Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Analisis Material Komposit Berbasis Serat Tebu dan Matriks Polyester sebagai Bahan Pembuatan Helm Nugroho, Cahyo; Wulandari, Diah; Sakti, Arya Mahendra; Ganda, Andita Nataria Fitri
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 9 No 01 (2024): JRM April 2024
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v9i01.61980

Abstract

Pemanfaat serat tebu di Indonesia yang belum banyak dimanfaatkan menyebabkan limbah serat tebu hanya terbuang dan akan dibakar dengan begitu saja. Dengan potensi serat tebu yang melimpah di Indonesia tentu membuka peluang untuk memanfaatkan limbah serat tebu. Peneliti melakukan pemanfaatan limbah serat tebu untuk dijadikan sebagai salah satu bahan dasar dalam pembuatan cangkang helm. Bahan pendukung lainnya matriks polyester dan katalis dengan perbandingan 10:1 yang berfungsi sebagai perekat dan pengeras dari limbah serat tebu yang akan dicampurkan dan dijadikan cangkang helm. Penulis menggunakan metode Hand lay-up dengan variasi arah serat 0°, 45° dan 90° yang dilakukan pengujian impak. Peneliti menggunakan jenis kualitatif untuk menyajikan data dan jenis kuantitatif untuk penelitian eksperimen. Perbandingan yang digunakan 60% serat dan 40% resin dan katalis serta melakukan perendaman serat dengan NaOH 5% selama 2 jam. Spesimen terbaik dari setiap pengujian dihasilkan dari variasi arah serat 0° dengan menghasilkan nilai spesimen meliputi, uji impak dengan nilai 0.093 J/mm².
Rancang Bangun Mesin Pemanggang Berkapasitas 1 Kg Multifungsi Semi Otomatis Kurniawan, Prasetyo Tri; Sakti, Arya Mahendra; Riandadari, Dyah; Ganda, Andita Nataria Fitri; Laksono, Alif Rahman
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 9 No 01 (2024): JRM April 2024
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v9i01.62137

Abstract

Memanggang adalah proses pengolahan makanan dengan cara diletakkan di atas sumber panas hingga terjadi perubahan warna, bentuk, rasa dan tekstur serta mengeluarkan aroma yang khas. Di Indonesia, makanan panggang merupakan salah satu olahan makanan yang sangat disukai oleh banyak orang sehingga, dapat menjadi peluang untuk membuka usaha di bidang kuliner. Memanggang dengan cara konvensional memiliki kekurangan diantaranya matang tidak merata dan menghabiskan banyaktenaga. Penelitian ini bertujuan untukmerancang bangun mesin pemanggang multifungsi semi otomatis berkapasitas 1 kg.Dengan kapasitas kecil, hasil penelitian ini diharapkan dapat menghemat energi listrik dan biaya perancangan sehingga terjangkau oleh banyak orang,khususnya para UMKM. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengn jenis penelitian eksperimental.Hasilpenelitian ini adalah menciptakan mesin pemanggang dengan dimensi panjang 70 cm, lebar 30cm, dan tinggi 25cm yang dapatmemuat1 kg objek panggangan,sedangkan energi listrik yang dihabiskan pada kecepatan putaran 50 rpm rata-ratasebanyak 0,0347 kWh dengan lama pemanggangan 16,20 menit, pada kecepatan putaran 60 rpm rata-rata sebanyak 0,0275 kWh dengan lama pemanggangan 18,13menit, dan pada kecepatan putaran 70 rpm rata-rata sebanyak 0,0229 kWh dengan lama pemanggangan 20,28 menit. Dari hasil tersebut maka penggunaan mesin pemanggang yang paling hemat konsumsi energi listriknya pada kecepatan putaran 70 rpm.
Rancang Bangun Mesin Screw Extruder Arang Briket Berbahan Baku Batok Kelapa Semi Otomatis Akbar, Mokhamad Rizky; Wulandari, Diah; Utama, Firman Yasa; Ganda, Andita Nataria Fitri
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 9 No 02 (2024): JRM Agustus 2024
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v9i02.62604

Abstract

Alat pencetak briket masih relatif mahal bagi pengusaha berskala home industry sehingga masih membuat briket dengan cara manual. Dengan cara manual membutuhkan banyak waktu dan tenaga sehingga kurang efisien. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk membuat mesin pencetak briket dengan menggunakan screw extruder. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan tahapan mendesain mesin sesuai dengan komponen yang diperlukan yang meliputi proses perakitan pengelasan, pemotongan plat, pengeboran, dan pembubutan dan yang terakhir adalah uji fungsi alat. Hasil yang didapatkan dari perancangan mesin ini adalah mesin screw extruder arang briket berbahan baku batok kelapa semi otomatis yang berkapasitas 2kg/10 menit. Briket terbaik didapatkan pada perbandingan arang dan perekat 4:1 dan takaran air 250ml. Briquette printing equipment is still relatively expensive for home industry-scale entrepreneurs so they still make briquettes manually. Manually requires a lot of time and energy so it is less efficient. Therefore, this research aims to make a briquette printing machine using a screw extruder. The research method used is Research and Development (R&D) with the stages of designing the machine according to the required components which include the assembly process of welding, cutting plates, drilling, and turning and the last is the tool function test. The results obtained from the design of this machine are semi-automatic screw extruder charcoal briquettes made from coconut shells with a capacity of 2kg / 10 minutes. The best briquettes are obtained in the ratio of charcoal and adhesive 4: 1 and 250ml water dose.
Rancang Bangun Pembangkit Listrik Berbasis Generator Termoelektrik pada Alat Pengolah Limbah Sampah Arruafy, Mohammad Ghithrof; Wulandari, Diah; Sakti, Arya Mahendra; Ganda, Andita Nataria Fitri
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 9 No 02 (2024): JRM Agustus 2024
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v9i02.62610

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan panel energi listrik berbasis generator termoelektrik pada alat pengolahan limbah sampah di tempat pembuangan sementara. Dengan memanfaatkan teknologi termoelektrik, alat ini mengonversi limbah menjadi energi listrik, menyediakan solusi praktis yang efisien dan berkelanjutan untuk pengelolaan limbah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan Research and Development (R&D), yang meliputi perancangan, pengembangan prototipe, pengujian, evaluasi, dan penyempurnaan panel energi listrik. Penelitian ini mempertimbangkan variabel seperti volume dan jenis limbah, serta konfigurasi pemasangan Peltier (seri dan paralel). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan volume sampah dan konfigurasi rangkaian (seri atau paralel) mempengaruhi efisiensi konversi energi. Pada konfigurasi seri, tegangan yang dihasilkan lebih tinggi dibandingkan dengan konfigurasi paralel, namun arusnya lebih rendah. Sebaliknya, pada konfigurasi paralel, arus yang dihasilkan lebih tinggi, tetapi tegangannya lebih rendah. Misalnya, total daya yang dikumpulkan untuk 200 liter sampah dalam rangkaian seri adalah sekitar 2.04 Wh, sementara dalam rangkaian paralel sekitar 1.96 Wh. Rancang bangun tungku pembakaran dan kompor bahan bakar oli pada alat pengolahan limbah sampah dapat menghasilkan energi listrik secara berkelanjutan. Hasil terbaik diperoleh dari penggunaan konfigurasi paralel, yang menunjukkan efisiensi tinggi dalam mengkonversi panas menjadi energi listrik. Penelitian ini dapat menyelaraskan kebutuhan pengelolaan limbah dengan keberlanjutan lingkungan serta meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan secara lokal. Kata kunci: termoelektrik, rancang bangun, generator termoelektrik, energi listrik This research aims to design and develop an electrical energy panel based on thermoelectric generators for waste processing devices at temporary disposal sites. By utilizing thermoelectric technology, this device converts waste into electrical energy, providing a practical, efficient, and sustainable solution for waste management. The research method used is the Research and Development (R&D) approach, which includes designing, developing prototypes, testing, evaluating, and refining the electrical energy panel. The research considers variables such as the volume and type of waste, as well as the configuration of the Peltier installation (series and parallel). The results indicate that the increase in waste volume and the circuit configuration (series or parallel) affect energy conversion efficiency. In a series configuration, the generated voltage is higher compared to the parallel configuration, but the current is lower. Conversely, in a parallel configuration, the generated current is higher, but the voltage is lower. For example, the total power collected for 200 liters of waste in a series circuit is about 2.04 Wh, while in a parallel circuit it is about 1.96 Wh. The design of the combustion furnace and oil-fueled stove in the waste processing device can generate sustainable electrical energy. The best results were obtained from the use of the parallel configuration, which shows high efficiency in converting heat into electrical energy. This research can align the need for waste management with environmental sustainability and increase community awareness and participation in maintaining the local environment. Keywords: thermoelectric, design and construction, thermoelectric generator, electrical energy
Inovasi Mesin Pengaduk Adonan Bolu Menggunakan Motor Listrik ½ HP Prasetyo, Rafly Budi; Riandadari, Dyah; Ganda, Andita Nataria Fitri; Wulandari, Diah
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 9 No 02 (2024): JRM Agustus 2024
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v9i02.62732

Abstract

Dengan kemajuan teknologi manusia semakin menunjukkan tingkat kreativitas yang lebih tinggi. Mesin pengaduk adonan bolu merupakan salah satu alat yang dapat digunakan untuk memudahkan mengaduk adonan. Mesin pengaduk adonan bolu membantu mempercepat pembuatan adonan dan menghemat tenaga. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengetehui kinerja mesin pengaduk adonan. Desain mesin pengaduk adonan bolu menggunakan motor listrik dengan Rpm input 1400 dan Rpm output 600 Rpm dilengkapi dengan pengaduk berbahan ass stainless dengan panjang 47 cm lebar 18 cm dan tinggi 20 cm, menggunakan transmisi pulley 3 inci dan 7 inci dan v-belt A49. Berdasarkan desain yang dibuat didapatkan yaitu mesin memiliki dimensi panjang 100 cm, lebar 80 cm, dan tinggi 80 cm dengan menggunakan material besi berukuran 3,5 mm x 3,5 mm tebal 1,2 mm dan plat 2 mm. Wadah berdiameter 50 cm x 50 cm, Poros pengaduk terbuat dari ass besi dengan radius 0,1 m  dengan daya mesin sebesar 0,5 hp. Setelah d uji coba kinerja mesin pengaduk adonan bolu berjalan dengan kecepatan linier sebesar 9,56 m/s dan kecepatan angular sebesar 2,39 rad/s. Kata kunci: mesin pengaduk adonan, motor listrik, rancang bangun, teknologi tepat guna.   With advances in technology, humans are increasingly showing higher levels of creativity. A sponge dough mixer machine is a tool that can be used to make it easier to mix the dough. Sponge dough mixer machines help speed up dough making and save energy. This research aims to design and determine the performance of a dough mixer machine. The design of the sponge dough mixer machine uses an electric motor with an input Rpm of 1400 and an output Rpm of 600 Rpm equipped with a stainless steel stirrer with a length of 47 cm, a width of 10 cm and a height of 20 cm, using a 3 inch and 7 inch pulley transmission and an A51 v-belt. Based on the design, it was found that the machine has dimensions of 100 cm long, 80 cm wide and 80 cm high using iron material measuring 3.5 mm x 3.5 mm and 2 mm plate. The container has a diameter of 50 cm x 50 cm. The stirring shaft is made of iron shaft with a radius of 0.1 m with an engine power of 0.5 hp. After testing the performance of the sponge dough mixer machine it runs with a linear speed of 9.56 m/s and an angular speed of 2.39 rad/s. Keywords: dough mixer machine, electric motor, design, appropriate technology.
Analisis Perbandingan Diameter Pulley pada Mesin Pompa Air dengan Menggunakan Bahan Bakar Gas Terhadap Kapasitas Debit Air Yolarinda, Dhiko; Sakti, Arya Mahendra; Ganda, Andita Nataria Fitri; Riandadari, Dyah
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 9 No 02 (2024): JRM Agustus 2024
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v9i02.62775

Abstract

Para petani sering menghadapi tantangan terkait ketersediaan air, terutama selama musim kemarau. Mesin pompa air sawah bisa menjadi solusi, tetapi kebanyakan masih menggunakan bahan bakar minyak, sedangkan bahan bakar minyak sering terjadi kelangkaan pada suatu daerah tertentu. Maka oleh karena itu perlu adanya pemanfaatan energi aternatif lainya. Dipilihnya gas alam karena saat ini produksinya meningkat di Indonesia, juga lebih murah serta lebih mudah di dapat. Cara kerja mesin pompa air sawah berbahan bakar gas mirip dengan mesin pompa air sawah lainya. Dimana Ketika mesin dihidupkan maka motor penggerak akan menggerakkan Pulley yang terhubung dengan pemompa air sehingga air bisa keluar, namun kecepatan penggerak juga akan berpengaruh pada debit air yang akan dihasilkan sehingga akan berpengaruh juga pada efisiensin bahan bakar yang diperlukan. maka perlu adanya pemilihan Pulley yang harus dilakukan dengan tepat sehingga bisa mendapatkan perbandingan kecepatan yang pas terhadap kapasitas debit air yang maksimal, oleh karena itu akan dilakukan penelitian dengan mengganti variasi ukuran pulley dengan menggunakan diameter 76 mm, 101 mm, dan 127 mm. Dan akan di uji dengan kecepatan mesin 2000 rpm untuk mengisi wadah berkapasitas 136,7 liter dan di catat berapa waktu yang dibutuhkan sampai wadah terisi penuh. Dari hasil pengujian debit yang telah dilakukan pada percobaan menggunakan ketiga variasi pulley, yaitu menunjukan bahwa pulley dengan ukuran 101 mm menghasilkan debit air yang paling banyak yaitu 4,8 liter setiap detiknya sedangkan pulley dengan ukuran 76 mm menghasilkan debit air 4,1 liter setiap detiknya dan untuk pulley dengan ukuran 127mm menghasilkan 3,3 liter per detik. Farmers often face challenges regarding water availability, especially during the dry season. farming water pump machines could be a solution, but most of them still use fuel oil, whereas fuel oil is often scarce in certain areas. Therefore, it is necessary to utilize other alternative energy. Natural gas was chosen because production is currently increasing in Indonesia, it is also cheaper and easier to obtain. The way a gas-powered farming water pump machine works is similar to other rice field water pump machines. Where when the engine is turned on, the driving motor will move the pulley which is connected to the water pump so that the water can come out, but the driving speed will also affect the water flow that will be produced so it will also affect the required fuel efficiency. So it is necessary to select the pulley correctly so that you can get the right speed ratio to the maximum water discharge capacity. Therefore, research will be carried out by changing various pulley sizes using diameters of 76 mm, 101 mm and 127 mm. And it will be tested with an engine speed of 2000 rpm to fill a container with a capacity of 136.7 liters and note how long it takes until the container is full. From the results of discharge tests that have been carried out in experiments using three pulley variations, this shows that the pulley with a size of 101 mm produces the highest water discharge, namely 4.8 liters every second, while the pulley with a size of 76 mm produces a water discharge of 4.1 liters. every second and for a 127mm pulley it produces 3.3 liters per second.
Analisis Pengaruh Perubahan Sudut Single-link pada Variable Geometry Suspension Terhadap Gangguan Jalan Sinusoidal Huda, Miftachul; Abdi, Ferly Isnomo; Riandadari, Dyah; Ganda, Andita Nataria Fitri; Wilujeng, Auliana Diah
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 9 No 03 (2024): JRM Desember 2024
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v9i03.65787

Abstract

Sistem suspensi merupakan salah satu komponen kendaraan yang dapat menunjang keamanan pada saat berkendara. Sistem suspensi juga memiliki banyak jenis seperti sistem suspensi pasif, aktif, dan semi aktif. Namun, masih perlu dikembangkan sistem suspensi yang diharapkan mampu menunjang kenyamanan dengan konstruksi sederhana, biaya lebih terjangkau, dan performa yang lebih baik. Oleh karena itu, sistem variable geometry suspension (VGS) perlu di kembangkan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan sudut single-link 0˚ hingga 180˚ dan menggunakan variasi kecepatan 20 rpm, 40 rpm dan 60 rpm. Kemudian pengambilan data dilakukan dengan memberikan input gangguan jalan berupa gundukan jalan dan gelombang sinusoidal. Hasil penelitian ini mengacu pada kekakuan suspensi (ks) dan peredam suspensi (cs) saja, sedangkan pada peredam pada unsprung-mass (ct) dan kekakuan pada ban (kt) diabaikan. Hasil uji dari semua perubahan sudut single-link pada input gundukan jalan terlihat bahwa sudut 90˚ memiliki nilai yang paling nyaman di semua variasi kecepatan dengan nilai 0,24 (Tidak ada keluhan) dengan kecepatan 20 rpm, 0,35 (Sedikit tidak nyaman) dan 0,59 (Sedikit tidak nyaman) pada kecepatan 40 rpm dan 60 rpm. Sedangkan pada input sinusoidal pada kecepatan 20 rpm sudut 45˚ memiliki nilai yang paling kecil 0,38 (Sedikit tidak nyaman) dan pada kecepatan 40 rpm dan 60 rpm sudut 0˚ memiliki nilai yang paling kecil yaitu 0,55 (Sedikit tidak nyaman) dan 0,73 (Cukup tidak nyaman). Nilai RMS tersebut mengacu pada ISO 2631. Kata kunci: suspensi aktif, variable geometry suspension, nilai root mean square
Proses Adaptive Manufacturing Mekanisme Pipetting System pada Alat Liquid Handling System (LHS) Casillas, Muhammad Kanz; Abdi, Ferly Isnomo; Ganda, Andita Nataria Fitri; Sakti, Arya Mahendra
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 9 No 03 (2024): JRM Desember 2024
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v9i03.65791

Abstract

Saat ini, teknologi 3D printing telah muncul sebagai solusi yang potensial dalam dunia manufaktur. Teknologi ini memungkinkan pembuatan produk dengan mudah, cepat, dan mendetail. 3D printing menggunakan filamen sebagai bahan pengisi bentuk, dengan kekuatan tekan yang dipengaruhi oleh pola pengisian (infill pattern) yang digunakan. Penelitian menunjukkan bahwa pola 3D Honeycomb dapat memberikan kekuatan tekan yang besar namun membutuhkan lebih banyak material, sedangkan pola Cubic menawarkan keseimbangan optimal antara kekuatan tekan dan penggunaan material. Sehingga mampu menganalisis pengaruh variasi filling filamen pada mekanisme rack and pinion. Penelitian ini menggunakan metode research and development (RnD) meliputi: literature review,  proses adaptive manufacturing, dan analisis data. Pengujian dilakukan dengan memvariasi jenis infill pattern honeycomb dan cubic. Dengan posisi awal pencetakan vertical dan horizontal. Hasil rata-rata lama waktu pencetakan, Posisi pencetakan vertikal membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan dengan posisi horizontal, baik pada pola honeycomb maupun cubic. Pada posisi vertikal, pola honeycomb memiliki waktu rata-rata pencetakan tertinggi yaitu 354,68 menit, sementara pola cubic sedikit lebih cepat dengan waktu rata-rata 332,16 menit. Di posisi horizontal, waktu pencetakan lebih singkat, dengan pola honeycomb rata-rata 187,97 menit dan pola cubic 206,58 menit. Dengan demikian, posisi horizontal secara keseluruhan lebih efisien dalam mengurangi waktu pencetakan dibandingkan posisi vertikal, dan pola honeycomb sedikit lebih cepat dibandingkan cubic dalam kedua posisi tersebut.
Rancang Bangun Mesin Pembuat Briket Arang Sabut Kelapa Semi Otomatis Priyambada, Sashatta Daniela; Abdi, Ferly Isnomo; Sakti, Arya Mahendra; Ganda, Andita Nataria Fitri; Tsamroh, Dewi ‘Izzatus
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 9 No 03 (2024): JRM Desember 2024
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v9i03.65991

Abstract

Indonesia is a tropical country with many coconut trees (cocos nucifera). Coconut fiber is currently only a waste that cannot be utilized. We can utilize it into charcoal briquettes. The utilization of charcoal briquettes is one of the solutions in exploring alternative energy sources and reducing environmental pollution. In general, the briquette production process is carried out with three different machines, namely a mixer, an extruder, and a cutting machine. This research aims to design and test the function of a semi automatic coconut fiber charcoal briquette making machine. The research method used is Research and Development (R&D). The results of this study obtained frame dimensions of 700 mm x 270 mm, extruder tube length of 500 mm with a diameter of 100 mm, shaft length of 550 mm with a diameter of 25 mm, using a ½ HP AC electric motor with a speed of 1400 RPM, 3 inch and 4 inch pulleys, speed reducer WPA 40 ratio of 1 : 20, briquette mold 30 mm x 30 mm x 30 mm. The test found that the best capacity and rotation for the coir charcoal briquette making machine is by using a 4 inch pulley variation with an average printing capacity of 7,3 kg/hour and a rotation speed of 94,7 RPM, so the larger the pulley used the faster the rotation speed and the capacity of the printing results is also faster. Keywords: Charcoal Briquette, Coconut Coir, Semi Automatic, Briquetting Machine
Analisis Biaya Pemesinan Dalam Proses Pengeboran Menggunakan Mata Bor HSS Dan Variasi Material Benda Kerja Pamenang, Ferli Rycarhana; Utama, Firman Yasa; Ganda, Andita Nataria Fitri; Puspitasari, Dewi
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 9 No 03 (2024): JRM Desember 2024
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v9i03.66346

Abstract

The manufacturing industry has experienced rapid development, one of which is drilling machines, both conventional and semi-automatic. This research aims to determine the effect of differences in workpiece materials on the processing time using a semi-automatic drilling machine. Next, the influence of rotation speed and processing costs as well as variations in engine rotation on the workpiece material of the semi-automatic drilling machine.The experimental method is used to determine the data and analyze the variation of machine rotation and drill bits diameter on the time and cost of work on the material of the workpiece being tested.The research results show that using a 5 mm diameter HSS drill bit at a rotation speed of up to 1919 Rpm results in different processing times and costs. Aluminum 6063 with an average processing time of 32.3 seconds and a cost of Rp. 96.64, Steel ST 37 with an average processing time of 79.5 seconds and a cost of Rp. 193, and stainless steel 304 has no time and cost results due to the drill bit broke and this material is not recommended. Pada industri manufaktur telah mengalami perkembang pesat salah satunya dengan mesin bor, baik konvensional maupun semi otomatis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan material benda kerja terhadap waktu proses pengerjaan menggunakan mesin bor semi otomatis. berikutnya pengaruh kecepatan putaran dan biaya pengerjaan serta variasi putaran mesin terhadap material benda kerja mesin bor semi otomatis. Metode eksperimen yang digunakan untuk menentukan data dan menganalisis dari variasi putaran mesin dan diameter mata bor terhadap waktu dan biaya pengerjaan pada material benda kerja yang diuji.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan mata bor HSS berdiameter 5 mm pada kecepatan putaran hingga 1919 Rpm menghasilkan waktu pengerjaan dan biaya yang berbeda. Aluminium 6063 dengan rata-rata waktu pengerjaan 32,3 detik dan biaya Rp 96,64, Baja ST 37 dengan rata-rata waktu pengerjaan 79,5 detik dan biaya Rp 193, dan stainless stell 304 tidak ada hasil waktu dan biaya dikarenakan mata bor mengalami patah dan tidak disarankan material tersebut.