Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Journal of Islamic Studies

ANALISIS PRINSIP SYARIAH DALAM TRANSAKSI PINJAMAN RENOVASI RUMAH DI KSU DESA KOTA INDONESIA KABUPATEN INDRAMAYU Dinillah, Hamidah Mudafia; Aminulloh, Ali; Samsudin, Agus Rojak
Journal of Islamic Studies Vol 2 No 2 (2024): Journal of Islamic Studies (September)
Publisher : Journal of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61341/jis/v2i2.075

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan prinsip syariah dalam transaksi pinjaman renovasi rumah di KSU Desa Kota Indonesia, Kabupaten Indramayu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penerapan prinsip syariah dalam transaksi pinjaman renovasi rumah di KSU Desa Kota Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan analisis dokumen. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling, melibatkan pengurus KSU, Unit Simpan Pinjam, pengelola toko material, dan anggota yang telah mengambil pinjaman renovasi rumah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengajuan pinjaman renovasi rumah di KSU Desa Kota Indonesia dimulai dengan pengisian formulir oleh anggota. Admin merekap semua permohonan sebelum diajukan kepada penasehat untuk disetujui. Proses ini melibatkan toko material untuk mengajukan daftar barang renovasi yang diperlukan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transaksi pinjaman renovasi rumah di KSU Desa Kota Indonesia belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip syariah, karena terdapat penambahan harga barang material untuk biaya pengiriman yang dapat melanggar unsur ketidakpastian (gharar).
ANALISIS SISTEM PEMBAYARAN JASA JAHIT PAKAIAN DI UNIT GARMENT MA’HAD AL-ZAYTUN DALAM PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH Fauzia, Jelita Nur; Aminulloh, Ali; Samsudin, Agus Rojak
Journal of Islamic Studies Vol 2 No 2 (2024): Journal of Islamic Studies (September)
Publisher : Journal of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61341/jis/v2i2.078

Abstract

Penelitian ini membahas analisis sistem pembayaran jasa jahit pakaian di Unit Garment Ma’had Al-Zaytun dalam perspektif Hukum Ekonomi Syariah. Tujuannya adalah mengetahui sistem pembayaran tersebut dan kesesuaiannya dengan Hukum Ekonomi Syariah. Penelitian menggunakan metode lapangan dengan pendekatan kualitatif dan bersifat deskriptif analitik. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, dengan sampel diambil secara purposive sampling yang melibatkan pengurus dan pelanggan unit garment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pembayaran jasa jahit di Unit Garment Ma’had Al-Zaytun dilakukan setelah pelanggan menerima kwitansi dan membayar sesuai harga tertera. Pembayaran dapat dilakukan dengan tunai ke kas YPI, potong tabungan untuk santri, atau melalui titipan kepada petugas garment. Sebelumnya, pembayaran jasa jahit juga bisa dilakukan melalui toko. namun sudah tidak di berlakukan lagi karena kurangnya efektivitas pada sistem pembayaran ini. Sistem ini juga sudah sesuai dengan Akad Ijarah dan prinsip Hukum Ekonomi Syariah, yaitu menjalankan rukun Ijarah (Aqid, Ma’uqud Alaih, Shigat Akad, dan Ujrah) serta memenuhi prinsip tolong-menolong, kerelaan, dan keadilan dalam Hukum Ekonomi Syariah.
AKAD TRANSAKSI PEMBUATAN JAS ALMAMATER SANTRI DI GARMENT MAHAD AL-ZAYTUN MENURUT PANDANGAN IMAM SYAFI’I Jannah, Ana Sofana; Samsudin, Agus Rojak; Maulana, Rizal
Journal of Islamic Studies Vol 2 No 3 (2024): Journal of Islamic Studies (November)
Publisher : Journal of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61341/jis/v2i3.084

Abstract

Penelitian ini membaha pembuatan Jas Almamater Santri Di Garment Mahad Al- Zaytun berdasarkan Akad Istishna menurut pandangan Imam Syafi’i. Pokok masalah yang pertama yaitu, praktik pembuatan jas almamater di garment Mahad Al-Zaytun. Pokok masalah yang kedua yaitu, kesesuaian antara praktik pembuatan jas almamater di garment Mahad Al-Zaytun dengan konsep akad Istishna menurut Imam Syafi’i. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis praktik pembuatan jas almamater di Garment Mahad Al Zaytun dan mengevaluasi kesesuaian antara praktik pembuatan jas almamater di Garment Mahad Al- zaytun dengan konsep akad Istishna menurut Imam Syafi’i. Metode penelitian ini menggunakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akad Istishna diterapkan efektif dalam pembuatan jas almamater di Mahad Al-Zaytun, sesuai prinsip Imam Syafi'i tentang kejelasan spesifikasi, harga, dan waktu penyerahan. Proses dimulai dengan diskusi antara Majelis Perwakilan Kelas dan pihak garment untuk menentukan desain, bahan, dan ukuran. Setelah desain disetujui, proposal diajukan kepada Kepala Madrasah dan Syaykh Al-Zaytun. Setelah persetujuan, pihak kesiswaan berkoordinasi dengan garment untuk produksi dan pengadaan bahan, diikuti pemeriksaan akhir sebelum penyerahan jas. Meskipun ijab dan qabul telah terjadi, ketiadaan kontrak tertulis dapat menimbulkan risiko perselisihan, sehingga dokumentasi yang jelas diperlukan.
TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP PRAKTIK PEMBULATAN HARGA DALAM PEMBAYARAN JASA DI LAUNDRY MA’HAD AL-ZAYTUN Nurjanah, Nurjanah; Samsudin, Agus Rojak; Aminulloh, Ali
Journal of Islamic Studies Vol 2 No 5 (2025): Journal of Islamic Studies (Maret 2025)
Publisher : Journal of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61341/jis/v2i5.108

Abstract

Pembulatan harga dalam sebuah transaksi sering terjadi namun dapat berpotensi melanggar prinsip-prinsip ekonomi syariah jika tidak dilakukan dengan tepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik pembulatan harga di Laundry Ma’had Al-Zaytun ditinjau dari perspektif Hukum Ekonomi Syariah. Menggunakan metode kualitatif dengan penelitian lapangan (field research). Adapun pengambilan data melalui observasi lapangan, wawancara kepada konsumen dan pihak laundry, serta analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa: Pertama, pembulatan harga dalam pembayaran jasa di Laundry Ma’had Al-Zaytun hanya terjadi pada transaksi tunaidan pembulatannya dapat ke atas maupun ke bawah tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada konsumen. Kedua, pembulatan harga di Laundry Ma’had Al-Zaytun sudah memenuhi seluruh prinsip syariah tetapi belum memenuhi salah satu prinsip harga dalam islam yaitu prinsip transparansi. Maka, pembulatan harga dalam pembayaran jasa di Laundry Ma’had Al-Zaytun dapat dikatakan tidak sah menurut Hukum Ekonomi Syariah apabila tidak diberitahukan kepada konsumen terlebih dahulu. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman implementasi prinsip ekonomi syariah dalam konteks bisnis di lingkungan pesantren.