Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

EFEKTIFITAS PEMBINAAN KARAKTER GENERASI MUDA DALAM PRESEPSI TOKOH MASYARAKAT DAN PEMUDA Laros Tuhuteru
PEDAGOGIKA: Jurnal Pedagogik dan Dinamika Pendidikan Vol 7 No 2 (2019): Pedagogika: Jurnal Pedagogik dan Dinamika Pendidikan
Publisher : Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/pedagogikavol7issue2page84-95

Abstract

Penelitian ini bertolak dari permasalahan pokok bahwa dalam kenyataan sampai saat ini, belum ditemukan pola pembinaan karakter generasi muda pasca konflik sosial di kota Ambon secara efektif dilakukan, baik di keluarga, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, Organisasi sosial kemasyarakatan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami sikap dan perilaku generasi muda Ambon pasca konflik sosial, sebagai solusi pembinaan karakter generasi muda.. Prosedur penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, yang bersifat deskriptif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara (1) wawancara mendalam, (2) obsevasi langsung, dan (3) studi dokumentasi. Informan dipilih secara purposive dan data hasil penelitian diolah melalui proses reduksi, analisis secara deskriptif kualitatif. Setelah hasilnya dianalisis, maka ditemukan pola pembinaan karakter generasi muda kota Ambon pasca konflik sosial, evektif dilakukan dengan pendekatan budaya lokal, diantaranya; (1) kersama (makan patita), (2) kebebasan (pela gandong), (3) toleransi (ale rasa beta rasa), (4) nilai kerja sama (masohi), Artinya, indahnya suatu keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat apabila tidak terjadinya perselisihan antarpemuda, antarsuku, antaretnis, dan antaragama. Dari hasil temuan ini dapat disimpulkan bahwa pembinaan karakter generasi muda pasca konflik sosial, ditemukanlah berupa adanya sikap persaudaraan, kerja sama, toleransi, kerukunan, tanggung jawab, pengendalian diri, komunikasi yang santun dan saling menghargai. Karena itu direkomendasikan agar budaya lokal dapat digunakan sebagai program penyelengaraan pembinaan karakter generasi muda dan resolusi konflik sosial. khususnya bagi peningkatan sikap dan perilaku generasi muda berdasarkan akal dan pikiran yang rasional.
Pendidikan Karakter Untuk Generasi Muda Pasca Konflik Sosial Ambon Peran PKn Laros Tuhuteru
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Vol. 12 No. 1 (2020): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Volume 12, Nomor 1, Juni, Ta
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jpips.v12i1.1053

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk memahami masalah secara lengkap mengenai pendidikan karakter generasi muda pasca konflik sosial dan peran PKn, penulis dapat menggunakan metode wawancara, terutama terhadap beberapa orang informasi kunci yang ditentukan secara sengaja sesuai kebutuhan penelitian ini. Penelitian ini bersifat deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, teknik pengumpulan data melalui wawancara secara mendalam, obsevasi langsung, dan studi dokumentasi. Informan dipilih secara purposive dan data hasil penelitian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ditemukan bahwa pola pendidikan karakter generasi muda pasca konflik sosial Ambon peran PKn dalam membina karakter generasi muda secara inovatif sesuai dengan formatnya, sehingga para guru merasa keleluasan untuk menentukan pilihan metode pembelajaran PKn benar-benar membina dan membentuk watak karakter generasi muda yang demokrastis, sikap menghargai orang lain dan sadar akan kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara pasca konflik sosial Ambon. Maka dapat disimpulak bahwa pemerintah, para guru, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta tokoh agama di Ambon untuk membina generasi muda saat ini diarahkan pada pengembangan potensi dan kreativitas diri melalui pendidikan karakter dalam Pembelajaran PKn serta budaya lokal diantaranya seperti: budaya pela gandong, masohi, makan patita, ale rasa beta rasa, potong di kuku rasa
Persepsi Masyarakat Dusun Tahoku Desa Hila Atas Status Anak di Luar Nikah di Kaji Dalam Perspektif Hukum Islam Muhaemin Waliyudin; Jumiati Tuharea; Laros Tuhuteru
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 20 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.757 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.7243102

Abstract

This research is a qualitative descriptive study, namely research that intends to understand the phenomena of what is experienced by the research subjects, for example behavior, perceptions, motivations, actions, and so on. Islamic law and the efforts of religious leaders, traditional leaders and community leaders in preventing cases of children out of wedlock. This research was conducted in Tahoku Hamlet, Hila Village, Leihitu District, Central Maluku Regency. Data collection was carried out through interviews with Several Actors and Religious Leaders, Traditional Leaders and Community Leaders as resource persons who are considered to have an important role in life in society. The results and this research are the views of the community towards children out of wedlock and Islamic law, namely the community has a view that refers to the opinions of scholars who allow in Islamic law so that if there are pregnant women outside of marriage, they should be married off as soon as possible so that they can save their child's status as a legitimate child. as well as having good prejudice for the benefit of the people in order to continue to attribute the lineage, as well as the rights of guardians and inheritance to him. The efforts of religious leaders, traditional leaders and community leaders agreed to prevent cases of children outside marriage in Tahoku Hamlet in collaboration with related parties, namely KUA in providing counseling so that they can provide legal education to the community and religious leaders. Families in fostering children make rules and sanctions on issues of night time out so as not to cause excessive rejuvenation and special social sanctions as a deterrent effect for their children so as to prevent adolescent associations
Overcoming The Spread of Hoax in Social Media through Strengthening Digital Literacy Contained with Character Education Rizana Rizana; Laros Tuhuteru; Yossie Ulfa Nuzalifa; Reza Saeful Rachman; Alek Andika
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.11409

Abstract

Berbagai kasus penyebaran berita palsu dan bohong (fake news and hoax) di Indonesia telah menjadi permasalahan yang sangat serius. Fenomena hoax ini mampu menjadikan beragam masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menangkal penyebaran hoax di media sosial melalui penguatan literasi digital bermuatan pendidikan karakter. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan atau library research. Metode penelitian ini menggunakan sumber-sumber data yang berasal dari berbagai jurnal ilmiah, artikel, literatur, buku dan bahan penelitian lainnya yang relevan. Data yang dikumpulkan dari studi kepustakaan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Penelitian ini menunjukan, bahwa literasi digital sudah seharunya mulai ditanamkan dan kembangkan dalam karakter siswa. Penguatan literasi digital haruslah diimbangi dengan penyisipan muatan pendidikan karakter dengan maksud meningkatkan kemampuan seseorang dalam menemukan, memilih dan menafsirkan suatu imformasi dengan tepat. Pendidikan karakter yang perlu ditumbuhkan dalam penguatan literasi digital untuk menangkal berita hoax adalah berpikir kritis. Untuk membentuk karakter berpikir kritis dalam menguatkan literasi digital dapat dilakukan dengan mengajak siswa mengenali karakteristik judul-judul berita yang ada di media sosial, menerima imformasi dari media sosial yang bersumber dari akun-akun resmi yang mewakili pendapat Pemerintah, memeriksa kembali substansinya apakah sesuai dengan fakta yang ada di lapangan, mengedukasi siswa untuk ikut serta dan berpartisipasi dalam grup-grup yang secara khsusus membahas dan mendiskusikan anti hoax.
Analysis of Character Values Contained in Indonesian Language Learning (Literature Study) Martha Maspaitella; Paulus Haniko; Laros Tuhuteru; Tirmidi Tirmidi; Gamar Al Haddar
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.11762

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai-nilai karakter yang terkandung dalam pembelajarn Bahasa Indonesia. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode atau pendekatan kepustakaan (library research). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan studi dokumentasi dan literatur. Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk disajikan secara deskriptif. Penelitian ini menunjukan, bahwa nilai-nilai karakter yang terkandung dan dianalisis dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, seperti kejujuran, kesopanan, toleran dan demokratis. Nilai kejujuran, pembelajaran Bahasa Indonesia harus mampu mengajarkan kepada siswa untuk membahasakan apa yang diketahui dan dialaminya sudah semestinya disampaikan dengan bahasa yang jelas dan apa adanya. Nilai kesantunan, melalui pembelajaran Bahasa Indonesia, haruslah mampu mengajarkan siswa untuk dapat memilih dan memilah kata sebelum menyampaikan pernyataan. Hal itu terlihat ketika siswa berbicara menggunakan pilihan kata, ungkapan yang santun dengan struktur kalimat yang baik. Nilai toleran, melalui pembelajaran Bahasa Indonesia dapat diwujudkan dengan terus menguatkan karakter santun. Jika bahasanya halus, santun, tentu yang muncul spirit toleransi. Kesantunan berbahasa dapat memperkokoh keakraban, dan menjadi alat mengurangi potensi perpecahan, intoleransi dalam interaksi personal maupun sosial. Nilai demokratis, melalui pembelajaran Bahasa Indonesia ditampilkan dengan sikap dan perilaku yang mencerminkan suatu kecenderungan seseorang dalam berperilaku, terutama menghargai orang lain berbicara. Pembelajaran Bahasa Indonesia haruslah berperan sebagai pelopor demokratisasi berkaitan dengan kebebasan dalam berekspresi antar individu dalam suatu masyarakat, seperti kebebasan untuk berkomunikasi.
A Study on the Effectiveness of k-NN Algorithm for Career Guidance in Education Indriyani Indriyani; Laros Tuhuteru; Gentur Wahyu Nyipto Wibowo; Alex Wenda; I Nengah Sandi
JINAV: Journal of Information and Visualization Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : PT Mattawang Mediatama Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.jinav1491

Abstract

This study aims to evaluate the performance of k-NN algorithm in recommending career paths for students based on their interests, past courses, and career goals. The k-NN algorithm was applied to a dataset of student information and its performance was evaluated using quantitative or qualitative measures such as accuracy or user satisfaction. The results indicated that the algorithm provided accurate recommendations and that the choice of k and the use of Euclidean distance measure were crucial for the performance of the algorithm. However, the study also highlighted the limitations of the research, such as the size and diversity of the dataset used, which could have affected the generalizability of the results. This study emphasizes the potential of data-driven approaches in career guidance in education and the k-NN algorithm as a valuable tool in this field. Future research could include incorporating additional factors such as student demographics or academic performance into the algorithm and using more diverse and larger datasets
The Impact of Social Media and Its Influence in the World of Education Laros Tuhuteru; Imman Yusuf Sitinjak; Tukiyo Tukiyo; Rosita Nainggolan; Hermans Gavin
al-fikrah: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/jaf.v11i1.8638

Abstract

Advances in information technology in the current era of globalization is very rapid. The progress of information technology is marked by the ease in finding and receiving information, especially in the world of education. So that technology can be used as a tool for students in the world of education by utilizing the internet. The internet is a medium that provides many facilities, one of which is social media. Social media is a means of information and communication that has many impacts and influences in the world of education, both positive and negative impacts. In line with that this research aims to find out the impact of social media and its influence in the world of education. The method used by researchers in this study is a quantitative method using a survey model using Google forms and in-depth interviews with several students. This research was conducted at Madrasah Aliyah level students in Cirebon. The results of this study indicate that social media can have positive and negative influences and impacts in the world of education. One of the negative impacts felt by students from the use of social media in the world of education is the easy distraction of students’ concentration during the learning process.
Urgensi Penguatan Nilai Integritas dalam Pendidikan Karakter Siswa Laros Tuhuteru; Deisye Supit; Mulyadi Mulyadi; Ayi Abdurahman; Mohammad Syahru Assabana
Journal on Education Vol 5 No 3 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to evaluate the importance of strengthening the value of integrity in student character education. The study method used is literature study with a philosophical approach or content analysis. An important finding in this paper is that character education programs need to be improved to address the moral and character problems that exist in Indonesia today. Even though there has been a character education program in the national education system, there are still many cases that do not meet expectations. This is due to the design of the program that does not cover all actors and does not touch on mindset and operational strategy aspects. Character education is impressed as a student's obligation and only focuses on conscious and cognitive thinking. Therefore, character education, especially the value of integrity, must continue to be applied by school principals and teachers through various programs that are structured and have goals for students
The Role Of Parents In Supporting The Use Of "Healthy Internet" In Early Childhood Laros Tuhuteru; Jihan Jihan; Gamar Al Haddar; Irmawati S; Firman Aziz
Journal on Education Vol 5 No 3 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Children find a wide range of information and entertainment on the internet to be highly engaging, but sadly not all of it is appropriate or good for them. Hence, it is crucial that parents play a proactive part in encouraging children to use the internet responsibly. In order to ensure that their children use the internet safely and sensibly, parents play an important role. Parents should take an active role by keeping an eye on online activities, educating children about safe and responsible internet use, establishing clear rules and boundaries, talking to their kids, and teaching them about morality and ethics online. Based on the literature review, this research aims to be able to provide a scientific point of view related to the role of parents in implementing a healthy internet for kids. By understanding the role, specific objectives related to the role of parents related to knowledge transfer to kids and things that can be done in supervising internet usage can be determined in order to maximize kids' potential in using technology from a young age
Understand the challenges of using a virtual data room to improve profitable and sustainable business outcomes Ignatius Septo Pramesworo; B.M.A.S. Anaconda Bangkara; Suwandi Ng; Laros Tuhuteru; Adi Mursalin
Enrichment : Journal of Management Vol. 12 No. 6 (2023): February: Management Science And Field
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/enrichment.v12i6.1077

Abstract

Understanding the challenges of virtual data and space to increase profitable business is very important in this highly competitive era. For this reason, we have obtained several epidermises that explain the challenges and benefits of a virtual data room so that we can enter the business pot that we obtained electronically from several data sources that were currency ten years ago. We analyze the data under a phenomenological approach which can answer the challenge of this question because the virtual data room is a very innovative and phenomenal matter in supporting business. After collecting data from book and journal sources, we analyze it carefully, involving data coding, data interpretation, and drawing valid and reliable conclusions. After a series of studies and obtaining the discussion results, the challenge of using applications that support business under the virtual data room makes it easy for businesses based on efficiency, safety, flexibility, transparency, and other features. Business people can benefit because they can save and have high productivity following the plan to get a profitable and sustainable business. This Temon will provide a new understanding to support academic activities and other industrial applications.
Co-Authors Abu Muna Almaududi Ausat Ade Iskandar Adi Mursalin Ahmad Hariyadi Alam Bakti Keloko, Alam Bakti Alek Andika Anang Sugeng Cahyono, Anang Sugeng Ani Heryani Ani Heryani Aslan Aslan Aslan Aslan, Aslan Ayi Abdurahman B.M.A.S. Anaconda Bangkara Budi Sulistiyo Nugroho Dahlan Abdullah Deisye Supit Desy Misnawati Devin Mahendika Emy Yunita Rahma Pratiwi, Emy Yunita Rahma Esto Bula Wiri Memang Faqih Nabhan Fauzi Ferdinandus Sampe Firayani, Firayani Firman Aziz Gamar Al Haddar Hatta, Heliza Rahmania Hermans Gavin I Gede Sujana I Gusti Ngurah Santika I Made Kartika I Nengah Sandi Ignatius Septo Pramesworo Ignatius Septo Pramesworo Imelda , Imelda Imelda Imelda Imman Yusuf Sitinjak Indriyani Indriyani Irmawati S Jihan Jihan Jumiati Tuharea Kalip, Kalip Khasanah Kraugusteeliana Kraugusteeliana Lubis , Toib Martha Maspaitella, Martha Mas'ud Muhammadiah Meli Siagawati Misnawati, Desy Moh. Solehudin Mohammad Syahru Assabana Muh. Safar Muhaemin Waliyudin Mulyadi Mulyadi Novdin Manoktong Sianturi Nugroho, Budi Sulistiyo Nuzalifa, Yossie Ulfa Paulus Haniko Pramono, Danan Wuryanto Rachman, Reza Saeful Rinovian Rais Rizana, Rizana Rohmiyati, Atiek Rosalia, Olyvia Rosijanih Arbie Rosita Nainggolan Sinta Julina Sitriah Salim Utina Sri Sugiarti Sudadi Suherlan Suherlan Suherlan Suherlan, Suherlan Sumarni Rumfot Suwandi Ng Syafruddin Syafruddin Taufiqoh , Zakiyatut Tirmidi Tirmidi Tri Suryowidiyanti Tukiyo Tukiyo Vioneta Cattravelly Pandji Wenda, Alex Wibowo, Gentur Wahyu Nyipto Yanry Budianingsih Zakiyatut Taufiqoh