Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Health Community Engagement

Pemberdayaan Kader Kesehatan melalui Program Posbindu sebagai Upaya Deteksi Dini Penyakit dan Pencegahan Penyakit Tidak Menular (Hipertensi) di Wilayah Kerja Puskesmas Sukodono Kabupaten Sidoarjo Sulystiono, Dony; Siagian, Hotmaida; Suprihatin, Kusmini
Health Community Engagement Vol. 5 No. 2 (2023): Mei-Agustus
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/hce.v5i2.30

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan penyakit yang semakin meningkat prevalensinya, terutama di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Meskipun jumlah penderita mencapai angka yang signifikan, hanya sebagian kecil dari mereka yang mendapatkan perawatan medis. Program Posbindu PTM (Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular) digunakan sebagai solusi untuk mendeteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular, terutama hipertensi. Program ini melibatkan peran kader kesehatan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, terdapat dua tahap utama, yakni pelatihan teknik 5 Meja Posbindu PTM dan pendampingan langsung kegiatan Posbindu PTM di masyarakat. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan kader setelah pelatihan, dengan tingkat signifikansi 0,011 menunjukkan efektivitas dari pelatihan tersebut. Selain itu, kegiatan pelatihan dihadiri oleh 100% peserta, menunjukkan keterlibatan yang aktif dari kader kesehatan. Dalam proses deteksi dini, ditemukan 24 penderita hipertensi, termasuk 2 kasus baru, yang secara langsung mendapatkan perawatan sesuai standar dari Puskesmas. Langkah ini memberikan dampak positif terhadap cakupan pelayanan yang terstandar sebesar 100%. Kegiatan ini juga menghasilkan dua luaran, yaitu artikel yang sedang dalam proses pengajuan publikasi di jurnal, serta pembentukan 2 Kelompok Kerja Posbindu PTM di desa Samangan Kulon, masing-masing terdiri dari 5 kader. Melalui program ini, diharapkan masyarakat dapat memiliki pemahaman yang lebih baik tentang hipertensi dan dapat mencegah serta mengelola kondisi kesehatan mereka dengan lebih baik. Kata Kunci: Hipertensi, Posbindu PTM, Pemberdayaan kader kesehatan ABSTRACT Hypertension is a disease with an increasing prevalence, especially in East Java Province, Indonesia. Despite the significant number of patients, only a small portion of them receive medical treatment. The Posbindu PTM (Integrated Non-Communicable Disease Post) program is used as a solution to early detect the risk factors of non-communicable diseases, especially hypertension. This program involves the role of health cadres to raise awareness and knowledge among the community. In its implementation, there are two main stages, namely the training on the 5 Posbindu PTM Tables technique and direct assistance in the Posbindu PTM activities within the community. The results show a significant increase in the cadres' knowledge after the training, with a significance level of 0.011 indicating the effectiveness of the training. Furthermore, the training was attended by 100% of the participants, demonstrating the active involvement of the health cadres. In the early detection process, 24 hypertension patients were identified, including 2 new cases, who directly received standard treatment from the local health center (Puskesmas). This step has had a positive impact on the 100% standard service coverage. The activities also resulted in two outputs, namely an article currently undergoing journal publication submission, and the establishment of 2 Posbindu PTM Work Groups in the Samangan Kulon village, each consisting of 5 health cadres. Through this program, it is hoped that the community will have a better understanding of hypertension and be able to prevent and manage their health conditions more effectively. Keywords: Hypertension, Posbindu PTM, Health Cadres Empowerment
PEMBERDAYAAN PASIEN, KELUARGA DAN KADER KESEHATAN MELALUI IMPLEMENTASI MODEL INDIVIDUAL AND FAMILY SELF-MANAGEMENT PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JABON KABUPATEN SIDOARJO Sulystiono, Dony; Hilmi Masyfahani, Afif; Suprianto
Health Community Engagement Vol. 5 No. 2 (2023): Mei-Agustus
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/hce.v5i2.31

Abstract

ABSTRAK Diabetes melitus (DM) saat ini merupakan penyakit yang banyak dijumpai dengan prevalensi 4% diseluruh dunia. Diperkirakan pada tahun 2025, prevalensinya penyakit ini akan meningkat mencapai 5,4%. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga tentang penyakit DM dan mampu melakukan self manajemen pada pasien DM di wilayah kerja Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Puskesmas Jabon Kabupaten Sidoarjo. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah pendidikan kesehatan dan pemeriksaan kesehatan. Pelatihan pasien dan, keluarga tentang self manajemen, Pendidikan kesehatan dan Posyandu lansia dan pemeriksaan kesehatan yang meliputi tanda tanda vital dan kadar gula darah. Hasil tingkat pengetahuan menunjukkan bahwa tingkat p = 0,000 < 0,05 yang berarti ada perbedaan yang signifikan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan tentang self manajemen yang diberikan. Sedangkan pelatihan yang dilakukan memberikan hasil yang baik dimana secara umum terjadi penurunan kadar darah pasien.Hasil uji statisti menunjukkan bahwa tingkat p = 0,000 < 0,05 yang berarti ada perbedaan yang signifikan tingkat kadar gula darah sebelum dan sesudah pelatihan tentang self manajemen yang diberikan. Kegiatan ini juga menghasilkan dua luaran, yaitu artikel yang sedang dalam proses pengajuan publikasi di jurnal, serta HAKI modul. Melalui program ini, diharapkan masyarakat dapat memiliki pemahaman yang lebih baik tentang Diabetes Mellitus dan dapat mencegah serta mengelola kondisi kesehatan mereka dengan lebih baik. Kata Kunci: Diabetes Mellitus; Pemberdayaan Pasien, Keluarga dan kader kesehatan; kadar gula darah ABSTRACT Diabetes mellitus (DM) is currently a common disease with a prevalence of 4% worldwide. It is estimated that by 2025, the prevalence of this disease will increase to 5.4%. The aim of this community service is to increase patient and family knowledge about DM disease and be able to carry out self-management of DM patients in the work area of ​​the Integrated Service Unit (UPT) Jabon Health Center, Sidoarjo Regency. The methods used in this community service are health education and health checks. Training of patients and their families on self-management, health education and Posyandu for the elderly and health checks which include vital signs and blood sugar levels. The results of the level of knowledge show that the level of p = 0.000 < 0.05, which means there is a significant difference in the level of knowledge before and after the training on self-management provided. Meanwhile, the training carried out gave good results where in general there was a decrease in the patient's blood levels. The statistical test results showed that the level of p = 0.000 < 0.05, which means there was a significant difference in blood sugar levels before and after the training on self-management was given. This activity also produces two outputs, namely articles that are in the process of being submitted for publication in journals, as well as IPR modules. Through this program, it is hoped that the public will have a better understanding of Diabetes Mellitus and can prevent and better manage their health condition. Keywords: Diabetes Mellitus; Empowerment of Patients, Families and health cadres; blood sugar levels