Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Studi Karakteristik Briket Arang Sabut Kelapa dengan Variasi Komposisi Menggunakan Mesin Screw Extruder Alfarizi, Edgar Hafizh; Abdi, Ferly Isnomo; Ganda, Andita Nataria Fitri; Sakti, Arya Mahendra
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 10 No 01 (2025): JRM April 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v10i01.67067

Abstract

Ekspansi industri pengolahan kelapa nasional menghasilkan melimpahnya limbah sabut yang belum dimanfaatkan secara optimal, menciptakan potensi bernilai yang terabaikan. Tujuan penelitian ini untuk memanfaatkan sabut kelapa dan mencari variasi komposisi terbaik untuk briket arang sabut kelapa dengan perekat tapioka menggunakan mesin pembuat briket srew extruder. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen memvariasikan perbandingan komposisi antara bahan baku arang sabut kelapa dengan bahan perekat tepung tapioka dengan perbandingan 95:5, 90:10, 85:15 dari 100gr massa. Penelitian ini menggunakan tiga variasi komposisi, yaitu 95:5, 90:10, dan 85:15. Parameter yang diuji meliputi nilai kalor, kadar air, kadar abu, laju pembakaran, dan drop test shatter index. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa briket dengan komposisi 95:5 memiliki nilai kalor tertinggi 6142,42 kal/g dan kadar air yang rendah 7,15%, sehingga cocok untuk kebutuhan energi tinggi. pada variasi 85:15 unggul pada laju pembakaran yang lebih irit (0,1359) dan ketahanan fisik terbaik 0,59%, menjadikannya ideal untuk pembakaran yang stabil dan tahan lama. Variasi 90:10 memberikan hasil rata-rata tanpa keunggulan tertentu. Kesimpulannya campuran bahan baku dan perekat sangat memengaruhi karakteristik briket, dan pilihan komposisi terbaik bergantung pada kebutuhan pengguna. Standar kualitas briket yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada spesifikasi briket arang nasional SNI 01-6235-2000. Parameter dalam standar ini menjadi tolok ukur evaluasi mutu briket yang dihasilkan.
Rancang Bangun Mesin Poles Magnetik Portabel Dengan Menggunakan Media Pemoles Jarum Magnetik Alam, Ilham Rofiqul; Wulandari, Diah; Ganda, Andita Nataria Fitri; Sakti, Arya Mahendra
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 10 No 01 (2025): JRM April 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v10i01.67847

Abstract

Mesin poles magnetik adalah salah satu metode finishing yang bisa digunakan untuk menghaluskanpermukaan material. Pada umumnya mesin poles magnetik yang ada memiliki ukuran besar dengan skalaindustri. Penelitian ini bertujuan untuk rancang bangun mesin poles magnetik portabel dengan menggunakanmotor 1/4 HP dengan media pemoles jarum magnetik untuk proses finishing pada material. Penelitian inimenggunakan metode pendekatan Research and Development (R&D), yang meliputi perancangan, perhitunganteknis komponen, pembuatan mesin, pengujian serta evaluasi pada mesin poles magnetik portabel. Denganmempertimbangkan variabel seperti kecepatan putaran mesin 1400rpm dan waktu 2 menit, serta perbandinganmaterial uji dengan jarum magnetik. Medan magnet dibuat dengan menggunakan magnet jenis neodymiumdengan tingkat kekuatan magnet N52. Hasil penelitian ini adalah mesin poles magnetik portabel ini dapatmenurunkan kekasaran permukaan pada material uji. Penurunan kekasaran tertinggi terjadi pada material platbesi 50mm x 50mm dengan persentase 31,95%. Sedangkan pada mur dan baut serta pipa logam ∅50mm x50mm menunjukkan persentase yang lebih rendah.
Analisis Biaya Pada Mesin Ekstruder Bioplastik Aldio, Bintang Tri; Ganda, Andita Nataria Fitri; Riandadari, Dyah; Nugroho, Aji
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 10 No 02 (2025): JRM Agustus 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v10i02.71513

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi biaya dalam pembuatan mesin ekstruder bioplastik berbasis kulit singkong. Mesin ini dirancang untuk mendukung produksi bioplastik yang ramahlingkungan dan dapat terurai secara hayati, terutama untuk diterapkan oleh industri kecil dan menengah.Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan menghitung seluruh komponen biaya,yang meliputi biaya material, pemesinan, perakitan, desain, serta biaya tidak langsung (overhead).Total biaya produksi mesin yang dihasilkan adalah sebesar Rp 5.786.700. Komponen biaya terbesarterdapat pada material sebesar Rp 3.462.000, sedangkan sisanya terdiri dari biaya pemesinan sebesar Rp435.000, biaya perakitan sebesar Rp 300.000, dan biaya desain sebesar Rp 389.700. Berdasarkan total biayatersebut, harga jual mesin ditentukan sebesar Rp 7.395.000 dengan mempertimbangkan margin keuntungan25% dan PPN 10%. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam merancang mesinekstruder berbiaya efisien yang sesuai dengan kebutuhan industri skala kecil.
Analisis Perbandingan Debit Air Pada Mesin Pompa Air Menggunakan Bahan Bakar Pertalite dan LPG Aidah, M. Fishal Askarul Faris; Sakti, Arya Mahendra; Wulandari, Diah; Ganda, Andita Nataria Fitri
Automotive Innovations Journal Vol. 1 No. 2 (2025): September
Publisher : Department of Automotive Engineering Technolgy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertanian merupakan salah satu sektor utama dalam perekonomian Indonesia, dengan padi sebagai tanaman pangan utama. Modernisasi pertanian telah mendorong penggunaan mesin pompa air sebagai bagian integral dari kegiatan bercocok tanam, namun banyak mesin masih menggunakan bahan bakar minyak bumi (BBM) yang mahal dan tidak ramah lingkungan. Oleh karena itu, konversi ke bahan bakar gas (BBG), khususnya Liquid Petroleum Gas (LPG), menjadi alternatif yang menjanjikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi mesin pompa air yang menggunakan LPG sebagai bahan bakar, serta melakukan analisis biaya bahan bakar dan laju aliran airnya. Ketersediaan mesin pompa dengan LPG masih terbatas, terutama di daerah terpelosok. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang penggunaan LPG dalam mesin pompa air irigasi. Pada penelitian ini hasilnya adalah Debit air yang dihasilkan pertalite ialah sebesar 4,4 liter/detik sedangkan LPG 3 kg menghasilkan sebesar 3,4 liter/detik. Dari hasil tersebut kita bisa bandingkan untuk laju debit air lebih besar menggunakan pertalite dari pada gas LPG 3 kg, Pompa air berbahan bakar pertalite dapat dilakukan modifikasi menjadi mesin pompa air berbahan bakar Gas/LPG dengan melakukan perubahan pada karburator konverter kit, Pompa air berbahan bakar pertalite dapat beroperasi sesuai waktu dan kebutuhan pengairan dan cepat dan Penggunaan mesin pompa air berbahan bakar pertalite dapat menunjang peningkatan beberapa aspek bidang seperti pertanian dengan kecepatan pada laju bebit.
Studi Finite Element Analysis terhadap Kekuatan Struktural Dua Desain Roda Kereta Menggunakan ANSYS Workbench 17.2 Davareza, Tinton; Ganda, Andita Nataria Fitri; Wulandari, Diah; Mubarok, Dio Dwi; Firmansyah, Ganda Putra
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 10 No 03 (2025): JRM Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v10i03.73974

Abstract

Roda kereta merupakan komponen vital dalam sistem perkeretaapian yang harus mampu menahan beban operasi secara aman dengan deformasi dan konsentrasi tegangan yang terkendali. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan performa struktural dua desain roda kereta melalui pendekatan Finite Element Analysis (FEA). Analisis dilakukan menggunakan ANSYS Workbench 17.2 dengan memodelkan kontak roda dengan rel menggunakan tipe kontak frictionless agar kondisi batas lebih merepresentasikan kondisi operasi nyata. Material yang digunakan adalah baja karbon ASTM A36 sebagai pendekatan baseline, dengan pembebanan vertikal sebesar 110.362,5 N yang merepresentasikan setengah beban gandar jalur rel kelas I. Parameter evaluasi meliputi tegangan ekuivalen Von Mises, total deformasi, dan safety factor. Hasil simulasi menunjukkan bahwa Model B memiliki performa struktural yang lebih baik dibandingkan Model A, ditunjukkan oleh tegangan maksimum yang lebih rendah (160,82 MPa dibandingkan 195,19 MPa), deformasi maksimum yang lebih kecil (0,029245 mm dibandingkan 0,045356 mm), serta nilai safety factor minimum yang lebih tinggi (1,3742 dibandingkan 1,1322). Perbedaan kinerja ini dipengaruhi oleh variasi geometri, khususnya pada web plate, radius transisi, dan distribusi massa roda. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa pemahaman pengaruh geometri terhadap respons struktural roda kereta dan dapat digunakan sebagai dasar evaluasi awal desain roda kereta menggunakan pendekatan FEA.
Analisis Perbandingan Kekuatan Struktural Poros Roda Kereta Api Menggunakan Metode Finite Element Analysis Putra Firmansyah, Ganda; Abdi, Ferly Isnomo; Ganda, Andita Nataria Fitri; Davareza, Tinton; Mubarok, Dio Dwi
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 11 No 01 (2026): JRM April 2026 (In Press)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v11i01.73991

Abstract

This study presents a comparative analysis of the structural strength of two railway axle models using the Finite element analysis (FEA) method. The objective is to determine the effect of geometric variations on stress distribution, total deformation, and safety factor of the railway axle. Three-dimensional models of both axle designs were developed using CAD software and analyzed through the Static Structural module in ANSYS Workbench 17.2. The material used is ASTM A36 carbon steel with a static load of 196,133 N, representing the axle load of a railway system. Simulation results show that Model A exhibits better structural performance, with a maximum Von Mises stress of 136.72 MPa, maximum deformation of 0.10697 mm, and a minimum safety factor of 1.6164. In contrast, Model B produces a higher maximum stress of 163.64 MPa and a total deformation of 0.15741 mm, with a lower minimum safety factor of 1.3505. These differences indicate that geometry significantly affects the load distribution and structural stability of the axle. Overall, Model A is considered more optimal due to its higher stiffness and greater safety margin, making it more suitable for railway axle design applications that require high vertical load resistance and low fatigue risk.
PEMBUATAN CETAKAN SENDOK PUDING DENGAN INJECTION MOLDING DARI MATERIAL POLYLACTIC ACID (PLA) DAN PATI SINGKONG Al Fath Hasby Ash Shiddiqy, Yhun; Ganda, Andita Nataria Fitri; Wulandari, Diah; Arifianti, Lailatus Sa'diyah Yuniar
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 10 No 03 (2025): JRM Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v10i03.74386

Abstract

Plastic is widely used in Indonesia, but its non-biodegradable nature causes accumulation and environmental pollution. As a solution, more eco-friendly bioplastics have been developed. This study aims to produce and analyze pudding spoon molds made from Polylactic Acid (PLA) and cassava starch using the injection molding method. The process began with product and mold design using Autodesk Fusion 360 with product dimensions of 125.5 × 25.2 × 2 mm and mold dimensions of 132 × 60 × 35.6 mm. Mold Flow simulation was conducted to analyze parameters such as fill confidence, visual defects, warpage, air traps, and deflection. The mold was manufactured using CNC machining with aluminum 5052 material. The PLA and cassava starch mixtures were varied, heated at a mold temperature of 160 °C and injection temperature of 190 °C, with a cooling time of approximately 5 minutes. The comparison between simulation and actual results showed dimensional differences for each material variation. The largest deviation occurred at a ratio of 40% PLA and 60% cassava starch, reaching 14.9%, while the best result was obtained at a ratio of 50% PLA and 50% cassava starch with only 0.72% deviation from the initial design. This study indicates that material composition significantly affects the dimensional quality of bioplastic products produced through the injection molding process.
Studi Pengaruh Suhu Pemrosesan Terhadap Kekuatan Tarik Bioplastik PLA (Polylactic Acid) dan Tepung Kulit Singkong Ashrori, Moch. Kharis; Puspitasari, Dewi; Ganda, Andita Nataria Fitri
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 11 No 01 (2026): JRM April 2026 (In Press)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v11i01.74903

Abstract

Conventional plastics are widely used due to their good mechanical properties; however, they pose serious environmental problems because they are difficult to degrade naturally. Therefore, bioplastics based on renewable resources, such as Polylactic Acid (PLA) reinforced with cassava peel flour as a natural filler, have been developed as an environmentally friendly alternative. This study aimed to analyze the effect of processing temperature variations on the mechanical properties and biodegradation rate of PLA–cassava peel flour bioplastics. An experimental method was employed with processing temperatures of 200 °C, 225 °C, and 250 °C. The material composition consisted of 70 wt% PLA and 30 wt% cassava peel flour, which was processed using injection molding through the melt intercalation technique. Tensile test specimens were prepared according to ASTM D638 Type I standards. Mechanical characterization was conducted using a Universal Testing Machine (UTM), while biodegradation behavior was evaluated using the soil burial test for four weeks. The results showed that a processing temperature of 225 °C produced the highest tensile strength of approximately 67 MPa. Increasing the temperature to 250 °C resulted in a decrease in tensile strength and elongation due to thermal degradation, although the elastic modulus and biodegradation rate increased. These findings indicate that processing temperature plays a crucial role in controlling the relationship between processing conditions, material structure, and mechanical properties of PLA–cassava peel flour bioplastic. Keywords: Bioplastic, Polylactic Acid, Cassava Peel Flour, Processing Temperature, Tensile Properties.