Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengendalian Persediaan Obat Generik Berlogo Berdasarkan Analisis Metode ABC, Economic Order Quantity (EOQ), dan Reorder Point (ROP) di Instalasi Farmasi RS “X” Kota Palopo: Control of Generic Drug Inventory with a Logo Based on Analysis of Method ABC, Economic Order Quantity (EOQ), and Reorder Point (ROP) Analysis Method at the Pharmacy Installation of “X” Regional Hospital, Palopo City Magfirah, Andi; Ervianingsih, Ervianingsih; Samsi, Al Syahril
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 9 No. 3 (2023): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v9i3.6458

Abstract

Pengendalian persediaan merupakan fungsi manajerial yang sangat penting karena pada persediaan fisik biasanya banyak perusahaan melibatkan investasi rupiah terbesar dalam pos aktiva lancar. Pengendalian persediaan pada obat generik dapat digunakan analisa ABC dalam pengelompokan suatu jenis barang, analisis EOQ (Economic Order Quantity)untuk menentukan jumlah pemesanan yang tepat, dan ROP (Reorder Point)untuk mengetahui waktu pemesanan kembali. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memastikan pengendalian persediaan dan pengelompokan obat berdasarkan metode yang ABC, EOQ dan ROP. Metode penelitian yaitu kualitatif  deskriptif yaitu menggunakan data dari RS “X” Kota Palopo dan wawancara mendalam dan melakukan observasi  atau pengamatan langsung dengan metode analisis ABC, EOQ, dan ROP pada bulan september sampai november 2022. Hasil dari penelitian menunjukan perhitungan analisis ABC obat generik  termasuk kelompok A adalah 5% diseluruh persediaan dengan nilai investasi 71 %, kelompok B sebanyak  20% diseluruh obat dengan nilai investasi 20%, dan kelompok C 9% dari total investasi di Instalasi Farmasi RS “X” Kota Palopo. Dalam EOQ, obat Dexketoprofen 50 Mg Per 2 Ml Amp  yang optimum adalah 611 unit. Jumlah pemesanan optimum 867 jenis obat yaitu memiliki variasi berbeda untuk jenis obat. Berdasarkan perhitungan ROP didapatkan titik melakukan pemesanan kembali untuk 43 jenis obat kategori kelas A memiliki variasi berbeda-beda mulai dari 0,71 hingga 1033, untuk setiap jenis obat.
Recontextualizing English Language Teaching through Local Wisdom in Islamic Higher Education: Insights from Lecturer Perspectives Magfirah, Andi; Hasanah, Nurul; Hardiyanti, Hardiyanti; Pratiwi, Suci
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Amsir Vol 4 No 2 (2026): Juni
Publisher : AhInstitute of Research and Community Service (LP2M) Institute of Social Sciences and Business Andi Sapada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62861/jimat amsir.v4i2.735

Abstract

This study investigates the integration of local wisdom into English Language Teaching (ELT) within the context of Islamic higher education, highlighting its role in enhancing pedagogical quality and cultural relevance. In many ELT settings, instructional practices remain dominated by globalized content that often overlooks local cultural identity and religious values. This research adopts a qualitative design using a census sampling technique involving all 18 English lecturers at IAIN Parepare, Indonesia. Data were collected through semi-structured interviews conducted via digital platforms and direct interactions, and analyzed using thematic analysis, including coding, categorization, and interpretation. The findings indicate that lecturers perceive local wisdom as a valuable pedagogical approach that enhances student motivation, engagement, and comprehension by contextualizing learning through local cultural narratives and Islamic values. However, the integration of local wisdom is not yet fully optimized due to challenges such as limited curriculum support, insufficient institutional policies, lack of teaching resources, and resistance to pedagogical change. This study contributes to the development of culturally responsive pedagogy in ELT by demonstrating that integrating local wisdom can enrich learning experiences and strengthen students’ cultural and religious identity. It also offers practical implications for curriculum development, teacher training, and institutional policy reform in Islamic higher education.