Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Hadis-Hadis Tentang Walimatul ‘Urus Anwar Pahutar, Agus
Darul Ilmi: Jurnal Ilmu Kependidikan dan Keislaman Vol 7, No 01 (2019)
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Walimah gunanya mengumumkan kepada umat bahwa ada dua insan yang sudah mengamalkan sunnah Rosul. Walimah itu hewan yang disembelih saat akad nikah di rumah wanita dengan kambing, juga boleh di rumah suami setelah wali pertama. Para undangan seharusnya jangan hanya yang kaya saja masih wajib diundang yang miskin. Para undangan boleh saja membawa hadiah kepada pengundang sesuai dengan kemampuan. Pakain pengantin jangan berlebihan demikian juga acara musiknya diislamisasikan dengan kesepakatan. Acara musik jangan sempat menunda solat yang terkena waktu. Pemberangkatan pengantin wanita ke tempat pengantin pria jangan sampai menganggu waktu solat yang kena imbasnya. Selamat berwalimah yang islami agar mendapat barokah, taufiq dan hidayat, serta mendapatkan keluarga sakina mawaddah dan rohmah.
MUHAMMADIYAH JAWA DAN LANDASAN KULTURAL UNTUK ISLAM BERKEMAJAUAN Anwar Pahutar, Agus; Karim Elhusein, Syofwan; Dahlan, Dasrizal; Lahmi, Ahmad; Asmaret, Desi; Yasrah Dalimunthe, Rahma
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 9, No 1 (2024): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v9i1.214-234

Abstract

Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi Islam terkemuka di Indonesia, telah memainkan peran penting dalam pembentukan dan evolusi Islam di Jawa, Indonesia. Sejak didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan pada tahun 1912 di Yogyakarta, Muhammadiyah telah berkomitmen pada misi memurnikan praktik Islam dengan menolak pengaruh tradisi lokal yang dianggap tidak sesuai dengan ajaran Islam murni. Organisasi ini mengadvokasi pendekatan berbasis teks suci, yaitu Al-Qur'an dan Hadis, dan menekankan pentingnya pendidikan, kesehatan, dan kegiatan sosial sebagai sarana untuk memajukan masyarakat. Dalam kajian ini, kami menyelidiki bagaimana Muhammadiyah berinteraksi dengan kultur Jawa, yang terkenal dengan kekayaan tradisi dan sinkretismenya. Kami menjelajahi tantangan dan strategi Muhammadiyah dalam mengadaptasi dan kadang-kadang menolak aspek-aspek tertentu dari budaya Jawa dalam upayanya untuk menegakkan versi Islam yang dianggap lebih 'murni'. Fokus utama dari penelitian ini adalah pada dinamika antara pemeliharaan identitas keagamaan dan kebutuhan adaptasi kultural, yang tercermin dalam pendekatan Muhammadiyah terhadap pendidikan, aktivisme sosial, dan partisipasi dalam politik lokal. Analisis ini juga membahas bagaimana Muhammadiyah berusaha menciptakan "Islam Berkemajuan", yang memadukan nilai-nilai keislaman dengan modernitas dan responsif terhadap perubahan sosial. Dengan mengkaji peran Muhammadiyah di Jawa, penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana organisasi keagamaan bisa mempengaruhi dan di pengaruhi oleh konteks kulturalnya, serta implikasinya terhadap pembentukan wajah Islam kontemporer di Indonesia. Kajian ini penting untuk memahami interaksi antara agama dan budaya dalam konteks pluralistik dan dinamis di Indonesia.
Transformation of Contemporary Islamic Justice: Integration of Juridical Norms and Socio-Cultural Traditions in Indonesia Anwar Pahutar, Agus; Hifzhi Siregar, Neila; Sa, Saifullah; Asmaret, Desi; Kamal, Tamrin
Jurnal AL-MAQASID: Jurnal Ilmu Kesyariahan dan Keperdataan Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/almaqasid.v11i1.13701

Abstract

The transformation of Islamic justice in Indonesia reflects the dynamics between formal juridical norms and the socio-cultural realities of diverse societies. Religious Courts, as part of the national legal system, do not solely implement Islamic law in a normative form, but must also interact and negotiate with local values, social structures, and broader political and legal configurations. This research critically examines how the integration between Islamic legal norms and socio-cultural traditions occurs in judicial practice, as well as how these interactions affect the effectiveness and legitimacy of Islamic judicial institutions in Indonesia. The juridical-sociological approach is used to explore the relationship between legal norms and the context of society (living law), with an emphasis on aspects of social acceptance and substantive justice. The findings of the study show that although institutionally the Religious Courts have been strengthened, there is still tension between the spirit of codification of sharia law and the flexibility of local culture. In this context, the transformation of Islamic justice is not only a matter of legal reform, but also involves the repositioning of the role of religion, the state, and society in formulating and enforcing contextual justice. Thus, there is a need to strengthen an integrative paradigm in the reform of Islamic law that is able to bridge juridical norms with social reality, in order to strengthen the responsiveness and legitimacy of Islamic justice in the midst of the plurality of laws in Indonesia.
Transformation of Contemporary Islamic Justice: Integration of Juridical Norms and Socio-Cultural Traditions in Indonesia Anwar Pahutar, Agus; Hifzhi Siregar, Neila; Sa, Saifullah; Asmaret, Desi; Kamal, Tamrin
Jurnal AL-MAQASID: Jurnal Ilmu Kesyariahan dan Keperdataan Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/almaqasid.v11i1.13701

Abstract

The transformation of Islamic justice in Indonesia reflects the dynamics between formal juridical norms and the socio-cultural realities of diverse societies. Religious Courts, as part of the national legal system, do not solely implement Islamic law in a normative form, but must also interact and negotiate with local values, social structures, and broader political and legal configurations. This research critically examines how the integration between Islamic legal norms and socio-cultural traditions occurs in judicial practice, as well as how these interactions affect the effectiveness and legitimacy of Islamic judicial institutions in Indonesia. The juridical-sociological approach is used to explore the relationship between legal norms and the context of society (living law), with an emphasis on aspects of social acceptance and substantive justice. The findings of the study show that although institutionally the Religious Courts have been strengthened, there is still tension between the spirit of codification of sharia law and the flexibility of local culture. In this context, the transformation of Islamic justice is not only a matter of legal reform, but also involves the repositioning of the role of religion, the state, and society in formulating and enforcing contextual justice. Thus, there is a need to strengthen an integrative paradigm in the reform of Islamic law that is able to bridge juridical norms with social reality, in order to strengthen the responsiveness and legitimacy of Islamic justice in the midst of the plurality of laws in Indonesia.
MUHAMMADIYAH JAWA DAN LANDASAN KULTURAL UNTUK ISLAM BERKEMAJAUAN Anwar Pahutar, Agus; Karim Elhusein, Syofwan; Dahlan, Dasrizal; Lahmi, Ahmad; Asmaret, Desi; Yasrah Dalimunthe, Rahma
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 9, No 1 (2024): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v9i1.214-234

Abstract

Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi Islam terkemuka di Indonesia, telah memainkan peran penting dalam pembentukan dan evolusi Islam di Jawa, Indonesia. Sejak didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan pada tahun 1912 di Yogyakarta, Muhammadiyah telah berkomitmen pada misi memurnikan praktik Islam dengan menolak pengaruh tradisi lokal yang dianggap tidak sesuai dengan ajaran Islam murni. Organisasi ini mengadvokasi pendekatan berbasis teks suci, yaitu Al-Qur'an dan Hadis, dan menekankan pentingnya pendidikan, kesehatan, dan kegiatan sosial sebagai sarana untuk memajukan masyarakat. Dalam kajian ini, kami menyelidiki bagaimana Muhammadiyah berinteraksi dengan kultur Jawa, yang terkenal dengan kekayaan tradisi dan sinkretismenya. Kami menjelajahi tantangan dan strategi Muhammadiyah dalam mengadaptasi dan kadang-kadang menolak aspek-aspek tertentu dari budaya Jawa dalam upayanya untuk menegakkan versi Islam yang dianggap lebih 'murni'. Fokus utama dari penelitian ini adalah pada dinamika antara pemeliharaan identitas keagamaan dan kebutuhan adaptasi kultural, yang tercermin dalam pendekatan Muhammadiyah terhadap pendidikan, aktivisme sosial, dan partisipasi dalam politik lokal. Analisis ini juga membahas bagaimana Muhammadiyah berusaha menciptakan "Islam Berkemajuan", yang memadukan nilai-nilai keislaman dengan modernitas dan responsif terhadap perubahan sosial. Dengan mengkaji peran Muhammadiyah di Jawa, penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana organisasi keagamaan bisa mempengaruhi dan di pengaruhi oleh konteks kulturalnya, serta implikasinya terhadap pembentukan wajah Islam kontemporer di Indonesia. Kajian ini penting untuk memahami interaksi antara agama dan budaya dalam konteks pluralistik dan dinamis di Indonesia.