Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

DESAIN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA TERPUSAT DESA PELAJU Julianto, Patria; Huda, Abil; Prasetia, Abdul Muis; Budiman, Achmad; Said, Fitriani; mado, ismit; Sartika, linda; Riyanto, Sugeng; tachfulloh, syahfrizal
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v8i3.5874

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terpusat di Desa Pelaju. PLTS terpusat tersebut nantinya akan digunakan untuk menyediakan listrik yang terjangkau dan berkelanjutan bagi masyarakat desa Pelaju, yang saat ini memiliki akses terbatas terhadap energi listrik. Pada kegiatan ini desain PLTS terpusat yang akan dipasang di Desa Pelaju. mencakup berbagai aspek proyek, seperti aspek legal, sosial, ekonomi, dan teknis. Kegiaatan ini juga mencakup perhitungan kapasitas modul surya dan baterai yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan listrik desa Pelaju. Selain hal tersebut, pada kegiatan ini juga diberikan panduan pengelolaan dan pemeliharaan PLTS terpusat agar dapat beroperasi secara optimal.
Studi Perencanaan Interkoneksi Sistem Tenaga Listrik Tarakan–Bunyu Menggunakan Kabel Bawah Laut Patria Julianto; Muhammad Rafi Adrian
Seminar Nasional Teknik Elektro Vol. 4 No. 1 (2025): SNTE III
Publisher : Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia Pusat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46962/snte.25.101

Abstract

Pulau Tarakan dan Pulau Bunyu berjarak sekitar 22 km dengan sistem tenaga listrik yang hingga saat ini beroperasi secara terpisah. Keterpisahan sistem tersebut membatasi fleksibilitas penyaluran daya, efisiensi, serta keandalan pasokan listrik di kedua wilayah. Penelitian ini mengusulkan perencanaan interkoneksi melalui jaringan kabel bawah laut sebagai solusi teknis untuk meningkatkan keandalan, efisiensi, dan fleksibilitas sistem distribusi. Penentuan spesifikasi kabel dilakukan berdasarkan perhitungan kemampuan hantar arus, dengan hasil rekomendasi penggunaan kabel XLPE berpenampang 70 mm² sepanjang 22,5 km. Simulasi aliran daya menggunakan perangkat lunak ETAP 19.0.1 menunjukkan rugi-rugi daya aktif sebesar 1,476 MW atau sekitar 3,59% dari total beban sistem sebesar 41,067 MW, serta tegangan terendah sebesar 18,51 kV yang masih berada dalam batas Standar PLN (SPLN). Hasil tersebut membuktikan bahwa interkoneksi Tarakan–Bunyu layak secara teknis, mampu menjaga profil tegangan, dan menekan rugi-rugi daya dalam batas yang diperbolehkan. 
ANALISIS RUGI DAYA DAN JATUH TEGANGAN PADA SISTEM DISTRIBUSI 20 KV PT. PLN (PERSERO) ULP TANJUNG SELOR Julianto, Patria; Puspita, Diah Ajeng
Elektrika Borneo Vol 11, No 2 (2025): Elektrika Borneo Edisi Oktober
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/eb.v11i2.6857

Abstract

Kebutuhan energi listrik yang terus meningkat setiap tahun harus diimbangi dengan penyediaan energi listrik yang andal dan memadai. Untuk mencapai hal tersebut, PT PLN (Persero) sebagai penyedia energi listrik nasional harus mampu menyalurkan dan mendistribusikan energi listrik kepada pelanggan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Penelitian ini menganalisis sistem distribusi 20 kV PT PLN (Persero) ULP Tanjung Selor melalui simulasi aliran daya menggunakan perangkat lunak ETAP 19.0.1 Power Station. Hasil simulasi berupa rugi-rugi daya dan jatuh tegangan pada setiap bus dibandingkan dengan hasil perhitungan analitis untuk memvalidasi tingkat akurasinya. Berdasarkan hasil simulasi aliran daya, total rugi-rugi daya pada kondisi beban siang sebesar 6,29% dan pada kondisi beban malam sebesar 6,64%. Tegangan terendah terjadi pada bus Simpang Berau, yaitu sebesar 18,52 kV pada kondisi siang dan 18,39 kV pada kondisi malam. Berdasarkan standar SPLN, nilai tegangan tersebut masih berada dalam batas yang diizinkan.