Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Efektivitas Label Gizi Traffic Light terhadap Pemahaman, Persepsi, dan Sikap Konsumen di Indonesia: Systematic Literature Review Karina Muthia Shanti
Jurnal Gizi Kerja dan Produktivitas Vol 6, No 1 (2025): May
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jgkp.v6i1.31589

Abstract

Tren meningkatnya masalah gizi lebih di Indonesia merujuk pada terjadinya peningkatan penyakit tidak menular (PTM). Hal ini berkaitan dengan pola makan yang tidak sehat, yaitu konsumsi makanan tinggi gula, lemak, natrium, dan rendah serat. Bentuk upaya preventif yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian label gizi yang dipahami oleh masyarakat, salah satunya dalam format label traffic light pada produk pangan kemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh label gizi dalam format traffic light pada produk pangan terhadap pemahaman, persepsi, dan sikap konsumen di Indonesia. Penelitian dilakukan dengan systematic literature review. Penelurusan dengan  kata kunci "traffic light label" AND "Indonesia" dengan operator Boolean pada database Google Scholar dan Scopus dengan kriteria inklusi berdasarkan pedoman PICOT. Hasil penelitian menunjukkan terdapat lima studi terpilih menggunakan metode cross-sectional dan quasi-eksperimental. Pemahaman konsumen terkait label gizi masih rendah. Konsumen produk pangan yang belum pernah mendapatkan edukasi label gizi memiliki pemahaman yang rendah terkait label traffic light, tetapi memiliki persepsi yang baik terhadap format label tersebut. Berbeda dengan konsumen yang telah mendapat edukasi label traffic light, pemahaman terkait label tersebut meningkat serta terdapat persepsi dan sikap yang positif terhadap keberadaan format label tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa label traffic light mudah dipahami oleh konsumen di Indonesia. Implementasi label traffic light memiliki potensi besar sebagai strategi efektif dalam mencegah masalah gizi lebih dan penyakit tidak menular, namun diperlukan edukasi yang komprehensif kepada masyarakat.
Pembelajaran Asinkronus Melalui Telegram dan Google Classroom sebagai Upaya Optimalisasi Bimbingan Uji Kompetensi Nasional Mahasiswa Vokasi Gizi Shanti, Karina Muthia; Aroni, Hasan
Indonesian Journal of Education and Learning Vol. 9 No. 1 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/ijel.v9i1.2926

Abstract

Adanya perkembangan teknologi dan tuntutan pembelajaran fleksibel, penerapan platform daring menjadi solusi yang relevan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kombinasi penggunaan platform Telegram dan Google Classroom dalam bimbingan Uji Kompetensi Nasional (UKOMNAS) secara asinkronus bagi mahasiswa vokasi gizi. Metode yang digunakan adalah desain studi Pre-Experimental One-Group Pretest-Posttest dengan evaluasi pengetahuan mahasiswa melalui pretest dan posttest. Selain itu, persepsi mahasiswa terhadap penggunaan kedua platform juga dievaluasi menggunakan kuesioner berskala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam skor pengetahuan mahasiswa setelah bimbingan daring (p<0,0001). Sebagian besar mahasiswa memberikan skor 5 (Sangat Setuju) terkait penerimaan pembelajaran daring, terutama dalam hal pembagian materi melalui Google Classroom serta kuis dan interaksi melalui Telegram. Kedua platform ini terbukti efektif dalam mendukung fleksibilitas dan ketercapaian materi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi Telegram dan Google Classroom dapat meningkatkan efektivitas bimbingan UKOMNAS, menawarkan solusi fleksibel dan efisien bagi mahasiswa vokasi dengan jadwal yang padat.
REDI (Rekan Diabetisi): Model Pendampingan Diabetisi dalam Mencapai Target Glikemik di Kelurahan Mulyorejo Kota Malang Dwipajati, Dwipajati; Diah, Maria; Hapsari, Indri; Komalyna, I Nengah Tanu; Shanti, Karina Muthia
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.19914

Abstract

Pendahuluan: Angka kejadian diabetes melitus mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa dekade terakhir, termasuk di Indonesia. Mayoritas diabetisi mengalami kesulitan dalam menerapkan pilar penatalaksanaan diabetes melitus, serta merasakan jenuh ketika target glikemik belum tercapai. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan kemampuan diabetesi dalam menerapkan 5 pilar pengendalian diabetes melitus. Metode: Ceramah dan praktik. Hasil: Adanya peningkatan nilai pengetahuan secara signifikan sebanyak 13,34 poin pada kader posyandu lansia setelah diberi edukasi (p=0,006). Diabetesi juga mengalami peningkatan pengetahuan signifikan pada penyuluhan pertama dan kedua (p=0,023; p<0,001). Kadar gula darah GDP dan GD2JPP diabetesi mengalami penurunan setelah proses pendampingan, namun tidak berbeda secara signifikan (p=0,363; p=0,567). Kesimpulan: Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat. Kegiatan perlu dilakukan secara berkala agar dalam jangka waktu yang lebih panjang, sehingga dapat mendukung perubahan perilaku yang memengaruhi nilai antropometri dan biokimia.
Efektivitas edukasi gizi dengan MediFan StrokeAware dan WhatsApp dalam meningkatkan kepatuhan diet mediterania pada lansia Mufarrokhah, Diana; Shanti, Karina Muthia; Dwipajati, Dwipajati
Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2026): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/gikes.v7i1.3200

Abstract

Background: Stroke remains a leading cause of mortality and disability among older adults in Indonesia, with a prevalence of 8.3 per 1,000 population. The Mediterranean diet is effective in reducing cardiovascular risk; however, its implementation remains limited due to the lack of innovative and age-appropriate nutrition education media, as well as the absence of integrated approaches combining educational media with digital support.Objectives:  To analyze changes in knowledge, adherence to the Mediterranean diet, and fat intake following nutrition education using MediFan StrokeAware and WhatsApp among older adults in Mulyorejo Village.Methods: A pre-experimental one-group pretest–posttest study was conducted among 24 participants aged 45–70 years in Mulyorejo, Malang, selected through purposive sampling. Inclusion criteria included the ability to communicate and use WhatsApp, and no severe health conditions. The 2-month intervention utilized MediFan StrokeAware and WhatsApp (three times/week). Dietary adherence was measured using a validated questionnaire. Data were analyzed using Wilcoxon and paired t-tests (α=0.05).Results: Knowledge increased significantly (68.06% vs 80.56%, p=0.044). Most participants (95.8%) achieved adherence to the Mediterranean diet after the intervention. MUFA intake increased (p=0.013), while SAFA intake also increased (p=0.001) as an unintended outcome. PUFA intake did not change significantly (p=0.141). Body fat percentage decreased significantly (p=0.002).Conclusion: The nutrition education intervention using MediFan StrokeAware and WhatsApp was associated with improvements in knowledge and adherence to the Mediterranean diet among older adults. However, the increase in saturated fatty acid (SAFA) intake indicates that dietary behavior changes were not yet consistent, highlighting the need for more contextual and longer-duration interventions.
The Link Between Ultra-Processed Food Consumption and Adolescent Mental Health Disorders: A Systematic Review Shanti, Karina Muthia; Setyobudi, Sugeng Iwan; Afifa, Irma
Placentum: Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Aplikasinya Vol 14, No 1 (2026): February
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/placentum.v14i1.114182

Abstract

Background: The increasing prevalence of mental health problems among adolescents underscores the importance of identifying contributing factors, one of which may be dietary patterns, particularly the rising consumption of ultra-processed foods. This study aims to explore the association between ultra-processed food consumption and mental health issues in adolescents.Methods: This study conducted in systematic literature review. A comprehensive search was conducted following PRISMA guidelines, using the Scopus database to identify studies published between 2020 and 2025. Inclusion criteria focused on observational studies involving adolescents aged 10–19 years, examining the relationship between ultra-processed food intake (classified according to the NOVA system) and mental health outcomes.Results: Seven studies (n = 284,507) met the inclusion criteria, with six showing an increased risk of mental health problems linked to higher ultra-processed food consumption. One study revealed a bidirectional relationship, where academic stress was associated with increased fast food consumption.  Conclusion: Most included studies indicate that higher ultra-processed food consumption is associated with increased odds or risk of mental health problems among adolescents. In addition, one study reported a possible reverse pathway, suggesting that academic stress may be linked to greater fast-food consumption. Further longitudinal and mechanistic research is needed to clarify the causality and directionality, before specific intervention strategies can be recommended.