Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

DETERMINAN PENGUNGKAPAN LAPORAN KEBERLANJUTAN PADA PERUSAHAAN : ANALISIS FAKTOR KEUANGAN DAN MODERASI DIVERSITAS GENDER Afhan Fizi; Syaiful Hifni
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 9 No 2 (2025): Edisi Mei - Agustus 2025
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v9i2.6032

Abstract

Pemanasan global yang dipicu oleh akumulasi gas rumah kaca, terutama dari penggunaan bahan bakar fosil, membuat masalah lingkungan hidup semakin mendesak. Dampak ini mencakup perubahan iklim ekstrem, pencairan es kutub, dan peningkatan frekuensi bencana alam, yang mendorong negara-negara, termasuk Indonesia, untuk menerapkan praktik keberlanjutan sebagai langkah mitigasi perubahan iklim. Dengan keberagaman gender dalam dewan direksi sebagai variabel moderasi, penelitian ini mengkaji pengaruh profitabilitas, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap pengungkapan laporan keberlanjutan. Metode kuantitatif eksplanatori digunakan dalam penelitian ini, yang melibatkan 90 perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2021 hingga 2023. Dari total perusahaan tersebut, 66 memenuhi kriteria sampel. Variabel yang digunakan meliputi profitabilitas (diukur dengan ROA), leverage (DER), ukuran perusahaan (logaritma natural aset), diversitas gender dewan direksi, serta pengungkapan laporan keberlanjutan. Analisis data dilakukan menggunakan aplikasi SmartPLS versi 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya diversitas gender dalam dewan direksi memperlemah pengaruh positif profitabilitas, memperkuat pengaruh negatif leverage, dan memperkuat pengaruh positif ukuran perusahaan terhadap pengungkapan laporan keberlanjutan, sedangkan leverage dan ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap pengungkapan laporan keberlanjutan. Temuan ini menegaskan pentingnya mempertimbangkan struktur kepemimpinan yang inklusif dalam mendorong transparansi dan tanggung jawab lingkungan perusahaan.
PEMBUATAN DAN PELATIHAN SISTEM INFORMASI DAN AKUNTANSI UNTUK SPPG (SATUAN PELAYANAN PEMENUHAN GIZI) HANDIL BAKTI 2, BARITO KUALA,KALIMANTAN SELATAN Rano Wijaya; Syaiful Hifni; Saprudin Saprudin; Isnawati Isnawati; Nor Hikmah; Achmad Suhaili; Ade Adriani; Sustinah Limarjani
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v10i1.2931

Abstract

Mitra sasaran dalam kegiatan pengabdian ini adalah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Handil Bakti 2, Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah sistem pelaporan keuangan yang masih bersifat manual, tidak terintegrasi, serta belum mengacu pada Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang berlaku. Selain itu, terdapat keterbatasan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dalam penyusunan laporan keuangan yang akuntabel sesuai standar Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan solusi melalui pengembangan teknologi dan peningkatan kapasitas SDM. Metode pelaksanaan meliputi survei pendahuluan, perancangan dan pembuatan software akuntansi terintegrasi, pelatihan teknis (penyusunan COA, jurnal, buku besar, hingga laporan keuangan), implementasi sistem, serta pendampingan dan evaluasi berkelanjutan. Luaran yang diharapkan dari program ini adalah tersedianya sistem informasi akuntansi berbasis komputer yang mampu menghasilkan laporan keuangan (Neraca, Laporan Laba Rugi, dan Arus Kas) secara akurat, cepat, dan sesuai standar IAI, sehingga mendukung tata kelola manajemen SPPG Handil Bakti 2 yang lebih baik dan akuntabel.  Abstract. The target partner in this community service activity is the Nutrition Service Unit (SPPG) Handil Bakti 2, Barito Kuala, South Kalimantan. The main problems faced by the partner are manual financial reporting systems, lack of integration, and non-compliance with applicable Financial Accounting Standards (SAK). Furthermore, there is a limitation in human resource (HR) competency regarding the preparation of accountable financial statements in accordance with the Indonesian Institute of Accountants (IAI) standards. This activity aims to provide solutions through technology development and HR capacity building. The implementation methods include preliminary surveys, design and development of integrated accounting software, technical training (arrangement of COA, journals, ledgers, to financial statements), system implementation, and continuous mentoring and evaluation. The expected output of this program is the availability of a computer-based accounting information system capable of producing financial statements (Balance Sheet, Profit/Loss Statement, and Cash Flow) accurately, quickly, and in accordance with IAI standards, thereby supporting better and more accountable management governance at SPPG Handil Bakti 2.
Determinants of Going Concern Audit Opinions in Financially Distressed Manufacturing Firms Muhammad Mas Said; Syaiful Hifni; Atma Hayar
Keizai Vol 6, No 2 (2025): September-Februari
Publisher : Universitas Darwan Ali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56589/keizai.v6i2.531

Abstract

This study aims to examine the effect of public accounting firm (PAF) size, audit tenure, auditor switching, and the disclosure of management plans on going concern audit opinions in manufacturing companies experiencing financial distress. The increasing number of financially distressed firms and corporate delistings on the Indonesia Stock Exchange in 2017 highlights the crucial role of auditors in providing early warning signals regarding uncertainties in business continuity. The data were obtained from the financial statements of manufacturing companies for the 2016–2018 period and were selected using a purposive sampling technique, resulting in a sample of 45 companies with a total of 135 observations. Logistic regression was employed as the analytical method. The results indicate that PAF size, audit tenure, and auditor switching do not have a significant effect on going concern audit opinions, suggesting that auditors maintain their independence and professionalism. In contrast, the disclosure of management plans has a positive and significant effect on going concern audit opinions, indicating that auditors perceive such disclosures as signals of an increased risk of a company’s inability to sustain its business continuity. These findings provide important implications for auditors, management, and regulators in enhancing audit quality and financial reporting transparency in Indonesia.
HUBUNGAN MODEL LIMA BOTTOM LINES, INDEKS PELAPORAN  5 STAR DENGAN KINERJA KEUANGAN DAN KEBIJAKAN DIVIDEN (STUDI PADA PERUSAHAAN LQ-45 PERIODE PELAPORAN KEUANGANTAHUN 2020-2023) Darma Wahyuli Basri; Syaiful Hifni; Ade Adriani; M. Nordiansyah
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 8 No. 6 (2025): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/zy9h1w12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan dan hubungan antara penerapan model lima bottom line dengan indeks pelaporan terhadap kinerja keuangan dan kebijakan dividen pada perusahaan yang tergabung dalam indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2023. Penelitian dasar ini menggunakan lima variabel independen bottom line, yaitu ekonomi, sosial, lingkungan, tata kelola, dan pemberdayaan, yang diukur dengan indeks pelaporan 5 STAR (Primary Stakeholders Expectation, Objectives, Strategies, Implementation, Results). Variabel dependen meliputi kinerja keuangan dan kebijakan dividen. Data diperoleh dari 92 laporan keuangan tahunan perusahaan selama periode penelitian. Hasil pengujian hipotesis pertama (H01) menggunakan uji chi-square menunjukkan bahwa frekuensi observasi (FO = 140,82) lebih besar daripada frekuensi harapan (FE = 36,42) dengan tingkat signifikansi < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H01 ditolak, sehingga terdapat perbedaan signifikan dalam pelaporan kinerja keuangan dan kebijakan dividen antara perusahaan yang menerapkan model lima bottom line dengan indeks pelaporan 5 STAR. Sementara itu, hasil uji hipotesis kedua (H02) menggunakan Pearson Contingent Coefficient menghasilkan nilai C = 0,1794. Berdasarkan kaidah empiris Guilford, nilai tersebut menunjukkan tingkat hubungan yang rendah. Dengan demikian, meskipun terdapat perbedaan signifikan dalam pelaporan, hubungan antara penerapan lima bottom line dengan kinerja keuangan dan kebijakan dividen tergolong lemah.
DETERMINANTS OF GOVERNMENT FINANCIAL REPORT QUALITY IN HEALTH QUARANTINE TECHNICAL IMPLEMENTING UNITS OF THE MINISTRY OF HEALTH Muhammad Khairy Muflih; Syaiful Hifni; Sarwani
JAT : Journal Of Accounting and Tax Vol. 5 No. 2 (2026): Special Issue
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/084jc273

Abstract

This study aims to examine the effects of human resource competence, government accounting standards, government internal control systems, and information technology utilization on the quality of financial reports in Health Quarantine Technical Implementing Units (UPTs) within the Ministry of Health. This study employed a quantitative approach using a survey method and a census sampling technique involving all financial management personnel across 51 Health Quarantine Technical Implementing Units, with data analyzed using multiple linear regression. The findings indicate that human resource competence, government accounting standards, and government internal control systems each have a positive and significant effect on the quality of financial reports. In contrast, information technology utilization has no significant effect and exhibits a negative direction, indicating the presence of a technology paradox resulting from a financial system that has not yet been fully integrated. Simultaneously, the four variables collectively have a significant effect on the quality of financial reports in Health Quarantine Technical Implementing Units within the Ministry of Health.