Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN TARI ISWARA PARAMAPUJA DI SMA NEGERI 1 TABANAN Santi, Ni Nyoman Pertiwi Ari; Sustiawati, Ni Luh; Iriani, Ni Wayan
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 2 No 1 (2022): Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Juni 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v2i1.1711

Abstract

Proses penelitian ini diawali dengan need assessmet yaitu menidentifikasi persoalan-persoalan terkait dengan pembelajaran tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita di Sanggar Seni Tedung Agung, Desa Ubud, Kabupaten Gianyar. Hasil need assessment menunjukkan bahwa guru belum menggunakan media pembelajaran berupa video pembelajaran dalam penyampaian materi. Tari Baris Tuggal ini merupakan salah satu tari klasik yang perlu diperhatikan dan dilestarikan. Tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita sangat unik dan menarik karena memiliki beberapa ciri khas gerakan, seperti: (tayog sengkok, angsel nyerere, angsel nyogroh, angsel keled, angsel nyaup lamak, angsel ngijig, angsel ngejer gelungan dan angsel tayung), dan merupakan tari dasar yang sangat sesuai diajarkan sebagai dasar awal belajar tari Bali putra bagi anak-anak yang masih pemula. Maka dari itu peneliti tertarik untuk mengembangkan produk berupa materi tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita dilengkapi dengan Video Pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (research and development) melalui beberapa tahapan yaitu: penentuan model pengembangan, prosedur pengembangan dan uji coba produk. Data yang dihasilkan berupa data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan penyekoran, sedangkan data kualitatif diperoleh berupa komentar dan saran. Hasil penelitian adalah (1) proses pembuatan video pembelajaran tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita dilakukan dengan menganalisis tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita pada aspek sejarah tari, ragam gerak, struktur dan pola lantai, tata rias dan busana serta bentuk tari secara keseluruhan yang dikemas dalam DVD. (2) Uji ahli isi, uji ahli media pembelajaran, dan uji guru tari terhadap video pembelajaran tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita. Hasil validasi dari uji ahli isi diperoleh total skor 24 dengan persentase 100%. Dari uji media pembelajaran diperoleh total skor 19 dengan persentase 95%. Sedangkan hasil dari uji guru tari diperoleh total skor 31 dengan persentase 96,87%, ini berarti produk yang dikembangkan masuk kedalam kategori sangat layak dan tidak perlu direvisi. (3) Validasi uji coba perorangan dan uji coba kelompok kecil dilakukan pada peserta didik dari Sanggar Seni Tedung Agung, Desa Ubud, Kabupaten Gianyar, menunjukkan bahwa video pembelajaran tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita dalam kategori sangat layak dan tidak perlu direvisi.
PEMBELAJARAN SENI TARI DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PERMAINAN ULAR TANGGA DI KELAS VIII SMP NEGERI 1 BANJARANGKAN KLUNGKUNG Suari, Dewa Ayu Dewi Indra; Iriani, Ni Wayan; Anggraeni, Reni
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v4i1.3045

Abstract

Seni budaya merupakan salah satu muatan pelajaran wajib yang diselenggarakan di dalam penyelenggara pendidikan. Mulai dari jenjang pendidikan dasar (SD) hingga menengah atas dan kejuruan (SMA/SMK). Kualitas guru memiliki peranan yang penting terhadap kualitas pendidikan di Indonesia. Media pembelajaran merupakan suatu yang sangat penting dalam penyampaian materi dari guru kepada siswa. Kegiatan Asistensi Mengajar ini dilakukan dengan memilih SMP Negeri 1 Banjarangkan Klunkung sebagai mitra selama proses belajar mengajar berlangsung. Kegiatan ini berlangsung kurang lebih 3 bulan dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Teams Games Tournaments (TGT), siswa memainkan permainan dengan anggota-anggota tim lain untuk memperoleh skor bagi tim mereka masing-masing. Ciri khas dalam pembelajaran Cooperative Learning tipe Teams Games Tournaments (TGT) dengan pembelajaran Cooperative lainnya adalah adanya turnamen. Tujuan penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament adalah peningkatan minat siswa dalam pembelajaran Seni budaya (Tari) dan juga adanya peningkatan hasil belajar siswa. Bermain berperan penting dalam perkembangan sosial dan emosi seorang anak, selain itu bermain juga berperan langsung terhadap perkembangan kognisi anak. Salah satu permainan yang familiar dengan anak dari zaman dahulu sampai saat ini adalah permainan ular tangga. Permainan ular tangga dapat digunakan sebagai media pembelajaran karena permainan ular tangga merupakan jenis permainan yang di dalamnya terdapat strategi, kejujuran, ketangkasan, kepemimpinan, wawasan dan kerja sama.
PEMBELAJARAN TARI PUSPAWRESTI, MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF LEARNING TIPE JIGSAW DI SMP N 3 ABIANSEMAL Dharmayanti, Ni Komang Astiti; Mudiasih, Ni Wayan; Iriani, Ni Wayan
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v4i2.4525

Abstract

Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang bertujuan mempersiapkan mahasiswa dalam menghadapi perubahan sosial, budaya, dunia kerja dan kemajuan teknologi yang pesat dengan tujuan meningkatkan kompetensi lulusan. Salah satu program MBKM yaitu Asistensi Mengajar. Asistensi Mengajar membahas mengenai pembelajaran Tari Puspawresti dengan model pembelajaran Kooperatif Learning tipe Jigsaw di SMP Negeri 3 Abiansemal. Perumusan masalahnya berupa konsep pembelajaran, tahapan pembelajaran, capaian hasil pembelajaran dan kontribusi pembelajaran. Model pembelajaran yang digunakan model pembelajaran Kooperatif Learning Tipe Jigsaw dikombinasikan dengan metode ceramah, demonstrasi, penugasan dan tanya jawab. Materi yang dibahas mengenai pengertian, jenis-jenis, keunikan tari kreasi serta mempraktikkan Tari Puspawresti secara berkelompok. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa konsep pembelajaran yang diberikan terdiri dari 14 kali pertemuan dengan sistem penilaian berupa penilaian pengetahuan dan keterampilan. Output dari kegiatan pembelajaran yaitu peserta didik mampu berkontribusi secara aktif dalam pembelajaran, serta meningkatkan sikap toleransi dan kerjasama. Tahapan pembelajaran yang dilaksanakan dibagi menjadi empat tahap yaitu tahap persiapan, tahap penyampaian, tahap latihan dan tahap penampilan. Capaian pembelajaran yang diraih oleh peserta didik menunjukkan bahwa Sebagian besar peserta didik mendapatkan nilai dengan skala baik dan sangat baik. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif Learning tipe Jigsaw pada kelas IX di SMP Negeri 3 Abiansemal telah berjalan dengan baik, sesuai dengan harapan penulis. Hasil kegiatan ini memberikan kontribusi bagi peserta didik, mitra dan penulis.
LEGENDA BANYUWANGI DALAM PERTUNJUKAN DRAMA GONG MODERN SRI TANJUNG Suratni, Ni Wayan; Iriani, Ni Wayan; Desiari, Made Ayu
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 4 (2024): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian terapan ini adalah menciptakan sebuah Drama Gong Bali modern Sri Tanjung. Drama Gong Tradisional Bali semakin termarjinalkan ditengah perkembangan industri hiburan seni yang semakin tidak monoton. Disatu sisi, tidak banyak penonton drama mengetahui tentang legenda Banyuwangi. Permasalahannya adalah: 1) Bagaimana bentuk drama gong Bali modern Sri Tanjung?; 2) Bagaimana proses penciptaan drama gong Bali modern Sri Tanjung yang berorientasi pada legenda Banyuwangi?; Sebuah drama Gong Bali Modern Sri Tanjung dapat terwujud berdasarkan penggunaan metode R&D dalam perspektif kajian seni. Penciptaan diawali dengan kegiatan studi lapangan dan studi pustaka mengenai drama gong tradisional Bali dan legenda Banyuwangi. Luaran dalam bentuk formula kemudian dikonstruksi, diimplementasikan dalam bentuk drama gong Bali, diujicoba dan dipromosikan sebagai drama Gong Bali modern Sri Tanjung. Hasil penelitian menunjukan: 1) bentuk drama gong Bali modern Sri Tanjung ini menggunakan cerita legenda Banyuwangi, gamelan gong kebyar, bahasa Indonesia, sound system, fog dan tata cahaya lampu modern; 2) horizon semesta panggung drama gong Bali modern Sri Tanjung ini tercipta melalui tahap mencari ide, tahap merancang karya seni, tahap sosialisasi, tahap uji coba karya seni pada panggung drama dan tahap promosi karya seni di panggung alas purwo extravaganza, Banyuwangi.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELARAN HASIL REKONSTRUKSI TARI LEKO DI BANJAR PAREKAN DESA SIBANG GEDE Maharani, Ni Ketut Putri Anggi; Iriani, Ni Wayan; Anggraeni, Reni
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v5i1.5722

Abstract

Tari Leko yang terdapat dan tumbuh di Banjar Parekan Desa Sibang Gede, Kecamatan Abiansemal, sekarang ini , merupakan warisan budaya secara turun menurun. Tari ini merupakan kelanjutan dari tari Joged Udegan (Gudegan). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video pembelajaran hasil rekonstruksi Tari Leko di Banjar Parekan, Desa Sibang Gede, sebagai salah satu upaya pelestarian budaya tradisional Bali. Tari Leko merupakan salah satu bentuk kesenian tradisional yang memiliki nilai historis dan kultural yang tinggi, namun saat ini mengalami penurunan minat dan penguasaan generasi muda. Oleh karena itu, perlu adanya inovasi dalam metode pembelajaran yang dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan memudahkan pemahaman tentang tari tersebut.. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D). Proses pengembangan dimulai dengan analisis kebutuhan, perancangan konsep video pembelajaran, pembuatan konten video yang mencakup gerakan, pola lantai, dan interpretasi nilai-nilai budaya dalam Tari Leko, serta uji coba untuk mengevaluasi kualitas dan efektivitas video pembelajaran tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan praktisi tari, dan uji coba kepada sejumlah responden yang terdiri dari siswa dan guru seni budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video pembelajaran yang dikembangkan memiliki tingkat kelayakan yang sangat baik berdasarkan penilaian ahli dan respons positif dari pengguna. Video ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam proses pembelajaran seni tari di sekolah maupun masyarakat umum, sehingga Tari Leko dapat terus hidup dan berkembang di kalangan generasi muda.
SRI TANJUNG: A NEW CREATION OF BALINESE DRAMA GONG Suratni, Ni Wayan; Iriani, Ni Wayan; Desiari, Made Ayu
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 6: Nopember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i6.8826

Abstract

This applied research aims to create a new Balinese Drama Gong. Traditional Balinese Drama Gong is increasingly marginalized amidst the development of the entertainment industry. Only a few drama viewers know about the character Sri Tanjung in the Banyuwangi legend. The problems are: 1) What is the form of the new Balinese gong drama creation?; 2) What is the process of creating new Balinese Drama Gong?; A new Balinese Gong drama creation can be realized using R&D methods from an art studies perspective. The creation began with field study activities and a literature study regarding traditional Balinese Drama Gong and Banyuwangi legends. The output in the form of a formula is then constructed, implemented as a Balinese Drama Gong, tested, and promoted as a new creation of a Balinese Drama Gong. The results of the research show : 1) This new creation of Balinese Drama Gong uses the Sri Tanjung story, Gamelan Gong Kebyar, Indonesian language, sound system, fog, and modern lighting; 2) Sri Tanjung, a new creation of Balinese Drama Gong, was created through the make a scenario in the searching stage, the artwork designing stage, the socialization stage, the artwork testing stage, and the artwork promotion stage.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN TARI ISWARA PARAMAPUJA DI SMA NEGERI 1 TABANAN Santi, Ni Nyoman Pertiwi Ari; Sustiawati, Ni Luh; Iriani, Ni Wayan
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 2 No 1 (2022): Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Juni 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v2i1.1711

Abstract

Proses penelitian ini diawali dengan need assessmet yaitu menidentifikasi persoalan-persoalan terkait dengan pembelajaran tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita di Sanggar Seni Tedung Agung, Desa Ubud, Kabupaten Gianyar. Hasil need assessment menunjukkan bahwa guru belum menggunakan media pembelajaran berupa video pembelajaran dalam penyampaian materi. Tari Baris Tuggal ini merupakan salah satu tari klasik yang perlu diperhatikan dan dilestarikan. Tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita sangat unik dan menarik karena memiliki beberapa ciri khas gerakan, seperti: (tayog sengkok, angsel nyerere, angsel nyogroh, angsel keled, angsel nyaup lamak, angsel ngijig, angsel ngejer gelungan dan angsel tayung), dan merupakan tari dasar yang sangat sesuai diajarkan sebagai dasar awal belajar tari Bali putra bagi anak-anak yang masih pemula. Maka dari itu peneliti tertarik untuk mengembangkan produk berupa materi tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita dilengkapi dengan Video Pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (research and development) melalui beberapa tahapan yaitu: penentuan model pengembangan, prosedur pengembangan dan uji coba produk. Data yang dihasilkan berupa data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan penyekoran, sedangkan data kualitatif diperoleh berupa komentar dan saran. Hasil penelitian adalah (1) proses pembuatan video pembelajaran tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita dilakukan dengan menganalisis tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita pada aspek sejarah tari, ragam gerak, struktur dan pola lantai, tata rias dan busana serta bentuk tari secara keseluruhan yang dikemas dalam DVD. (2) Uji ahli isi, uji ahli media pembelajaran, dan uji guru tari terhadap video pembelajaran tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita. Hasil validasi dari uji ahli isi diperoleh total skor 24 dengan persentase 100%. Dari uji media pembelajaran diperoleh total skor 19 dengan persentase 95%. Sedangkan hasil dari uji guru tari diperoleh total skor 31 dengan persentase 96,87%, ini berarti produk yang dikembangkan masuk kedalam kategori sangat layak dan tidak perlu direvisi. (3) Validasi uji coba perorangan dan uji coba kelompok kecil dilakukan pada peserta didik dari Sanggar Seni Tedung Agung, Desa Ubud, Kabupaten Gianyar, menunjukkan bahwa video pembelajaran tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita dalam kategori sangat layak dan tidak perlu direvisi.
PEMBELAJARAN SENI TARI DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PERMAINAN ULAR TANGGA DI KELAS VIII SMP NEGERI 1 BANJARANGKAN KLUNGKUNG Suari, Dewa Ayu Dewi Indra; Iriani, Ni Wayan; Anggraeni, Reni
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v4i1.3045

Abstract

Seni budaya merupakan salah satu muatan pelajaran wajib yang diselenggarakan di dalam penyelenggara pendidikan. Mulai dari jenjang pendidikan dasar (SD) hingga menengah atas dan kejuruan (SMA/SMK). Kualitas guru memiliki peranan yang penting terhadap kualitas pendidikan di Indonesia. Media pembelajaran merupakan suatu yang sangat penting dalam penyampaian materi dari guru kepada siswa. Kegiatan Asistensi Mengajar ini dilakukan dengan memilih SMP Negeri 1 Banjarangkan Klunkung sebagai mitra selama proses belajar mengajar berlangsung. Kegiatan ini berlangsung kurang lebih 3 bulan dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Teams Games Tournaments (TGT), siswa memainkan permainan dengan anggota-anggota tim lain untuk memperoleh skor bagi tim mereka masing-masing. Ciri khas dalam pembelajaran Cooperative Learning tipe Teams Games Tournaments (TGT) dengan pembelajaran Cooperative lainnya adalah adanya turnamen. Tujuan penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament adalah peningkatan minat siswa dalam pembelajaran Seni budaya (Tari) dan juga adanya peningkatan hasil belajar siswa. Bermain berperan penting dalam perkembangan sosial dan emosi seorang anak, selain itu bermain juga berperan langsung terhadap perkembangan kognisi anak. Salah satu permainan yang familiar dengan anak dari zaman dahulu sampai saat ini adalah permainan ular tangga. Permainan ular tangga dapat digunakan sebagai media pembelajaran karena permainan ular tangga merupakan jenis permainan yang di dalamnya terdapat strategi, kejujuran, ketangkasan, kepemimpinan, wawasan dan kerja sama.
PEMBELAJARAN TARI PUSPAWRESTI, MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF LEARNING TIPE JIGSAW DI SMP N 3 ABIANSEMAL Dharmayanti, Ni Komang Astiti; Mudiasih, Ni Wayan; Iriani, Ni Wayan
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v4i2.4525

Abstract

Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang bertujuan mempersiapkan mahasiswa dalam menghadapi perubahan sosial, budaya, dunia kerja dan kemajuan teknologi yang pesat dengan tujuan meningkatkan kompetensi lulusan. Salah satu program MBKM yaitu Asistensi Mengajar. Asistensi Mengajar membahas mengenai pembelajaran Tari Puspawresti dengan model pembelajaran Kooperatif Learning tipe Jigsaw di SMP Negeri 3 Abiansemal. Perumusan masalahnya berupa konsep pembelajaran, tahapan pembelajaran, capaian hasil pembelajaran dan kontribusi pembelajaran. Model pembelajaran yang digunakan model pembelajaran Kooperatif Learning Tipe Jigsaw dikombinasikan dengan metode ceramah, demonstrasi, penugasan dan tanya jawab. Materi yang dibahas mengenai pengertian, jenis-jenis, keunikan tari kreasi serta mempraktikkan Tari Puspawresti secara berkelompok. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa konsep pembelajaran yang diberikan terdiri dari 14 kali pertemuan dengan sistem penilaian berupa penilaian pengetahuan dan keterampilan. Output dari kegiatan pembelajaran yaitu peserta didik mampu berkontribusi secara aktif dalam pembelajaran, serta meningkatkan sikap toleransi dan kerjasama. Tahapan pembelajaran yang dilaksanakan dibagi menjadi empat tahap yaitu tahap persiapan, tahap penyampaian, tahap latihan dan tahap penampilan. Capaian pembelajaran yang diraih oleh peserta didik menunjukkan bahwa Sebagian besar peserta didik mendapatkan nilai dengan skala baik dan sangat baik. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif Learning tipe Jigsaw pada kelas IX di SMP Negeri 3 Abiansemal telah berjalan dengan baik, sesuai dengan harapan penulis. Hasil kegiatan ini memberikan kontribusi bagi peserta didik, mitra dan penulis.