Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pkm Dukungan Kesehatan Mental Ibu Hamil Di Desa Pulau Rambai Wilayah Kerja Puskesmas Kampa Alini, Alini; Novrika, Bri
COVIT (Community Service of Tambusai) Vol. 3 No. 2 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/covit.v3i2.17270

Abstract

Pregnant women are a vulnerable group experiencing psychological health problems, socioeconomic status and quality of marriage are the most important risk factors for interfering with the mental health of pregnant women. The health of pregnant women is also an important factor for the health of the child they contain. Therefore, it takes the cooperation of many parties in order to improve the mental health of pregnant women. To help and keep the mental health condition of pregnant women under control and stable, it is necessary to provide support. One form of support that can be given to pregnant women is social support. Based on these problems, through this science and technology program for the community, community service activities in Pulau Rambai Village, Working Area of ??the Kampa Health Center include: the use of science and technology in increasing mental health resilience and preventing mental health problems in pregnant women, providing mental health support programs for pregnant women (communication, information and education) to increase mental health resilience and prevent mental health problems in pregnant women, provide assistance for pregnant women to be able to share the burdens and complaints of pregnant women during their pregnancy and provide solutions related to mental health in pregnant women. Keywords: Pregnancy, Health, Mental
PENGARUH TERAPI THOUGHT STOPPING TERHADAP ANSIETAS PASIEN PRA OPERASI DI RSUD BANGKINANG Novrika, Bri
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 1 No. 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v1i1.14833

Abstract

Kecemasan adalah satu perasaan subjektif yang dialami seseorang terutama oleh adanya pengalaman baru, termasuk pada pasien yang akan mengalami tindakan invasif seperti pembedahan. Tindakan operasi merupakan salah satu tindakan medis yang akan mendatangkan stressor terhadap integritas seseorang. Salah satu respon psikologis adalah cemas atau ansietas. Suatu penelitian menyebutkan bahwa 80% dari pasien yang akan menjalani operasi mengalami ansietas. Sebagai intervensi keperawatan yang professional dalam menurunkan ansietas salah satunya adalah terapi thought stopping. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi thought stopping terhadap kecemasan pasien praoperasi di RSUD Bangkinang. Desain penelitian yang digunakan adalah “ Quasi ekperimental pre-post test with control group”. Penetapan sampel dilakukan dengan cara consecutive sampling sebanyak 60 orang sampel. Ansietas pasien diukur menggunakan kuesioner, dianalisis menggunakan distribusi frekuensi dan paired t test. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan ansietas secara bermakna pada pasien yang mendapatkan terapi thought stopping (Pvalue ?0.05). Dengan demikian, terapi thought stopping dapat dilakukan di rumah sakit umum untuk mengurangi kecemasan pasien praoperasi .
Hubungan Mekanisme Koping Dengan Kualitas Hidup Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Desa Kualu Wilayah Kerja UPT BLUD Puskesmas Tambang Sabania, Sabania; Alini, Alini; Hidayat, Ridha; Novrika, Bri
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.21709

Abstract

Abstrak Diabetes melitus memiliki dampak negatif yang cukup besar pada kualitas hidup. Lingkup kehidupan seperti kebebasan makan, aktivitas fisik dan kehidupan kerja yang terpengaruh secara negatif. Kualitas hidup seseorang dengan kondisi diabetes melitus menurun meliputi fungsi fisik, fungsi sosial, kesehatan mental, kesehatan umum, nyeri, perubahan peran karena perubahan fisik dan emosional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan mekanisme koping dengan kualitas hidup pada penderita diabetes melitus tipe II di Desa Kualu Wilayah Kerja UPT BLUD Puskesmas Tambang. Jenis penelitian ini adalah desain crossectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 14-19 Juli 2023 dengan jumlah sampel 66 orang diperoleh menggunakan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan uji chi square pada tingkat kepercayaan 95% (0,05), maka didapatkan p value = 0,028 (p?0,05). Sehingga terdapat hubungan antara mekanisme koping dengan kualitas hidup pada penderita diabetes melitus tipe II di Desa Kualu Wilayah Kerja UPT BLUD Puskesmas Tambang. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan penderita diabetes melitus tipe II untuk lebih memperhatikan kualitas hidup dengan memperhatikan lingkup kehidupan, dan faktor yang berpengaruh seperti faktor psikologis dan emosional. Kata Kunci: Mekanisme Koping, Kualitas Hidup
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kesehatan Mental Ibu Hamil di Desa Pulau Rambai Alini, Alini; Meisyalla, Langen Nidhana; Novrika, Bri
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.23506

Abstract

Pregnant women are a group that is vulnerable to mental health problems because of the changes they experience at various stages that affect their mental health. Nearly one in five pregnant women is affected by mental health problems during the pre-natal and postpartum periods. The mental health of pregnant women is very necessary during pregnancy. Good mental health not only affects pregnant women, but also the fetus in the womb. This research aims to determine the factors related to the health of pregnant women in Pulau Rambai Village, Kampa Health Center Working Area. The research design used was cross sectional. The population in this study is all pregnant women in Pulau Rambai Village, Kampa Community Health Center Working Area, with the sampling technique used is total sampling. Data analysis used univariate and bivariate analysis with the chi square test. Based on the research results, it is known that there is a relationship between age and the mental health status of pregnant women (Pv 0.000 ? 0.05), there is a relationship between education and the mental health status of pregnant women (Pv 0.000 ? 0.05), there is a relationship between parity and the mental health status of pregnant women ( Pv 0.000 ? 0.05), there is a relationship between knowledge and the mental health status of pregnant women (Pv 0.000 ? 0.05). It is hoped that pregnant women should be more aware of their own condition, more actively seeking mental health information both through health workers during ANC examinations and from other sources and media.
EDUKASI CARA MENGATASI KECEMASAN PASANGAN INFERTIL YANG MENJALANI PENGOBATAN INFERTILITAS DI RSUD H. ABDUL MANAP KOTA JAMBI Novrika, Bri; Safitri, Devi Eka; Sudiarti, Putri Eka; Nisma, Muzilatul; Rahmi, Aprianti
Jurnal Abdimas Saintika Vol 4, No 2 (2022): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v4i2.1595

Abstract

Dari 39,8 juta Pasangan Usia Subur (PUS) di Indonesia, 10 – 15% diantaranya dinyatakan infertiledan diperkirakan 4 – 6 juta pasangan memerlukan pengobatan infertilitas untuk mendapatkanketurunan. Penelitian terbaru telah menunjukkan bahwa pasangan yang mencoba untuk memilikianak melalui pengobatan medis seperti pengobatan hormonal, inseminasi ataupun bayi tabungdinyatakan mengalami kecemasan. Setelah pasangan infertil menjalani pengobatan infertilitas,tingkat kecemasan yang dimiliki akan lebih meningkat dibandingkan dengan pasangan yang tidakmenjalani pengobatan. Gangguan psikologis yang dialami dapat menghambat kehamilan. Metodepemecahan masalah dilakukan dengan memberikan edukasi dalam bentuk penyuluhan denganmediaSAP, modul, leflet dan diskusi tanya jawab serta konsultasi. Pelaksanaan kegiatanpengabdian masyarakat dilakukan mulai dari 11 sampai 30 Juli 2022 kepada 12 pasangan infertilyang sedang menjalani pengobatan infertilitas di Poli Kebidanan RSUD H. Abdul Manap KotaJambi. Hasil kegiatan didapatkan terjadi peningkatan pengetahuan pasangan infertil tentang caramengatasi kecemasan saat pengobatan infertilitas dilakukan.Kata Kunci : Edukasi, kecemasan, pasangan infertil, pengobatan infertilitas
Karakteristik Penderita Resiko Perilaku Kekerasan Aprilla, Nia; Novrika, Bri
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i1.205

Abstract

Gangguan jiwa adalah suatu sindroma atau pola psikologis atau perilaku yang penting secara klinis yang terjadi pada seseorang dan dikaitkan dengan adanya distress  atau disabilitas disertai peningkatan risiko kematian yang menyakitkan, nyeri, disabilitas, atau sangat kehilangan kebebasan. Salah satu bentuk gangguan kejiwaan adalah resiko perilaku kekerasan. Karakteristik responden yang dapat mempengaruhi resiko perilaku kekerasan diantaranya adalah umur, jenis kelamin, pendidikan dan lama waktu. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui karakteristik penderita resiko perilaku kekerasan. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 21 s/d 26Agustus 2023. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Jiwa Tampan Propinsi Riau. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik deskriptif. Populasi penelitian ini adalah  seluruh penderita resiko perilaku kekerasan yang berjumlah 23 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada rentang usia produktif (15-50 th)  sebanyak 28 responden (93,3%), pada karakteristik pendidikan  sebagian besar berpendidikan rendah sebanyak 26 responden (86,7% , sebagian besar  responden tidak bekerja yaitu sebanyak 18 responden (60,0%) dan sebagian besar responden berada pada rentang waktu lama menderita 6 Bulan yaitu sebanyak 18 responden (60,0%). Disarankan kepada Rumah Sakit Jiwa Tampan Propinsi Riau untuk dapat memberikan penyuluhan mengenai resiko perilaku kekerasan dan pencegahannya.
Karakteristik Kejadian Self-Harm Pada Remaja Di SMPN 1 Bangkinang Kota Alini, Alini; Aprilla, Nia; Novrika, Bri
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i1.210

Abstract

Perilaku self-harm pada remaja menjadi isu kesehatan mental yang mengkhawatirkan, terutama di masa transisi pubertas di mana emosi labil sering memicu mekanisme coping maladaptif seperti melukai diri tanpa niat bunuh diri. Di Indonesia, prevalensi self-harm mencapai 20-37% pada remaja SMP, dengan perempuan lebih rentan akibat tekanan sosial, bullying, dan konflik keluarga. Kajian karakteristik kejadian ini esensial untuk intervensi dini, mengingat dampaknya mencakup depresi, infeksi fisik, isolasi sosial, dan risiko eskalasi ke perilaku berat.​ Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik kejadian self-harm pada remaja siswa SMPN 1 Bangkinang Kota tahun 2026 berdasarkan jenis kelamin, usia, dan tingkat keparahan (ringan, sedang, berat). Populasi adalah seluruh siswa kelas VII-VIII SMPN 1 Bangkinang Kota (n=800). Sampel sebanyak 114 responden diambil secara total sampling dari skrining awal menggunakan Self-Harm Inventory for Adolescents (SHIA-18), dengan kriteria inklusi siswa berusia 13-14 tahun yang melaporkan riwayat self-harm.​ Dari 114 responden (50 laki-laki/43,9%, 64 perempuan/56,1%; 5 usia 13 tahun/4,4%, 109 usia 14 tahun/95,6%), self-harm kategori ringan dominan (81 kasus/71,1%), sedang 19 kasus (16,7%), dan berat 14 kasus (12,3%). Perempuan usia 14 tahun paling banyak terlibat pada kategori ringan-sedang (p<0,05).​ Sekolah disarankan rutinkan skrining SHIA-18, konseling emosi, dan edukasi orang tua/guru untuk pencegahan eskalasi self-harm berat.​