Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Penguatan Solidaritas Remaja Melalui Kegiatan Karawitan di Desa Banaran pulung ponorogo Dwi Kartika Putri, Agystina; Ajhuri, Kayyis Fithri
Social Science Academic SPECIAL ISSUE: Desa Berdaya dengan Potensi Lokal
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/ssa.v3i1.7931

Abstract

This research explores the role of traditional Javanese music, or karawitan, as a medium for strengthening the social solidarity of adolescents in Banaran Village, Pulung District, Ponorogo. Using a qualitative case study approach, the study involved participant observation, in-depth interviews, and documentation analysis with active youth participants in karawitan activities. The findings reveal that karawitan serves as an effective platform to instill values such as cooperation, discipline, mutual respect, and collective responsibility. Through the dynamics of group practice and performance, adolescents develop social bonds, enhance cultural awareness, and cultivate a stronger sense of belonging. Despite some challenges, such as peer pressure and time management between school and practice, karawitan proves to be a valuable cultural and educational tool for character development among youth.
Analisis Produksi Siaran Program “Kabar Pacitan” di JTV Pacitan Kurniawati, Ida; Ajhuri, Kayyis Fithri; Kinansih, Damayanti Dinda
INTERAKSI PERADABAN: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Program Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/interaksi.v3i1.31405

Abstract

Peran televisi lokal dalam industri media adalah memberikan informasi dan hiburan kepada audiens lokal. Namun, televisi lokal juga menghadapi beberapa tantangan antara lain: Persaingan dari televisi nasional dan internasional dalam hal jumlah penonton dan iklan, perubahan pola konsumsi media, biaya produksi dan distribusi yang cukup besar bagi stasiun televisi, persoalan regulasi dan lisensi yang ditetapkan oleh pemerintah dan memiliki lisensi yang sah untuk beroperasi, dan televisi lokal harus mampu mengembangkan konten yang menarik dan relevan untuk menarik perhatian penonton dan mempertahankan keberlangsungan bisnis. Rumusan masalah meliputi proses produksi siaran program “Kabar Pacitan” di JTV Pacitan mulai dari proses pra produksi, produksi hingga pasca produksi. Serta menganalisa kendala yang ditemui dan solusi yang dilakukan pihak manajemen dalam mengatasi kendala pada saat proses produksi siaran program “Kabar Pacitan”. Hasil dari penelitian ini peneliti menemukan bahwa siaran program “Kabar Pacitan” memiliki beberapa tahapan sama seperti pada program televisi lain dalam proses produksinya, adapun tahapan-tahapannya dimulai dari pra produksi : meliputi 1) Tahapan pra Produksi seperti rapat proyeksi secara santai baik secara langsung maupun melalui aplikasi WhatsApp, persiapan matang wartawan dalam pencarian berita. 2) Tahapan produksi meliputi tahap editing yang dilakukan oleh editor secara online dengan teknik digital, dan yang terakhir yaitu 3) Tahapan pasca produksi yaitu mencakup proses persiapan menuju siaran hingga penayangan berita. Hambatan yang sering dialami oleh wartawan dalam pencarian berita lapangan yaitu faktor cuaca yang tidak mendukung, selain itu juga terjadi hambatan akibat jaringan yang tidak stabil, peristiwa kecelakaan yang tidak selalu terjadi sehingga perlu alternatif berita ringan (features).
Penguatan Nilai-Nilai Keagamaan Masyarakat Melalui Kegiatan Yasinan Ibu-Ibu di Desa Banaran Pulung Ponorogo: Perspektif Psikologi Dakwah Ramadhani, Erra Fazhira; Ajhuri, Kayyis Fithri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.31587

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kegiatan Yasinan ibu-ibu di Desa Banaran, Pulung, Ponorogo dalam penguatan nilai-nilai keagamaan masyarakat, ditinjau dari perspektif psikologi dakwah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Yasinan menjadi sarana penting bagi ibu-ibu untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, memperdalam keimanan, mempererat silaturahmi, serta memupuk kepedulian sosial melalui doa bersama bagi yang telah meninggal. Meskipun terdapat kendala, seperti keterbatasan imam pengganti ketika imam utama berhalangan, kegiatan ini tetap konsisten dilaksanakan dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas ibadah serta hubungan sosial masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan adanya pelatihan tambahan bagi anggota agar keberlangsungan kegiatan dapat terjaga dan manfaatnya semakin meluas.
Prophetic Literacy Education: An Integrative Model of Spirituality, Intellectuality, and Social Action Ajhuri, Kayyis Fithri
HEUTAGOGIA: Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/hjie.2024.42-02

Abstract

This study aims to explore a literacy model based on religious values as implemented by the Komunitas Kutub Yogyakarta/Kutub Yogyakarta Community (KKY) and the Forum Penulis Muda Ponorogo (FPM). Prophetic literacy in this study is defined as a literacy approach that integrates three main pillars: spirituality, intellectuality, and social action. Using the Community-Based Research (CBR) method, this study involved active participation from the communities through in-depth interviews, participatory observations, and document analysis. The findings reveal that KKY develops spirituality-based literacy through activities such as Qur’anic recitation, dhikr, and religious studies. Meanwhile, the intellectuality aspect is enhanced through scientific discussions and literary studies, which are relevant for improving critical thinking skills. In the social action pillar, KKY excels through literacy outreach programs and independent entrepreneurship development. On the other hand, FPM emphasizes thematic discussions, such as book and essay discussions, as well as social action realized through literacy outreach programs and literary performances. This prophetic literacy model is relevant for implementation in both formal and non-formal education as part of efforts to develop holistic character education based on religious values. Prophetic literacy not only builds technical literacy skills but also instills the values of humanization, liberation, and transcendence, which are essential for addressing the challenges of globalization. This study recommends integrating this model into literacy curricula, providing training for educators, and establishing literacy communities as a medium for character education. Thus, literacy based on religious values can serve as a strategic approach to supporting the development of a generation with excellent character
Pelestarian Seni Karawitan Sejak Dini pada Anak Usia Sekolah di Desa Banaran Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo Hidayah, Nurul; Ajhuri, Kayyis Fithri
Al Khidma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Al Khidma Vol. 6 No. 1 Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/ak.v6i1.5563

Abstract

Penggunaan gadget yang tinggi di kalangan anak-anak menyebabkan penurunan partisipasi mereka dalam aktivitas sosial dan budaya, termasuk seni tradisional. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengajarkan seni karawitan kepada anak-anak di Desa Banaran sebagai cara alternatif untuk belajar, sekaligus membantu mereka melestarikan budaya lokal. Metode pelaksanaan adalah pendekatan Pembangunan Komunitas Berbasis Asset (ABCD), yang memanfaatkan potensi lokal seperti pelatih karawitan, gamelan di desa, dan dorongan anak-anak. Siswa dari kelas 4 SD ke atas mengikuti pelatihan secara teratur setiap Sabtu siang. Hasil menunjukkan bahwa pemain sangat antusias dengan kegiatan, tetapi karena usia yang masih dini, ada kesulitan untuk bekerja sama. Anak-anak telah menunjukkan kemampuan untuk berpartisipasi dalam aktivitas desa, menunjukkan adanya proses regenerasi pelaku seni tradisional. Kegiatan ini telah terbukti memiliki kemampuan untuk menjadi media yang berguna untuk mengajarkan karakter, melestarikan budaya, dan membantu mengurangi kecanduan perangkat secara konstruktif.
PERUBAHAN PERILAKU REMAJA PENGGUNA GADGET DI DESA MAGUWAN PONOROGO asroni, imam; Ajhuri, Kayyis Fithri
ROSYADA: Islamic Guidance and Counseling Vol. 3 No. 1 (2022): Rosyada: Islamic Guidance and Counseling
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.669 KB) | DOI: 10.21154/rosyada.v3i1.4684

Abstract

Gadget oleh remaja Desa Maguwan digunakan untuk berbagai macam keperluan seperti hiburan, komunikasi dan pendidikan. Penggunaan gadget dengan berbagai macam fungsinya dapat memberikan dampak positif dan negatif terhadap perilaku. Penelitian ini bertujuan 1) Untuk mengetahui penggunaan gadget remaja Desa Maguwan Ponorogo 2) Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan gadget oleh remaja Desa Maguwan Ponorogo 3) Untuk mengetahui apa saja dampak penggunaan gadget terhadap perilaku remaja di Desa Maguwan Ponorogo. Penelitian ini merupakan penelitian jenis penelitian lapangan dengan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan menggambarkan perubahan perilaku remaja Desa Maguwan Ponorogo dikarenakan penggunaan gadget. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1) Penggunaan gadget Desa Maguwan untuk berbagai macam keperluan seperti belajar, online shop dan bermain game, 2) faktor yang mempengaruhi remaja Desa Maguwan Ponorogo menggunakan gadget adalah budaya, kelas social, dan kelompok. 3) Dampak positif dari penggunaan gadget oleh remaja Desa Maguwan adalah untuk wawasan bertambah lewat informasi yang di dapat dari gadget, belajar lebih mudah lewat online dengan aplikasi zoom metting. Sedangkan dampak negatif dari penggunaan gadget terhadap perilaku remaja Desa Maguwan, seperti sifat acuh terhadap lingkungan sekitar, lebih menyukai dunia sosial media.