Munawir, As’ad
Unknown Affiliation

Published : 91 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

JARAK EKSENTRISITAS BEBAN TERHADAP DAYA DUKUNG TANAH PASIR PADA PONDASI PERSEGI PANJANG DENGAN PANJANG PONDASI (L/B) = 1,2 DAN KEDALAMAN PONDASI (DF/B) = 1 Praptawati, Atika; ., Harimurti; Munawir, As’ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan utama pada tanahhpasir dengan nilai kerapatan relatif yang rendah (pasir lepas) jika diberikan pembebanan di atasnya adalah penurunan yang besar danhdaya dukunghtanah yang rendah. Selain itu, adanya beban eksentris akan mengakibatkan pengurangan (reduksi) dayahdukunghtanah.Pengujian dilakukan pada tanahhpasir Rc 80%. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh jarak lapis geogrid teratas(u) dan jarak eksentrisitas beban(e) terhadap dayahdukung tanah pasir pada pondasi persegi panjang. Uji model yang dilakukan di laboratorium mengunakan 3 lapis perkuatan geogrid dengan rasio Df/B = 1. Rasio yang digunakan adalah variasi u/B sebesar 0,2; 0,3; 0,4dan variasi rasio e/B sebesar 0,05; 0,1; 0,15.Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa dari analisis BCR, nilai peningkatan daya dukunghtanahhpasir yang menghasilkan nilai maksimum terdapat pada jarak lapis geogridhteratas (u/B)=0,2 dan jarak eksentrisitas beban (e/B) = 0,15. Kata kunci:dayahdukung, penurunan, tanah pasir, bearing capacity ratio, pondasi persegi panjang, geogrid, variasi jarak lapis teratas geogrid, variasi jarak eksentrisitas beban.
PENGARUH LUAS GEOGRID DAN JARAK ANTAR GEOGRID TERHADAP PENINGKATAN DAYA DUKUNG TANAH PASIR PADA PONDASI PERSEGI PANJANG DENGAN BEBAN EKSENTRIS Bangalino, Arvi; Munawir, As’ad; Rachmansyah, Arief
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan utama yang sering dijumpai pada tanah pasir adalah sebagian besar butirannya memiliki ukuran yang seragam. Hal ini menyebabkan adanya rongga-rongga antar partikel pasir, sehingga tanah pasir tersebut memiliki kerapatan relatif yang rendah. Tanah pasir dengan kerapatan yang relatif rendah jika diberikan pembebanan di atasnya akan menyebabkan penurunan yang berlebih dan mengalami keruntuhan geser. Selain itu, momen yang disebabkan oleh beban eksentris dapat mereduksi daya dukung tanah. Oleh karena itu, perlu adanya metode perbaikan pada tanah pasir dengan menggunakan lapisan geogrid.Pengujian ini dilakukan pada tanah pasir dengan RC 80%. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah pengaruh variasi luas geogrid (A) dan jarak antar geogrid (h). Pengujian yang dilakukan di laboratorium menggunakan luas geogrid dengan ukuran 40x48 cm2, 50x60 cm2, 60x70 cm2 dan jarak antar geogrid 1 cm, 2 cm, dan 3 cm. Uji pembebanan dilakukan dengan eksentrisitas sebesar 1 cm dan ukuran pondasi yaitu 10x12 cm2. Hasil daya dukung dari pondasi persegi panjang dengan perkuatan akan dibandingkan dengan daya dukung pondasi tanpa perkuatan. Dari hasil penelitian ini berdasarkan analisis Bearing Capacity Ratio (BCR), model pondasi yang menghasilkan daya dukung tanah maksimum yaitu pondasi dengan A = 60x70 cm2 dan h = 3 cm.   Kata kunci: daya dukung, tanah pasir, bearing capacity ratio, pondasi persegi panjang, beban eksentris, geogrid, variasi luas geogrid, variasi jarak antar geogrid.
PENGARUH VARIASI PENAMBAHAN LAPIS PERKUATAN GEOGRID DAN PENAMBAHAN PANJANG PONDASI TERHADAP PENINGKATAN DAYA DUKUNG TANAH PASIR PADA PONDASI PERSEGI PANJANG DENGAN BEBAN EKSENTRIS Widyanatha, KadekDwi Kusuma; Zaika, Yulvi; Munawir, As’ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondasimerupakanbagian yang amatpentingdalamsuatukonstruksi.Pondasiharusdidesainmampumenahanbebanaksial dan momen yang terjadi pada kolom. Momen yang sangatbesardapatmenyebabkanpondasitersebutmenerimabebaneksentris. Pondasi yang menerimabebaneksentrisini, apabilatidakdirencanakan dan didesaindenganseksamadapatmenyebabkanpondasitersebutmenyebabkantarik. Pada penelitianini, digunakan model pondasidenganukuran 10 × 12 cm, 10 × 14 cm, dan 10 × 16 cm denganketebalan 20 mm yang terbuatdaribahanbaja. Kedalamanpondasi pada penelitianiniadalah 10 cm atau Df/B = 1dengansampeltanah yang digunakanadalahtanahpasir SP (poorly graded sand) dengankepadatanrelatif 80%.Variasi jumlah geogrid yang digunakandalampenlitianiniadalah 1, 2 dan 3 lapisanperkuatandenganukuran yang samayaitu50 × 60 cm. Pada penelitianinididapatkanhasilbahwadarianalisis BCR, pondasi L/B 1.2 dengan 3 lapisanperkuatanmenghasilkanpeningkatandayadukung yang maksimum. Dimanadayadukungakanbertambahseiringdenganbertambahnyajumlahlapisanperkuatan geogrid dan panjangpondasi. Kata kunci: pondasipersegipanjang, eksentrisitas, dayadukung, BCR
PENGARUH JARAK EKSENTRISITAS BEBAN DAN JUMLAH LAPISAN PERKUATAN GEOGRID TERHADAP PENINGKATAN DAYA DUKUNG TANAH PASIR PADA PONDASI PERSEGI PANJANG Oka Wibawa, Gede Arya; Munawir, As’ad; Zaika, Yulvi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurangnyadayadukungtanahakibatjenistanah yang kurangbaik dan potensiterjadinyaeksentrisitasbeban pada pondasidapatmembuatpeluangkeruntuhantanah yang terjadisemakinbesar. Salah satusolusi yang dapatdilakukanadalahdenganmelakukanperkuatantanahmenggunakan geogrid.Penelitianinidimaksudkanuntukmengetahuiperbandingannilaidayadukungtanahpasirdalammenerimabebaneksentrissaatdiberiperkuatan geogrid dibandingkandengantidakdiberiperkuatan..Kepadatanrelatiftanahpasir (Rc) 80%, pengujiandilakukandidalamsebuah box berukuran 150 cm x 100 cm x 100 cm.Variabel yang ditelitiadalahpengaruhrasiojarakeksentrisitasbebanterhadaplebarpondasi (e/B) denganrasio 0,05B, 0,1B dan 0,15B dan jumlahlapisanperkuatan geogrid (n) yang digunakanadalah n=1, n=2 dan n=3 lapis perkuatan.Hasil daripenelitianmenunjukkanseiringpenambahanvariasirasiojarakeksentrisitasbebanterhadaplebarpondasi (e/B) nilaidayadukungtanahpasirmengalamipenurunan. Penambahanjumlahlapisanperkuatan (n) berpengaruhdalammeningkatkannilaidayadukungtanahuntukmasingmasingvariasi e/B, dimananilaidayadukungterbesarterdapat pada 3 lapisanperkuatan geogrid pada rasio e/B=0,05.   Kata kunci: dayadukung, bebaneksentris, geogrid, variasirasiojarakeksentrisitasterhadaplebarpondasi, variasijumlahlapisanperkuatan
PERUBAHAN KEKUATAN TANAH LUNAK AKIBAT PEMASANGAN PREFABRICATED VERTICAL DRAIN (PVD) POLA SEGIEMPAT DENGAN VARIASI PANJANG Maharani, Ragilya; Zaika, Yulvi; Munawir, As’ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pembangunan insfrastruktur di Indonesia saat ini berkembang sangat pesat. Dapat dilihat dari pembangan Tol Gempol-Pasuruan, yang memiliki sifat konsistensi tanah yang tidak stabil, disebabkan kandungan air yang berlebih sehingga berpotensi mengalami penurunan akibat konsolidasi. Dari data tersebut perlu dilakukan perbaikan tanah dengan mtode preloading yang dikombinasikan dengan Prefabricated Vertical Drain (PVD) pola persegi dengan timbunan secara bertahap skala laboratorium. Pada penelitian ini dilakukan dengan tiga tahapan pelaksanaan, yaitu persiapan, kegiatan lapangan dan pekerjaan laboratorium.  Pengambilan sampel tanah di daerah Grati dengan metode undisturbed soil dan disturted soil. Sampel tanah kemudian dilakukan uji konsolidasi, kadar air, density dan vane shear. Setelah mengetahui perilaku tanah lunak terhadap daya dukung tanah dengan metode preloading dikombinasikan dengan PVD variasi panjang preloading yang ditentukan. Hasil penelitian yang telah dilakukan ini adalah tanah didaerah tersebut merupakan jenis tanah lunak dengan tebal lapisan 15,5 m. Penambahan beban secara bertahap (setiap tahap sama) dari variasi panjang sampel yang berbeda dapat menaikkan harga koefisien kompre,si yang akan menyebabkan besarnya kenaikan penurunan. Dimana terdapat kenaikan terbesar 148,9583% dengan panjang PVD 20 cm, dan terdapat kenaikan kuat geser terbesar 314,5679% dengan panjang PVD 20 cm. Kata Kunci: Tanah Lunak, Prefabricated Vertical Drain (PVD), Konsolidasi, Vane Shear, Kuat Geser.
PENGARUH VARIASI JARAK LAPIS GEOGRID TERATAS DAN PENAMBAHAN PANJANG PONDASI TERHADAP PENINGKATAN DAYA DUKUNG TANAH PASIR PADA PONDASI PERSEGI PANJANG DENGAN PEMBEBANAN EKSENTRIS Sjaputra, Rakha; Munawir, As’ad; Rachmansyah, Arief
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondasi merupakan struktur bangunan yang berfungsi menyalurkan beban yang diterima dari bangunan yang berada diatasnya ke tanah. Selain menahan beban aksial, pondasi juga harus mampu menahan beban eksentris. Dengan banyaknya pembangunan saat ini, sering kali kondisi lapangan memaksa untuk membangun sebuah bangunan diatas tanah yang daya dukung nya rendah seperti tanah pasir. Untuk itu digunakan lapis geogrid sebagai perkuatan untuk meningkatkan daya dukung tanah pasir. Pengujian ini dilakukan pada tanah pasir dengan RC 80%. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah jarak lapis geogrid teratas (u) dan panjang pondasi (L). Pengujian yang dilakukan di laboratorium menggunakan 3 lapis geogrid dengan jarak antar lapis geogrid yaitu 2 cm.Variasi jarak lapis geogrid teratas yang digunakan sebesar 2 cm, 3 cm, dan 4 cm sertavariasi panjang pondasi sebesar 12 cm, 14cm, dan 16 cm dengan lebar masing-masing 10 cm. Uji pembebanan dilakukan dengan eksentrisitas sebesar 1 cm, dan luas ukuran geogrid yaitu 50x60 cm2. Hasil daya dukung dari pondasi persegi panjang dengan perkuatan akan dibandingkan dengan daya dukung pondasi tanpa perkuatan. Dari hasil penelitian ini berdasarkan analisis Bearing Capacity Ratio (BCR), model pondasi yang menghasilkan daya dukung tanah maksimum yaitu pondasi dengan u = 2cm dan L = 12 cm.   Kata kunci: daya dukung, tanah pasir, bearing capacity ratio, pondasi persegi panjang, beban eksentris, geogrid, variasi jarak lapis geogrid, variasi panjang pondasi.
PENGARUH VARIASI JARAK ANTAR GEOGRID DAN PANJANG PONDASI TERHADAP PENINGKATAN DAYA DUKUNG TANAH PADA PONDASI PERSEGI PANJANG Pratama Yohanes, Raphael Eldy; Suryo, Eko Andi; Munawir, As’ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan dapat disebut baik dan kokoh apabila memiliki struktur penopang yang baik, tidak terkecuali pondasi. Dengan fungsinya yang sangat penting, perencanaan suatu pondasi perlu dilakukan dengan teliti, termasuk juga dengan kondisi tanah sekitar. Tanah sebagai objek penerima beban konstruksi harus mampu menahan beban yang dibebankan. Pesatnya pembangunan saat ini memunculkan banyak pembangunan yang dilakukan di daerah dengan tanah yang daya dukungnya kurang mencukupi. Oleh karena itu, perlu adanya metode perbaikan pada tanah dengan menambahkan material sintetik seperti geogrid.Penelitian ini menggunakantanah pasir dengan kepadatan relatif sebesar 80%. Parameter yang diamati adalah pengaruh dari variasilpanjang pondasi (L) dan jarak antar lapis geogrid (h). Pengujian dilakukan di laboratorium menggunakan pondasi dengan dimensi10×12 cm, 10×14 cm, 10×16 cm dan jarak antar lapis geogridsebesar 1 cm, 2 cm, 3 cm. Uji pembebanan dilakukan dengan eksentrisitas (e) sebesar 1 cm danjumlah perkuatan geogrid(n) sebanyak 3 lapis. Hasil daya dukung dari pondasiyang diperkuatlakan dibandingkan dengan daya dukung pondasi tanpa perkuatan. Pada penelitian ini, berdasarkan analisis Bearing Capacity Ratio (BCR), model uji menghasilkan daya dukung tanah maksimum pada saatdimensi pondasisebesar 10×12 cm dan jarak antar lapis geogrid sebesar 3 cm.   Kata kunci: bearing capacity ratio, daya dukung, geogrid, penurunan, pondasi persegi panjang, tanah pasir, variasi jarak antar lapis geogrid, variasi panjang pondasi..
PERUBAHAN DAYA DUKUNG TANAH LEMPUNG LUNAK YANG DIPERBAIKI DENGAN METODE PVD (PREFABRICATED VERTICAL DRAIN) KARENA PERBEDAAN JARAK PEMASANGAN DENGAN POLA SEGITIGA Biasmahendra, Bima; Zaika, Yulvi; Munawir, As’ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DesaKedawungWetan, KecamatanGrati, KabupatenPasuruanadalah salah satulokasiproyekpembangunanjalantolruasGempol – Pasuruan pada lokasiinikondisitanahnyamerupakantanahlempunglunak yang pada umumnyamemilikidayadukung yang rendah. Kondisitanahdasar yang cukuplunakmenyebabkanterjadinyapenurunantanah.halinimengharuskandilakukannyaupayaperbaikantanahlunak agar bisadijadikanlahanbangunannantinya. Oleh sebabitu, studiinibertujuanuntukmengidentifikasipengaruhbesarpenurunandenganmetodepemasanganPrefabricated Vertical Drain (PVD) denganvariasijarak pemasangan pada PVD. Perbaikantanahlunakdilakukandengandesain PVD menggunakanpolasegitiga dan jarak antar PVD 12 cm, 14 cm, 16 cm dan 18 cm. Dari hasilperhitungantanpamenggunakan PVD dan menggunakan PVD memilikidampak yang sangatbesarterhadapnilaipenurunantanahsertakuatgesertanah (Su). Kata Kunci : Tanah Lunak, Penurunan, Prefabricated Vertical Drain (PVD)
ANALISIS PERBANDINGAN PONDASI SUMURAN DENGAN PONDASI TIANG BOR PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG LABORATORIUM VOKASI DAN INDUSTRI KREATIF UNIVERSITAS BRAWIJAYA KAMPUS DIENG Cintya, Febrina Sagita; Munawir, As’ad; Suryo, Eko Andi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondasi adalah suatu konstruksi pada struktur/ bangunan yang bertujuan untuk menerima dan meneruskan beban di atasnya ke lapisan tanah di bawah struktur bangunan tersebut. Gedung Laboratorium Vokasi dan Industri Kreatif Universitas Brawijaya kampus Dieng merupakan salah satu infrastuktur yang sedang dibangun di Universitas Brawijaya tepatnya di kampus Dieng, Malang. Pada gedung ini direncanakan menggunakan pondasi dalam berupa tiang bor. Pada studi analisis ini dilakukan perencanaan ulang pondasi dengan menggunakan pondasi dalam berupa pondasi sumuran. Hasil studi analisis ini didapatkan berdasarkan uji lapangan Standart Penetration Test (SPT) yang diperoleh dari data sekunder atau konsultan perencana. Daya dukung ijin pondasi sumuran yang didapatkan dari perhitungan analitis menggunakan metode IRC dan IS 3955 pada pondasi dengan diameter 1 m sebesar 1135,33 kN, diameter 1,5 m sebesar 2596,561 kN dan pada pondasi diameter 2 m sebesar 4690,884 kN . Kemudian pada program Plaxis 2D didapatkan nilai daya dukung sebesar 3570,655 kN kN/m2 untuk pondasi diameter 2 m, 26525,904 kN untuk pondasi dengan diameter 1,5 m, dan 2686,424 kN/m2 untuk pondasi berdiameter 1 m. Pondasi ini dapat dinyatakan aman, karena nilai daya dukung lebih besar dari beban yang bekerja. Nilai penurunan juga relatif kecil yaitu sebesar 0,0023 m untuk pondasi sumuran berdiameter 1 m dan 2 m, sedangkan pondasi sumuran berdiameter 1,5 m sebesar 0,0022 m. Analisis biaya konstruksi menunjukkan bahwa penggunaan pondasi sumuran lebih ekonomis sejumlah Rp. 6.551.268.291,26 dibandingkan pondasi tiang bor yang mencapai Rp. 8.463.126.337,15. Analisis ini dapat disimpulkan bila memperhatikan aspek daya dukung, penurunan, dan biaya konstruksi pemakaian pondasi sumuran pada gedung laboratorium vokasi dan industri kreatif Universitas Brawijaya kampus Dieng dianjurkan karena selain pondasi aman digunakan dan biaya yang lebih murah. Kata Kunci: Pondasi sumuran, pondasi tiang bor, daya dukung, penurunan, biaya konstruksi
ANALISIS PERBANDINGAN PONDASI RAKIT DENGAN PONDASI TIANG BOR PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG LABORATORIUM VOKASI DAN INDUSTRI KREATIF UNIVERSITAS BRAWIJAYA KAMPUS DIENG Amalina, Nada Nur; Munawir, As’ad; ., Harimurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondasi merupakan bagian terbawah dari suatu bangunan yang berfungsi meneruskan beba beban di atasnya ke tanah di bawahnya. Gedung Laboratorium dan Industri Kreatif merupakan salah satu sarana prasarana yang akan dibangun di Universitas Brawijaya Kampus Dieng. Bangunan ini direncanakan menggunakan pondasi dalam khususnya pondasi tiang bor. Dalam penelitian ini direncanakan ulang dengan menggunakan pondasi dangkal, khususnya pondasi rakit. Hasil analisis menunjukkan bahwa pondasi rakit tidak mengalami masalah daya dukung, berdasarkan uji lapangan dengan metode Hansen didapatkan nilai daya dukung izin 326427,78  kN. Pada pondasi tiang bor didapat nilai daya dukung izin sebesar 475,40 kN. Dari hasil perbandingan dapat disimpulkan bahwa pondasi rakit memiliki daya dukung yang lebih besar daripada pondasi tiang bor. Pada analisis penurunan pondasi rakit hasil yang ditunjukkan sebesar 2,6 mm sedangkan pada pondasi tiang bor didapatkan hasil penurunan sebesar 39,327 mm sehingga dapat disimpulkan bahwa penurunan pondasi rakit lebih kecil. Analisis biaya konstruksi menunjukkan bahwa pondasi rakit lebih ekonomis sejumlah Rp 7.671.711.441,10 dibandingkan pondasi tiang bor yang memerlukan sejumlah Rp 8.463.126.337,15, dapat disimpulkan bahwa pemakaian pondasi rakit pada Gedung Laboratorium dan Industri Kreatif Universitas Brawijaya Kampus Dieng lebih dianjurkan karena biayanya yang lebih murah. Kata Kunci: Pondasi rakit, pondasi tiang bor, daya dukung, penurunan, biaya konstruksi 
Co-Authors ., Imanuddin ., Mayangsari Abadi, Willy Anggi Abhista Bariq, Muhammad Rafi Adhinia, Ori Trizka Afifuddin, Annas Agustia, Daffa Fadhiel Aji, Muhammad Satria Bayu Amalina, Nada Nur Amalina, Rahma Nur Ananda, Puan Resty Anggriawan, Filyan Fery Anggriawan, Rico Anshorie, Ahya Al Arief Rachmansyah Arisandy, Rizki Arthayoga Bendesa, Dimas Januar Arviananda, Ovy Ellen Atikah, Laras Bangalino, Arvi Biasmahendra, Bima Bima, Satria Carissa Imayanti, Nadia Izmi Charisma, Nuril Christine, Rini Cintya, Febrina Sagita Dodik Prasetyo Ekamargarezki, Yohanes Dibalflorende Eko Andi Suryo F, T Fadhillah, Hanna Maulidya Falkiya, Ira Faradita, Putri Agil Farandy, Fairuz Ikbar Fauzi Rizky, Adi Widia Nur Ghyffary, Faris Ramdhan Hape, Fillial Nuansa Harimurti . Hasbianto, Muhammad Hazhiyah, Amalia Ula Hutomo, Wahyudi I, Arrizal Rizki Ibrahim, Ahmad Arif Iswardhana, Fanny Pramudya Kautsar, Kevin Al Kurniawan, Danu Kusumawati, Erlina Ayu Kuswanda, Wahyu P. Kuswanda, Wahyu P. Lilabsari, Zahra Febrina Listyaningrum, Galuh Ajeng M. Hamzah Hasyim Maharani, Kharisma Tria Maharani, Ragilya Mustafid, Ainul Musthafa, Aris Nizar, Faisal Norviana, Sarah Giovani Oka Wibawa, Gede Arya Permata, Ditha Pranatayuda, Tosar Wayunenda Praptawati, Atika Prasetyo, Raenal Adji Pratama Yohanes, Raphael Eldy Pujo Susilo, Ekki Darmawan Purnamasari, Risqi Eka Putra Perdana, Rachmad Adiasa Putra, Muhamad Darmawan Rabbani, Rani Rachma, Saraswati Noor Rachmansyah, Arief Rachmansyah Rachmatullah, R. Irawan Ramadhan, Bima Aldiha Rasyid, Dyka Retry Ratri, Lola Kumala Reinaldo, M. Farish Hafis Rifqi, Moch. Fachrur Roberth, El Zefanya Rohmatillah, Siti Saifoe El Unas Sanjaya, Muhammad Dias Saputra, Jepris Hari Saputra, M. Rizky Hari Sarithayanti Mahaguna, Ida Ayu Satriaka, Irza Andys Setiawan, Andri Ari Sjaputra, Rakha Suhartono, Gerrie Suhasmoro, Auliyah Rizky Sulistyo, Herlambang Bagus Suroso . Tatag Yufitra Rus Tri Cahyani, Rizki Amalia Ulya, Atika Nikmatul Wahid, Anasrullah Widodo Suyadi Widyanatha, KadekDwi Kusuma Wijaya, Aziz Benny Wisnumurti . Wulansari, Yunita Yulvi Zaika Zahra, Karunia Az Zain, M. Nuhkhalid