Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

The Soil and Water Assessment Tool (SWAT) Model in the Context of Erosion Monitoring in the Batulayar Sub-Watershed Area Mujiono, Ikha Setiawaty; Ayuba, Sri Rahayu; Jaya, Risman
Jurnal Geografika (Geografi Lingkungan Lahan Basah) Vol 5, No 2 (2024): GEOGRAFIKA
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jgp.v5i2.13800

Abstract

This study was conducted in the Batulayar Sub-Watershed, Distrik Bongomeme, with the aim of assessing the level of erosion and evaluating the SWAT model as a tool for erosion monitoring. A mixed-method approach was employed, with data analyzed using the ArcSWAT software. The results indicated that the Batulayar Sub-Watershed experienced erosion categorized as "very mild" and "mild," ranging from 0-15 tons/ha/year to 15-60 tons/ha/year, according to the classification by the Ministry of Forestry. Very mild erosion occurred in 15 sub-basins, primarily in areas with flat to moderately steep slopes, while mild erosion was observed in 29 sub-basins with steeper slopes. The main factors contributing to erosion were slope gradient, soil type, and land use, particularly agricultural activities on steep slopes. Calibration and validation results showed an NSE value of 0.9, indicating a high level of accuracy in replicating observed discharge. The SWAT model proved effective in mapping the distribution of erosion levels and provided critical insights for sustainable soil and water conservation management.
Analisis Daerah Rawan Banjir melalui Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) di Wilayah Kabupaten Gorontalo Provinsi Gorontalo Ayuba, Sri Rahayu
Jurnal Ilmu Komputer (JUIK) Vol 3, No 2 (2023): October 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/juik.v3i2.2438

Abstract

In the Gorontalo Disaster Risk Study 2016–2020, the main natural event that occurred in the province was a flood disaster that resulted in many lives and property casualties. Floods in the province of Gorontalo have become a common problem that occurs every year, especially during the rainy season. Reducing the risk of flood disasters that will be caused requires coordination from all parties, both the local government and the community itself. In planning the reduction of flood risk, the initial step of mapping the area vulnerable to floods can be helpful. The aim of this research is to find out the level of flooding in the district of Gorontalo. This study is a descriptive quantitative study with the methods of calculation (scoring) and overlay SIG. The spatial data used are maps of the earth, thematic maps consisting of administrative maps, elevation, rainfall, land use, soil types, river density, and the history of flooding in Gorontalo district. The data processing for this research is carried out with digital-based software called Arcgis. The results of the research obtained showed that flood-prone districts in Gorontalo district were divided into unprone areas of 74.082,95516 ha (35,02%). The fairly vulnerable area is 93,430,9777 ha (44,16%). And the highly vulnerable area amounted to 44.038,88969 ha (20,82%).
PERANCANGAN ISLAMIC CENTER DI KABUPATEN BONE BOLANGO DENGAN PENDEKATAN ULIL ALBAB Lamusu, Rusliyanto; Imran, Mohammad; Demak, Nini A.K.; Ayuba, Sri Rahayu
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 8 No. 1 (2020): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37971/radial.v8i1.200

Abstract

Perancangan Islamic centre di Kabupaten Bone Bolango dengan pendekatan Ulil Albab adalah perancangan suatu wadah pusat kegiatan Islam yang mampu menampung kegiatan yang bernuansa Islam di Kabupaten Bone Bolango dengan pendekatan UlilAlbab sebagai manifesto akal pikiran dengan keimanan dan ketaqwaan seorang hamba kepada sang pencipta (Allah SWT). Perancangan Islamic Centre di Kabupaten Bone Bolango dengan pendekatan Ulil Albab berlokasi di jalan Prof. Ing. B. J. Habibie, Desa Ulantha , Kecamatan Suwawa, dengan luas lahan 19845 m2 yang terdiri dari 3 Massa bangunannya yaitu : 1) Masjid, 2) Perpustakan dan pengeloladan 3) Auditorium.Bentuk bangunan Islamic Centre di kabupaten Bone Bolango yakni, mengharmoniskan antara unsur desain pada bangunan dengan aspek religius agar dapat mengantarkan pemikiran manusia khususnya pengguna Islamic Centre kepada mengingat pencipta dan alam semesta yang diciptakannya
PERANCANGAN ISLAMIC CENTER DI KABUPATEN BONE BOLANGO DENGAN PENDEKATAN ULIL ALBAB Lamusu, Rusliyanto; Imran, Mohammad; Demak, Nini A.K.; Ayuba, Sri Rahayu
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 8 No. 1 (2020): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.676 KB) | DOI: 10.37971/radial.v8i1.200

Abstract

Perancangan Islamic centre di Kabupaten Bone Bolango dengan pendekatan Ulil Albab adalah perancangan suatu wadah pusat kegiatan Islam yang mampu menampung kegiatan yang bernuansa Islam di Kabupaten Bone Bolango dengan pendekatan UlilAlbab sebagai manifesto akal pikiran dengan keimanan dan ketaqwaan seorang hamba kepada sang pencipta (Allah SWT). Perancangan Islamic Centre di Kabupaten Bone Bolango dengan pendekatan Ulil Albab berlokasi di jalan Prof. Ing. B. J. Habibie, Desa Ulantha , Kecamatan Suwawa, dengan luas lahan 19845 m2 yang terdiri dari 3 Massa bangunannya yaitu : 1) Masjid, 2) Perpustakan dan pengeloladan 3) Auditorium.Bentuk bangunan Islamic Centre di kabupaten Bone Bolango yakni, mengharmoniskan antara unsur desain pada bangunan dengan aspek religius agar dapat mengantarkan pemikiran manusia khususnya pengguna Islamic Centre kepada mengingat pencipta dan alam semesta yang diciptakannya
PENERAPAN POLA TANAM GARIS KONTUR PADA LAHAN PERTANIAN BERBUKIT DALAM RANGKA MENINGKATKAN KESUBURAN TANAH DAN MENGENDALIKAN BESARAN EROSI Ayuba, sri rahayu; Risman Jaya; Ivan Taslim; Intan Noviantari Manyoe
JURNAL ABDIMAS DOSMA (JAD) Vol. 1 No. 1 (2022): Januari
Publisher : IKATAN ALUMNI DOSEN MAGANG KEMENRISTEKDIKTI TAHUN ANGKATAN 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70522/jad.v1i1.7

Abstract

Desa Ipilo didominasi oleh topografi perbukitan yang sebagian besar dijadikan lahan bertani jagung oleh masyarakat sehingga kejadian erosi yang berimbas pada penurunan kesuburan tanah menjadi ancaman yang serius terhadap keberlangsungan aktivitas pertanian. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman pada masyarakat akan kondisi lahan serta memperkenalkan cara tanam yang lebih berkelanjutan yakni pola tanam mengikuti garis kontur. Melalui metode sosialisasi dan praktek olah tanah langsung pada lahan, kegiatan ini dapat mengembalikan kesuburan tanah dan memperkecil besaran erosi yang terjadi. Berdasarkan hasil pengabdian dapat disimpulkan bahwa masyarakat mampu membuat titik-titik tanam sesuai garis kontur dengan konsep agroforestry serta mampu menerapkannya. Melalui kelompok tani yang dilatih langsung, diharapkan seluruh lahan bertani didaerah perbukitan Desa Ipilo mampu menekan kebutuhan pupuk kimia sehingga produktifitas dapat terus meningkatkan keuntungan Para petani.  
SOSIALISASI METODE PENYUBURAN TANAH UNTUK PENGENDALIAN KEKERINGAN DAN EROSI DI DESA MOLANIHU KECAMATAN BONGOMEME: SOSIALISASI METODE PENYUBURAN TANAH UNTUK PENGENDALIAN KEKERINGAN DAN EROSI DI DESA MOLANIHU KECAMATAN BONGOMEME Ayuba, Sri Rahayu; T Zees, Dewi Sartika; Nursetiawati, Nursetiawati
JURNAL ABDIMAS DOSMA (JAD) Vol. 4 No. 2 (2025): JUNI
Publisher : IKATAN ALUMNI DOSEN MAGANG KEMENRISTEKDIKTI TAHUN ANGKATAN 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70522/jad.v4i2.123

Abstract

Drought and erosion are reducing soil fertility, which is a serious problem for the residents of Molanihu Village in Bongomeme District in Gorontalo Regency. The main source of income for the local population is agriculture, hence this has an effect on the local economy. To encourage farmers to actively participate in community service projects, a natural and environmentally safe method of enriching soil was provided. Participatory qualitative description was the method utilized in this exercise, which aims to collect detailed information about a problem. The primary participants in the program were thirty farmers. They learned about hydrosowing, planting legumes, conserving soil with plants, and using organic fertilizers. Farmers started to understand the idea of employing natural soil conditioning techniques and the potential for increased yields in a scenario of growing crop production. After applying organic fertilizers, soil fertility and agricultural productivity increased along with improvements in soil structure, water retention, and erosion rate. When applied as supplements to economic and agricultural outputs, these improvements proved advantageous. However, significant difficulties were caused by a lack of access to raw materials and fundamental resources for more efficient training. This program demonstrated how actively supporting farmers via education and training promotes environmentally responsible land management. Using organic fertilizers not only improves farmers' skills but also helps reduce pollution and prevent environmental disasters like erosion and drought.
Arahan Zonasi Aktivitas Wisata Di Sempadan Sungai Bolango Afivah Virgiani Putri Sadrach; La Ode Juni Akbar; Sri Rahayu Ayuba; Bambang Djau
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2568

Abstract

Tujuan penelitian yaitu menentukan arahan zonasi sempadan sungai Bolango yang dapat digunakan untuk aktivitas wisata. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi lapangan dan dokumentasi. Jenis penelitian deskriptif kualitatif menggunakan analisis stakeholder yaitu pemetaan dan pemahaman kekuasaan, posisi dan sudut pandang dari para stakeholder yang memiliki kepentingan dalam pembuatan kebijakan, atau mereka yang dipengaruhi oleh kebijakan tersebut serta menjadi bagian dari kebijakan dan analisis spasial untuk menentukan arahan zonasi pola ruang berdasarkan hasil skoring dan pembobotan dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) berupa metode overlay. Berdasarkan matriks ITBX berhasil mengidentifikasi arahan zonasi aktivitas wisata di sempadan Sungai Bolango dengan mempertimbangkan aspek regulasi, lingkungan, dan sosial-ekonomi. Berdasarkan analisis stakeholder, ditemukan bahwa aktivitas wisata harus disesuaikan dengan ketentuan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 2011 tentang Sungai, yang melarang pembangunan permanen di sempadan sungai. Persepsi stakeholder bervariasi, di mana pemerintah menekankan kepatuhan terhadap regulasi, akademisi dan LSM lebih berfokus pada dampak lingkungan, sementara masyarakat lokal dan pelaku usaha cenderung mendukung aktivitas yang meningkatkan pendapatan. Hasil analisis menggunakan matriks ITBX menunjukkan bahwa aktivitas seperti fotografi dan piknik dapat diizinkan secara penuh (I), sedangkan river tubing dan arung jeram diizinkan dengan pembatasan (T) atau syarat tertentu (B), seperti pengawasan keselamatan dan mitigasi dampak lingkungan. Sementara itu, aktivitas berisiko tinggi seperti snorkeling dan pembangunan cottage/villa tidak diizinkan (X) karena ketidaksesuaian dengan kondisi sungai dan potensi kerusakan ekosistem.
PENERAPAN POLA TANAM GARIS KONTUR PADA LAHAN PERTANIAN BERBUKIT DALAM RANGKA MENINGKATKAN KESUBURAN TANAH DAN MENGENDALIKAN BESARAN EROSI sri rahayu Ayuba; Risman Jaya; Ivan Taslim; Intan Noviantari Manyoe
JURNAL ABDIMAS DOSMA (JAD) Vol. 1 No. 1 (2022): Januari
Publisher : IKATAN ALUMNI DOSEN MAGANG KEMENRISTEKDIKTI TAHUN ANGKATAN 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.808 KB) | DOI: 10.70522/jad.v1i1.7

Abstract

Desa Ipilo didominasi oleh topografi perbukitan yang sebagian besar dijadikan lahan bertani jagung oleh masyarakat sehingga kejadian erosi yang berimbas pada penurunan kesuburan tanah menjadi ancaman yang serius terhadap keberlangsungan aktivitas pertanian. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman pada masyarakat akan kondisi lahan serta memperkenalkan cara tanam yang lebih berkelanjutan yakni pola tanam mengikuti garis kontur. Melalui metode sosialisasi dan praktek olah tanah langsung pada lahan, kegiatan ini dapat mengembalikan kesuburan tanah dan memperkecil besaran erosi yang terjadi. Berdasarkan hasil pengabdian dapat disimpulkan bahwa masyarakat mampu membuat titik-titik tanam sesuai garis kontur dengan konsep agroforestry serta mampu menerapkannya. Melalui kelompok tani yang dilatih langsung, diharapkan seluruh lahan bertani didaerah perbukitan Desa Ipilo mampu menekan kebutuhan pupuk kimia sehingga produktifitas dapat terus meningkatkan keuntungan Para petani.