Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Dinamika Cinta dan Aktualisasi dalam Pasangan Romansa Novel True Stalker Karya Sirhayani Perspektif Carl Rogers Sefiyani, Dwi; Waningyun, Prissilia Prahesta
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.16148

Abstract

Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika psikologis pasangan romansa dalam novel True Stalker karya Sirhayani dengan menggunakan pendekatan psikologi humanistik Carl Rogers. Fokus kajian diarahkan pada tiga konsep utama, yaitu konsep diri (self-concept), dorongan aktualisasi diri (actualizing tendency), dan kebutuhan akan penerimaan tanpa syarat (unconditional positive regard). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi (content analysis). Data penelitian berupa kutipan naratif dan dialog yang merepresentasikan kondisi psikologis tokoh Adiba dan Agam. Hasil analisis menunjukkan bahwa Adiba memiliki konsep diri yang cenderung rapuh dan dipengaruhi oleh kebutuhan akan penerimaan, sedangkan Agam menunjukkan sikap posesif yang berakar pada ketakutan akan penolakan. Relasi keduanya mencerminkan kondisi incongruence, yaitu ketidaksesuaian antara pengalaman emosional dan konsep diri. Namun, seiring perkembangan cerita, kedua tokoh mulai menunjukkan kesadaran diri yang lebih sehat melalui perubahan sikap, keterbukaan emosi, dan meningkatnya penerimaan terhadap diri sendiri maupun pasangan. Temuan ini menegaskan bahwa proses aktualisasi diri dalam hubungan romansa remaja hanya dapat berkembang secara positif apabila didukung oleh empati dan penerimaan tanpa syarat. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian psikologi sastra, khususnya dalam penerapan pendekatan humanistik pada novel remaja populer Indonesia.
DILEMA KEWAJIBAN DAN KEMANUSIAAN DALAM KONFLIK SURIAH: PERKEMBANGAN MORAL TOKOH SALAMAH DALAM NOVEL AS LONG AS THE LEMON TREES GROW KARYA ZOULFA KATOUH PERSPEKTIF LAWRENCE KOHLBERG Umi Ma'rifatul Fauziyah; Waningyun, Prissilia Prahesta
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i2.2646

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan moral tokoh Salamah dalam novel As Long as the Lemon Trees Growkarya Zoulfa Katouh, khususnya dalam proses pengambilan keputusan saat menghadapi dilema moral di tengah konflik Suriah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data penelitian adalah novel  As Long as the Lemon Trees Grow, sedangkan data berupa kata, frasa, kalimat, dan wacana yang merepresentasikan perkembangan moral tokoh Salamah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode baca dan catat, sedangkan analisis data dilakukan dengan mengelompokkan, menafsirkan, dan mendeskripsikan data berdasarkan enam tahap perkembangan moral menurut Lawrence Kohlberg melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan pendekatan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan moral tokoh Salamah mencakup seluruh tingkat perkembangan moral Kohlberg namun tidak berlangsung secara linear dan berurutan, melainkan bersifat fluktuatif dan kontekstual. Perubahan tahap moral tokoh dipengaruhi oleh tekanan psikologis, pengalaman traumatis, serta situasi konflik perang yang memaksa tokoh untuk mempertimbangkan nilai kemanusiaan, keselamatan diri, dan tanggung jawab sosial secara bersamaan. Temuan ini menunjukkan bahwa perkembangan moral tokoh dalam situasi konflik ekstrem cenderung bergerak dinamis mengikuti kondisi yang dihadapi, sehingga memberikan kontribusi pada kajian sastra dalam memahami dinamika perkembangan moral tokoh dalam konteks konflik perang.
The Representation of Kidungan as an Effort to Preserve Oral Tradition in Kajoran Village: Representasi Kidungan Sebagai Upaya Menjaga Tradisi Lisan Di Desa Kajoran Umi Hanifah, Umi; Waningyun, Prissilia Prahesta; Filyang, Rissa
Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/bjpd.v7i1.5011

Abstract

This study aims to describe the role of Kidungan in efforts to preserve and transmit oral traditions across generations in Kajoran Village. The study employs a descriptive qualitative method with an ethnographic approach and a case study strategy. The research was conducted at the Kajoran Village Hall, the home of Mr. Parlan, and the home of the Village Head in Kewao Hamlet. The primary data consist of texts, audio recordings of Kidungan performances, and interviews. Data sources include community figures, customary leaders or village elders, performing artists or Kidungan singers, younger generations, village government officials or cultural practitioners, and local residents. The findings of this study indicate that Kidungan in Kajoran Village serves a variety of functions: transmitting moral values, reinforcing cultural identity, conveying oral history, fulfilling social functions within community life, providing lessons for future generations, and disseminating information about culture and history. The Kidungan tradition holds significant importance for the community, particularly as a means of affirming that Javanese culture embodies values that are adiluhung profoundly refined, noble, and dignified. More specifically, Kidungan is practiced within socio-cultural contexts at both the hamlet and village levels. At the hamlet level, it appears in activities such as tayuban, bayen, and puyen, while at the village level it is employed in rituals such as ruwat bumi, kirab, the tulak balak tradition, and the celebration of the Saka New Year. This study also finds that the continuity of the Kidungan tradition is shaped by the active involvement of community figures in Kajoran Village in transmitting it to younger generations, despite the challenges posed by modernization and social change. Accordingly, the scholarly contribution of this research lies in mapping the functions, contexts of use, and mechanisms of transmission of Kidungan as an oral tradition one that may serve as a model for cultural preservation in an era of rapid change.