Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Tropical Aquatic Resource Management

Pola Pertumbuhan dan Faktor Kondisi Ikan Dokun (Barbodes lateristriga) di Sungai Tebudak Desa Pisak Kabupaten Bengkayang Simorangkir, Riski Bastanta; Padmarsari, Widadi; Kurniadi, Bambang
Akuatik Tropis: Journal of Tropical Aquatic Resource Management Vol 2, No 1 (2024): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v2i1.80674

Abstract

Sungai Tebudak merupakan sungai yang berada di Desa Pisak, Kecamatan Tujuh Belas, Kabupaten Bengkayang. Masyarakat Desa Pisak, Kecamatan Tujuh Belas biasanya menangkap ikan untuk dikonsumsi. Ikan dokun (Barbodes lateristriga) termasuk salah satu spesies ikan hasil utama dari Sungai Tebudak, yang dijadikan sebagai ikan konsumsi, sehingga sering terjadinya aktivitas penangkapan yang berkelanjutan pada ikan ini. Lambat laun kondisi ini akan membuat ikan mengalami penurunan populasi jika tidak segera dilakukan pengelolaan dan pengembangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pertumbuhan ikan dokun di Sungai Tebudak. Penelitian ini dilakukan di Sungai Tebudak, Desa Pisak, Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat pada bulan Maret dan April. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, survei, dan pengambilan secara langsung. Analisis data perbandingan jenis kelamin, panjang, dan berat dilakukan pada sampel ikan dokun. Hasil analisis hubungan panjang berat ikan dokun jantan berjumlah 25 ekor dan ikan betina berjumlah 35. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah ikan jantan yang tertangkap relatif sedikit dengan jumlah ikan betina yang tertangkap. Model hubungan panjang-berat ikan dokun jantan memiliki nilai b sebesar 1,412, sedangkan ikan betina memiliki nilai 1,839. Nilai tersebut merupakan pola pertumbuhan alometrik negatif untuk ikan jantan dan betina. Alometrik negatif menjelaskan bahwa pertumbuhan panjang lebih cepat daripada pertumbuhan berat. Umumnya pertambahan panjang dan beratnya sama, namun ikan dokun memiliki pertumbuhan panjang yang lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan beratnya. Nilai rata-rata faktor kondisi didapat berdasarkan data keseluruhan antara ikan jantan dan betina, nilai faktor kondisi tertinggi terdapat pada ikan jantan sebesar 1,002, dan terendah pada ikan betina sebesar 1,000.
Keanekaragam Jenis Udang di Muara Namhoi Kecamatan Mempawah Hilir Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat Maulani, Tari; Padmarsari, Widadi
Akuatik Tropis: Journal of Tropical Aquatic Resource Management Vol 2, No 1 (2024): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v2i1.77734

Abstract

ABSTRACTShrimp are members of the Crustacea subphylum which can be found in fresh waters to marine waters. Shrimp diversity is very important to know, especially in the Namhoi Estuary which is an active fishing area for both fish and shrimp. The aim of the research is to determine the diversity of shrimp in Muara Namhoi which includes relative abundance, diversity index, uniformity index, dominance index and environmental parameters. The research was carried out for ± 2 months, namely July"“September 2023 in Muara Namhoi, Mempawah Hilir subdistrict, Mempawah recency, West Kalimantan. The method used is purposive sampling with sampling carried out 2 times at each station. The fishing gear used is a 1 inch trammel net. The results of the research were 4 families with 11 types and a total of 663 individual shrimp. The highest relative abundance is in the Penaeidae family with the genera Metapenaeus and Parapenaeopsos and the Dogol Shrimp/Metapenaeus affinis type (Milne Edwards, 1837). The diversity index for shrimp species in Muara Namhoi ranges between 1.43-1.87, which is considered medium, uniformity between 0.60-0.78 is considered uniform and dominance between o.20-0.32 is considered low. Environmental factors in the Muara Namhoi are included in the good category for shrimp life with temperatures between 27.5ËšC-30ËšC, current speed 0.03 m/s, brightness between 28 cm-42.4 cm, pH 7.6, depth between 146.5 cm-225 cm, Salinity 28.5 ppt, DO between 7.3 mg/l "“ 7.7 mg/l. It is suspected that if shrimp are caught in their juvenile period, it is necessary to regulate the size of shrimp suitable for catching and provide provisions for areas for catching shrimp so that shrimp fry can breed in the Muara Namhoi.  Keywords: Shrimp Diversity, Shrimp Types, Muara Namhoi