Munawir, As’ad
Unknown Affiliation

Published : 91 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KEDALAMAN PONDASI DAN RASIO PANJANG PONDASI TERHADAP DAYA DUKUNG TANAH PASIR PADA PONDASI PERSEGI DENGAN JARAK LAPIS PERTAMA GEOGRID (u/B=0,3) DAN JARAK ANTAR LAPIS GEOGRID (h/B=0,2) Arviananda, Ovy Ellen; Munawir, As’ad; Suryo, Eko Andi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada dasarnya sebuah pondasi persegi membutuhkan landasan dengan struktur tanah yang cukup baik, dengan semakin sempitnya lahan yang layak untuk mendirikan suatu bangunan, maka perlu adanya alternatif untuk mendirikan suatu bangunan pada tanah yang kondisinya kurang baik dan kurang memenuhi syarat.Salah satu cara dalam meningkatkan daya dukung tanah adalah dengan geosintetik seperti geotekstil dan geogrid.Dalam penelitian ini dilakukan pengujianpada pemodelan fisik tanah pasir dengan 2 perlakuan yaitu tanpa perkuatan dan dengan perkuatan geogrid. Variasi yang diterapkan pada pengujian sampel berupa lebar pondasi (12 cm,18 cm,24 cm) dan rasio kedalaman pondasi terhadap lebar pondasi(0,3;0,45;0,6). Hasil penelitian memperlihatan bahwa semakin besar nilai daya dukungnya ketika lebar pondasi dan rasio Df/B semakin besar. Hasil analisis BCR menunjukkan bahwa daya dukung terbesar terletak pada lebar pondasi 12 cm dengan rasio Df/B = 0,3. Kata kunci :daya dukung, tanah pasir, perkuatan geogrid, variasi lebar pondasi, variasi rasio kedalaman pondasi terhadap lebar pondasi.
PENGARUH KEDALAMAN PONDASI DAN PANJANG PONDASI TERHADAP DAYA DUKUNG TANAH PASIR PADA PONDASI PERSEGI DENGAN JARAK LAPIS PERTAMA GEOGRID (u/B) = 0,3 DAN JARAK ANTAR LAPIS GEOGRID (h/B) = 0,25 Saputra, Jepris Hari; Munawir, As’ad; ., Harimurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.484 KB)

Abstract

Pondasi mempunyai fungsi penting dalam mempertahankan struktur bangunan agar tidak mengalami suatu kegagalan. Daya dukung tanah dimana akan berdirinya suatu bangunan sangat berperan penting, Geogrid termasuk dalam jenis geosintetik, yang mampu meningkatkan ikatan antara partikel tanah pasir sehingga daya dukung dapat meningkat.Pengujian pada pemodelan fisik pada penelitian ini dilakukanpada tanah pasir tanpa perkuatan geogrid dan menggunakan perkuatan geogrid. Pada penelitian ini digunakan variasi rasio kedalaman pondasi (Df/B) sebesar 0,3; 0,45; 0,6, dan juga variasi rasio panjang pondasi (L/B) sebesar 1; 1,5; 2, dengan dimensi pondasi 12cm x 12cm; 12 x 18cm; 12cm x 24cm. Hasil penelitianini menunjukkan bahwa dengan bertambahnya panjang pondasi (L), daya dukung akan semakin berkurang kemudian dengan bertambahnya kedalaman pondasi, daya dukung bertambah besar pula. Variabel yang memberikan perubahan peningkatan nilai daya dukung (BCR) yang lebih dominan adalah Ldengan perubahan dari nilai L/B sebesar 1,5 menjadi 2 dengan selisih nilai peningkatan sebesar 10,7% dari nilai BCR pada Df/B sebesar 0,6. Kata kunci : daya dukung, pasir, pondasi persegi, kedalaman pondasi, panjang pondasi, Geogrid.
PENGARUH KEDALAMAN PONDASI (DF/B) DAN JARAK LAPIS PERTAMA GEOGRID (U/B) TERHADAP DAYA DUKUNG PONDASI PERSEGI DENGAN DIMENSI PONDASI (L/B) = 1,5 DAN JARAK ANTAR GEOGRID (H/B) = 0,3 Pujo Susilo, Ekki Darmawan; Munawir, As’ad; Rachmansyah, Arief
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.464 KB)

Abstract

Tanah berpasir merupakan.salah satu tanah yang memiliki beberapa.masalah geoteknik dikarenakan sifat pasir yang memiliki ikatan antar partikel yang kecil.dan sudut gesek dalam yang besar, sehingga perlu dilakukan perbaikan pada tanah tersebut. Perbaikan yang dapat dilakukan.pada tanah berpasir adalah penggunaan geogrid. Geogrid merupakan salah satu jenis geosintetis dimana. dapat memberikan pengaruh interlocking pada tanah pasir sehingga dapat meningkatkan daya dukung tanah tersebut.Pemodelan fisikpada penelitian ini.menggunakan tanah pasir dengan perkuatan geogrid 3 lapis serta menerapkan variasi berupa.kedalaman.pondasi (3,6 cm; 5,4 cm; 7,2 cm) dan rasio jarak lapis pertama geogrid terhadap lebar pondasi (0,3; 0,4; 0,5). Dari hasil pengujian didapatkan bahwa penggunaan geogrid mempengaruhi peningkatan daya dukung.tanah pasir sebesar 30,532 %. Selain itu nilai daya dukung maksimum terjadi ketika semakin kecilnya variasi rasio jarak lapis pertama geogrid dengan prosentase peningkatan sebesar 11,154% serta saat semakin meningkatnya variasi rasio kedalaman pondasi dengan prosentase peningkatan 13,008%. Jika dilihat dari analisa BCR terlihat bahwa kenaikan daya dukung maksimum terletak pada kedalaman pondasi 3,6 cm dengan rasio u/B = 0,3. Kata kunci :daya dukung, tanah pasir, perkuatan geogrid, variasi kedalaman pondasi, variasi rasio jarak lapis pertama geogrid terhadap lebar pondasi.
PENGARUH JUMLAH LAPIS GEOGRID DAN LEBAR PONDASI MENERUS TERHADAP DAYA DUKUNG TANAH PASIR DENGAN KEPADATAN RC 70% KEDALAMAN D/B = 0,5 DAN JARAK LAPISAN ATAS u/B = 0,25 Putra, Muhamad Darmawan; Munawir, As’ad; Suryo, Eko Andi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.112 KB)

Abstract

Daya dukung tanah perlu diperhitungkan dalam perencanaan pondasi. Apabila daya dukung tanah memiliki nilai yang lebih kecil dari beban yang akan diterima maka perlu adanya perbaikan pada tanah tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai daya dukung tanah pasir kepadatan RC 70% terhadap variasi jumlah lapis geogrid dan lebar pondasi. Perbandingan nilai daya dukung tanah pasir tanpa perkuatan dengan menggunakan perkuatan geogrid. Pengamatan yang dilakukan pada penelitian ini yaitu pengaruh variasi jumlah lapis geogrid 1,2,3 dan lebar pondasi menerus 6 cm, 8 cm, 10 cm terhadap daya dukung tanah pasir kepadatan RC 70%. Penelitian ini digunakan dengan rasio kedalaman d/B=0,5, rasio jarak lapisan atas u/B=0,25, rasio jarak antar lapis geogrid s/v=0,25, dan lebar geogrid 6B. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa semakin bertambahnya jumlah lapis geogrid dan lebar pondasi dapat meningkatkan daya dukung tanah. BCI paling maksimum terjadi pada lebar pondasi 10 cm dan jumlah lapis geogrid 3 dengan nilai 1,742. Kata kunci : Daya dukung, Tanah pasir, Pondasi menerus, Geogrid, Jumlah lapisan geogrid, Lebar pondasi
PENGARUH JARAK LAPIS TERATAS DAN JUMLAH LAPISAN PERKUATAN DENGAN KEDALAMAN D/B = 0,5 DAN LEBAR PONDASI MENERUS = 6 CM TERHADAP DAYA DUKUNG TANAH PASIR DENGAN KEPADATAN 70% Putra Perdana, Rachmad Adiasa; Munawir, As’ad; ., Harimurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.334 KB)

Abstract

Penelitian ini menggunakan sampel tanah pasir dengan kepadatan relatif 70%. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kenaikan daya dukung yang diberikan oleh perkuatan berupa Geogrid tipe biaksial ketika diaplikasikan ke dalam tanah pasir. Variasi yang digunakan pada penelitian ini adalah rasio jarak lapis geogrid teratas terhadap dasar pondasi dan rasio jumlah lapisan Geogrid yang digunakan. Hasil dari daya dukung tanah pasir dengan perkuatan Geogrid ini nantinya akan dibandingkan dengan daya dukung tanah pasir terhadap pondasi yang tidak menggunakan perkuatan. Uji model yang dilakukan di laboratorium mengunakan pondasi menerus dengan lebar 6 cm dan kedalaman pondasi sebesar 3 cm. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah pengaruh efek jarak lapisan geogrid teratas (U) dan pengaruh jumlah lapisan geogrid (n) terhadap daya dukung ultimit dan penurunan pada pondasi menerus. Rasio yang digunakan adalah variasi rasio U/B sebesar 0.25; 0,5; 0.75 dan variasi rasio n sebesar 1; 2; 3. Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa nilai daya dukung ultimit terbesar pada rasio U/B terletak pada nilai rasio sebesar 0.5. Sementara pada variasi n, nilai optimum yang didapatkan pada kenaikan daya dukung tanah pasir terhadap pondasi adalah saat menggunakan perkuatan sebanyak 3 lapis. Analisis yang digunakan sebagai pembanding daya dukung tanah pasir adalah Bearing Capacity Ratio. Analisis ini dapat membandingkan nilai daya dukung dari tanah pasir ketika berada di satu titik penurunan tertentu. Nilai daya dukung yang dianggap ultimit adalah ketika pondasi mengalami penurunan sebesar 0.1 B atau 10% dari lebar pondasi yang digunakan Kata kunci: daya dukung, tanah pasir, bearing capacity ratio, pondasi menerus, penurunan pada pondasi, geogrid, variasi jumlah lapisan, variasi jarak lapis geogrid teratas.
PENGARUH JARAK LAPIS GEOGRID TERATAS DAN LEBAR PONDASI DENGAN KEDALAMAN D/B = 1 DAN 1 LAPISAN GEOGRID TERHADAP DAYA DUKUNG TANAH PASIR DENGAN KEPADATAN 70% PADA PONDASI MENERUS Listyaningrum, Galuh Ajeng; Munawir, As’ad; Zaika, Yulvi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.287 KB)

Abstract

Tanah pasir yang memiliki karakteristik lepas mempunyai daya dukung rendah, sehingga apabila sebuah bangunan akan didirikan diatasnya maka diperlukan suatu perbaikan atau perkuatan tanah untuk memperkuat daya dukungnya. Terdapat banyak cara untuk memperkuat tanah pasir. Salah satu cara yang saat ini yang  banyak diterapkan adalah penggunaan geogrid. Penggunaan geogrid sudah banyak diaplikasikan diberbagai macam konstruksi. Dalam penelitian ini dilakukan uji model tanah pasir dengan perkuatan satu lapis geogrid yang akan dibebani oleh pondasi menerus dengan kedalaman D/B = 1. Variasi yang digunakan yaitu berupa lebar pondasi yaitu 6 cm;8 cm;10 cm  dan jarak lapis teratas geogrid ke pondasi 0,25B;0,5B;0,75B. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan daya dukung tanah pasir yang diperkuat geogrid dan tanpa diperkuat geogrid. Pasir yang digunakanya itu pasir bergradasi buruk dengan RC 70%. Dari hasil penelitian ini disimpulkan daya dukung optimum terjadi pada jarak lapisan teratas geogrid 0,5B dan lebar maksimum 10 cm. Kata kunci : daya dukung, tanah pasir, perkuatan geogrid, variasi lebar pondasi, variasi jarak lapis pertama geogrid ke pondasi
PENGARUH KEDALAMAN DAN LEBAR PONDASI MENERUS YANG DIPERKUAT DENGAN 3 LAPIS GEOGRID DAN JARAK LAPIS ATAS u = 0,75B TERHADAP DAYA DUKUNG TANAH PASIR DENGAN KEPADATAN RC 70% Wulansari, Yunita; Munawir, As’ad; Rachmansyah, Arief
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.894 KB)

Abstract

Dalam pembangunan, hal yang harus diperhatikan adalah masalah pondasi. Pondasi merupakan struktur bawah dari suatu bangunan yang berhubungan langsung dengan tanah. Pondasi berfungsi meneruskan beban yang ada diatasnya ke tanah dasar pondasi. Pembangunan pondasi diatas tanah pasir lepas kurang menguntungkan. Hal tersebut tentu memerlukan perbaikan tanah, guna menahan beban bangunan yang ada diatasnya. Caranya dengan perbaikan tanah geosintetik menggunakan geogrid. Berdasakan penelitian, didapatkan hasil bahwa semakin besar lebar pondasi dan rasio kedalaman pondasi maka semakin besar pula nilai daya dukung ultimatenya. Nilai daya dukung BCR untuk lebar pondasi meningkat seiring dengan semakin besarnya lebar pondasi. Sedangkan untuk rasio kedalaman didapatkan nilai d/B yang paling besar yaitu d/B = 0,5. Sehingga dari pelitian ini didapatkan nilai daya dukung paling besar yaitu pada lebar pondasi 10 cm dan rasio kedalaman d/B = 1. Sedangkan untuk nilai Bearing Capacity Ratio (BCR) yang paling optimum adalah pada lebar pondasi 10 cm dan rasio kedalaman d/B = 0,5. Kata kunci: daya dukung, tanah pasir, geogrid, bearing capacity ratio, pondasi menerus, variasi lebar pondasi, variasi kedalaman pondasi.
PENGARUH JUMLAH LAPIS GEOGRID DAN KEDALAMAN DENGAN LEBAR B = 10 CM TERHADAP DAYA DUKUNG TANAH PASIR PADA PONDASI MENERUS DENGAN KEPADATAN RC 70% Satriaka, Irza Andys; Munawir, As’ad; Zaika, Yulvi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1201.604 KB)

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan uji model fisik pondasi menerus dengan perkuatan geogrid. Variasi yang digunakan pada pengujian sampel berupa jumlah lapis geogrid dan kedalaman pondasi. Sasaran utama dari penelitian ini adalah membandingkan nilai daya dukung tanah pasir pada pondasi menerus tanpa perkuatan geogrid terhadap daya dukung tanah pasir pada pondasi menerus dengan perkuatan geogrid. Penelitian ini dilakukan dengan pemodelan baja profil WF sebagai pondasi menerus dan menggunakan tanah pasir bergradasi buruk dengan RC 70%. Untuk sampel pengujian tanah dengan perkuatan geogrid juga digunakan variasi kedalaman d/B = 0; d/B = 0,5; dan d/B = 1. Perkuatan yang digunakan adalah dengan jumlah lapis geogrid n = 1, n =2, dan n = 3. Pembebanan dilakukan menggunakan dongkrak hidrolik. Pembacaan beban dan penurunan pondasi dilihat melalui load cell dan LVDT. Pembacaan beban dan penurunan dilakukan tiap kenaikan 50 kg beban sampai benda uji mengalami keruntuhan yang ditetapkan sebesar 10%. Semua model variasi jumlah lapis geogrid dan kedalaman menggunakan lebar pondasi yang sama yakni sebesar 10 cm. Dari hasilpenelitiandidapatkannilaidayadukungultimittertinggipadarasio d/B = 1. Sementarauntukvariasijumlah lapis geogrid didapatkannilaitertinggipada n = 3. Kata kunci: daya dukung, pondasi menerus, perkuatan geogrid, variasi jumlah lapis geogrid, variasi kedalaman pondasi.
PENGARUH PANJANG PONDASI DAN JARAK ANTAR LAPIS GEOGRID TERHADAP DAYA DUKUNG TANAH PASIR PADA PONDASI PERSEGI DENGAN KEDALAMAN PONDASI (Df/B) = 0,6 DAN JARAK LAPIS TERATAS GEOGRID (u/B) = 0,5 Carissa Imayanti, Nadia Izmi; Munawir, As’ad; Zaika, Yulvi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki beberapa wilayah yang tanah kerasnya tidak berada di kedalaman dangkal atau jenis tanah permukaannya berupa pasir sehingga tidak mendukung untuk pemasangan pondasi dangkal. Oleh karena itu, dapat dilakukan perbaikan tanah pasir untuk meningkatkan daya dukungnya dengan menggunakan perkuatan geogrid pada pondasi dangkal khususnya pondasi persegi.Hasil dari penelitian perkuatan tanah pasir dengan menggunakan geogrid pada pondasi persegi menghasilkan peningkatan daya dukung yang besar. Pada penelitian ini, digunakan variabel kontrollebar pondasi (B = 12 cm), kedalaman pondasi (Df = 0,6B), jarak lapis teratas geogrid (u = 0,5B), panjang dan lebar geogrid (Lr = 3L dan Br = 3B), jumlah geogrid (N = 3), dan kepadatan relatif (Rc = 85%). Pada penelitian dengan menggunakan variabel bebas panjang pondasi (L = B; 1,5B; 2B), didapatkan semakin panjang pondasi maka daya dukung yang dihasilkan akan semakin kecil, hal ini sesuai dengan teori analitik rumus daya dukung Vesic. Begitu pula pada variabel bebas jarak antar lapis geogrid (h = 0,2B; 0,25B; 0,3B), didapatkan hasil semakin dekat jarak antar lapis geogidnya maka daya dukungnya semakin besar namun tidak didapatkan nilai optimum untuk jarak antar geogridnya. Nilai maksimum daya dukung maupun BCR (Bearing Capacity Ratio) pada penelitian ini terdapat pada variabel h = 0,2B dan L = B. Kata Kunci: daya dukung, pondasi persegi, perkuatan geogrid, variasi panjang pondasi, variasi jarak antar geogrid, rasio daya dukung.
PENGARUH PANJANG PONDASI DAN JARAK ANTAR LAPIS GEOGRID TERHADAP DAYA DUKUNG TANAH PASIR PADA PONDASI PERSEGI DENGAN KEDALAMAN PONDASI (DF/B) = 0,6 DAN JARAK LAPIS TERATAS GEOGRID (U/B) = 0,3 Wahid, Anasrullah; Munawir, As’ad; ., Harimurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.4 KB)

Abstract

Pondasi dangkal merupakan jenis pondasi yang sering digunakan untuk bangunan rumah tinggal karena memiliki biaya konstruksi yang ekonomis. Pondasi dangkal hanya bisa digunakan pada kondisi tanah yang baik yang mampu menerima beban dari sebuah struktur. Untuk kondisi tanah pasir lepas dengan gradasi buruk, peningkatan daya dukung tanah menggunakan geogrid menjadi salah satu cara yang efektif. Dalam penelitian ini dilakukan pengamatan terhadap perilaku tanah pasir akibat variasi panjang pondasi (1B; 1,5B; 2B) dan jarak antar lapis geogrid (0,2B; 0,25B; 0,3B) dengan permodelan pondasi persegi dengan dan tanpa perkuatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai daya dukung dan BCR maksimum berada pada permodelan dengan perkuatan berada pada panjang pondasi sebesar 1B dan jarak antar lapis geogrid sebesar 0,2B. Kata Kunci :daya dukung, tanah pasir, perkuatan geogrid, variasi panjang pondasi, variasi jarak antar lapis geogrid, overburden.
Co-Authors ., Imanuddin ., Mayangsari Abadi, Willy Anggi Abhista Bariq, Muhammad Rafi Adhinia, Ori Trizka Afifuddin, Annas Agustia, Daffa Fadhiel Aji, Muhammad Satria Bayu Amalina, Nada Nur Amalina, Rahma Nur Ananda, Puan Resty Anggriawan, Filyan Fery Anggriawan, Rico Anshorie, Ahya Al Arief Rachmansyah Arisandy, Rizki Arthayoga Bendesa, Dimas Januar Arviananda, Ovy Ellen Atikah, Laras Bangalino, Arvi Biasmahendra, Bima Bima, Satria Carissa Imayanti, Nadia Izmi Charisma, Nuril Christine, Rini Cintya, Febrina Sagita Dodik Prasetyo Ekamargarezki, Yohanes Dibalflorende Eko Andi Suryo F, T Fadhillah, Hanna Maulidya Falkiya, Ira Faradita, Putri Agil Farandy, Fairuz Ikbar Fauzi Rizky, Adi Widia Nur Ghyffary, Faris Ramdhan Hape, Fillial Nuansa Harimurti . Hasbianto, Muhammad Hazhiyah, Amalia Ula Hutomo, Wahyudi I, Arrizal Rizki Ibrahim, Ahmad Arif Iswardhana, Fanny Pramudya Kautsar, Kevin Al Kurniawan, Danu Kusumawati, Erlina Ayu Kuswanda, Wahyu P. Kuswanda, Wahyu P. Lilabsari, Zahra Febrina Listyaningrum, Galuh Ajeng M. Hamzah Hasyim Maharani, Kharisma Tria Maharani, Ragilya Mustafid, Ainul Musthafa, Aris Nizar, Faisal Norviana, Sarah Giovani Oka Wibawa, Gede Arya Permata, Ditha Pranatayuda, Tosar Wayunenda Praptawati, Atika Prasetyo, Raenal Adji Pratama Yohanes, Raphael Eldy Pujo Susilo, Ekki Darmawan Purnamasari, Risqi Eka Putra Perdana, Rachmad Adiasa Putra, Muhamad Darmawan Rabbani, Rani Rachma, Saraswati Noor Rachmansyah, Arief Rachmansyah Rachmatullah, R. Irawan Ramadhan, Bima Aldiha Rasyid, Dyka Retry Ratri, Lola Kumala Reinaldo, M. Farish Hafis Rifqi, Moch. Fachrur Roberth, El Zefanya Rohmatillah, Siti Saifoe El Unas Sanjaya, Muhammad Dias Saputra, Jepris Hari Saputra, M. Rizky Hari Sarithayanti Mahaguna, Ida Ayu Satriaka, Irza Andys Setiawan, Andri Ari Sjaputra, Rakha Suhartono, Gerrie Suhasmoro, Auliyah Rizky Sulistyo, Herlambang Bagus Suroso . Tatag Yufitra Rus Tri Cahyani, Rizki Amalia Ulya, Atika Nikmatul Wahid, Anasrullah Widodo Suyadi Widyanatha, KadekDwi Kusuma Wijaya, Aziz Benny Wisnumurti . Wulansari, Yunita Yulvi Zaika Zahra, Karunia Az Zain, M. Nuhkhalid