Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Mapping of the Transportation Sector in Maluku Province Using Biplot Analysis Leleury, Zeth Arthur; Radjabaycolle, Jefri Esna Thomas; ilwaru, Venn Y. I.; Sinay, Lexy Jansen; Wattimena, Abraham Z.
Tensor: Pure and Applied Mathematics Journal Vol 5 No 2 (2024): Tensor: Pure and Applied Mathematics Journal
Publisher : Department of Mathematics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Pattimura University, Ambon, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/tensorvol5iss2pp57-66

Abstract

The transportation sector is one sector that contributes to economic development. Economic activity will develop if it has good infrastructure and transportation facilities for accessibility. This study aims to map regencies/cities in Maluku province based on the characteristics of the transportation sector. The method used is Biplot analysis. Based on the results of the study, it was found that the results of mapping 11 regencies/cities in Maluku Province if grouped according to the location of the quadrant divided into 2 clusters, namely Cluster 1 consisting of the City Ambon, West Seram Regency, Central Maluku Regency, Buru Regency, Tual City, Southeast Maluku Regency, and Tanimbar Islands Regency. The seven regencies/cities have similar characteristics of the transportation sector in the percentage of villages where public transportation is available with fixed routes, the widest type of land surface is asphalt/concrete, and the road can be passed by four wheels throughout the year. While Cluster 2 consists of Eastern Seram Regency, South Buru Regency, Southwest Maluku Regency, and Aru Islands Regency. The four regencies have similar characteristics of the transportation sector in the percentage of villages based on the availability of land and sea transportation infrastructure, the availability of sea transportation infrastructure only, public transportation is not available or available without a fixed route, the widest type of land surface is in the form of soil or hardened with gravel, the road cannot be passed by four wheels or four wheels can pass but only in the dry season. Meanwhile, based on the Euclidean distance, it can be made more specific into 4 clusters, namely Cluster 1 is Ambon City, Cluster 2 includes West Seram Regency, Central Maluku Regency, Buru Regency, Tual City, Southeast Maluku Regency, and Tanimbar Islands Regency. Meanwhile, Cluster 3 includes Eastern Seram Regency, South Buru Regency, and Southwest Maluku Regency, and Cluster 4 is Aru Islands Regency.
BEBERAPA TEOREMA KEKONVERGENAN PADA INTEGRAL RIEMANN Ilwaru, Venn Y. I.; Wattimanela, Henry J.; Talakua, Mozart W.
BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan Vol 6 No 1 (2012): BAREKENG : Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan
Publisher : PATTIMURA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.956 KB) | DOI: 10.30598/barekengvol6iss1pp13-18

Abstract

Riemann Integral is integral concept using the sum of lower Riemann and upper Riemann. The sufficient condition for the function sequence which is R-integralable at a, b is thelimit function also R-integralable at a, b. If function sequence   n f convergence to f at a, b and n f R-integralable for every n, then the sufficient condition that function f alsoR-integralable at a, b is   n f uniform convergence to f at a, b. This research studies about sum convergence theorems in Riemann Integral.
MATRIKS PANGKAT DAN KEPERIODIKANNYA DALAM ALJABAR MAX-PLUS Ilwaru, Venn Y. I.
BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan Vol 8 No 2 (2014): BAREKENG : Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan
Publisher : PATTIMURA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.326 KB) | DOI: 10.30598/barekengvol8iss2pp47-52

Abstract

Dalam aljabar max-plus telah banyak dipelajari tentang sifat-sifat matriks.Salah satunya adalah keperiodikan suatu matriks yang tidak tereduksi. Telah diketahui pada aljabar maxplus bahwa barisan pangkat k A dalam Aljabar Max-Plus, dengan A adalah matriks persegi yang tidak tereduksi, menjadi periodik setelah waktu terbatas T(A), dan periode akhir sama dengan siklisitas grafkritis dari A. Dalam hubunganini dipelajari masalah komputasi dari matriks persegi yang berukuran nn yaitu jika diberikan k, hitung periodik pangkat r A dengan r  k(mod ) untuk r  T A . Ide utama adalah menggunakan penskalaan similaritas diagonal yang sesuai 1 A X AX  , yang disebut penskalaan visualisasi.
ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG PERILAKU MEROKOK DI KOTA AMBON Sahetapy, Eunike M.; Lesnussa, Yopi A.; Ilwaru, Venn Y. I.
BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan Vol 9 No 1 (2015): BAREKENG : Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan
Publisher : PATTIMURA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.207 KB) | DOI: 10.30598/barekengvol9iss1pp73-83

Abstract

Pemandangan orang merokok dapat kita temui di dalam kendaraan umum, kantor, pasar, atau tempat umum lainnya, bahkan dalam keluarga sendiri. Pada umumnya seseorang mulai merokok sejak usia remaja. Jumlah perokok laki-laki jauh lebih tinggi dibandingkan perempuan dimana jika diuraikan menurut umur, prevalensi perokok laki-laki paling tinggi pada umur 15-19 tahun. Berdasarkan permasalahan tersebut, dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh antara usia, status merokok orang tua, komunikasi dengan orang tua, komunikasi dengan teman sepergaulan, pengetahuan tentang merokok, perokok aktif dan pasif, akses media informasi, dan intensitas melihat iklan rokok dengan tingkat pengetahuan remaja tentang perilaku merokok kemudian melihat model tingkat pengetahuan remaja tentang perilaku merokok dengan menggunakan Model Regresi Logistik Ordinal dan juga untuk mengetahui variabel yang berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengetahuan remaja tentang perilaku merokok di Kota Ambon. Dari data yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa variabel yang berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengetahuan remaja tentang perilaku merokok adalah variabel 𝑥1 (Pengetahuan remaja tentang merokok terhadap kesehatan), x4 (Pengetahuan tentang perokok pasif), x5 (Pengetahuan tentang perbedaan antara Perokok Pasif dan perokok Aktif), x6 (Larangan merokok), x8 (Komunikasi dengan orang tua) x9 (Komunikasi dengan teman pergaulan), x10 (Status merokok orang tua).
THE ENTIRE FACE IRREGULARITY STRENGTH OF A BOOK WITH POLYGONAL PAGES Tilukay, Meilin I.; Ilwaru, Venn Y. I.
BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan Vol 9 No 2 (2015): BAREKENG : Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan
Publisher : PATTIMURA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.182 KB) | DOI: 10.30598/barekengvol9iss2pp103-108

Abstract

A face irregular entire labeling is introduced by Baca et al. recently, as a modification of the well-known vertex irregular and edge irregular total labeling of graphs and the idea of the entire colouring of plane graph. A face irregular entire k-labeling 𝜆:𝑉∪𝐸∪𝐹→{1,2,⋯,𝑘} of a 2-connected plane graph 𝐺=(𝑉,𝐸,𝐹) is a labeling of vertices, edges, and faces of 𝐺 such that for any two different faces 𝑓 and 𝑔, their weights 𝑤𝜆(𝑓) and 𝑤𝜆(𝑓) are distinct. The minimum 𝑘 for which a plane graph 𝐺 has a face irregular entire 𝑘-labeling is called the entire face irregularity strength of 𝐺, denoted by 𝑒𝑓𝑠(𝐺). This paper deals with the entire face irregularity strength of a book with 𝑚 𝑛-polygonal pages, where embedded in a plane as a closed book with 𝑛−sided external face.
IMPLEMENTASI FUZZY C-MEANS CLUSTERING DALAM PENENTUAN BEASISWA Rahakbauw, Dorteus L.; Ilwaru, Venn Y. I.; Hahury, M. H.
BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan Vol 11 No 1 (2017): BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan
Publisher : PATTIMURA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.909 KB) | DOI: 10.30598/barekengvol11iss1pp1-12

Abstract

Logika fuzzy merupakan salah satu komponen pembentuk Soft Computing, yaitu suatu cara yang tepat untuk memetakan suatu ruang input ke dalam suatu ruang output. Dalam banyak hal logika fuzzy digunakan sebagai suatu cara untuk memetahkan permasalahan dari input menuju output yang diharapkan. Dalam penelitian ini logika fuzzy digunakan untuk penentuan beasiswa dengan metode Fuzzy C-Means. Untuk mendapatkan beasiswa, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi. Adapun kriteria yang ditetapkan adalah semester, IPK, jumlah tanggungan orang tua, penghasilan total orang tua, dan alat transportasi. Untuk itu diperlukan suatu Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang dapat memperhitungkan segala kriteria yang mendukung pengambilan keputusan guna membantu, mempercepat dan mempermudah proses pengambilan keputusan.
PERBANDINGAN ALGORITMA HILL CLIMBING DAN ALGORITMA ANT COLONY DALAM PENENTUAN RUTE OPTIMUM Ilwaru, Venn Y. I.; Sumah, Tesa; Lesnussa, Yopi Andry; Leleury, Zeth A.
BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan Vol 11 No 2 (2017): BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan
Publisher : PATTIMURA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.706 KB) | DOI: 10.30598/barekengvol11iss2pp139-150

Abstract

Optimasi adalah pencarian nilai-nilai variabel yang dianggap optimal untuk mencapai hasil yang diinginkan. Untuk memecahkan masalah optimasi tersebut, tentunya diperlukan algoritma yang handal. Algoritma Hill Climbing dan Algotrima Ant Colony adalah metode dari sekian banyak metode kecerdasan buatan untuk menyelesaikan permasalahan optimasi. Karena algoritmanya yang cukup sederhana, metode Hill Climbing telah banyak diterapkan dalam berbagai aplikasi. Disamping itu metode Hill Climbing juga mengefisienkan penggunaan memori yang besar. Algoritma Ant Colony adalah algoritma yang diadopsi dari perilaku koloni semut. Secara alamiah koloni semut mampu menemukan rute terpendek dalam perjalanan dari sarang ke tempat-tempat sumber makanan, berdasarkan jejak kaki pada lintasan yang telah dilewati. Dari hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan algoritma Hill Climbing dan Algoritma Ant Colony diperoleh rute optimum ferry di Pulau Ambon, Pulau Seram, dan Pulau-Pulau Lease yang berbeda. Pada Algoritma Hill Climbing diperoleh rute yang optimal yaitu Tulehu – Wainama – Umeputih – Wailey – Amahai - Nalahia dengan jarak tempuh 126 Km, sedangkan menggunakan Algoritma Ant Colony diperoleh rute yang optimal yaitu Tulehu – Wainama – Umeputih – Wailey – Amahai – Nalahia - Tulehu dengan jarak tempuh 197 Km
Pembelajaran Matematika Kontekstual Menggunakan Perangkat Lunak Berbasis Website Pada SMA Negeri 6 Maluku Tengah Rijoly, Monalisa E.; Ilwaru, Venn Y. I.; Talakua, Mozart W.; Leleury, Zeth A.; Rahakbauw, Dorteus L.
PENGAMATAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat untuk Ilmu MIPA dan Terapannya Vol 1 No 2 (2023): PENGAMATAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat untuk Ilmu MIPA dan Terapannya
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/pengamatanv1i2p43-50

Abstract

Pendidikan diakui memiliki potensi untuk mengubah status sosial dan juga ekonomi suatu bangsa. Sebagai sarana utama bagi peserta didik untuk meningkatkan pengetahuan mereka dalam berbagai ilmu, sekolah dianggap sebagai lembaga pemerintah yang krusial. Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, seluruh elemen masyarakat, terutama siswa tingkat menengah atas, dihadapkan pada tuntutan untuk beradaptasi. Ini disebabkan oleh kebutuhan yang terus berubah di masyarakat dan perkembangan teknologi yang semakin canggih. Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan kualitas pembelajaran matematika di Sekolah Menengah Atas (SMA). Pendekatan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) adalah salah satu metode yang bisa digunakan. Pendekatan ini dimulai dengan menggunakan situasi dunia nyata yang dialami siswa sebagai landasan pembelajaran, kemudian mengintegrasikannya ke dalam konsep matematika yang akan dipelajari dan dibahas. Dalam kerangka ini, pemanfaatan kemajuan teknologi dalam pembelajaran matematika memiliki potensi untuk meningkatkan pencapaian siswa dan mengasah keterampilan sosial siswa, dengan menggunakan perangkat lunak matematika yang berbasis grafis. Penggunaan perangkat lunak ini dalam implementasi pembelajaran berpendekatan kontekstual dianggap lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa jika dibandingkan dengan pendekatan pembelajaran ekspositori.