Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Strong Female Character inside Folklore “Camming Puleng” Muliadi, Muliadi; Amin, Kasma F.; Majid, Abd.
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 4, No 4 (2021): Budapest International Research and Critics Institute November
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v4i4.2690

Abstract

Camming Pulengis the name of a character in folklore, entitled Camming Puleng. Folklore is an oral story told by the narrator to the listener. In this way, folklore can be spread widely in the community. However, nowadays folklore has been widely recorded or published to be preserved so that it does not become extinct. This study aims to describe the values of local wisdom in the Camming Puleng story with a qualitative descriptive method with an ethnopragmatic approach. Ethnopragmatics is a point of view that can be used to understand folklore in the frame of ethnic insight. The results of the analysis show that the female character in Camming Puleng presents two sides of human character values that are different from each other, namely the value of the character of patience (asabbarakeng) and the value of the character of cunning (pabbelleng). The two sides of character values need to be known by readers because they can be one of the determinants in the success of social life in the world and provision of the hereafter.
Menakar Pembelajaran Sastra Daerah Di Sekolah Amin, Kasma F.; Rimang, Siti Suwadah; Amin, Nurtaqwa; Muliadi, Muliadi
Prosiding Seminar Nasional dan Internasional HISKI 2024: Konferensi Internasional Kesusastraan XXXII HISKI (Maret 2024)
Publisher : Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/psni.v1i0.161

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menakar pembelajaran sastra daerah di sekolah. Sampel diambil dari 1500 responden mahasiswa semester awal. Penetapan mahasiswa sebagai sampel guna mengetahui pengetahuan  sastra daerah mahasiswa sebagai luaran sekolah tingkat SMA se Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan adalah teknik random sampling, sejumlah 1215 mahasiswa yang memberi respon, dan sebanyak 25 responden guru. Uji validitas angket responden mahasiswa diperoleh r hitung r tabel (0,24) dan alpha Cronbach sebesar 0,93 0,75, sedangkan uji validitas angket guru menghasilkan r-hitung r-tabel (0,95) dan alpha Cronbach sebesar 0,74 0,65. Hasil pengumpulan data untuk responden mahasiswa menunjukkan pengetahuan mahasiswa tentang sastra daerah masih sangat rendah (≦21%), pernah mendapatkan materi tentang sastra daerah Bugis Makassar hanya (≤18%  dan yang mendapatkan sastra daerah melalui lingkungan keluarga dan sosial (≤25%), melalui media online (27%). Responden guru bahasa Indonesia yang menyampaikan materi tentang sastra daerah masih sangat kurang (≤32%). Pengetahuan guru tentang sastra daerah Bugis Makassar masih sangat rendah (≤33%). Perencanaan dan pelaksanaan tentang pengajaran sastra daerah belum terlaksana dengan baik terbukti dari pengetahuan mahasiswa tentang sastra daerah masih sangat kurang yang berkorelasi dengan pengetahuan guru tentang sastra daerah juga yang masih sangat kurang. Temuan menunjukkan bahwa realitas pengetahuan sastra daerah Bugis Makassar bagi responden wanita lebih tinggi daripada responden laki-laki, pada umumnya responden wanita lebih tinggi pemerolehan sastra daerah melalui media online.
Pelatihan Kerajinan Seni Bambu Untuk Mendukung Kampung Bambu Menuju Desa Wisata Sentra Bambu Halim, Martini; Wakka, Ahmad; Amin, Kasma F.
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6, No 2, Juni 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v6i2.5680

Abstract

Desa Wisata Kampung Bambu di Kelurahan Toddopulia Kecamatan Tanralili Maros adalah desa yang memiliki sumber daya alam yang khas yaitu pohon bambu. Salah satu upaya untuk mendukung sentra kerajinan bambu menuju Desa Wisata Kampung Bambu dengan memberi keterampilan dan pemgetahuan tentang cara mengolah bambu menjadi kerajinan yang berkualitas. Metode yang digunakan adalah PGD, pelatihan, dan evaluasi kegiatan. Kegiatan ini diikuti oleh 27 orang yang dikoordinir oleh mitra Pokdarwis, kelompok wanita, bersama tim dosen dan mahasiswa. Permasalahan mitra yaitu rendahnya pengetahuan mitra dalam memanfaatkan bambu sebagai potensi sumber daya alam untuk produksi sebagai oleh-oleh khas desa wisata dan produk bernilai ekonomi, dan lemahnya mental mitra untuk membangun kerja sama dan kesadaran sosial memanfaatkan potensi sumber daya alam lokal. Solusi yang ditawarkan kepada mitra adalah pelatihan membuat kerajinan bambu berbagai varian untuk oleh-oleh khas desa wisata kampung bambu. Hasil evaluasi ditindak lanjuti dengan pelaksanaan kegiatan pelatihan diawali dengan penyuluhan tentang manfaat bambu untuk beberbagai macam varian produk dan membangun mental masyarakat yang masih rendah terhadap penjualan produk bambu, selanjutnya mengadakan pelatihan keterampilan. Evaluasi akhir menunjukkan tentang peningkatan keterampilan mitra kegiatan dalam membuat kerajinan bambu, Namun masih perlu kegiatan lanjutan untuk pemanfaatan tegnologi yang lebih maju.terhadap sentuhan produk yang lebih halus dan berkualitas tinggi.
Mengasah Kepedulian Siswa terhadap Efek Limbah Plastik melalui Project Based Learning Martini, Martini; Nawwir, Yush; Kade, Samsuddin; Rahman, Ainul Alim; Amin, Kasma F.
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Januari - April 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.8.1.2025.5228

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah limbah plastik yang mencemari lingkungan dan kebutuhan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda, khususnya siswa. Pendidikan pengelolaan sampah, terutama limbah plastik, dianggap penting untuk membentuk sikap tanggung jawab dan kesadaran lingkungan sejak dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PBL) dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam pengelolaan limbah plastik di Sekolah Menengah Atas. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen, melibatkan 25 siswa yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner untuk mengukur pemahaman siswa tentang limbah plastik dan penerapan PBL, serta observasi terhadap kegiatan proyek daur ulang sampah plastik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL dalam pengelolaan sampah plastik berhasil mencapai tujuan pembelajaran dengan baik. Skor rata-rata ketercapaian proyek mencapai 88,25%, dengan kelompok yang bekerja dengan limbah kertas mencatat pencapaian hampir sempurna (92%). Aspek pemahaman tujuan proyek, evaluasi pembelajaran, dan kesesuaian tujuan dengan masalah tercapai dengan sangat baik. Meskipun ada variasi pada aspek kreativitas dan kerjasama kelompok, secara keseluruhan, siswa menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam memahami dan mengelola limbah plastik. Hasil ini menunjukkan bahwa PBL efektif dalam meningkatkan kesadaran lingkungan dan keterampilan siswa dalam mengurangi dampak negatif limbah plastik. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pendidikan lingkungan dengan menekankan pentingnya pendekatan praktis dan kolaboratif dalam mengatasi masalah limbah plastik.
Mitos Kecantikan Tomanurung Sebagai Fungsi Perdamaian Sosial Suku Bugis Makassar Abad Ke-13 (Study Etnografi) Amin, Kasma F.
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 2 No. 08 (2021): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v2i08.397

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap sebuah mitos dalam cerita legenda Tomanurung di Sulawesi Selatan. Hal tersebut sebagai upaya menggali nilai-nilai sosial yang terdapat dalam beberapa cerita rakyat Bugis Makassar. Tomanurung adalah cerita legenda yang masih dipercaya kebenarannya oleh masyarakat Bugis-Makassar. Cerita legenda tersebut di dukung oleh artefak berupa kuburan tua yang berjumlah tujuh buah di pinggir Lapangan Karebosi. Tujuh buah kuburan tersebut adalah cerita legenda Sulawesi Selatan yang mengisahkan tentang Tujua Karebosi sebagai jejak turunnya Tomanurung. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data yang digunakan adalah naskah penelitian sastra legenda Tujua Karebosi dan cerita lisan Tomanurung di Sulawesi Selatan. Sumber data adalah perpustakaan dan pakar sejarah Bugis-Makassar. Hasil penelitian menunjukkan tentang ideologi sosiokultural masyarakat yang terbentuk dari munculnya Tomanurung. Ideologi yang terbentuk dalam masyarakat Bugis-Makassar setelah turunnya Tomanurung adalah ideologi persatuan setelah ribuan tahun perang saudara, ideologi kemanusiaan setelah adanya sianre bale (saling memangsa), ideologi politik yaitu terbentuknya kerajaan Tallo, ideologi religi yaitu pemahaman mistis, dan ideologi budaya yaitu (tentang ziarah).