Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Penerapan Terapi Musik Suara Alam dan Aromaterapi Chamomile Terhadap Mual Muntah dan Kecemasan Pasien Gastritis Lie Liana Fuadiati; Desy Rinawaty; Afiatur Rohimah
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i1.22058

Abstract

ABSTRACT Gastritis is a disease that can affect all levels of society, most commonly affecting those of productive age. People in productive age are vulnerable to infection due to busy schedules, a lifestyle that doesn't pay attention to health, and the stress they experience. Gastritis can recur, and relapses are influenced by poor diet and stress factors.Analyzing the application of natural sound music therapy and chamomile aromatherapy on nausea, vomiting and anxiety in gastritis patients. This study used a Quasi-Experimental Pre-Post Test with One Group Design. The sample in this study were 36 gastritis patients. The research instrument was the DASS 42 (Depression Anxiety Stress Scale) questionnaire to measure anxiety consisting of 14 questions, and nausea and vomiting were measured using a nausea and vomiting questionnaire consisting of 3 questions. Data analysis in this study used the Wilcoxon Test statistical test. Nausea and vomiting of respondents before the intervention were mostly moderate, as many as 21 respondents (58.3%). And nausea and vomiting of respondents after the intervention were mostly mild, as many as 15 respondents (41.6%). Anxiety of respondents before the intervention was mostly moderate, as many as 12 respondents (33.33%). And anxiety of respondents after the intervention Most had mild anxiety, as many as 16 respondents (44.44%). The results of the Wilcoxon test of nausea and vomiting in gastritis patients after natural sound music therapy and chamomile aromatherapy showed that Sig. was 0.000 or 0.05. The results of the Wilcoxon test of anxiety in gastritis patients after natural sound music therapy and chamomile aromatherapy showed that Sig. was 0.000 or 0.05. The application of natural sound music therapy and chamomile aromatherapy has been shown to have an effect on nausea, vomiting, and anxiety in gastritis patients. Classical music plays a crucial role in relieving mental tension and neutralizing emotions. By utilizing a regular tempo, rhythm, melody, and harmony, classical music can stimulate alpha and beta waves in the brain, providing a relaxing and calming effect. Aromatherapy affects the nervous system. When inhaled, aromatherapy stimulates the olfactory nerve and is transmitted to the hypothalamus, which then triggers the release of chemicals in the brain that have a calming and relaxing effect. Keywords: Nature Music, Aromatherapy, Nausea and Vomiting, Anxiety  ABSTRAK Gastritis merupakan penyakit yang dapat menyerang semua kalangan Masyarakat, paling banyak menyerang usia produktif. Di usia produktif masyarakat rentan terserang karena tingkat kesibukan, gaya hidup yang kurang memperhatikan kesehatan serta stres yang mudah dialami. Gastritis dapat mengalami kekambuhan dimana kekambuhan terjadi dipengaruhi oleh pola makan yang tidak baik dan faktor stress. Menganalisis penerapan terapi musik suara alam dan aromaterapi chamomile terhadap mual muntah dan kecemasan pasien gastritis. Desain penelitian ini menggunakan Quasi Experimental Pre Post Test with One Group Design. Sampel pada penelitian ini adalah 36 pasien gastritis. Instrumen penelitian ini yaitu Kuesioner DASS 42 (Depression Anxiety, Stres Scale) untuk mengukur kecemasan terdiri dari 14 pertanyaan dan mual muntah diukur dengan kuesioner mual muntah terdiri dari 3 pertanyaan. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji statistik Wilcoxon Test. Mual muntah responden sebelum intevensi sebagian besar sedang sebanyak 21 responden (58,3%). Dan mual muntah responden sesudah intevensi sebagian besar ringan sebanyak 15 responden (41,6%). Kecemasan responden sebelum intevensi sebagian besar memiliki kecemasan sedang sebanyak 12 responden (33,33%). Dan kecemasan responden sesudah intevensi Sebagian besar memiliki kecemasan ringan sebanyak 16 responden (44,44%). Hasil Uji Wilcoxon mual muntah pada pasien gastritis sesudah terapi musik suara alam dan aromaterapi chamomile menunjukkan bahwa Sig. sebesar 0,000 atau 0,05. Hasil Uji Wilcoxon kecemasan pada pasien gastritis sesudah terapi musik suara alam dan aromaterapi chamomile menunjukkan bahwa Sig. sebesar 0,000 atau 0,05. Terdapat pengaruh penerapan terapi musik suara alam dan aromaterapi chamomile terhadap mual muntah dan kecemasan pasien gastritis. Musik  klasik  memiliki  peran penting dalam meredakan  ketegangan pikiran dan menetralkan emosi. Dengan  memanfaatkan tempo, ritme, melodi, dan harmoniyang teratur, musik klasik mampu merangsang  gelombang  alfa  dan  beta  pada  otak,  memberikan efek  rileks  dan  ketenangan. Aromaterapi berpengaruh pada sistem saraf. Saat dihirup, aromaterapi merangsang saraf penciuman (olfactory nerve) dan diteruskan ke hipotalamus, yang kemudian memicu pelepasan zat kimia di otak yang memberikan efek tenang dan rileks. Kata Kunci: Musik Alam, Aromaterapi, Mual Muntah, Kecemasan.
Efektivitas Relaksasi Autogenik dan Mindfulness Terhadap Tingkat Stres dan Kecemasan Pasien Stroke Lie Liana Fuadiati; Desy Rinawaty; Nadhifah Rahmawati; Putu Sintya Arlinda Arsa; Luluk Nur Aini; Ariefatun Nisa
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55624

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian di seluruh dunia, sehingga sering menimbulkan stres dan kecemasan. Salah satu intervensi nonfarmakologis terbukti efektif dalam menurunkan stres dan kecemasan adalah relaksasi autogenik dan mindfulness. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas relaksasi autogenik dan mindfulness terhadap tingkat stres dan kecemasan pasien stroke. Metode : Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen one group pretest-posttest dengan jumlah sampel 32 pasien. Intervensi relaksasi autogenik dan mindfulness diberikan selama 4 minggu, dalam 1 minggu pasien mendapat 3 kali terapi selama 30 menit. Stres dan kecemasan diukur menggunakan DASS 42 (Depression Anxiety, Stres Scale). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Relaksasi autogenik dan mindfulness efektif menurunkan stres dan kecemasan pasien stroke dengan nilai Sig. 0,000 < 0,005. Simpulan: Relaksasi autogenik dan mindfulness efektif menurunkan tingkat stres dan kecemasan pasien stroke. Kata Kunci: Relaksasi Autogenik, Mindfulness, Stres, Kecemasan
Kombinasi Brisk Walking Exercise dan Relaksasi Deep Breathing Terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi Desy Rinawaty; Lie Liana Fuadiati; Ramli Herikzah; Muh. Nur Syamsu
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 6 (2026): Volume 8 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i6.22552

Abstract

ABSTRACT Hypertension is a chronic disease characterized by elevated blood pressure above normal. Hypertension is caused by changes in peripheral blood vessels that lead to changes in blood pressure. When hypertension is not properly managed, it can lead to complications. To prevent these complications, therapy is needed to control blood pressure. To determine the effect of brisk walking exercise and deep breathing relaxation therapy on blood pressure in hypertensive patients. This study used a quasy-experimental design with a one-group pre-test-post-test design. The sample consisted of 30 hypertensive patients. The research instrument used a sphygmomanometer to measure blood pressure. Data analysis used the Wilcoxon test. The mean systolic blood pressure before the intervention was 169.00 and the mean post-intervention was 138.33. The mean diastolic blood pressure before the intervention was 96.67 and the mean post-intervention was 8.33. The Wilcoxon test for systolic and diastolic blood pressure yielded an Asymp.Sig. value of 0.000, thus concluding that the application of brisk walking exercise and deep breathing relaxation therapy has an effect on blood pressure in hypertensive patients. The application of brisk walking exercise and deep breathing relaxation therapy has an effect on blood pressure in hypertensive patients. Keywords: Brisk Walking Exercise , Deep breathing Relaxation , Blood Pressure , Hypertension.  ABSTRAK Hipertensi merupakan suatu penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah lebih dari normal. Hipertensi disebabkan oleh perubahan pembuluh    darah    perifer    yang    menyebabkan perubahan tekanan darah. Ketika hipertensi tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan komplikasi. Untuk mencegah komplikasi tersebut perlu adanya terapi yang dilakukan untuk mengontrol tekanan darah.  Mengetahui pengaruh penerapan terapi brisk walking exercise dan relaksasi deep breathing terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi. Desain penelitian ini menggunakan Quasy Experimental dengan rancangan One Group Pre Test Post Test Design. Sampel pada penelitian ini adalah 30 pasien hipertensi. Instrumen penelitian ini yaitu tensimeter untuk mengukur tekanan darah. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji statistik Wilcoxon Test. Nilai mean tekanan darah sistolik sebelum intevensi sebesar 169.00 dan nilai mean sesudah setelah intervensi sebesar 138.33. Sedangkan nilai mean tekanan darah diastolic seebelum intervensi sebesar 96.67 dan nilai mean sesudah intervensi sebesar  8.33.  Hasil uji Wilcoxon tekanan darah sistolik dan diastolik didapatkan nilai Asymp.Sig sebesar 0.000 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penerapan terapi brisk walking exercise dan relaksasi deep breathing  terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi. Terdapat pengaruh penerapan terapi brisk walking exercise dan relaksasi deep breathingterhadap tekanan darah pasein hipertensi.  Kata Kunci: Brisk Walking Exercise , Relaksasi Deep Breathing , Tekanan Darah , Hipertensi.