Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Kemampuan Pemodelan Matematika Siswa Kelas XI Multimedia SMK Swasta Istiqlal Delitua pada Program Linear Parinduri, Siti Nurhidayati; Anggraini, Siti; Desniarti, Desniarti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai hasil dari pemeriksaan yang dilakukan pada siswa kelas XI di SMK Swasta Istiqlal Delitua, peneliti menemukan beberapa masalah yang terkait dengan program linear: (1) siswa mengalami kesulitan dalam memodelkan masalah matematika ke dalam fungsi kendala dan objektif; (2) siswa terlalu terfokus pada langkah pengerjaan yang diberikan guru; dan (3) siswa menjadi frustrasi karena masalah program linear seringkali berupa kalimat panjang yang membingungkan mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan tingkat kemampuan memodelkan siswa berdasarkan hasil tes hasil belajar. Dari 31 siswa kelas XI multimedia 1 di SMK Swasta Istiqlal Delitua, 23 adalah subjek penelitian. Data penelitian berasal dari hasil tes. Mereka diklasifikasikan berdasarkan jawaban yang sejenis dan kemudian dianalisis dengan indikator kemampuan memodelkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang menyelesaikan soal nomor 1 berada pada level situasional, 22,58% berada pada level referensial, dan 6,45% berada pada level formal. Siswa yang menyelesaikan soal nomor 2 berada pada level situasional dan 6,45% berada pada level formal.
Analisis Kemampuan Pemodelan Matematika Siswa Kelas XI Multimedia SMK Swasta Istiqlal Delitua pada Program Linear Parinduri, Siti Nurhidayati; Anggraini, Siti; Desniarti, Desniarti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai hasil dari pemeriksaan yang dilakukan pada siswa kelas XI di SMK Swasta Istiqlal Delitua, peneliti menemukan beberapa masalah yang terkait dengan program linear: (1) siswa mengalami kesulitan dalam memodelkan masalah matematika ke dalam fungsi kendala dan objektif; (2) siswa terlalu terfokus pada langkah pengerjaan yang diberikan guru; dan (3) siswa menjadi frustrasi karena masalah program linear seringkali berupa kalimat panjang yang membingungkan mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan tingkat kemampuan memodelkan siswa berdasarkan hasil tes hasil belajar. Dari 31 siswa kelas XI multimedia 1 di SMK Swasta Istiqlal Delitua, 23 adalah subjek penelitian. Data penelitian berasal dari hasil tes. Mereka diklasifikasikan berdasarkan jawaban yang sejenis dan kemudian dianalisis dengan indikator kemampuan memodelkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang menyelesaikan soal nomor 1 berada pada level situasional, 22,58% berada pada level referensial, dan 6,45% berada pada level formal. Siswa yang menyelesaikan soal nomor 2 berada pada level situasional dan 6,45% berada pada level formal.
ANALISIS PEMAHAMAN MATEMATIS KONSEP INTEGRAL SISWA/SISWI KELAS XII MIPA 7 SMAN 13 MEDAN Ramawati, Ramawati; Aprillia, Sherly; Puspita, Dela; Anggraini, Siti; Desniarti, Desniarti
ELIPS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 1 (2024): ELIPS, Maret 2024
Publisher : Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/elips.v5i2.1088

Abstract

Integral merupakan invers atau kebalikan dari diferensial. Dalam arti lain, integral adalah antiturunan dari proses hitung diferensial. Jika dalam diferensial kita terlebih dahulu mengetahui pernyataan kemudian mencari turunan, maka dalam integral kita mengetahui turunan terlebih dahulu untuk mencari pernyataan.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemahaman matematis siswa. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kemampuan pemahaman matematis siswa SMAN 13 MEDAN kelas XII MIPA 7 pada materi Integral. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII salah satu SMA Negeri di kota Medan.yang berjumlah dua orang laki-laki. Metodologi penelitian yang digunakan adalah kualitatif jenis studi kasus dengan menganalisis jawaban siswa dan hasil wawancara. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan pemahaman matematis dan lembar wawancara. Tes digunakan untuk memberikan penjelasan yang lebih mendalam tentang kemampuan pemahaman matematis siswa, sedangkan wawancara digunakan untuk mengecek jawaban terhadap soal yang telah dikerjakan oleh siswa. Hasil yang diperoleh adalah siswa yang berkemampuan tinggi memiliki kemampuan pemahaman matematis tinggi dengan persentase 80%, sedangkan siswa berkemampuan sedang memiliki kemampuan pemahaman matematis sedang dengan persentase 15%. Dengan kata lain, siswa yang berkemampuan tinggi memiliki kemampuan pemahaman matematis tinggi sedangkan siswa berkemampuan sedang memiliki kemampuan pemahaman matematis sedang.