Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : PESHUM

Body Shaming Lisdawati; Ahmadin; Bakhtiar
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i4.9418

Abstract

Body shaming merupakan tindakan merendahkan atau mengkritik seseorang berdasarkan penampilan fisik yang dianggap tidak sesuai dengan standar kecantikan sosial. Dalam konteks remaja, kondisi ini diperparah oleh pengaruh media sosial yang kerap menampilkan citra tubuh ideal secara berlebihan dan tidak realistis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk menggali pengalaman subjektif para remaja yang menjadi korban body shaming.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa body shaming berdampak negatif terhadap citra diri, memicu rasa malu, rendah diri, bahkan gangguan mental. Untuk mengatasi hal ini, dibutuhkan upaya yang mencakup pemahaman bahwa body shaming bukan kesalahan korban, penguatan self-esteem dan self-compassion, penetapan batasan, dukungan emosional, serta pengelolaan media sosial secara bijak.
Peran Orang Tua Dalam Menciptakan Keluarga Berkarakter Wulandari, Sri; Lisdawati; Marsya, Riska; Saleh, Sirajuddin
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i4.9660

Abstract

Penelitian ini membahas tentang peran penting keluarga, khususnya orang tua, dalam pembentukan karakter anak sejak usia dini. Keluarga merupakan unit sosial terkecil yang memiliki peran strategis sebagai lingkungan pendidikan informal pertama dalam kehidupan anak. Karakter anak tidak hanya terbentuk dari pengaruh eksternal, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh pola asuh, nilai-nilai yang diterapkan, dan dinamika yang terjadi dalam keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggambarkan pengalaman, pandangan, dan strategi orang tua dalam membentuk keluarga yang berkarakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter anak memerlukan konsistensi dalam penerapan nilai-nilai moral, keteladanan dari orang tua, serta lingkungan keluarga yang harmonis dan suportif. Selain itu, faktor-faktor seperti kondisi ekonomi keluarga, pemenuhan gizi, serta budaya yang ada dalam keluarga turut memengaruhi proses pembentukan karakter. Oleh karena itu, upaya menciptakan keluarga berkarakter harus melibatkan peran aktif orang tua dalam mendidik dan membimbing anak secara berkelanjutan, serta kerja sama dengan lingkungan sekitar untuk membentuk generasi yang tangguh, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman.