Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI GURU PADA PAUD DUTA BINA BHUANA SCHOOL Poerwati, Christiani Endah; Cahaya, I Made Elia; Suryaningsih, Ni Made Ayu
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 6 No. 1 (2022): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.33 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v6i1.1786

Abstract

ABSTRAKPAUD Duta Bina Bhuana merupakan lembaga pendidikan yang memastikan anak memiliki kesiapan dalam memasuki jenjang pendidikan selanjutnya. Pendidik memiliki peran yang sangat krusial dalam mencapai tujuan tersebut, agar dapat memberikan layanan yang optimal. Namun berdasarkan hasil observasi dan wawancara, ditemukan adanya permasalahan terkait kompetensi guru, yakni: 1) pengembangan perencanaan pembelajaran (penentuan tema dan sub tema) anak usia dini; 2) penerapan metode pembelajaran inovatif pada proses pembelajaran anak usia dini, dan 3) pembuatan dan penggunaan alat peraga edukatif dalam proses pembelajaran anak usia dini. Pelaksanaan pendampingan dilakukan melalui pembimbingan secara daring serta workshop secara langsung (luring). Indikator keberhasilan program pendampingan ini, dapat dilihat dari antusias guru selama mengikuti program serta adanya peningkatan kompetensi guru. Melalui kegiatan ini, dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan terhadap: 1) kemampuan mitra dalam menyusun perencanaan pembelajaran memperoleh nilai rata-rata 85 dengan kategori sangat baik, 2) kemampuan mitra dalam mengaplikasikan metode inovatif memperoleh rata-rata 85 dengan kategori sangat baik dan 3) kemampuan mitra dalam membuat dan menggunakan APE dalam proses pembelajaran memperoleh rata-rata 87 dengan kategori sangat baikKata kunci: Pendampingan, Kompetensi Guru, PAUD Duta Bina BhuanaABSTRACTPAUD Duta Bina Bhuana is an educational institution that ensures children are prepared to enter the next level of education. Educators play crucial roles in achieving these goals, in order to provide optimal services. However, based on the results of observations and interviews, the authors found that there were problems related to teacher competence, namely: 1) development of learning planning (determination of themes and sub themes) for early childhood; 2) the application of innovative learning methods in the early childhood learning process, and 3) the manufacture and use of educational teaching aids in the early childhood learning process. The implementation of mentoring is carried out through online mentoring and in-person workshops (offline). Indicators of the success of this mentoring program can be seen from the enthusiasm of teachers during the program as well as an increase in teacher competence. Through this activity, it can be concluded that there was an increase in: 1) the ability of partners in preparing lesson plans obtained an average score of 85 in the very good category, 2) the ability of partners in applying innovative methods obtained an average of 85 in the very good category, and 3) the ability of partners in applying innovative methods to obtain an average of 85 in the very good category. partners in making and using educational teaching aids in the learning process obtained an average of 87 in the very good category.Keywords: Mentoring, Teacher Competence, Early Childhood Education
Model Pembelajaran Multisensori Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak Usia 5-6 Tahun di TK ABCD School Meilina, Ni Putu Ria; Cahaya, I Made Elia; Lestari, Putu Indah
Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal Vol 6 No 1 (2023): Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal
Publisher : Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/japra.v6i1.29126

Abstract

Kemampuan membaca permulaan anak usia dini sangat berguna untuk bekal pengetahuan anak ke jenjang pendidikan selanjutnya yang berhubungan dengan mengenal nama-nama huruf, mengenal huruf awal benda, menyusun huruf menjadi sebuah kata serta membaca sebuah kata. Kemampuan membaca permulaan dapat dikembangkan melalui model pembelajaran multisensori. karena anak belajar membaca permulaan melalui berbagai stimulasi indera untuk memperoleh informasi dari berbagai sumber dan media. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan membaca permulaan pada 19 anak usia 5-6 tahun di TK ABCD School melalui model pembelajaran multisensori. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus dengan beberapa tahapan yang terdiri dari penetapan fokus permasalahan, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes yang dianalisis secara deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Berdasarkan hasil observasi awal sebelum menggunakan model pembelajaran multisensori, hasil persentase ketuntasan yang diperoleh yaitu sebesar 26.32%. Pada Siklus I meningkat menjadi 68.42%, dan pada Siklus II meningkat kembali menjadi 89.47%. Maka dapat disimpulkan, kemampuan membaca permulaan pada 19 orang anak usia 5-6 tahun di TK ABCD School dapat meningkat melalui model pembelajaran multisensori.  
Weaving Cultural Threads: Integrating Local Wisdom into Indonesia’s Early Childhood Curriculum for Character Building and Cultural Preservation Suryaningsih, Ni Made Ayu; Poerwati, Christiani Endah; Cahaya, I Made Elia
PPSDP International Journal of Education Vol. 4 No. 2 (2025): PPSDP International Journal of Education (Special Issue)
Publisher : Perkumpulan Program Studi Doktor Pendidikan (PPSDP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59175/pijed.v4i2.732

Abstract

In an era of globalization, there is growing international interest in integrating indigenous knowledge and local wisdom into early childhood education (ECE) to promote cultural sustainability and holistic child development. However, a comprehensive synthesis of the strategies, impacts, and challenges of such integration within the Indonesian context remains limited. This article examines the incorporation of local wisdom into Indonesia’s Early Childhood Education (PAUD) curriculum as a response to cultural erosion and character development challenges. Using a descriptive qualitative approach and thematic analysis of published sources from 2019 to 2024, our analysis reveals key patterns in policy alignment, pedagogical practices, and mechanisms of cultural transmission. Grounded in socio-cultural constructivist theory and national education policy (Permendikbud No. 5 of 2022), the findings demonstrate that local wisdom-based curricula support the formation of children’s cultural identity while mitigating the homogenizing effects of globalization. Empirical illustrations include the implementation of the Tri Hita Karana philosophy in Balinese PAUD settings and culturally responsive teaching practices incorporating folklore, traditional games, and daily routines. The study also identifies the emerging potential of digital technologies, such as augmented reality (AR), to enhance children’s engagement with and retention of local wisdom values. This research contributes a conceptual model and practical recommendations for developing culturally sustainable ECE curricula, offering insights applicable to other culturally diverse, post-colonial contexts.