Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS RESIKO USAHA AYAM POTONG MANDIRI DAN ALTERNATIF PENANGGULANGANNYA Mappa, Nurdin; Rahmawati, Rahmawati; Nurfadillah, Nurfadillah
AgriMu Vol. 2 No. 1 (2022): AgriMu Januari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/agm.v2i1.6891

Abstract

Dunia agribisnis dipenuhi dengan berbagai jenis resiko, terutama pada subsistim budidaya oleh karena berkaitan dengan makhluk hidup, termasuk dalam usaha ayam broiler, yang memerlukan penanggulangan untuk meminalisir kerugian yang diakibatkan oleh resiko, yang kemungkinan akan terjadi.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resiko pada usaha ternak ayam broiler mandiri  dari segi   produksi,  pemasaran dan alternatif penanggulangan risiko pada usaha ternak ayam Broiler mandiri di Desa Cenrana Kecamatan Kahu Kabupaten Bone. Pengambilan informan dalam penelitian ini dilakukan dengan cara sengaja atau purposive sampling Sebanyak 4 orang peternak ayam broiler mandiri. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan   analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko yang dihadapi dalam usaha ternak ayam broiler di Desa Cenrana Kecamatan Kahu Kabupaten Bone ada dua yaitu resiko dalam produksi yaitu morthalitas yang disebabkan oleh penyakit dan cuaca  sedangkan  resiko dalam pemasaran yaitu ayam tidak laku terjual dan harga ayam turun. Adapun  Alternatif yang dilakukan untuk menaggulangi risiko kematian adalah tetap menjaga kebersihan dan kestrerilan perlatan serta melindungi ayam dari cuaca sedangkan penanggangulangan resiko pemasaran adalah  membawa langsung ayam ke pasar secukupnya  dan mencari pelanggan tetap, serta berusaha menjual langsung ke konsumen.
Pendapatan Usaha Ternak Sapi Potong dan Kontribusinya pada Rumah Tangga Petani di Kelurahan Tanete Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang Akbar, Akbar; Rafly, Juniardy; Mappa, Nurdin
Jurnal Peternakan Vol 21, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : State Islamic University of Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jupet.v21i1.22754

Abstract

ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi pendapatan usaha ternak sapi potong pada rumah tangga petani. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 25 orang. Hasil penelitian diuraikan dengan menggunakan analisis pendapatan dan analisis kontribusi. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata pendapatan usaha ternak sapi potong sebesar Rp. 32.886.143, pendapatan usaha tani selain berternak sebesar Rp. 34.512.560, dan pendapatan usaha non pertanian sebesar Rp. 23.584.000. Kontribusi pendapatan ternak sapi potong terhadap pendapatan rumah tangga petani sebesar 36% dan termasuk kategori rendah karena kontribusinya dibawah 50%.Kata Kunci: Sapi potong, Kontribusi, PendapatanBeef Cattle Farming Business Income and Its Contribution to Farmer Households in Tanete Village, Anggeraja District, Enrekang RegencyABSTRACT. This study aims to determine the contribution of beef cattle business income to farmer households. Sampling in this study was conducted using purposive sampling technique, with a total sample of 25 people. The results of the study were described using income analysis and contribution analysis. The results showed that the average income of beef cattle farming amounted to Rp.32,886,143, farm income other than farming amounted to Rp. 34,512,560, and non-farm business income amounted to Rp. 23,584,000. The contribution of cattle income to farmers' household income is reduced by 36% and is included in the low category because its contribution is below 50%.
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHA TERNAK SAPI BALI DI DESA POLEONRO KECAMATAN GILIRENG KABUPATEN WAJO Sulfikar, Muh; Mappa, Nurdin; Saleh, Muh Ikmal; Widiarti, Widiarti
Jurnal Sains Agribisnis Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jsa.v5i2.1867

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor yang memengaruhi pendapatan usaha peternakan sapi Bali di Desa Poleonro, Kecamatan Gilireng, Kabupaten Wajo. Masalah utama yang dihadapi peternak di daerah ini antara lain tingginya biaya operasional, keterbatasan akses terhadap pakan berkualitas, serta rendahnya pengetahuan dan keterampilan manajerial dalam pengelolaan ternak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linier berganda. Data dikumpulkan melalui survei dan wawancara terstruktur terhadap sejumlah peternak sapi Bali yang dipilih sebagai sampel penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa tiga variabel, yaitu biaya tenaga kerja, modal, dan pengalaman beternak, memiliki pengaruh signifikan terhadap pendapatan peternak. Sementara itu, jumlah ternak, biaya pakan, biaya benih, dan harga obat-obatan tidak memberikan pengaruh yang signifikan. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,739 mengindikasikan bahwa 73,9% variasi pendapatan dapat dijelaskan oleh variabel-variabel dalam model. Dalam praktik sehari-hari, modal yang mencukupi, pengalaman yang lebih lama dalam beternak, serta penggunaan tenaga kerja yang efisien terbukti dapat meningkatkan pendapatan peternak secara nyata. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kapasitas peternak dalam hal manajemen usaha ternak serta optimalisasi tenaga kerja merupakan kunci untuk meningkatkan pendapatan. Oleh karena itu, disarankan agar pemerintah dan pihak terkait memberikan dukungan melalui program pelatihan pengelolaan ternak, subsidi atau bantuan pakan berkualitas, serta akses terhadap teknologi peternakan yang efisien. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan yang mendukung peningkatan kesejahteraan peternak sapi Bali di daerah tersebut.
DINAMIKA SOSIAL PENGUASAAN LAHAN DI DESA BISSOLORO (STUDI KASUS DATARAN SEDANG KABUPATEN GOWA) Mappa, Nurdin; Molla, Saleh
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 12, No 4 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jas.v12i4.72088

Abstract

Land control for farmers is very important, without land farming cannot be carried out, however, this condition is increasingly worrying because of the large amount of land being converted into non-agricultural land. Every year the land converted into non-agricultural land reaches 110,000 hectares per year (Ayun et al., 2020). This condition is getting more and more uncontrollable so that it is very worrying about the sustainability of agriculture as well as threatening national food security at the same time it can affect human life itself because food is a primary human need, therefore research is very important to carry out as academic study material to be able to make all parties aware. This research aims to analyze the social dynamics of farmers' agricultural land control in the temperate plains in Bissoloro Village, Bongaya District, Gowa Regency. The data collection technique is through interviews using question sheets, while the data analysis technique is a qualitative analysis using a case study approach. The analysis steps are carrying out data verification, data display, and conclusion. The results of the analysis show that there are social dynamics of land tenure in Bissoloro Village, where the average area of land controlled by farmers is 1.1 Ha with land tenure status in the form of ownership of 80.5% and land rental of 18.5%. Land ownership was obtained from inheritance 76.2% or 15.9 Ha and through purchase 9.52% or 1.6 Ha. When compared with the national average land tenure of 0.5 Ha, farmers' control of agricultural land in Bisssoloro is still wider so it can still be sustainable.Keywords:  Farmers, Land,  Mastery, Medium, Plains AbstrakPenguasaan lahan bagi petani sangat penting, tanpa lahan usahatani tidak dapat dijalankan, akan tetapi kondisi ini semakin memprihatinkan oleh karena banyaknya lahan yang dikonversi menjadi lahan non pertanian. Setiap tahun lahan yang terkonversi menjadi lahan non pertanian mencapai 110.000 hektar pertahun (Ayun et al., 2020).  Kondisi ini  semakin lama semakin tak terkendali sehingga sangat mengkhawatirkan akan keberlanjutan pertanian sekaligus mengancam ketahanan pangan secara nasional dan sekaligus dapat mempengaruhi kehidupan manusia sendiri oleh karena pangan merupakan kebutuhan primer manusia, oleh karena itu penelitian sangat penting dilakukan sebagai bahan kajian akademik untuk dapat menyadarkan semua pihak. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dinamika sosial  penguasaan lahan pertanian petani pada dataran sedang di Desa Bissoloro Kecamatan  Bongaya Kabupaten Gowa.  Teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan menggunakan lembar pertayaan,  sedangkan tehniks analisis data dengan analisis kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun langkah analisis yaitu melakukan previkasi data, displai data,  dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis menunjukkan  bahwa ada dinamika sosial  penguasaan lahan di Desa Bissoloro,  dimana rata-rata luas lahan  yang dikuasai perpetani adalah 1,1 Ha  dengan status penguasaan lahan berupa kepemilikan 80,5% dan sewa lahan 18,5%.  Kepemilikan lahan diperoleh dari warisan 76,2% atau 15,9 Ha, dan melalui pembelian  9,52%  atau 1,6 Ha.  Jika dibandingkan dengan rata-rata   penguasaan lahan   nasional  yaitu 0,5 Ha maka penguasaan petani terhadap lahan pertanian di Bisssoloro masih lebih luas sehingga masih dapat  berkelanjutan.Kata kunci: dinamika,  penguasaan, lahan, petani, sosial