Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UPAYA GURU TAHFIZH DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGHAFAL AL-QUR’AN SISWA DI MA’HAD TAHFIZH USWAH HASANAH CILEDUG KOTA TANGERANG Hamsah Tis'ah, J. Anhar Rabi; farhan, Farhan; Fauzi, Achmad; Halimi, Muhammad Fathi; Salim, Agus
Rausyan Fikr : Jurnal Pemikiran dan Pencerahan Vol 21, No 1 (2025): RAUSYAN FIKR
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/rf.v21i1.14316

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya guru tahfizh dalam meningkatkan kemampuan menghafal Al-Qur'an siswa di Ma’had Tahfizh Uswah Hasanah Ciledug Kota Tangerang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya beberapa hambatan yang dihadapi oleh guru tahfizh, yaitu 1). kesulitan siswa dalam membaca Al-Qur'an dan 2). Adanya rasa malas di kalangan siswa. Di sisi lain, terdapat faktor pendukung dalam proses peningkatan kemampuan menghafal Al-Qur'an, yaitu 1). Pembagian kelompok tahfizh sesuai dengan kemampuan siswa, 2). Peran aktif dari kepala sekolah, dan 3). Adanya program kajian dari Ma’had. Upaya yang dilakukan oleh guru tahfizh dalam meningkatkan kemampuan menghafal Al-Qur'an siswa meliputi: 1). Memberikan motivasi kepada siswa melalui pujian, penghargaan, dan nasihat untuk mendorong semangat mereka dalam menghafal, 2). Membimbing siswa untuk melakukan muraja’ah, yaitu pengulangan hafalan agar hafalan tetap kuat dan 3). Memperhatikan ayat yang akan dihafal untuk memastikan tidak ada kesalahan saat penyetoran hafalan. Dengan pendekatan ini, diharapkan kemampuan siswa dalam menghafal Al-Qur'an dapat terus meningkat.Kata Kunci: Menghafal Al-Qur’an, Upaya Guru, Kemampuan Siswa
PENGEMBANGAN MANAJEMEN LEMBAGA PENDIDIKAN NON FORMAL DI WILAYAH KEPULAUAN SERIBU WILAYAH DKJ Nasrullah, Nasrullah; Fauzi, Achmad; Tis'ah, J. Anhar Rabi Hamsah; Suhendra, Suhendra; Basyit, Abdul; Halimi, Muhammad Fathi; Salim, Agus
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36606

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tema Pengembangan Manajemen Lembaga Pendidikan Nonformal (LPNF) di Wilayah Kepulauan Seribu, DKJ. Latar belakang kegiatan ini adalah kondisi LPNF yang masih dikelola secara sederhana, tanpa perencanaan strategis, sistem evaluasi, maupun pemanfaatan teknologi yang memadai. Padahal, LPNF memiliki peran penting dalam menyediakan akses pendidikan alternatif bagi masyarakat kepulauan yang terbatas pada layanan pendidikan formal. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan model partisipatif-kolaboratif, melalui tahapan observasi, Focus Group Discussion (FGD), pelatihan, workshop, serta pendampingan intensif selama tiga bulan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar LPNF di Kepulauan Seribu menghadapi kendala berupa keterbatasan sumber daya manusia, lemahnya tata kelola kelembagaan, serta rendahnya pemanfaatan teknologi. Melalui intervensi berupa pelatihan manajerial, workshop penyusunan rencana kerja, serta pendampingan berkelanjutan, terjadi peningkatan signifikan dalam aspek perencanaan strategis, pengelolaan keuangan sederhana, pemanfaatan teknologi pembelajaran, dan partisipasi masyarakat. LPNF mulai menyusun dokumen rencana kerja, meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah daerah, serta menyesuaikan program dengan potensi lokal seperti kelautan, pariwisata, dan kewirausahaan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa penguatan manajemen LPNF berbasis partisipatif-kolaboratif mampu meningkatkan profesionalisme, efektivitas, dan keberlanjutan lembaga. Kegiatan ini tidak hanya memperbaiki kualitas layanan pendidikan nonformal, tetapi juga mendukung pemberdayaan masyarakat, mengurangi kesenjangan pendidikan antara pusat dan daerah, serta berkontribusi terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).Kata Kunci: Pendidikan Nonformal; Manajemen Lembaga; Pengabdian Masyarakat; Kepulauan Seribu; Partisipatif-Kolaboratif.ABSTRACTThis community service program aimed to strengthen the management of Nonformal Education Institutions (NFEIs) in the Thousand Islands Region, Special Capital Region of Jakarta (DKJ). The program addressed the common challenges faced by NFEIs, including limited strategic planning, weak evaluation systems, and minimal use of educational technology, despite their vital role in providing alternative education for island communities. A descriptive qualitative approach with a participatory collaborative model was employed through observation, Focus Group Discussions (FGD), training, workshops, and three months of intensive mentoring. The findings reveal that most NFEIs experienced constraints in human resources, institutional governance, and technology utilization. Managerial training and continuous mentoring resulted in notable improvements in strategic planning, basic financial management, technology-supported learning, and community involvement. Several institutions developed formal work plans, strengthened collaboration with local government, and aligned programs with local potentials such as marine-based activities, tourism, and entrepreneurship. Overall, participatory collaborative management effectively enhances institutional professionalism, effectiveness, and sustainability, while supporting community empowerment, reducing educational disparities, and contributing to the Sustainable Development Goals (SDGs).Keywords: Nonformal Education; Institutional Management; Community Service; Thousand Islands; Participatory Collaborative.