi tertinggi dijumpai pada Palaquium amboinensis (35%), sedang pada Dracontomelon edule (19%) dan rendah pada Vatica papuana (8%).
Penilaian Sifat Tanah Gambut di Kabupaten Teluk Bintuni sebagai Upaya Mendukung Rehabilitasi Hutan dan Lahan Evelin Anggelina Tanur; Mutakim
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46703/jurnalpapuasia.Vol9.Iss1.431

Abstract

Pemanfaatan lahan gambut perlu disesuaikan dengan prinsip perimbangan fungsi pemanfaatan dan konservasi. Maka dari itu pemanfaatan lahan gambut perlu ditata yang terencana agar fungsi pemanfaatanya dapat lestari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat tanah gambut khususnya sifat fisika dan kimia tanah gambut pada Kabupaten Teluk Bintuni untuk upaya mendukung rehabilitasi hutan dan lahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive random sampling yang mana dilakukan pada dua lokasi pada Kampung Tofoi yaitu hutan mangrove dan perkebunan kelapa sawit. Hasil yang diperoleh pada sifat fisik tanah gambut yaitu Ketebalan gambut pada hutan mangrove dan PKS relatif sama, yaitu berkisar di 2-7 cm (sangat dangkal). Kedalaman muka air tanah pada hutan mangrove dan PKS berkisar antara 0-7 cm (dangkal). Warna tanah pada hutan mangrove yaitu cokelat keabu-abuan (2,5Y5/2) dan abu-abu (2,5Y6/1), sementara pada PKS yaitu berwarna abu-abu kemerahan (2,5YR7/1). Kematangan gambut pada hutan mangrove di semua titik pengambilan sampel adalah fibrik, sementara pada lokasi PKS adalah fibrik dan hemik. Hasil analisis sifat kimia tanah gambut yaitu pada lokasi hutan mangrove memiliki rerata pH adalah 5,7 (masam), karbon organik 4,0 (tinggi), nitrogen 0,24 (tinggi), C/N rasio 16 (sangat tinggi), dan Phospor 542 (sangat tinggi). Sementara itu pada tutupan Perkebunan Kelapa Sawit (PKS) memiliki rerata pH 6,3 (masam lemah), karbon organik 0,60 (sangat rendah), nitrogen 0,07 (sangat rendah), C/N rasio 9 (rendah), dan phospor 11 (sangat rendah).
Effect of Pandemic COVID-19 on Tropical Forest Cover in Small Island: Case Mansinam Island Papua using Google Earth Imagery Hematang, Francine; Taran, Denisa; Mutakim; Erari, Semuel; Luas, Alfando; Worabai, Descarlo; Matheus Beljai
Jurnal Manajemen Hutan Tropika Vol. 31 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Pertanian Bogor (IPB University)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7226/jtfm.31.1.12

Abstract

Covid-19 became a global pandemic in 2020 and has multiple impacts on the economy, social, culture, food systems, and also the environment, especially on tropical forest cover in small island. This study aims to determine the impact of the Covid-19 pandemic on the forest cover of small populated islands. Using remote sensing and geographic information system technology based on high-resolution satellite imagery from google earth imagery, land cover was observed in 2018, 2020, and 2023. This study found that during the 2020 pandemic, tropical forest cover on small populated islands has decreased. Mansinam's forest cover decreased by 4.3%, bare land increased by 80.6%, agricultural land increased by 75.3%, and shrubs increased by 54.9%. Another important finding is that 78.9% of the total deforestation was due to forest conversion to bare land and agricultural land. Land and forest utilization on small islands will increase when accessibility is limited, especially during the pandemic. Future studies will be on the structure and composition of species in locations that experienced deforestation during the pandemic and detailed studies related to changes in the occupations of Mansinam people due to the pandemic that have a relationship with forests.
Karakteristik Daerah Aliran Sungai Klawoguk Di Kota Sorong, Papua Barat Daya Mahmud; Wijaya, Danang Jatmika Wahyu; Wahyudi; Nugroho, Bambang; Dwiranti, Febriza; Mutakim
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 26 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.26.1.1-11

Abstract

Banjir telah menjadi musibah terbesar dalam dasawarsa terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik DAS (Daerah Aliran Sungai) Klawoguk yang diharapkan dapat berkonstribusi dalam perencanaan, pengelolaan dan mitigasi banjir di Kota Sorong. Penelitian ini menggunakan metode survey, analisis spasial dan pengamatan lapang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DAS Klawoguk memiliki tipe iklim tropik sangat basah dengan curah hujan sepanjang tahun tanpa dikenali musim kemarau. DAS berbentuk lonjong berdampak air semakin lama untuk mencapai titik akir air. Topografi datar seluas 2.599,30 ha telah menjadi wilayah perkotaan Provinsi Papua Barat Daya meliputi kelurahan Sawagumu, Malaingkedi, Klasabi, Kalwalu dan Klamana yang menjadi langganan banjir. Dalam tujuh bulan terakhir koefisien regim aliran (KRA) berubah – ubah didominasi sangat rendah yang berarti aliran air pada sungai Klawoguk lebih stabil. Sedimen didominasi sangat tinggi dan adanya degredasi hutan lindung oleh pengambilan tanah dan galian C yang menyebabkan peningkatan hasil sedimen pada sungai.