Koosgiarto, Dharma
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : MEDISAINS

PENGARUH KANDUNGAN TIMBAL DALAM DARAH TERHADAP JUMLAH ERITROSIT PADA PEKERJA SPBU DI WILAYAH BANYUMAS Koosgiarto, Dharma; Hakim, Abdul
MEDISAINS Vol 13, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v13i3.1609

Abstract

Latar belakang: Senyawa kimia Timbal (Pb) dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada manusia walaupun dalam kadar yang lebih rendah dari kadar maksimum dalam darah yang diperbolehkan. Karena itu, perlu dicari suatu cara yang dapat menurunkan kadar timbal dalam darah, khususnya pada orang dewasa. Keracunan yang disebabkan oleh logam Pb dapat mengakibatkan efek kronis dan akut. Keracunan akut dapat mengakibatkan terbakarnya mulut, terjadinya perangsangan dalam gastrointestinal dan disertai diare. Keracunan yang kronis dapat menyebabkan anemia, sakit disekitar perut serta dapat pula mengakibatkan kelumpuhan. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh hubungan kandungan timbal dalam darah terhadap jumlah eritrosit pada pekerja SPBU di wilayah Banyumas. Metode: Metode dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian observational analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan total sampling dengan populasi 50 pekerja. Darah pekerja diambil sebanyak 6 ml dengan perincian. 5 ml digunakan untuk pengujian Pb darah dan 1 ml digunakan untuk pengujian jumlah eritrosit. Pb darah di ukur mengunakan Atomic Absorbtion Spectrofotometri (AAS) di laboratorium pusat Universitas Muhammadiyah Purwokerto dan jumlah etitrosit diukur di laboratorium Cito Laboratorium Klinik. Uji statistik menggunakan Korelasi Produk Moment. Hasil: Hasil dalam penelitian ini dengan mamakai uji statistik pada penelitian ini menggunakan Korelasi Produk Moment dengan SPSS versi 22,0. Diketahui bahwa nilai p = 0.080, artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara Pb darah dengan jumlah eritrosit pada pekerja SPBU karena Pb dalam darah pekerja masih dalam batas aman. Kesipulan: Tidak ada hubungan yang signifikan antara timbal dalam darah terhadap jumlah eritrosit pada pekerja SPBU di Banyumas
PENGARUH ANTARA KADAR LDL KOLESTEROL TERHADAP PENYAKIT STROKE DI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA Koosgiarto, Dharma; Salim, Islimsyaf Anwar
MEDISAINS Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v13i2.1596

Abstract

Latar Belakang: Stroke sampai sekarang masih menjadi masalah kesehatan yang belum dapat dipecahkan dengan tuntas. Berdasarkan data survey diperoleh bahwa insidensi stroke iskemik jauh lebih tinggi dari stroke hemoragik,15% untuk stroke hemoragik, dan 85% untuk stroke iskemik, sehingga penyakit stroke merupakan salah satu penyebab kematian di Indonesia bahkan diseluruh dunia. Tujuan penelitian: untuk mengetahui pengaruh antara kadar LDL kolesterol terhadap penyakit stroke pada pasien di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Dan teknik sampling yang digunakan purposive random sampling. Data diperoleh dengan rekam medis. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisis menggunakan Uji Chi Square pada taraf signifikasi α = 0,05 Hasil Penelitian: Penelitian telah dilakukan di bagian Saraf Rumah Sakit RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2014 dan diperoleh jumlah penderita stroke non hemoragik yang mempunyai kadar LDL tinggi ≥ 130mg/dL adalah sebanyak 22 orang (45,5%) lebih sedikit daripada jumlah penderita stroke non hemoragik yang mempunyai kadar LDL rendah < 130mg/dL yaitu sebanyak 28 orang (48%) dari 50 orang penderita stroke non hemoragik. Persentasi terjadinya stroke non hemoragik meningkat sesuai dengan kadar LDL kolesterol daripada persentasi terjadinya stroke hemoragik, sedangkan dari hasil analisis data didapatkan nilai X2 = 0,271 dan OR = 1,312; p > 0,05 Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kadar LDL kolesterol terhadap stroke non hemoragik
DAMPAK KESEHATAN LINGKUNGAN RUMAH YANG BERHUBUNGAN DENGAN TUBERKULOSIS PARU DI KABUPATEN INDRAGIRI HILIR KECAMATAN KERITANG (PUSKESMAS KOTABARU) Annisa, Yunia; Koosgiarto, Dharma
MEDISAINS Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v13i2.1601

Abstract

Latar Belakang: Pada tahun 2014 sebanyak 415 kasus dan 236 diantaranya adalah tuberkulosis (TB) paru BTA positif. Penderita TB Paru yang ditemukan selama tahun 2014 di Kabupaten Indragiri Hilir, kasus tertinggi terjadi diwilayah Puskesmas Selensen (49 kasus), sementara puskesmas Kota Baru (18) kasus dan terendah atau tidak ada kasus yaitu diwilayah kerja Puskesmas Teluk Pinang, Sapat dan Concong Luar. Faktor risiko yang berperan terhadap timbulnya kejadian penyakit TB paru ini dapat dikelompokkan menjadi 2 kelompok yaitu faktor risiko kependudukan dan faktor risiko lingkungan rumah Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak faktor-faktor kesehatan lingkungan rumah terhadap kejadian TB paru di Kecamatan Keritang. Penelitian ini merupakan penelitian kasus kontrol. Variabel bebas yang diteliti adalah suhu, kelembaban ventilasi, pencahayaan, kepadatan hunian rumah, kondisi lantai rumah dan dinding rumah serta status gizi sebagai variabel penganggu Metode Penelitian: Penelitian ini dilakukan secara penelitian kasus kontrol (case control) yaitu penelitian survei analitik dimana subjek yaitu kasus dan kontrol telah diketahui dan dipilih berdasarkan telah mempunyai keluaran (out come) tertentu, lalu dilihat kebelakang (back ward) tentang riwayat status paparan penelitian yang dialami subjek. Hasil Penelitian: Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada korelasi antara kejadian TB paru dengan pencahayaan (OR = 4,110), ventilasi (OR = 4,714), kondisi jendela terbuka (OR = 2,131), Kelembaban (OR = 2,681), suhu (OR = 2,599), jenis dinding (OR = 2,701), status gizi (OR = 2,691), namun tidak ditemukan korelasi antara kejadian TB paru dengan jenis lantai rumah, kepadatan hunian dan kontak dengan penderita. Dari hasil analisis multivariat ditemukan asosisasi antara kejadian tuberkulosis paru dengan pencahayaan (OR = 3,312), kelembaban (OR = 3,192), ventilasi (OR = 4,151), status gizi (OR = 3,59). Kesimpulan: Ada 4 faktor risiko yang paling besar kontribusinya terhadap kejadian tuberkulosis paru yaitu pencahayaan (OR = 3,312), kelembaban (OR = 3,192), ventilasi (OR = 4,151), status gizi (OR = 3,59).