Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

TOKSISITAS KUMIS KUCING (Orthosiphon stamineus) SEBAGAI ANTI HIPERTENSI Emelda
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Orthosiphon stamineus merupakan salah satu obat bahan alam yang dapat digunakan untuk pengobatan pada hipertensi melalui aktivitas vasodilatasi, diuretik dan menurunkan kecepatan jantung. Beberapa obat tradisional dapat menyebabkan toksisitas setelah penggunaannya. Seperti telah dilaporkan pada penggunaan kumis kucing (Orthosiphon stamineus Benth). Meskipun begitu, informasi mengenai toksikologi dan keamanan dalam penggunaan herba ini masih terbatas. Oleh karena itu perlu adanya data yang menjelaskan mengenai toksisitas dari kumis kucing (Orthosiphon stamineus Benth) untuk keamanan penggunaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan toksisitas dan dosis yang aman pada kumis kucing (Orthosiphon stamineus Benth) sebagai Obat tradisional.Metode: Data diperoleh dengan menggunakan metode PICO. Adapun kriteria inklusi dari penelitian ini adalah studi yang dilakukan oleh desain eksperimental dan desain observasional yang dipublikasi antara tahun 2008-2013 dengan berbahasa Inggris dan Indonesia. Sedangkan kriteria eksklusi dari penelitian ini adalah jurnal yang menggambarkan tentang Orthosiphon stamineus sebagai antihipertensi yang tidak ada uji toksisitas serta jurnal yang dipublikasi di luar dari rentang tahun pada kriteri inklusi. Hasil: Dari hasil beberapa literatur, toksisitas akut dan subkronik pada Orthosiphon stamineus menunjukkan bahwa 5000 mg/kgbb tidak menyebabkan tanda-tanda toksisitas dan kematian. Pada pemberian sub-kronik, dari sistem reproduksi menunjukkan adanya penurunan jumlah sperma dan tidak menyebabkan mutagenik.Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah kumis kucing (Orthosiphon Stamineus Benth) aman digunakan pada penggunaan jangka pendek dan dosis kurang dari 5000 mg/kg/hari tidak menyebabkan munculnya tanda-tanda toksisitas. Kumis Kucing tidak menyebabkan mutagenik dan kerusakan pada hati dan jantung, tetapi mempengaruhi kesuburan jika diberikan dalam jangka panjang dan dosis tinggi (250 mg/kg/hari). Namun, penelitian ini terbatas pada uji praklinik, penelitian lebih lanjut tentang toksisitas Orthosiphon stamineus masih perlu dilakukan.
Membangun Motivasi Pelajar Untuk Melanjutkan Pendidikan Ke Jenjang Perguruan Tinggi Sri Gustini; Dwi Umardani; Emelda; Avissa Calista
Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Mei : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/nusantara.v3i2.1224

Abstract

Realizing the quality and competency of people who can assist in the success of development is one of higher education's key roles. Graduates of high school, vocational school, or madrasah aliyah programs might choose to enroll in classes, work, pursue further education, or remain unemployed. They lack knowledge about scholarship information, tuition funding plans, or higher education. The implementation of this community service program aims to raise student motivation about the value of higher education for the growth of self-potential, careers, and standards of living in all facets of society. It also aims to increase knowledge, insight, understanding, and awareness about the importance of continuing education. The delivery of the subject takes the form of lectures and discuss, as well as practice sessions and individual work.
Formulation and SPF Evaluation of a Lip Oil Serum Combining Ethanol Extract of Butterfly Pea Flower and Lavender Oil Salsabila, Nurus Shobah; Annisa Fatmawati; Sundari Desi Nuryanti; Emelda; Ade Puspitasari; Latifa Amalia
Media Farmasi Indonesia Vol. 20 No. 2 (2025): Media Farmasi Indonesia
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/mfi.v20i2.341

Abstract

Exposure to ultraviolet (UV) radiation due to ozone layer depletion increases the risk of skin damage, particularly on the lips, which are more vulnerable due to their lack of melanin and sebaceous glands. This study aimed to formulate and evaluate the Sun Protection Factor (SPF) of a lip oil serum containing ethanol extract of butterfly pea flower (Clitoria ternatea L.) and lavender oil (Lavandula angustifolia). The formulation was prepared in a single base with four variants: a control (F0) and three active concentrations (F1, F2, F3). Physical evaluations included organoleptic tests, homogeneity, pH, spreadability, adhesion, and viscosity. The SPF values were assessed in vitro using UV-Vis spectrophotometry. All formulations demonstrated acceptable physical stability with pH values between 6.7–7.33, spreadability ranging from 6.85–7.34 cm, adhesion from 3.51–5.07 seconds, and viscosity from 777.6–839 cPS. The SPF increased proportionally with lavender oil concentration (F1 = 3.70, F2 = 4.09, F3 = 4.25), showing a strong positive correlation (r = 0.969). These findings suggest that the combined use of butterfly pea extract and lavender oil may offer mild UV protection and desirable physical properties, making it a promising candidate for natural, herbal-based lip care products.