Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

OPINI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SENI RUPA TERHADAP PELAKSANAAN KKN PPL TERPADU UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR ANGKATAN XV TAHUN 2017 Fitria, Rizki
JURNAL IMAJINASI Vol 3, No 1 (2019): Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.112 KB) | DOI: 10.26858/i.v3i1.14114

Abstract

Permasalahan utama penelitian ini adalah opini mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Seni dan Desain tentang pelaksanaan KKN-PPL Terpadu Universitas Negeri Makassar angatan XV tahun 2017. Penelitian ini merupakan penelitian survei yang bertujuan untuk mengamati pelaksanaan KKN-PPL Terpadu. Variabel dalam penelitian ini adalah opini mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Seni dan Desain tentang pelaksanaan KKN-PPL Terpadu Universitas Negeri Makassar terhadap: (1) pelaksanaan pembimbingan mahasiswa KKN-PPL Terpadu oleh guru pamong dan dosen pembimbing lapangan; (2) Pelaksanaan pengelolaan KKN-PPL Terpadu oleh panitia pelaksanaan; (3) Permasalah yang dihadapi mahasiswa peserta KKN-PPL Terpadu. Populasi dan sampel dalam penelitian ini mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar yang telah mengikuti KKN-PPL Terpadu pada semester ganjil tahun 2017 yang berjumlah 49 0rang. Sampel yang digunakan berjumlah 30 orang. Teknik pengumpulan data adalah angket dan wawancara, data tersebut diolah dan disajikan melalui tabel persentase. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa; (1) opini mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Seni tentang pelaksanaan pembimbingan memperlihatkan hasil yang bervariasi, yakni sebanyak 73,34% responden menyatakan sudah efektif dan 26,66% menyatakan tidak efektif; (2) opini mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Seni dan Desain manajemen pengelolaan sebanyak 73,34% responden menyatakan sudah baik, dan 26,66% responden menyatakan tidak baik, sebanyak dari segi layanan pelaksanaan sebanyak 66,67% responden manyatakan sudah baik, dan 33,33% responden menyatakan tidak baik. Data hasil wawancara terhadap, (3) opini mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Rupa tentang permasalahan yang dihadapi selama pelaksanaan KKN-PPL Universitas Negeri Makassar tahun 2017, meliputi: rendahnya  partisipasi masyarakat, dukungan pihak sekolah dan siswa, masalah akademik, masalah pondokan dan masalah keterbatasan dana.
Penilaian Risiko Pekerjaan Struktur dan Pondasi pada Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Minum menggunakan PERMEN PUPR No. 10 Tahun 2021 Fitria, Rizki; Pramadita, Suci; Kadaria, Ulli
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 14 No. 02 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v14i02.848

Abstract

Latar Belakang: Identifikasi risiko dan penilaian risiko dilakukan untuk mencegah terjadinya risiko kecelakaan kerja. Sebab menurut laporan tahunan BPJS Ketenagakerjaan selama 3 tahun terakhir mengalami peningkatan jumlah kecelakaan kerja. Sedangkan suatu pekerjaan konstruksi harus menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan Kerja. Metode: Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Penilaian terhadap risiko mengacu pada Peraturan Menteri PUPR No. 10 Tahun 2021. Hasil: Rekapitulasi terhadap 46 responden menunjukkan bahwa pekerjaan struktur memiliki 5 risiko dengan tingkat rendah dan 1 risiko dengan tingkat sedang, dengan nilai terendah yaitu 2,21 dan tertinggi yaitu 5,04. Sedangkan pekerjaan pondasi memiliki 5 risiko dengan tingkat risiko rendah dan 1 tingkat risiko sedang, dengan nilai terendah yaitu 2,13 dan tertinggi yaitu 5,43. Kesimpulan: Pekerjaan struktur dan pekerjaan pondasi dalam Pembangunan IPAM memiliki 6 risiko. Pada pekerjaan struktur dan pondasi memiliki 5 risiko tingkat rendah dan 1 risiko tingkat sedang. Pengendalian dapat dilakukan dengan melakukan pengawasan yang ketat, memberi rambu pada tempat yang membutuhkan, melakukan safety talk sebelum bekerja, menggunakan APD yang sesuai, tepat dan lengkap. Saran: Pekerja diberi bimbingan mengenai metode kerja yang baik dan melakukan pelatihan khususnya terkait pentingnya K3 serta pentingnya APD agar para pekerja dapat lebih waspada.
Penguatan Literasi Bahaya Zat Adiktif melalui Media Infografis pada Siswa SMA Negeri 2 Banjarbaru: Indonesia Rasjava, Achmad Ramadhanna'il; Junaidi, Ahmad Budi; Abdullah; Fitria, Rizki; Rahmad, Amalia Fateha; Uzma, Ni'matul
Jurnal Abdimas Madani dan Lestari (JAMALI) Volume 08, Issue 1, Maret 2026
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jamali.vol8.iss1.art19

Abstract

High school adolescents are a vulnerable group to exposure to addictive substances due to social and academic pressures, thus requiring literacy-based preventive interventions. This community service program aimed to strengthen students’ literacy regarding the hazards of addictive substances at SMA Negeri 2 Banjarbaru through a chemical literacy-based approach, delivered using educational infographics and participatory learning activities. The program was implemented in a single integrated session consisting of a pre-test, delivery of materials using infographic media accompanied by interactive mini quizzes via Quizizz, a question-and-answer session, and a post-test. A total of 36 students participated in the activity, comprising 12 representatives from each grade level (grades X, XI, and XII). Evaluation results showed an improvement in students’ understanding of addictive substances, as indicated by an increase in the average pre-test score of 66.4 (median 70.0 with score ranged from 30.0 to 100.0) to an average post-test score of 87.5 (median 90.0 with score ranged from 60.0 to 100.0), representing an increase of 21.1 points (31.8%). In addition to quantitative evaluation, brief non-formal interviews with students conducted during and after the activity indicated early signs of changes in students perspectives, particularly in their awareness of adopting healthier and non-addictive coping mechanisms when dealing with academic stress. These findings suggest that infographic-based educational approaches combined with interactive activities are effective in enhancing literacy on the hazards of addictive substances as a foundation for primary prevention among adolescents. To support program sustainability, the educational materials were provided to the school in both printed and digital formats for use in guidance and counseling services as well as school health programs.